Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : Solidaritas

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (SIAK) DALAM PELAYANAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK (E-KTP) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN KARANGANYAR Wari, Ambar Nur Hendras; Winarni, Liliek; Suhita, Damayanti
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population Administration Information (SIAK) in the Electronic Resident Identity Card (e-KTP) Service in the Karanganyar Regency Population and Civil Registration Service. This type of research used in this research is descriptive qualitative. Data collection used in this study was by interview, observation and documentation. The data analysis technique used is qualitative with the approach of Miles Huberman and Sardana. The results showed that 1) Communication; transmission with socialization to sub-district and village officials clearly and consistently. 2) Resources; employee resource development is done by way of training and training. The information carried out is to conduct socialization to the public. The authority of SIAK in e-KTP services is performed by the Data Base Administrator. Facilities and infrastructure are as needed although sometimes having hardware problems. 3) Disposition; Commitments between employees in e-KTP services are carried out accurately and quickly and do not receive additional incentives that are part of the work assignments in serving the community. 4) Bureaucratic Structure; The bureaucratic structure has been carried out in accordance with the National Guidelines and technical guidelines and applicable SOPs. Fragmentation or division of responsibilities is given by the Karanganyar Regency Government through a Regional Regulation.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN SANGKAR BURUNG DI KELURAHAN MOJOSONGO OLEH DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH KOTA SURAKRTA Febriyitno, Febriyitno; Winarni, Liliek; Suhita, Damayanti
Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Solidaritas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Penelitian tentang Peran Pemerintah Kota dan Partisipasi Pelaku Usaha dalam mengembangkan UMKM Sangkar Burung di Kelurahan Mojosongo bertujuan untuk mendeskripsikan peran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DINKOP) dalam program pemberdayaan masyarakat Pengrajin Sangkar Burung. Penelitian ini di latar belakangi sudah terkenal luas mengenai produk sangkar burung yang berkualitas serta keindahan seni ukir dan gambarnya sehingga permintaan pasar yang banyak dan pengrajin juga sudah mendapatkan program pemberdayaan dari DINKOP Kota Surakarta akan tetapi keadaan di lapangan masih banyak di temukan pengrajin sangkar burung yang masih kurang sejahtera. Program pemberdayaan tersebut merupakan implementasi dari paradigma Good Governance dianalisis dengan 4 indikator pemberdayaan masyarakat, menurut Sumadyo dan Mardikanto dalam Totok dan Poerwoko (2015:113) meliputi : Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Mojosongo. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan analisis dokumen, penentuan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data, sedangkan analisis data menggunakan jenis model analisis interaktif. Penelitian ini menunjukkan hasil upaya pemberdayaan pengrajin sangkar burung oleh DINKOP sudah dilakukan namun belum optimal. Hal ini dapat di indiksikan dengan adanya program – program pemberdayaan pengrajin meliputi pembinaan industri, pendidikan dan pelatihan namun untuk hasilnya belum maksimal karena banyak pengrajin merasa program tersebut belum tepat sasaran. Perizinan, sudah optimal hampir seluruh anggota paguyuban pengrajin sangkar burung sudah mempunyai izin usaha. Pembukuan keuangan juga belum semua pengrajin melakukan secara akuntansi keuangan. Sarana dan Prasarana sudah di berikan tetapi kurang merata serta tidak tepat sasaran. Industri sangkar burung telah memberdayaakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja tetapi sangatlah minim serta belum melakukan pengolahan hasil limbah industri meningat limbah yang sedikit. Sudah terbentuknya wadah bagi pengrajin sangkar burung baik tingkat Kelurahan dan tingkat Kota Surakarta dimana wadah tersebut berguna dalam keberlangsungngan usaha yang baik dan efektif. Kesimpulannya adalah diharapkan program pemberdayaan dari pemerintah tetap dilakukan dan di kembangkan dengan inovasi –inovasi baru supaya program menjadi tepat sasaran dan berguna sehingga terbentuknya usaha sangkar burung yang berkelanjutan. Kata kunci : Pemberdayaan Masyarakat,UMKM, Pengrajin Sangkar Burung.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 17 TAHUN 2021 TENTANG POS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA/KELURAHAN (POS PAKDE) KABUPATEN GROBOGAN: (Studi Kasus Pelayanan Kartu Keluarga (KK) Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan) Iva Purwasih; Joko Pramono; Damayanti Suhita
