Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISA FAKTOR OSEANOGRAFI DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN SINJAI Sri Indriyani; Hadijah Mahyuddin; Erni Indrawati
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor oseanografi dan tingkat kesesuaian lokasi perairan Pulau Sembilan dalam mendukung budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni – Oktober 2019. Penentuan lokasi budidaya rumput laut, dipilih berdasarkan kriteria sengaja ( purposive sampling ). Hasil penelitian memperlihatkan kisaran nilai: a) Parameter fisika terdiri atas: (1) arus 5 – 30 cm/dtk, (2) suhu 28,7 - 32 °C (3) kedalaman sebesar 2 m - 10 m, (4) kecerahan 1 m - 3,5 m, (5) substrat dasar perairan karang, berpasir (b) Parameter Kimia terdiri dari: (1) salinitas perairan 30 ppt - 32,8 ppt, (2) pH 7,37 - 9,31 (3) oksigen terlarut 4,16 - 11,08 mg/l (4) carbon dioksida 2 - 6 mg/l (5) fosfat 0,044 mg/l – 1,185 mg/l, (6) nitrat 0,046- mg/l- 1,104 mg/l. c) Parameter biologi terdiri atas: organisme pengganggu berupa ikan dan lumut. Hasil skoring menunjukkan untuk ketiga stasiun dapat dilakukan kegiatan budidaya Kappaphycus alvarezii yaitu pada Pulau Kambuno, Batanglampe dan Kodingare. This study aims to determine oceanographic factors and the suitability of the waters of the nine islands in supporting seaweed cultivation Kapphaphycus alvarezii. The research was conducted in June-october 2019. Determination of a proposed seaweed cultivation area, was conducted bu using conformity criterias based on the results matrix scoring and weighting. The results showed a range of values: a) physical parameters consist of (1) the flow velocity of 5 cm/s to 30 c m/s (2) water temperature 28,7 ºC to 32 ºC, (3) the depth of 2 m to 10 m, (4) brightness of 1 m to 3,5 m, (5) water bottom material types include: sand and coral, b) Chemical parameters consist of: (1) salinity waters 30 ppt to 32.8 ppt, (2) pH 7,37 to 9.31, (3) dissolved oxygen 4,16 to 11,08 ppm (4) carbondioksida 2 to 6 ppm ,(5) phosphate 0.044 mg/l to 1.104 mg/l, (4) nitrate 0,046 mg/l to 1.104 mg/l. c) Biological parameters consist of disturbing organism such as fish and mosses. Scoring results show for the three station can be used for farming Kappaphycus alvarezii activities in the islands Kambuno, Kodingare and Batanglampe.
ANALISIS PENGGUNAAN FERMENTASI PROBIOTIK PADA PAKAN TERHADAP PRODUKTIFITAS UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Agus Wijayanto; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.488

Abstract

Beberapa tahun terakhir pembudidaya udang Vaname sudah meninggalkan penggunaan antibiotik untuk membantu mengatasi penyakit dalam upaya meningkatkan hasil panen, karena terbukti penggunaan bakteri menjadi semakin meningkatkan resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik. Probiotik menjadi solusi terbaik saat ini untuk mendapatkan keberhasilan optimal pada hasil produksi budidaya udang Vaname. Tujuan dari penelitian ini supaya memperoleh pengetahuan konsentrasi terbaik penggunaan probiotik yang diberikan dengan pencampuran pakan dengan berbeda konsentrasi untuk pertumbuhan, sintasan dan FCR udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu A (tanpa penambahan probiotik fermentasi pada pakan), B (penambahan probiotik fermentasi 0,5 liter), C (pakan dengan Probiotik fermentasi 1 liter), dan P3 (pakan dengan Probiotik fermentasi 1,5 liter) pada wadah dengan kepadatan 100 ekor/L. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan spesifik udang Vaname berkisar antara 0.16-0,26 %, tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 49 – 93 %. In the last few years, vaname shrimp farmers have abandoned the use of antibiotics to help overcoming the disease as an effort to increase crop yields, because it is proven that the use of bacteria has increased the resistance of pathogenic bacteria to antibiotics. Probiotics are the best solution at this time to obtain optimal success in the production of vaname shrimp. The purpose of this study is to obtain the best concentration of probiotic use given by mixing feed with different concentrations for growth, survival and FCR of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei). The method used in this experimental study consisted of 4 treatments namely A (without addition of fermented probiotics in feed), B (addition of 0.5-liter fermented probiotics), C (feed with 1-liter fermented probiotics), and P3 (feed with 1.5-liter fermented probiotics) in containers with a density of 100 ind./L. The results showed that the average specific growth rate of vaname shrimp ranged from 0.16 to 0.26% and the survival rate ranged from 49 to 93%.
ANALISIS EFEKTIFITAS HORMON TIROKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Petrus Matius Sroyer; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.512

