Articles
Perda, Qanun, dan Perdasi Dalam Sistem Hukum Nasional
Yulia Susantri;
Roni Hidayat
Syiah Kuala Law Journal Vol 4, No 1: April 2020
Publisher : Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.987 KB)
|
DOI: 10.24815/sklj.v4i1.16595
Konstitusi memberikan kewenangan bagi daerah otonomi maupun daerah otonomi khusus untuk membentuk peraturan daerah (perda) untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan di atasnya sebagai peraturan pelaksana sesuai dengan konteks kedaerahan, baik peraturan daerah provinsi maupun peraturan daerah kabupaten/kota. Namun, ada hal yang lebih spesifik (khusus) yang perlu diatur bagi daerah-daerah yang berstatus khusus seperti Aceh dan Papua. Di Aceh dengan sebutan qanun dan peraturan daerah khusus di Papua dengan sebutan perdasi yang masing-masing mengacu pada Undang-undang Otonomi daerah dan Otonomi khusus. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka (data sekunder) atau penelitian hukum perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan peraturan daerah (perda) merupakan peraturan daerah secara umum (produk hukum) di provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia kecuali Aceh dan Papua. Qanun merupakan produk undang-undang yang selevel dengan perda di provinsi lain, dan termasuk dalam turunan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, baik provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Aceh sebagai daerah otonomi khusus. Perdasus merupakan nama lain perda di daerah lain yang merupakan peraturan pelaksana undang-undang khusus di Papua dan Papua Barat sebagai provinsi yang diberlakukan otonomi khusus. Sedangkan perdasi merupakan peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah provinsi/ kabupaten/kota bersama-sama dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menghasilkan kebijakan daerahnya sesuai dengan kondisi daerah pasca ditetapkan sebagai daerah otonom.
Peusijuek Local Wisdom Resilience of the Acehnese Within the Cultural Globalization Discourse
Adi Kasman;
M. Ikhwan;
Roni Hidayat
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 24, No 2 (2022): (December)
Publisher : Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jantro.v24.n2.p187-194.2022
This research is an effort to explain the experiences of acehnese people in defending local culture from the rapid flow of cultural globalization. Cultural globalization is the dissemination of ideas, meanings, and values that transcend cultural boundaries because they are assisted by the internet, media, and foreign travel so that it becomes a challenge for the local wisdom of the community. The purpose of this study is to see the transformation process carried out by the Acehnese people in maintaining the local wisdom of peusijuek as a cultural heritage of the Acehnese people in the past. The method used in this study is qualitative research with an anthropological approach to identify indicators used by the Acehnese people in maintaining the existence of local wisdom. This research was carried out in Aceh Barat Regency by considering the locus that was very supportive to be observed by the author. The results of the study show that the transformation process of peusijeuk local wisdom involves various dimensions such as educational institutions, traditional institutions, and also the level of public awareness of the importance of the value of local wisdom.
Sosialisasi Ketahanan Keluarga Dalam Masyarakat Desa Melalui Program Desa Binaan Tematik
Taran, Jovial Pally;
Kasih, Dar;
Efendi, Sumardi;
Herman, Herman;
Ayuningtyas, Dian;
Rohman, Nur;
Hidayat, Roni;
Hasan, Khairuddin;
Iqbal, Muhammad;
Fisa, Triansyah;
Faisal, Muhammad
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (Juni 2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47498/meuseuraya.v3i1.2842
Pengabdian kepada masyarakat kampus melalui Sosialisasi Ketahanan Keluarga dalam Masyarakat Desa Melalui Program Desa Binaan Tematik menjadi langkah inovatif dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas desa. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan keluarga dengan merangkul mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sebagai agen perubahan. Melibatkan narasumber ahli, forum diskusi, dan lokakarya, program ini menciptakan ruang dialog yang memungkinkan pertukaran gagasan dan pengalaman antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Penekanan pada partisipasi aktif masyarakat dalam identifikasi masalah lokal memastikan bahwa Program Desa Binaan Tematik relevan dengan kebutuhan spesifik setiap desa. Hasilnya mencakup peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ketahanan keluarga, pengembangan keterampilan praktis, dan penguatan jaringan sosial. Melalui kampanye sosialisasi dan pemanfaatan teknologi, program ini berhasil menciptakan ikatan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kesuksesan ini tercermin dalam partisipasi aktif masyarakat desa dalam setiap tahap program, serta dalam perubahan positif yang terlihat dalam kesejahteraan keluarga. Pengabdian ini bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membentuk kolaborasi yang berarti untuk membangun masyarakat desa yang tangguh dan berkelanjutan.
