Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelatihan Service Excellence dan Business English Correspondence Bagi Staf Yayasan Kanker Anak Indonesia Hariyani, Reni; Sofiani, Fenti; Raharjo, Didik Hariyadi; Prasetio, Tio
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i2.3593

Abstract

The importance providing service from the heart to stakeholders noble organization or company needs to do. One of them is service excellence provided to cancer patients, especially children. Apart from that, to collaborate with external parties, Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) requires English business correspondence with members of Childhood Cancer International. This training aims to improve service excellence skills for YKAI staff and increase understanding business correspondence in English for YKAI staff. The problem for community service partners is a lack of understanding excellent service and a lack of understanding business correspondence in English. Because the educational backgrounds the staff are different. The training method delivered using the lecture method as well discussion question and answer of delivering material online via the zoom meeting application as the evaluation measurement method implementation the abdimas by providing questionnaire with Google form to the abdimas participants including pre-test and post-test.  The results implementing community service activities are reviewed from three indicators, indicator ability to implement service excellence YKAI staff increased by 35%, the indicator knowledge regarding business correspondence in English has increased by 60%, and the indicator ability to write business correspondence in English has increased by 75%. This training activity very beneficial for partners of compassion and humanity towards others.
Assessing the Effectiveness of Google Forms and Microsoft Forms in English Language Evaluation Prasetya, Rizky Eka; Sofiani , Fenti
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 4 No. 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v4i3.5125

Abstract

Using digital tools such as Google Forms and Microsoft Forms has transformed the landscape of English language assessment, offering features like instant feedback, multimedia integration, and automated grading. However, despite their widespread adoption, limited research has systematically compared their effectiveness across critical dimensions, including usability, engagement, and feedback quality, as well as their suitability for assessing specific language skills—reading, writing, listening, and speaking. This study aimed to fill this gap by evaluating the strengths and limitations of these platforms through a mixed-methods approach. Quantitative data were collected from surveys involving 100 students and 15 educators, while qualitative insights were derived from semi-structured interviews and thematic analysis. Statistical analyses were used to assess platform-specific performance, including paired t-tests and ANOVA. The results revealed significant differences in skill-specific effectiveness: Google Forms was better suited for reading assessments (p = 0.014) due to its simplicity and ease of use, while Microsoft Forms excelled in writing (p = 0.001) and speaking (p = 0.047) tasks, owing to its advanced features like branching logic and multimedia capabilities. Both platforms were equally effective for listening assessments, reflecting their shared strengths in multimedia support. Regarding usability, Google Forms was favoured for its mobile-friendly design, whereas Microsoft Forms offered superior customization but presented a steeper learning curve. Engagement levels were comparable, with multimedia integration and instant feedback highlighted as key motivators. Feedback quality was effective on both platforms but required further refinement for open-ended tasks. This study concluded that educators should align platform selection with the specific assessment objectives, using Google Forms for receptive skills like reading and listening and Microsoft Forms for productive tasks like writing and speaking. These findings provide practical recommendations for leveraging digital tools to enhance language assessment practices.
Transformasi Digital Perpajakan: Pendampingan dan Sosialisasi Simulasi dalam Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi Menggunakan Sistem Coretax Tio Prasetio; Reni Hariyani; Fenti Sofiani
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v6i1.12266

Abstract

Transformasi digital di bidang perpajakan di Indonesia memasuki babak baru dengan implementasi sistem Coretax. Kondisi ini membawa perubahan besar dalam cara Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) melaporkan SPT Tahunan. Idealnya sistem Coretax menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih transparan dan otomatis. Namun demikian, transisinya tidak luput dari tantangan teknis bagi WP OP. Kendala yang ditemui pada mitra kegiatan abdimas yaitu Karyawan PT EVOTEKS kesulitan dalam memahami alur kerja mengenai pelaporan SPT PPh OP melalui sistem Coretax. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai pelaporan SPT PPh OP dengan menggunakan sistem Coretax. Sehingga efisiensi administrasi pajak dan tingkat kepatuhan pajak yang berkelanjutan dapat tercapai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan active learning dengan teknik literasi, pendampingan dan sosialisasi simulasi menggunakan simulator Coretax dalam pelaporan SPT PPh OP. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan sistem Coretax untuk pelaporan SPT PPh OP sebesar 81%. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mitra dengan peningkatan literasi perpajakan digital pada sistem Coretax mengenai pembuatan konsep SPT, pengisian induk SPT Tahunan OP, dan memahami fitur prepopulated. Program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran hukum dan kepatuhan wajib pajak OP pada Karyawan PT EVOTEKS. Capaian kegiatan abdimas berupa penguasaan teknis ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan administratif dan meningkatkan kepatuhan pajak sukarela bagi mitra.
Strategi Komunikasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Prima Bagi Tenaga Administrasi Kesehatan Reni Hariyani; Fenti Sofiani; Tio Prasetio
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.9709