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hormon tiroksin terhadap pertumbuhan ikan nila salin dengan beberapa konsentrasi yang berbeda dan secara oral. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu penambahan hormone Tiroksin pada pakan 10 g/kg pakan pada P1, 15g/kg pada P2, 25 g/kg pada P3 dan tanpa pemberian hormone pada pakan untuk control ada P4. Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Parameter uji dalam penelitian ini meliputi Laju Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan 3,01-4,73%/hari, pertumbuhan mutlak 103,78 - 159,04 gram, sehingga penggunaan hormone Tiroksin terbaik 25 gram/kg pakan. The purpose of this study was to determine the effect of the thyroxine hormone on the growth of salted tilapia with several different concentrations and it’s done orally. This study was carried out experimentally with 4 treatments, namely the addition of the hormone thyroxine 10g/kg feed at P1, 15g/kg feed at P2, 25g/kg feed at P3 and without addition of hormones to feed for control at P4. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Test parameters in this study include the Specific Growth Rate and Absolute Growth. The results showed a growth rate of 3.01-4.73%/day and absolute growth of 103.78-159.04 grams, so that the best use of thyroxine hormone was 25 g/kg feed.
ANALISIS PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT Gracillaria sp DI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Irmawati Malkab; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v3i2.1068

Abstract

Kondisi lingkungan perairan tambak terutama dari aspek kualitas fisika dan kimia perairan sangat menentukan keberhasilan budidaya rumput laut gracilaria sp.  Tujuan  penelitian ini adalah menganalisis parameter fisika dan kimia air tambak yang mendukung pengembangan budidaya rumput laut dan penentuan lokasi yang sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut ditinjau dari aspek fisika dan kimia air di empat desa/Kelurahan  Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai.  Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2016. Teknik analisis dilakukan dengan menentukan beberapa parameter fisika kimia air sebagai faktor pembatas yang terdiri dari: kecerahan, suhu, kedalaman, salinitas, pH, DO,CO2, fosfat, dan nitrat.  Parameter pembatas  dalam empat  kelas kategori, yaitu kelas sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai , dan tidak sesuai.  Hasil Penelitian menunjukkan tambak di Kelurahan Samataring, Desa Tongke-tongke, Desa Panaikang, dan Desa Pasimarannu sesuai untuk pengembangan budidaya rumput laut gracillaria sp. Condition pond water environment, especially from the aspect of water quality chemical physics determine the success of seaweed farming gracilaria sp. The purpose of this study was to analyze the physical and chemical parameters of water ponds, which supports the development of seaweed farming and determining a suitable site for the development of seaweed cultivation from the aspect of chemical physics of water in four villages / East Village Sinjai Sinjai district. Conducted in January and February 2016. Technical analysis is done by determining several physical parameters of water chemistry as a limiting factor consisting of: brightness, temperature, depth, salinity, pH, DO, CO2, phosphate, and nitrate. Parameters delimiter in four grade categories, namely class is suitable, appropriate, less appropriate and not appropriate. Research shows ponds in the village of Samataring, Tongke-tongke, Panaikang and pasimarannu appropriate for the cultivation of seaweed gracillaria sp.
Pengaruh Kombinasi Dosis dan Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Rasio Konversi Pakan Juvenil Udang Vaname di Tambak Zainuddin Zainuddin; Siti Aslamyah; Hasni Y. Azis; Hadijah Hadijah
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.95 KB)

Abstract

Produksi udang vaname di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dalam satu dasa warsaterakhir. Salah satu masalah pokok dalam budidaya udang vaname di tambak adalah tingginyapenggunaan pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kombinasi dosis dan frekuensipemberian pakan terhadap rasio konversi pakan (FCR) pada budidaya udang vaname di tambak.Juvenil udang vaname dipelihara di dalam hapa berukuran 1 m x 1 m x 1 m yang ditempatkan didalam tambak. Pakan yang digunakan adalah pakan dengan sumber karbohidrat tepung jagungyang disubstitusi dengan tepung ubi jalar sebanyak 50%. Rancangan penelitian yang digunakanadalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial. Faktor pertama adalah dosis 3%, 6% dan 9% danfaktor kedua frekuensi pemberian pakan 3, 4 dan 5 kali per hari. Setiap kombinasi perlakuan diberiulangan masing-masing 3 kali sehingga jumlah satuan percobaan sebanyak 27 unit. Pemeliharaanudang dilakukan selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diterapkanmemberikan pengaruh yang positif terhadap parameter uji. FCR terbaik sebesar 1.02-1.12diperoleh pada kombinasi perlakuan dosis 3% dan frekuensi pemberian 3 dan 5 kali per hari.Kata kunci: dosis, frekuensi pakan, FCR, kombinasi, vaname.
PENGARUH KONSENTRASI ENZIM PAPAIN PADA PAKAN TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN IKAN BANDENG CHANOS CHANOS Marwan Marwan; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1454