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Bupati Grobogan Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pos Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa/Kelurahan (POS PAKDE) bertujuan untuk mendekatkan pelayanan Administrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil. Skripsi ini mengarah ke bagaimana Implementasi program POS PAKDE di wilayah Desa Tambirejo. Subjek dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa Tambirejo, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Tambirejo, Operator POS PAKDE Desa Tambirejo, dan Masyarakat Desa Tambirejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dengan melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, variabel Komunikasi yang dilakukan oleh desa Tambirejo sudah berjalan dengan lancar dan dilakukan dengan rutin untuk sosialisasi tetapi dari masyarakatnya sendiri kurang kesadaran akan pertemuan rutin yang diadakan oleh kepala dusun. Variabel Sumber Daya, staf yang dimiliki sudah mencukupi, fasilitas sudah memadai, kewenangan dalam program POS PAKDE sudah jelas. Variabel Disposisi, komitmen pegawai dalam pelaksanaan POS PAKDE sudah memberikan pelayanan yang efektif dan efisien, pemeberian insentif kepada para pegawai tidak diberikan karena para pegawai sudah mendapat gaji dari jabatan yang ada dikantor desa. Variabel Struktur Birokrasi, SOP belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 17 Tahun 2021 tentang POS PAKDE, penyebaran tanggung jawab yang dilakukan yaitu dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil turun Ke Kecamatan lalu ke Desa. Desa untuk penyebaran tanggung jawab dari Kepala Seksi Pemerintahan dan juga Operator POS PAKDE.Kata Kunci : Implementasi, POS PAKDE, Kartu Keluarga.
Kinerja Aparatur Kepolisian Dalam Pelayanan Masyarakat: (Studi Kasus Pada Unit Binmas Polsek Colomadu Karanganyar) Ivana Yandika Almira; Sri Riris Sugiyarti; Damayanti Suhita
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan merupakan hal terpenting dalam suatu organisasi atau instansi dalam upaya memberikan rasa nyaman bagi pelanggan yang membutuhkan jasa dari organisasi atau instansi tersebut, apabila pelanggan merasa puas dengan pelayanan dari organisasi atau instansi tersebut maka pelanggan akan memberikan penilaian yang baik terhadap instansi sehingga instansi atau organisasi mendapatkan citra yang baik di masyarakat. Pada pertengahan Oktober 2021, social media viral dengan aksi Oknum Polisi yang melakukan smackdown terhadap mahasiswa yang sedang berdemo, hal ini membuat masyarakat hilang kepercayaan terhadap institusi kepolisian. Hal ini akan menjadi tugas tambahan bagi Kepolisian untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Kepolisian. Seperti yang dilakukan oleh Anggota Unit Binmas Polsek Colomadu Karanganyar, mereka senantiasa menjaga kepercayaan dengan masyarakat di daerahnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Kinerja Anggota Unit Binmas Pada Polsek Colomadu dengan menggunakan indicator dari Suyadi Prawirosentono (Suwantara,2014) yaitu Prestasi kerja, Tanggung awab, Kerja sama, dan Kedisiplinan. Penelitian ini dilaksanakan di Polsek Colomadu, Karanganyar. Jenis penelitian ini Deskriptif Kualitatif. Teknik yang diguanakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini antara lain 1) Wawancara 2) Observasi 3) Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Aparatu Kepolisian Unit Binmas Pada Polsek Colomadu Karanganyar secara garis besar sudah dapat dikatakan baik. Sesudengan hasil penelitian, maka peneliti memberikan beberapa masukan untuk Anggota Kepolisian Unit Binmas Polsek Colomadu agar terus meningkatkan dan mempertahankan kinerjanya, agar dalam melayani masyarakat dapat berjalan dengan optimal. Serta melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat agar terciptanya daerah yang kondusif.   Kata Kunci : Kinerja, Aparatur Kepolisian Unit Binmas  
KINERJA BIDANG PARKIR DINAS PERHUBUNGAN KOTA YOGYAKARTA: (Studi Kasus Parkir Liar Selama Pandemi COVID - 19 Pada Bidang parkir ) Rayja Yanda Destyantara; Joko Pramono; Damayanti Suhita