Pengembangan Desa Wisata Alae Sektare dalam Meningkatkan Kesejahtraan Masyarakat
Roni Hidayat
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/terang.v2i1.766
The study aim to describe and analyze the development of alae sektare beach tourism village in improving welfare. The research method used in this research is descriptive qualitative method. Field research data collection techniques using observation techniques and interview techniques. The research data analysis technique uses triangulation from Milles and Huberman, namely data reduction, data display and verification. The results of the study indicate that the development of the alae sektare beach tourism village in improving the welfare of the community can be done: first, through the allocation of village funds where village funds managed by the village government are partially allocated to develop the alae sektare beach tourism sector and also improve other facilities Second, the development of community resources. the community is actively involved in the management of alae sektare beach tourism by conducting coaching for the development of community knowledge. third, highlighting local wisdom with the appearance of traditional arts and also serving traditional food to attract visitors. This traditional menu is a superior menu that is in great demand by visitors. The conclusion that the management of the alae sektare beach tourism village through the allocation of village funds is still not optimal so that in the future it is hoped that the village government will prioritize village funds for the development of beach tourism to realize the economic independence of the lantik village community in the srimeulue district
Strategi Komisi Independen Pemilihan dalam Meningkatkan Partisipasi Politik melalui Pendidikan Politik Generasi Muda di Aceh Barat
Roni Hidayat
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/terang.v2i2.903
Study This review commission strategy independent election regency West Aceh in increase participation political through education politics in generation young West Aceh. Research the use approach qualitative for analyze results research. The informants used source information main there are 3 people. technique data collection with use technique interviews and documentation. For analyze results findings in the field with using triangulation techniques Research results in the field show that the strategy is carried out for to improve participation political through education politics in generation young through the saweu program elbow and saweu campus. Saweu program elbow and sweu campus This carried out in form activity workshop Activity this is very effective in give understanding politics in generation young and able increase participation they in event politics in the district West Aceh. The conclusion is that many strategies can be used in increase participation political public However for generation young the most effective strategy in increase participation political through education political namely the sawe program elbow and sawe campus
Peran Camat Simeulue Barat Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19
Andika Pratama;
Roni Hidayat
CONSTITUO : Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Vol 2 No 2 (2023): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47498/constituo.v2i2.2577
Vaksinasi merupakan salah satu uapaya pemerintah untuk mencegah penularan covid-19 pada setiap individu masyarakat. Dengan adanya vaksin dapat memberikan antibody yang kuat sehingga dapat mencegah penularan covid-19 tersebut. Namun banyak masyarakat yang tidak mau melakukan vaksin terutama di Kecamatan Simeulue Barat. Untuk itu diperlukan peran seorang Camat untuk mengajak masyarakat di daerah ini untuk mau melaksanakan vaksinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran camat dalam melaksanakan vaksinasi covid-19 di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi camat dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kecamatan Simeulue Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap mereduksi data (data reduction), menyajikan data (data display), dan menarik kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Camat Kecamatan Simeulue Barat dalam vaksinasi covid-19 melakukan beberapa peran yaitu bekerjasama dengan pihak kesehatan dan tim Satgas Covid-19 dalam melaksanakan vaksinasi, melakukan sosialisasi vaksinasi covid-19 kepada masyarakat hal-hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari dari virus corona serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat vaksinasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi covid-19. Kendala yang dihadapi Camat Simeulue Barat dalam melaksanakan vaksinasi disebabkan karena kurang percaya masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah, ketakutan masyarakat terhadap efek yang ditimbulkan setelah vaksinasi Covid-19 terhadap tubuh penerima vaksin covid-19 tersebut dan karena banyaka tersebar berita-berita Hoak dari media sosial dan juga media massa.