Abstract

Komunikasi memegang peranan penting dalam semua bidang. Salah satunya yaitu bidang kesehatan dari para tenaga administrasi kesehatan. Melayani dengan sepenuh hati merupakan tujuan mulia dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan pelayanan prima sebuah klinik. Mitra abdimas adalah Klinik Yadika Petukangan Jakarta Selatan.  Pelatihan ini bertujuan yaitu untuk memberikan kemampuan strategi komunikasi dalam meningkatkan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga pasien di Klinik Yadika Petukangan. Permasalahan bagi mitra abdimas yaitu belum adanya standar operasional prosedur yang jelas mengenai standar layanan prima bagi tenaga administrasi kesehatan. Karena peserta pelatihan belum mampu berkomunikasi secara efektif dalam melayani dengan maksimal pasien dan keluarga pasien. Metode pelatihan abdimas disampaikan dengan metode ceramah (terdapat role play praktik) serta diskusi dan tanya jawab serta metode pengukuran evaluasi dari pelaksanaan abdimas dengan memberikan kuesioner dalam bentuk google form kepada peserta abdimas meliputi pre test dan post test.  Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas ditinjau dari empat indikator pilar pelayanan prima dengan strategi komunikasi yaitu komunikasi melalui product mengalami peningkatan sebesar 40%, komunikasi melalui people mengalami peningkatan sebesar 50%, komunikasi melalui process mengalami peningkatan sebesar 55%, dan komunikasi melalui place mengalami peningkatan sebesar 20%. Kegiatan pelatihan ini sangat memberikan manfaat bagi mitra dalam meningkatkan pelayanan prima melalui strategi komunikasi yang efektif. Communication plays an important role fields, including health services by administrative staff. Providing care with dedication is noble goal in fields health and community welfare. Effective communication strategies are needed to improve the quality service at clinic. The community service partner is Yadika Petukangan Clinic in South Jakarta. This training aims to provide communication strategy skills to improve quality service for patients and their families at Yadika Petukangan Clinic. The challenge for the community service partner is absence of clear standard operating procedures regarding quality service standards for healthcare administrative staff. This is because the training participants are unable to communicate effectively in providing optimal service to patients and their families. The community service training was delivered through lectures (including role-playing exercises), discussions, and question-and-answer sessions. The effectiveness of the community service activities was evaluated using a questionnaire in the form of a Google Form distributed to participants, including pre-test and post-test assessments.  The results abdimas activities were evaluated based on four pillars of excellent service through communication strategies: communication through products increased by 40%; communication through people increased by 50%;  communication through processes increased by 55%, and communication through places increased by 20%. This training activity has significantly benefited the partners in improving excellent service through effective communication strategies.
English Lecturers’ Perceptions on the Transition to Outcome-Based Education in Indonesia: Challenges and Adaptation Rizky Prasetya; Fenti Sofiani
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 6 No. 3 (2025): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v6i3.249