Solidaritas Vol 6 No 2 (2022): Solidaritas
Publisher : Solidaritas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan kawasan perparkiran merupakan program dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta khususnya dibidang parkir, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana perparkiran dalam kondisi baik di kota Yogyakarta. Adanya kondisi area parkir yang baik dapat mendukung dan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta selama masa Covid-19 dalam menjaga kawasan perparkiran khususnya pada Bidang Parkir.Kinerja adalah pencapaian suatu hasil kerja sesuai dengan Visi dan Misi suatu tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan tujuan umum dari instansi maupun organisasi serta dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Penelitian ini menggunakan teori Agus dwiyanto (2006:50) yang terdiri dari 5 indikator yaitu Produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan Akuntabilitas Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Bidang Parkir, kepala Seksi pembinaan dan pengawasan parkir, kepala seksi perizinan dan retribusi parkir serta beberapa juru parkir kota Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Dinas Perhubungan kota Yogyakarta dalam pemeliharaan kawasan perparkiran khususnya bidang parkir sudah baik, produktivitas dalam capaian tujuan serta efektif dan efisien dalam alokasi dana sudah baik, kualitas layanan dilakukan dengan baik dan sesuai dengan harapan juru parkir resmi, begitu juga responsivitas sudah menyediakan media yang bisa digunakan untuk menyampaikan aspirasi. Namun untuk indikatorresponsibilitas dan akuntabilitas belum dilakukan dengan optimal, dilihat dari informasi yang belum tersampaikan kepada juru parkir resmi dan transparansi belum sesuai dengan harapan juru parkir resmi. Peneliti memberikan saran supaya lebih memberikan informasi lebih banyak dan mudah diakses kepada masyarakat tentang pemeliharaan Kawasan perparkiran.Kata kunci : Kinerja, parkir, Dinas Perhubungan
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG INKLUSIF MELALUI SISTEM ZONASI DI DINAS PENDIDIKAN KOTA SURAKARTA. : COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG INKLUSIF MELALUI SISTEM ZONASI DI DINAS PENDIDIKAN KOTA SURAKARTA. Hanafi, Abdul Aziz; Suranto, Joko; Suhita, Damayanti
Solidaritas Vol 7 No 1 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Collaborative Governance sangat penting dalam mengoptimalkan penerapan kebijakansistem zonasi di surakarta dimana dengan adanya kebijakan sistem zonasi tersebut dapat meratakankualitas pendidikan yang ada di Surakarta sehingga penyebaran pendidikan dapat merata dan dapatberjalan dengan adil tanpa adanya perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanlangkah-langkah pemerintah Kota Surakarta dalam berkolaborasi dan bekerjasama menjalankankebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang inklusif melalui sistem zonasi dikota Surakarta. Berdasarkan judul yang disajikan diatas maka dapat dilihat bagaimana prosesCollaborative Governance dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif melalui sistem zonasi diDinas Pendidikan Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Indikator CollaborativeGovernance dari Ansell and Gash (2008:12) yaitu Kondisi Awal, Desain Kelembagaan,Kepemimpinan, dan Proses kolaborasi. Selain itu, penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengananalisis data kualitatif dengan menggunakan model miles, Huberman, dan saldana yaitu dengancara (1) Pengumpulan Data, (2) Kondensasi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) PenarikanKesimpulan dan mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, danDokumentasi.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti yaitu dapat disimpulkan bahwaKolaborasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dengan pihak terkait dalam melaksanakan sistemzonasi telah terlaksana dengan baik, hal ini ditandakan dengan keberhasilannya pelaksanaannyasistem zonasi di kota Surakarta. Antar pelaku kolaborasi dalam menjalankan tugasnya sudahbekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Adapun rekomendasi dari peneliti antara lainmembangun Kerjasama dengan pihak swasta dan juga akademisi agar pencapaian tujuanmenggunakan metode Collaborative Governance dapat tercapai secara maksimal dan juga ideal.Selain itu sebaiknya membuat visi-misi tertulis dengan para pihak yang berkolaborasi agar tujuanbersama dapat lebh dipahami dan juga dicapai, serta agar meningkatkan koordinasi antarpemimpin sehingga tujuan penerapan sistem zonasi dapat semakin baik.Kata Kunci: Collaborative Governance, Pendidikan Inklusif, Sistem Zonasi