Transformasi karakter semangat nasionalisme pada siswa di SMA Kabupaten Simeulue melalui gerakan literasi sekolah
Hidayat, Roni;
Yusuf, Rusli
Jurnal Pendidikan Karakter VOL 14, NO 2 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpka.v14i2.63105
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses tranformasi semangat nasionalisme pada siswadi SMA Kabupaten Simeulue melalui gerakan literasi sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak sepuluh orang yang terdiri atas kepala sekolah dan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Kabupaten Simeulue. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data menggunkan teknik interaktif dari Miles, Huberman, & Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tranformasi semangat nasionalisme pada siswa di SMA Kabupaten Simeulue dilaksanakan dengan tiga. Pertama, mentranformasi nilai-nilai Pancasila sebagai semangat nasionalisme melalui pembelajaran. Proses ini mengarah pada penanaman nilai-nilai Pancasila melalui penguatan pemahaman terhadap Pancasila sehingga tercermin dalam cara berpikir dan berperilaku yang menunjukan karakteristik manusia Indonesia. Kedua, mengoptimalisasi pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam membentuk semangat nasionalisme generasi muda. Proses ini mengarah pada kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang dapat mengotimalkan penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Ketiga, membumikan Gerakan Literasi Sekolah (GSL) dalam membentuk semangat nasionalisme generasi muda. Proses tersebut dilaksanakan dengan membudayakan literasi kepada warga sekolah. Kesimpulannya bahwa proses tranformasi semangat nasionalisme telah dilaksanakan di SMA Kabupaten Simeulue melalui gerakan literasi sekolah.AbstractThis study aims to analyze the transformation process of the spirit of nationalism in students at SMA Simeulue Regency through the school literacy movement. The research is descriptive qualitative research. The research subjects were ten people consisting of school principals and Civics and Pancasila Education teachers at SMA Simeulue Regency. Data collecting uses interview and observation techniques. Data analysis uses interactive technique from Miles, Huberman, & Saldana. The results of the study show that the process of transforming the spirit of nationalism in students at SMA Simeulue Regency was carried out in three ways. First, transforming Pancasila values as the spirit of nationalism through learning. This process leads to the cultivation of Pancasila values through strengthening understanding of Pancasila so that it is reflected in ways of thinking and behaving that show the characteristics of Indonesian people. Second, optimizing the implementation of Pancasila and Civic Education learning in shaping the spirit of nationalism in the younger generation. This process leads to the readiness of teachers in designing learning that can optimize the instillation of Pancasila values in the younger generation. Third, grounding the School Literacy Movement (GSL) in shaping the spirit of nationalism of the younger generation. This process is carried out by cultivating literacy among the school community. The conclusion is that the process of transforming the spirit of nationalism has been carried out at SMA Simeulue Regency through the school literacy movement.
Pelaksanaan Literasi Kewarganegaraan Siswa Di SMA Kabupaten Simeulue Dalam Era Globalisasi
Hidayat, Roni
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 24 No 1 (2024): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/pedagogi.v24i1.1976
This study examined the implementation of civic literacy at Simeulue High School. It used qualitative research methods to analyze social symptoms and behaviors in order to understand and improve student civic literacy. The study focused on 5 civic education teachers as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results suggested that student civic literacy could be improved through the implementation of curriculum, including lesson plan design and the use of elaborative learning models. The professionalism of teachers also played a vital role in enhancing civic literacy. Additionally, the study suggested that literacy corner activities at school can further enhance civic literacy. However, there were some challenges related to the implementation of student civic literacy at Simeulue High School.
