Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Penggunaan Aplikasi Zahir Accounting Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Siswa Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Prasetio, Tio; Hariyani, Reni; Sofiani, Fenti; Retnoningrum, Eny
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i1.3117

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memberikan dampak di semua lini kehidupan. Setiap individu perlu melakukan adaptasi supaya dapat berkompetisi dengan baik. Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki terkait teknologi informasi, yaitu aplikasi akuntansi. Kurikulum sekolah menjadi parameter indikator untuk dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempunyai amanah untuk dapat menghasilkan generasi yang dapat berkompetisi di dunia kerja dengan memiliki basis teknologi informasi. Penggunaan aplikasi akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa SMK Triguna 1956 Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan mengenai pengenalan pengetahuan dan penggunaan aplikasi zahir accounting dalam menyusun laporan keuangan bagi siswa tingkat SMK. Permasalahan bagi mitra abdimas yaitu kendala Bahasa dalam menggunakan perangkat lunak akuntansi MYOB accounting. Para siswa merasa kesulitan memahami penjelasan dan mengoperasikan software MYOB accounting, sehingga berdampak dengan hasil nilai belajar mata pelajaran yang kurang maksimal. Selain itu tidak tersedianya aplikasi akuntansi berbahasa Indonesia di Sekolah menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Metode pelatihan abdimas disampaikan dengan ceramah dan pendampingan pemberian praktik penggunaan secara langsung aplikasi zahir accounting dalam menyusun laporan keuangan. Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas yaitu meningkatnya pemahaman peserta mengenai konsep dasar akuntansi dan siklus akuntansi (sebesar 40%), meningkatnya pemahaman pengenalan fitur modul zahir accounting (sebesar 80%) dan meningkatnya pemahaman peserta mengenai praktik pendampingan penggunaan aplikasi zahir accounting dalam penyusunan laporan keuangan (sebesar 90%).
Pelatihan Service Excellence dan Business English Correspondence Bagi Staf Yayasan Kanker Anak Indonesia Hariyani, Reni; Sofiani, Fenti; Raharjo, Didik Hariyadi; Prasetio, Tio
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v4i2.3593

Abstract

The importance providing service from the heart to stakeholders noble organization or company needs to do. One of them is service excellence provided to cancer patients, especially children. Apart from that, to collaborate with external parties, Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) requires English business correspondence with members of Childhood Cancer International. This training aims to improve service excellence skills for YKAI staff and increase understanding business correspondence in English for YKAI staff. The problem for community service partners is a lack of understanding excellent service and a lack of understanding business correspondence in English. Because the educational backgrounds the staff are different. The training method delivered using the lecture method as well discussion question and answer of delivering material online via the zoom meeting application as the evaluation measurement method implementation the abdimas by providing questionnaire with Google form to the abdimas participants including pre-test and post-test.  The results implementing community service activities are reviewed from three indicators, indicator ability to implement service excellence YKAI staff increased by 35%, the indicator knowledge regarding business correspondence in English has increased by 60%, and the indicator ability to write business correspondence in English has increased by 75%. This training activity very beneficial for partners of compassion and humanity towards others.
Assessing the Effectiveness of Google Forms and Microsoft Forms in English Language Evaluation Prasetya, Rizky Eka; Sofiani , Fenti
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 4 No. 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 Desember 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v4i3.5125