KINERJA KANTOR KEPALA DESA TUBAN KECAMATAN GONNDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR: KINERJA KANTOR KEPALA DESA TUBAN KECAMATAN GONNDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Saputra, Prasetyo Okmana; Haryanto, Aris Tri; Suhita, Damayanti
Solidaritas Vol 7 No 1 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan suatuorganisasi dalam menjalankan visi dan misinya. Oleh karena itu, penting untuk menilaikinerja pegawai secara berkala. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kinerjaKantor Kepala Desa Tuban Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Metodeanalisis data deskriptif dan metodologi penelitian kualitatif digunakan. Individu adalahunit analisis, dan wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untukmengumpulkan data guna memberikan informasi tentang hasil kinerja karyawan. Limaindikator teoritis dari Agus Dwiyanto digunakan dalam penelitian ini: produktivitas,kualitas pelayanan, responsivitas,responsibilitas dan akuntabilitas. Berdasarkan hasilpenelitian terhadap kinerja Kantor Kepala Desa Tuban secara umum kinerja nya sudahbaik akan tetapi belum optimal dalam segi penyediaan media aspirasi bagi masyarakat,ditunjukan dengan hasil sebagai berikut : (1) kinerja kantor kepala desa dari segiproduktivitas diukur dari keterlaksanaan program kerja, capaian tujuan organisasi dantugas pokok dan fungsi sudah baik dan efektif, (2) kinerja kantor kepala desa dari segikualitas pelayanan diukur dari kelengkapan sarana prasarana, kepuasaan masyarakatserta ketetapan waktu dalam memberikan pelayanan sudah baik dan sudah sesuaidengan SOP serta sudah memuaskan masyarakat, (3) kinerja kantor kepala desa darisegi responsivitas diukur dari ketersediaan aspirasi, penanganan masalah yang munculserta kesigapan pegawai sudah baik akan tetapi belum optimal dilihat dari ketersediaanaspirasi yang ada dikantor belum banyak yang mengetahui adanya kotak saran untukmenyampaikan aspirasinya, (4) kinerja kantor kepala desa dari segi responsibilitasdiukur dari pelaksanaan kinerja, peran pegawai dalam menanggapi keluhanmasyarakat, serta strategi dalam meningkatkan kepuasan masyarakat sudah cukupbaik, seperti pemberdayaan UMKM, cara edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat danyang terakhir adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya ketika masyarakatada keperluan di kantor kepala desa tuban. (5) kinerja kantor kepala desa tuban darisegi akuntabilitas diukur dari keterlaksanaan tugas yang sesuai dengantanggungjawabnya, kesesuaian antara tugas dengan kebutuhan masyarakat sertatingkat keberhasilan pegawai sudah dikatakan baik. Saran Kantor kepala desa lebihmeningkatan media aspirasi terhadap masyarakat..Kata Kunci : Kinerja, Reponsivitas,Instansi
.: Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa di Desa Sambirejo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Deva, Adinda; Haryanto, Aris Tri; Suhita, Damayanti
Solidaritas Vol 7 No 1 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul "Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Sambirejo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri" bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Sambirejo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber penelitian ini diantaranya adalah aparat Desa serta warga Desa di Desa Sambirejo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Desa Sambirejo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri telah memberikan partisipasi dan dukungannya dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa. Warga Desa Sambirejo bersedia memberikan partisipasinya dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan yaitu partisipasi dalam perencanaan yang diwujudkan dengan kehadiran masyarakat dalam menghadiri musyawarah yang diselenggarakan oleh aparat Pemerintah Desa Sambirejo, partisipasi dalam pelaksanaan diwujudkan dalam bentuk tenaga, uang, bahan (material), partisipasi dalam kemanfaatan diwujudkan dalam bentuk kegiatan pemeliharaan lingkungan, dan partisipasi dalam evaluasi . Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dapat dinilai baik yang ditunjukkan dengan peran serta masyarakat yang aktif dalam pembangunan Desa agar dapat terselesaikan dengan baik.Kata kunci : Partisipasi Masyarakat , Perencanaan Pembangunan , Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa.