Implementasi Literasi Kewarganegaraan Siswa Di SMA Simeulue Dalam Era Globaliasi
Roni Hidayat
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jbti.v11i1.19
Penelitian ini mengkaji implementasi literasi kewarganegaraan di SMA. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif adalah untuk menganalisis dan memahami gejala-gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat dalam hal ini meliputi prilaku individu dan kelompok. Oleh karena itu, dari penjelasan tersebut penelitian ini ingin menganalisis pelaksananaan literasi kewarganegaraan siswa di SMA simeulue. Dan untuk mendapatkan informasi terkait data dilapangan peneliti menentukan subjek yang dijadikan informan yaitu 5 orang guru pendidikan kewarganegaraan. Untuk memperoleh data penelitian maka teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa pelaksanaan literasi kewarganegaraan siswa di SMA Simeulue dapat dilaksankan dengan beberap indikator yang dapat meningkatkan literasi kewarganegaraan siswa pertama yaitu pelaksanaan kurikulum terutama guru dalam proses merancang RPP khususnya dalam menyusun model pembelajaran elaboratif sehingga meningkatkan literasi kewarganegaraan siswa di sekolah. Kemudian tingkat profesinalitas guru yang mengajar sangat menentukan hasil pemebelajaran untuk itu dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan diperlukan guru-guru yang mengajar dengang bidang ilmu pendididkan kewarganegaraan Dan terakhir dengan mengadakan kegiatan pojok-pojok literasi di sekolah. This research examines the implementation of civic literacy in high school. The research carried out was descriptive qualitative research. The qualitative approach is to analyze and understand social phenomena that occur in society, in this case including individual and group behavior. Therefore, from this explanation, this research wants to analyze the implementation of student citizenship literacy at Simeulue High School. To obtain information related to data in the field, the researcher determined the subjects to be used as informants, namely 5 civics education teachers. To obtain research data, data collection techniques use observation, interview, and documentation techniques. The results of the research show that the implementation of student citizenship literacy at Simeulue High School can be carried out with several indicators that can increase student citizenship literacy, namely the implementation of the curriculum, especially teachers in the process of designing lesson plans, especially in preparing elaborative learning models to increase student citizenship literacy at school. Then the level of professionalism of the teachers who teach determines the learning outcomes. Therefore, to improve civic literacy, teachers are needed who teach in the field of civic education and finally by holding literacy corner activities in schools.
Internalisasi Nilai Pancasila dalam Pembentukan Kesadaran Konstitusional Warga Negara
Roni Hidayat
CONSTITUO : Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik Vol 4 No 2 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47498/constituo.v4i2.6316
Internalisasi nilai Pancasila merupakan fondasi utama dalam membentuk kesadaran konstitusional warga negara Indonesia di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam membangun kesadaran konstitusional serta implikasinya terhadap perilaku warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap buku, peraturan perundang-undangan, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Pancasila melalui pendidikan, khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman warga negara terhadap konstitusi, hak dan kewajiban warga negara, serta nilai-nilai demokrasi, hukum, dan keadilan sosial. Proses internalisasi yang efektif tidak hanya membentuk pengetahuan konstitusional, tetapi juga menumbuhkan sikap taat hukum, partisipasi politik yang bertanggung jawab, serta toleransi dalam masyarakat majemuk. Pembahasan menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai jembatan normatif antara ideologi negara dan praktik konstitusional dalam kehidupan sehari-hari. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa internalisasi nilai Pancasila secara berkelanjutan merupakan strategi esensial dalam memperkuat kesadaran dan budaya konstitusional warga negara, sehingga mendukung terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis, berkeadilan, dan berlandaskan konstitusi.