Abstract

Salah Satu masalah yang di hadapi perbenihan ikan Bandeng Chanos chano) adalah besarnya kebutuhan akan pakan alami (Branchionus sp) dalam proses produksi benih ikan bandeng.  Penelitian ini bertujuan untuk menekan atau mengurangi penggunaan makanan  alami dalam proses produksi benih bandeng.  larva yang di pelihara dalam wadah 70 liter yang diisi dengan air laut salinitas 30 ppt. Penebaran larva wadah dengan menggunakan larva yang berumur 13 hari dengan  kepadatan larva ikan bandeng 15 ekor/l.  Metode penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pengayaan pakan dengan enzim papain dengan dosis  berbeda (0%, 0,75%, 1%, dan 1,25%). Hasil penelitian ini dengan penggunaan dosis enzim papain 1% dalam pakan memberikan nilai tertinggi pada uji aktivitas enzim, pertumbuhan relatif, rasio RNA/DNA serta kelangsungan hidup benih bandeng. Parameter kualitas air selama proses penelitian dalam kisaran layak bagi pemeliharaan benih ikan Bandeng. One of the problems faced by milkfish (Chanos-chanos) hatcheries is the excessive demand for natural feed (Branchionus sp) in the milkfish fry production process. This study aims to suppress or reduce the use of natural foods in the milkfish seed production process. Larvae reared in 70-liter containers filled with seawater salinity 30 ppt. Larvae distribution in containers used 13-day-old larvae with a density of 15 fish/l milkfish larvae. The research used a Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatments and 3 replications. The trial treatment was enrichment of feed with papain enzymes at various doses (0%, 0.75%, 1%, and 1.25%). The result of this study showed a dose of 1% papain enzyme in the feed give the highest value on the enzyme activity test, relative growth, RNA/DNA ratio, and the survival rate of milkfish seeds. Water quality parameters during the research process were within the acceptable range for milkfish fry maintenance
PENGARUH EKOLOGI DAN HABITAT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cotonii) DI TELUK BICARI KABUPATEN KAIMANA Rita A. Kramandondo; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekologi dan habitat terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii di Teluk Bicari, Kabupaten Kaimana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan pada komunitas pembudidaya rumput laut yang berada di dalam teluk Bicari dengan stasiun mewakili bagian luar, tengah dan dalam teluk tersebut. Setiap titik pengambilan sampel dicatat posisi geografisnya atau titik koordinatnya dan dilakukan budidaya dengan berat awal rata rata 100 gr dengan waktu pengamatan 1 musim tanam selama 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Bicari mempunyai daerah budidaya rumput laut di Desa Foromajaya yang berada di teluk bagian dalam, desa Marsi yang melakukan budidaya di peissir teluk bagian tengah dan daerah Mae mae yang berada di bagian luar Teluk Bicari yang langsung mendapat akses dari laut lepas. Pertumbuhan bobot tertinggi diperoleh dari daerah Mae mae (1460 gr) diikuti Marsi (1120 gr)  dan Foromajaya (880 gr). Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekologi dan habitat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut jenis Echeuma cotonii.. Kata Kunci: Ekologi, Rumput Laut, Euchema cottonii, Teluk Bicari, Pertumbuhan, Kaimana   ABSTRACT This study aims to determine the effect of ecology and habitat on the growth of E. cottonii seaweed in Bicari Bay, Kaimana District. This research is experimental using quantitative and qualitative approach. Determination of stations is carried out on seaweed farming communities in Bicari Bay with stations representing the outer, middle and inner parts of the bay. Each sampling point recorded its geographical position or coordinates and cultivated with an average initial weight of 100 g with an observation time of 1 growing season for 7 weeks. The results showed that the waters of Bicari Bay hvea seaweed cultivation areas in Foromajaya Village which is in the inner bay, Marsi village which cultivates on the coast of the middle bay and Mae Mae area which is on the outside of Bicari Bay which has direct access from the high seas. The highest weight growth was obtained from Mae mae (1460 g) followed by Marsi (1120 g) and Foromajaya (880 g). Thus, the results of this study indicate that ecology and habitat affect the growth of Echeuma cotonii seaweed Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekologi dan habitat terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii di Teluk Bicari, Kabupaten Kaimana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan pada komunitas pembudidaya rumput laut yang berada di dalam teluk Bicari dengan stasiun mewakili bagian luar, tengah dan dalam teluk tersebut. Setiap titik pengambilan sampel dicatat posisi geografisnya atau titik koordinatnya dan dilakukan budidaya dengan berat awal rata rata 100 gr dengan waktu pengamatan 1 musim tanam selama 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Bicari mempunyai daerah budidaya rumput laut di Desa Foromajaya yang berada di teluk bagian dalam, desa Marsi yang melakukan budidaya di peissir teluk bagian tengah dan daerah Mae mae yang berada di bagian luar Teluk Bicari yang langsung mendapat akses dari laut lepas. Pertumbuhan bobot tertinggi diperoleh dari daerah Mae mae (1460 gr) diikuti Marsi (1120 gr)  dan Foromajaya (880 gr). Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekologi dan habitat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut jenis Echeuma cotonii.. This study aims to determine the effect of ecology and habitat on the growth of E. cottonii seaweed in Bicari Bay, Kaimana District. This research is experimental using quantitative and qualitative approach. Determination of stations is carried out on seaweed farming communities in Bicari Bay with stations representing the outer, middle and inner parts of the bay. Each sampling point recorded its geographical position or coordinates and cultivated with an average initial weight of 100 g with an observation time of 1 growing season for 7 weeks. The results showed that the waters of Bicari Bay hvea seaweed cultivation areas in Foromajaya Village which is in the inner bay, Marsi village which cultivates on the coast of the middle bay and Mae Mae area which is on the outside of Bicari Bay which has direct access from the high seas. The highest weight growth was obtained from Mae mae (1460 g) followed by Marsi (1120 g) and Foromajaya (880 g). Thus, the results of this study indicate that ecology and habitat affect the growth of Echeuma cotonii seaweed
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Udang Vannamei Litopenaeus Vannamei Di Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan Andi Muliani AM; A. Gusti Tantu; Hadijah Hadijah; Sutia Budi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1524

