Ari Sukawan
Jurusan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Program Studi DIII Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penilaian Indeks Kematangan Digital Rekam Medis Elektronik di Klinik X Ari Sukawan; Bhakti Aryani; Dony Setiawan Hendyca Putra; Diana Barsasella; Yuliani Yuliani
J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Vol 7 No 3 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-remi.v7i3.6837

Abstract

Digital transformation in the healthcare sector has become an urgent priority to improve service quality and operational efficiency. A key component of this transformation is the implementation of Electronic Medical Records (EMRs), as mandated by the Indonesian Minister of Health Regulation No. 24 of 2022 and supported by the 2024 Health Digital Transformation Blueprint. Clinic X began implementing EMRs in late 2023 but continues to face challenges, including limited system features, synchronization issues with the Satu Sehat platform, and server disruptions. This study evaluated the clinic’s digital maturity using the Digital Maturity Index (DMI) to formulate strategic recommendations. A mixed-methods approach with a concurrent triangulation strategy was employed through observations, in-depth interviews, and questionnaires based on the official DMI instrument developed by the Indonesian Ministry of Health. The results showed that Clinic X achieved an average maturity level of 3 in Primary Care Readiness, Information System Capability and Infrastructure, and Data Security. The clinic demonstrated strengths in staff digital literacy and infrastructure but weaknesses in governance guidelines and EMR feature development. Overall, the clinic is at the developing stage, indicating the need to strengthen system integration, infrastructure, and information governance to accelerate digital transformation.
SOSIALISASI PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN PENDAMPINGAN AKTIVASI FITUR-FITUR CATATAN KESEHATAN PRIBADI PADA APLIKASI SATU SEHAT MOBILE Arief Tarmansyah Iman; Diana Barsasella; Dedi Setiadi; Ari Sukawan; Ida Wahyuni; Neli Puspitasari
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v6i1.175

Abstract

SATUSEHAT Mobile merupakan aplikasi kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai sumber informasi dan akses layanan kesehatan terpercaya. Beberapa fitur utama SATUSEHAT Mobile meliputi Rekam Medis Elektronik (RME), akses sertifikat imunisasi anak dan vaksinasi, pengingat jadwal minum obat, pencatatan informasi kesehatan pribadi, serta akses resume rekam medis. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai aplikasi ini. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, di mana petugas puskesmas belum dapat secara optimal memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai SATUSEHAT Mobile ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam instalasi, menggunakan, serta memanfaatkan fitur rekam medis elektronik dan fitur pencatatan kesehatan personal dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat yang diwakili oleh kader kesehatan. Kegiatan sosialisi dan pendampingan telah dilaksanakan terhadap 20 orang kader kesehatan yang merupakan perwakilan dari seluruh desa di wilayah kerja puskesmas. Hasil sosialisasi didapatkan peningkatan pengetahuan kader terhadap fungsi dan fitur-fitur dari satu sehat mobile dengan nilai rata-rata pre test 65 meningkat menjadi 86 pada akhir sosialisasi juga ditandai dengan keberhasilan peserta menginstal dan mengoperasionalkan satusehat mobile.
Ketepatan Pengkodean Diagnosis Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Klinis di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama Ari Sukawan
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.10837

Abstract

One of the supporting units in the hospital, namely medical records, is a manual / electronic record carried out by health care providers such as diagnosis. One of the medical record activities is to code the disease. Coding is the provision of alphanumeric symbols carried out by the coder. The diagnosis coding provided must be correct in accordance with the codes listed in ICD-10, the correct coding will affect hospital health financing. The research was conducted at Medika Citra Utama Hospital. This study aims to describe the coding procedures and accuracy of disease diagnosis using a cross sectional design. The population of cases in this study were medical records of dengue haemorrhagic fever patients from January to December 2022. The number of samples was 98 medical records. The sampling technique used was simple random sampling. The results of the study of diagnosis coding procedures carried out by the coder have not been in accordance with the steps that have been determined by ICD-10 volume 2 due to the busyness of officers in carrying out other activities and there are 78.6% of medical records that are appropriate and in accordance with the results of clinical examinations, 21.4% of medical records that are not appropriate and do not match the results of clinical examinations resulting in pending claims at the hospital. The conclusion of this study is that coder officers are expected to do coding referring to ICD-Volume 2 and pay attention to clinical examination in order to get accurate coding so that hospital claims are claimed on time.
Tinjauan Aspek Ergonomi Unit Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di BLUD RSU Kota Banjar Andi Suhenda; Muhammad Shaddam; Ari Sukawan; Diana Barsasella
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13758