IMPLEMENTASI SURAT EDARAN CAMAT NO. LH.15.01/629.1 TAHUN 2021 TENTANG PROGRAM PAKSA PILAH SAMPAH DARI RUMAH DI KECAMATAN BANJARSARI, KOTA SURAKARTA Al Afif Al Hafidz, Rois; Winarti, Winarti; Suhita, Damayanti
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Collaborative Governance Sampah menjadi persoalan yang sering dihadapi oleh seluruh daerah, karena sifatnya yang sulit diurai dan mudah merusak lingkungan sehingga Kecamatan banjarsari membuat inovasi program yang tertuang dalam Surat Edaran Camat No. Lh.15.01/629.1 Tahun 2021 Tentang Program Paksa Pilah Sampah dari Rumah (Papi Sarimah) dan untuk menghasilkan program yang baik, maka sangat penting untuk diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis Implementasi Surat Edaran Camat No. Lh.15.01/629.1 Tahun 2021 Tentang Program Paksa Pilah Sampah dari Rumah (Papi Sarimah) di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Berdasarkan judul yang disajikan diatas maka dapat dilihat Bagaimana Implementasi Surat Edaran Camat No. Lh.15.01/629.1 Tentang Program Paksa Pilah Sampah Dari Rumah (Papi Sarimah) dalam mengelola sampah di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan Indikator Implementasi dari Van Meter Dan Van Horn (1975: 463) yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber daya, Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap/Kecenderungan (Disposition) para pelaksana, Lingkungan Ekonomi, Sosial, Dan Politik. Selain itu. Penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan analisis data kualitatif dengan menggunakan model miles, Huberman, dan saldana yaitu dengan cara (1) Pengumpulan Data, (2) Kondensasi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) Penarikan Kesimpulan dan mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti yaitu dapat disimpulkan bahwa Implementasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Banjarsari dalam melaksanakan program Papi Sarimah terlaksana dengan baik, hal ini ditandakan dengan keberhasilannya pelaksanaannya program Papi Sarimah di sebagian wilayah Kecamatan Banjarsari. Antar petugas pelaksana dalam menjalankan tugasnya sudah sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Adapun rekomendasi dari peneliti antara lain Aparatur Pemerintah Kecamatan Banjarsari dalam program Papi Sarimah dapat meningkatkan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan memberikan waktu atau pertemuan khusus untuk masyarakat sehingga dapat meminimalisir ketidak tahuan dalam pelaksanaan program Papi Sarimah. Selain itu Pemerintah Kecamatan Banjarsari hendaknya mengupayakan menyediakan tempat khusus untuk pemilahan sampah yang tersedia di setiap Kelurahan Kata Kunci: Implementasi, Program, Papi Sarimah.
Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Teknis Pengelolaan Aset Terhadap Peningkatan Kompetensi Pegawai Di Pemerintah Kota Surakarta: The Effect of Asset Management Technical Education and Training on Improving Employee Competence in Surakarta Government in 2022 Roesmilia, Lola Febi; Haryanto, Aris Tri; Suhita, Damayanti
Solidaritas Vol 7 No 2 (2023): Solidaritas
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan danpelatihan teknis pengelolaan aset terhadap peningkatan kompetensi pegawai di PemerintahKota Surakarta Tahun 2022. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatifdengan jenis penelitian asosiatif hubungan kausal. Populasi dalam penelitian ini adalahpegawai negeri sipil di organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surakartayang mengikuti pelatihan teknis pengelolaan aset Tahun 2022. Teknik dalam pengambilansampel menggunakan teknik sampel total dengan sampel sebanyak 36 responden. Metodeyang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini ,yaitu metode kuisioner. Teknikanalisis data yang digunakan adalah pengujian secara statistik dengan uji validitas, ujireliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji koefisiendeterminasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwapendidikan berpengaruh sangat kuat terhadap peningkatan kompetensi pegawai diPemerintah Kota Surakarta Tahun 2022,sedangkan pelatihan berpengaruh rendah terhadappeningkatan kompetensi pegawai di Pemerintah Kota Surakarta Tahun 2022. Pendidikan danpelatihan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensipegawai di Pemerintah Kota Surakarta Tahun 2022 dengan nilai Fhitung sebesar 25,170.Sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,604 artinya menunjukkan 60,4% variabelpeningkatan kompetensi pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pendidikan dan pelatihanteknis pengelolaan asetsedangkan sisanya sebesar 39,6% dipengaruhi oleh variabel lain yangtidak masuk dalam penelitian ini.Kata Kunci : Pendidikan, Pelatihan Pengelolaan Aset, Kompetensi