Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PREDIKTOR PENYAKIT HIPERTENSI PADA KELOMPOK PENDUDUK >15 TAHUN DI BALI: ANALISIS BERDASARKAN DATA RISKESDAS TAHUN 2018 I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2842

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi di Bali pada penduduk usia ≥ 15 tahun berdasarkanhasil pengukuran tekanan darah adalah sebesar 25,8%. Adapun terjadinya penyakit hipertensidapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis prediktordan kombinasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit hipertensi di Bali.Penelitian cross-sectional kuantitaif berbasis data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)terhadap penduduk berusia ≥ 15 tahun dimasukkan ke dalam analisis. Regresi logistikmultivariat digunakan untuk menilai pengaruh antara faktor-faktor dengan kejadianhipertensi. Didapatkan bahwa 32,26% subyek di Bali menderita hipertensi. Dari 14,494penduduk hipertensi, 7.087 laki-laki dan 7,407 perempuan. Hasil analisis menunjukan bahwapenyakit lain berkontribusi terhadap hipertensi seperti stroke (OR = 8.44; 95% CI = 8.00054 -8.910647), kanker (OR = 1.64; 95% CI = 1.499224-1.810643), penyakit kardiovaskular (OR= 2.49; 95% CI = 2.406897-2.581074), radang sendi (OR = 2.28; CI 95% = 2.243123-2.322321). Faktor sosiodemografi yang berperan terhadap kejadian hipertensi sepertipendidikan pada kategori tidak berpendidikan (OR = 1.91; 95% CI = 1.87924 -1.95672) dansekolah dasar (OR = 1.13; 95% CI = 1.115456-1.157997). Status perkawinan pada kategorimenikah (OR = 3.55; 95% CI = 3.496741-3.61639), bercerai-hidup (OR = 3.82; 95% CI =3.686435-3.968726), bercerai-meninggal (OR = 9.13; 95% CI = 8.926718-9.356969). Faktorperilaku yang berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi seperti aktivitas fisik pada kategoriaktivitas rendah (OR = 1.27; CI 95% = 1.259985-1.295567) dan aktivitas sedang (OR = 1.21;CI 95% = 1.199191-1.229556). Konsumsi alkohol (OR = 1.37; 95% CI = 1.333073 -1.411665), BMI pada tingkat obesitas (OR = 3.38; 95% CI = 3.32731-3.445331) dankelebihan berat badan (OR = 2.03; 95% CI = 2.015466-2.064527). Dapat disimpulkan bahwaprevalensi hipertensi di Bali termasuk dalam kategori tinggi. Penyakit lain, faktorsosiodemografi, faktor perilaku dan BMI mempunyai pengaruh yang signifikan terhadaphipertensi. Hasil ini bermanfaat untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadapseluruh prediktor sehingga prevalensi hipertensi dapat dikendalikan.
PKM Cegah Merokok Sejak Dini: Pemberdayaan Remaja melalui Program Sekolah Bebas Rokok Ni Luh Utari Sumadewi; Ni Made Kurniati; Ni Komang Sriwisani S; I Putu Dedy Kastama Hardy; Ni Putu Widya Astuti; I Nyoman Purnawan; Made Nyandra; Nyoman Suarjana; I Gusti Ayu Dwita Wahyu Laksmi; Emil Arifin Ndari Tana; Ni Nyoman Eluna Nandini Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/gssqwa82

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah penting di Indonesia dan berdampak pada meningkatnya risiko penyakit akibat rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Remaja lebih mudah tertarik untuk merokok karena pengaruh teman sebaya, keluarga, kondisi psikologis, serta paparan iklan rokok. Di antara faktor tersebut, teman sebaya menjadi pendorong terbesar karena remaja cenderung mengikuti perilaku kelompoknya. Jika kebiasaan merokok tidak dicegah sejak dini, hal ini dapat menurunkan fungsi paru dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, tim PKM melaksanakan program Cegah Merokok Sejak Dini dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan. Program ini memberikan edukasi tentang bahaya rokok dan vape serta melatih siswa menjadi peer educator untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah bebas rokok dan vape. Kegiatan ini diikuti oleh 14 siswa SMP Negeri 2 Kuta Utara, Dalung, Badung, Bali, dan dilaksanakan pada Oktober 2025. Edukasi dan pelatihan yang diberikan menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja serta kemampuan mereka dalam menolak ajakan merokok.
The Risk Factor of Hypertension in Bali: Data Study of Indonesia Basic Health Survey 2018 I Nyoman Purnawan; Nyoman Suarjana
An Idea Nursing Journal Vol. 5 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v5i01.816

Abstract

Background: The prevalence of hypertension among individuals aged 15 years and older in Bali has increased in recent years. Objective: This study analyzed risk factors for hypertension in Bali using data from the 2018 Indonesian Basic Health Survey Methods: A quantitative, cross-sectional design was employed, utilizing secondary data from the 2018 survey. The sample included 14,494 respondents aged 15 years and above in Bali Province, of whom 2,290 had hypertension. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, including chi-square tests, with Odds Ratios (OR) and 95% Confidence Intervals (CI) calculated Results: The prevalence of hypertension was found to be 18%. Comorbidities significantly associated with hypertension included stroke (OR=8.44), cardiovascular disease (OR=2.49), arthritis (OR=2.28), and cancer (OR=1.64). Sociodemographic factors such as low education level and marital status were also associated with hypertension. Behavioral factors included low physical activity, alcohol consumption, obesity, and overweight status. Obesity emerged as a dominant risk factor (OR = 3.38). Conclusion: The findings indicate that hypertension in Bali is influenced by comorbidities, sociodemographic characteristics, behavioral factors, and body mass index. Prevention and control strategies should focus on health promotion, early detection, and the adoption of healthy lifestyle modifications.