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan. Udang ini memerlukan faktor-faktor fisika dan kimia tanah dan air untuk kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan kualitas tanah dan kualitas air tambak untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kecamatan Mare Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Kualitas air dan tanah dianalisis di Balai Besar Budidaya Air Payau Maros. Pengambilan sampel air dan tanah ditetapkan pada lima titik pada setiap petakan tambak. Masing-masing titik, pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian dengan kriteria kelayakan dan kesesuaian lahan untuk budidaya udang vannamei. Hasil penelitian menunjukkan secara umum parameter fisika dan kimia air dan tanah tambak masih dalam batas kelayakan  untuk budidaya udang vannamei Litopenaeus vannamei. Vaname shrimp is one of the leading commodity in the field of fisheries. Shrimp require physical factors and chemical soil and water for survival. This study aims to determine the feasibility of soil quality and water quality ponds for shrimp farming vannamei (Litopenaeus vannamei) in District Mare Bone regency, South Sulawesi.  The method used was a survey method. The quality of ground water and analyzed at the Great Hall of Brackish Water Aquaculture, Maros. Water and soil sampling was set at five points in each pond. Each point, sampling was conducted three times. The data results are presented in tabular form and analyzed descriptively by comparing the results of studies with eligibility criteria and suitability of land for shrimp farming vannamei. The results showed the general physical and chemical parameters of pond water and soil are still within the limits of feasibility for shrimp farming vannamei Litopenaeus vannamei.
Kajian Potensi Tambak Udang Vannamae Litopenaeus vannamei Pada Lahan Marjinal Di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan: Studi Kasus Kecamatan Cempa Mansyur Mansyur; A. Gusti Tantu; Hadijah Hadijah; Sutia Budi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1525

Abstract

Transformasi Peran dan Kapasitas Perempuan Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Makassar Ratnawati Gatta; Nani Anggraini; Jumadil; Muh Asy’ari; Marini Mallagennie; Dahlia D. Moelier; Hadijah; Andi Fauziah Yahya
Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 02 (2022): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/18202237888

Abstract

Makassar is one of the cities with the largest population in Indonesia so that the volume of waste that goes to the landfill is quite large. The most common type of waste is organic waste, which generally comes from households. Therefore, the target of this activity is women in the household as the controller of domestic affairs. The purpose of this activity is to know the transformation of the role of women in reducing and handling their household waste. The method used is qualitative descriptive method conducted through interview, observation and document study. The activities were carried out in the form of: (1) Household waste management socialization, (2) Training on reducing and handling household waste, (3) Practice of making composter and Biopore Infiltration Holes (LBR), (4) Assistance in the use of compost and processing of anorganic waste into useful items in the household. The results of the activity show that transformation of knowledge and the role of household women regarding household waste management, as well as increasing creativity and innovation of household women in processing waste so that it has economic value. What needs to be done next is to support the spirit of households in waste management through the establishment of community-based waste management partnership institutions and networks.