Abstract

Using digital tools such as Google Forms and Microsoft Forms has transformed the landscape of English language assessment, offering features like instant feedback, multimedia integration, and automated grading. However, despite their widespread adoption, limited research has systematically compared their effectiveness across critical dimensions, including usability, engagement, and feedback quality, as well as their suitability for assessing specific language skills—reading, writing, listening, and speaking. This study aimed to fill this gap by evaluating the strengths and limitations of these platforms through a mixed-methods approach. Quantitative data were collected from surveys involving 100 students and 15 educators, while qualitative insights were derived from semi-structured interviews and thematic analysis. Statistical analyses were used to assess platform-specific performance, including paired t-tests and ANOVA. The results revealed significant differences in skill-specific effectiveness: Google Forms was better suited for reading assessments (p = 0.014) due to its simplicity and ease of use, while Microsoft Forms excelled in writing (p = 0.001) and speaking (p = 0.047) tasks, owing to its advanced features like branching logic and multimedia capabilities. Both platforms were equally effective for listening assessments, reflecting their shared strengths in multimedia support. Regarding usability, Google Forms was favoured for its mobile-friendly design, whereas Microsoft Forms offered superior customization but presented a steeper learning curve. Engagement levels were comparable, with multimedia integration and instant feedback highlighted as key motivators. Feedback quality was effective on both platforms but required further refinement for open-ended tasks. This study concluded that educators should align platform selection with the specific assessment objectives, using Google Forms for receptive skills like reading and listening and Microsoft Forms for productive tasks like writing and speaking. These findings provide practical recommendations for leveraging digital tools to enhance language assessment practices.
Strategi Komunikasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Prima Bagi Tenaga Administrasi Kesehatan Hariyani, Reni; Sofiani, Fenti; Prasetio, Tio
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.9709

Abstract

Komunikasi memegang peranan penting dalam semua bidang. Salah satunya yaitu bidang kesehatan dari para tenaga administrasi kesehatan. Melayani dengan sepenuh hati merupakan tujuan mulia dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan pelayanan prima sebuah klinik. Mitra abdimas adalah Klinik Yadika Petukangan Jakarta Selatan.  Pelatihan ini bertujuan yaitu untuk memberikan kemampuan strategi komunikasi dalam meningkatkan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga pasien di Klinik Yadika Petukangan. Permasalahan bagi mitra abdimas yaitu belum adanya standar operasional prosedur yang jelas mengenai standar layanan prima bagi tenaga administrasi kesehatan. Karena peserta pelatihan belum mampu berkomunikasi secara efektif dalam melayani dengan maksimal pasien dan keluarga pasien. Metode pelatihan abdimas disampaikan dengan metode ceramah (terdapat role play praktik) serta diskusi dan tanya jawab serta metode pengukuran evaluasi dari pelaksanaan abdimas dengan memberikan kuesioner dalam bentuk google form kepada peserta abdimas meliputi pre test dan post test.  Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas ditinjau dari empat indikator pilar pelayanan prima dengan strategi komunikasi yaitu komunikasi melalui product mengalami peningkatan sebesar 40%, komunikasi melalui people mengalami peningkatan sebesar 50%, komunikasi melalui process mengalami peningkatan sebesar 55%, dan komunikasi melalui place mengalami peningkatan sebesar 20%. Kegiatan pelatihan ini sangat memberikan manfaat bagi mitra dalam meningkatkan pelayanan prima melalui strategi komunikasi yang efektif. Communication plays an important role fields, including health services by administrative staff. Providing care with dedication is noble goal in fields health and community welfare. Effective communication strategies are needed to improve the quality service at clinic. The community service partner is Yadika Petukangan Clinic in South Jakarta. This training aims to provide communication strategy skills to improve quality service for patients and their families at Yadika Petukangan Clinic. The challenge for the community service partner is absence of clear standard operating procedures regarding quality service standards for healthcare administrative staff. This is because the training participants are unable to communicate effectively in providing optimal service to patients and their families. The community service training was delivered through lectures (including role-playing exercises), discussions, and question-and-answer sessions. The effectiveness of the community service activities was evaluated using a questionnaire in the form of a Google Form distributed to participants, including pre-test and post-test assessments.  The results abdimas activities were evaluated based on four pillars of excellent service through communication strategies: communication through products increased by 40%; communication through people increased by 50%;  communication through processes increased by 55%, and communication through places increased by 20%. This training activity has significantly benefited the partners in improving excellent service through effective communication strategies.