Abstract

This study explores English lecturers’ perceptions of Outcome-Based Education (OBE), the challenges they face in its implementation, and the strategies they adopt to adapt their teaching practices. To investigate this issue, the study employed a mixed-methods approach, combining quantitative survey data from 78 English lecturers with qualitative insights from 15 semi-structured interviews. Thematic analysis of interviews provided in-depth perspectives on faculty struggles, adaptation mechanisms, and the role of institutional support. Findings indicate that while some lecturers appreciate the clarity and structure OBE brings to curriculum design, many report increased workloads, reduced teaching flexibility, and difficulties in applying rigid assessment rubrics to evaluate complex skills like critical thinking and literary analysis. However, lecturers who received targeted training and institutional backing expressed greater ease in aligning their teaching with OBE requirements. This research adds to existing studies on OBE by focusing on the perspectives of English lecturers, who are often overlooked in OBE discussions. It highlights the mismatch between standardized education reforms and the interpretive nature of English teaching. The findings suggest that policymakers and curriculum designers should avoid a one-size-fits-all approach and instead create OBE models that suit the needs of different disciplines.
Role Play Untuk Membangun Kepercayaan Diri dan Profesionalisme Sekretaris: Studi pada Mahasiswa Universitas Budi Luhur Didik Hariyadi Raharjo; Fenti Sofiani; Ratna Ujian Dari
Jurnal Serasi Vol 23, No 2 (2025): Jurnal Serasi Vol 23 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v23i2.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Program Studi Sekretari dalam mengembangkan kemampuan berbicara (speaking skill) melalui penerapan metode role play dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada eksplorasi pengalaman belajar secara mendalam. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun akademik 2025/2026 dengan melibatkan 11 mahasiswa sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role play berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa, penggunaan kosakata secara lebih kontekstual, serta penguatan kemampuan komunikasi profesional yang relevan dengan tugas sekretaris. Suasana belajar yang kolaboratif dan interaktif membuat mahasiswa lebih berani mengambil risiko berbicara dan termotivasi untuk mempraktikkan bahasa Inggris. Meski demikian, beberapa mahasiswa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kosakata formal dan kesulitan pengucapan, sehingga menghambat kelancaran komunikasi pada beberapa sesi bermain peran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa role play merupakan strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berbicara mahasiswa vokasi. Implikasi praktisnya, dosen disarankan mengintegrasikan role play secara berjenjang melalui skenario kerja sekretaris, serta menyediakan dukungan materi berupa paket kosakata dan latihan pelafalan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan yang kecil dan cakupan satu program studi, sehingga penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel lebih luas dan instrumen penilaian berbicara yang lebih terstandar. Kata-kata Kunci: Sekretaris; Role Play; Kemampuan Bicara; Kepercayaan Diri; Profesionalisme
Kompetensi Komunikasi Bahasa Inggris dalam Mendukung Tugas Sekretaris di Era Kerja Digital: Analisis Tematik Literatur Fenti Sofiani; Ratna Ujian Dari; Didik Hariyadi Raharjo
Jurnal Serasi Vol 24, No 1 (2026): Jurnal Serasi Vol 24 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v24i1.4719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kompetensi komunikasi bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam mendukung tugas sekretaris di era kerja digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka deskriptif kualitatif dengan analisis tematik. Data diperoleh dari artikel-artikel jurnal terpilih yang diterbitkan pada periode tahun 2019 hingga tahun 2026 dan membahas komunikasi bahasa Inggris, pekerjaan sekretaris, administrasi perkantoran, komunikasi profesional, serta komunikasi digital. Artikel dianalisis melalui tahap pengenalan data, pengodean, pengelompokan, pengembangan tema, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi bahasa Inggris bagi sekretaris mencakup beberapa aspek yang saling berkaitan, yaitu komunikasi lisan, komunikasi tertulis, pemahaman informasi dan dokumen bisnis, kesantunan profesional, serta komunikasi digital. Kompetensi tersebut digunakan dalam berbagai tugas sekretaris, seperti menangani panggilan telepon, menerima tamu, menyampaikan pesan, menyusun korespondensi bisnis, mengelola dokumen, mengatur rapat, serta berkomunikasi melalui surat elektronik, konferensi video, dan platform kolaborasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penguasaan tata bahasa dan kosakata umum saja belum cukup untuk memenuhi tuntutan profesional. Sekretaris perlu mampu menggunakan bahasa Inggris secara tepat, jelas, santun, dan sesuai dengan tujuan, konteks, media komunikasi, serta pihak yang terlibat. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa Sekretari dan Administrasi Perkantoran perlu dirancang berdasarkan tugas-tugas autentik di tempat kerja serta diintegrasikan dengan praktik komunikasi profesional dan literasi digital. Penelitian ini memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan kerja sekretaris. Kata-kata Kunci: kompetensi komunikasi bahasa Inggris, tugas sekretaris, era kerja digital, komunikasi profesional, analisis tematik literatur