Abstract

The application of ergonomic principles in the work environment is very important to support employee productivity and well-being, especially in the medical records unit which has a vital role in hospital services. This study aims to evaluate the ergonomic conditions in the outpatient registration unit of BLUD RSU Kota Banjar. The method used is qualitative with a case study approach, involving registration officers and the head of the medical records installation as respondents. Data collection was carried out through interviews, observations, and measurements of the work environment using a thermometer hygrometer, lux meter, sound level meter, and roll meter. The results of the study showed that the ergonomic conditions were not optimal, with a room temperature reaching 28.6°C, humidity 74%, lighting only 79 lux, and noise level 73.4 dBA, all of which were outside the work comfort standard. In addition, limited space and non-ergonomic work chairs also hampered work efficiency. However, the working relationship between employees and superiors went well, creating a conducive work atmosphere. The main factors inhibiting improvement were limited space and the bureaucratic process in the renovation. Therefore, efforts are needed to improve spatial planning and increase work facilities to support comfort and better service qualityPenerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja sangat penting untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan karyawan, khususnya di unit rekam medis yang memiliki peran vital dalam pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi di unit pendaftaran pasien rawat jalan BLUD RSU Kota Banjar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan petugas pendaftaran dan kepala instalasi rekam medis sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta pengukuran lingkungan kerja menggunakan thermometer hygrometer, lux meter, sound level meter, dan roll meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ergonomi belum optimal, dengan suhu ruangan mencapai 28,6°C, kelembaban 74%, pencahayaan hanya 79 lux, dan tingkat kebisingan 73,4 dBA, yang semuanya berada di luar standar kenyamanan kerja. Selain itu, keterbatasan ruang dan kursi kerja yang tidak ergonomis turut menghambat efisiensi kerja. Meskipun demikian, hubungan kerja antarpegawai dan atasan berjalan dengan baik, menciptakan suasana kerja yang kondusif. Faktor utama penghambat perbaikan adalah keterbatasan ruang dan proses birokrasi dalam renovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan tata ruang dan peningkatan fasilitas kerja guna menunjang kenyamanan dan mutu pelayanan yang lebih baik
Pengaruh Ketepatan Pengkodean Diagnosa dan Tindakan Medis pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II terhadap Tarif Ina-Cbgs Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Sulawesi Selatan Ari Sukawan; Lilik Meilany
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.123

Abstract

Dasar pengelompokan dalam INA-CBGs menggunakan system kodefikasi dari diagnosis akhir dan tindakan/prosedur yang menjadi output pelayanan, dengan acuan ICD-10 untuk diagnosis dan ICD-9-CM untuk tindakan/prosedur. Tarif Indonesian-Case Based Groups yang selanjutnya disebut Tarif INA-CBGs adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan prosedur. Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar masih terdapat kurang tepat dan tidak tepat pada pengkodean diagnosa dan tindakan medis yang berpengaruh pada tarif INA-CBGs tinggi sedang dan rendah. Pengaruh Ketepatan Pengkodean Diagnosa dan Tindakan Medis Pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Terhadap Tarif INA-CBG’s Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian asosiatif kuantitatif dimana peneliti mendapatkan gambaran dan keterangan-keterangan mengenai ketepatan pengkodean diagnosis dan tindakan medis pada penyakit diabetes mellitus tipe II terhadap tarif INA-CBG’s unit rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar.. Sampel didapatkan 100 rekam medis pasien rawat inap penderita penyakit diabetes militus type II dibulan Januari 2017 - Juni 2017. Menggunakan uji parsial/uji t dan uji simultan/uji F. Dari hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Sulawesi selatan terlihat pada tabel 4.1.1 ketepatan pengkodean diagnosa dan tabel 4.1.2 ketepatan tindakan medis masih terdapat pengkodean kurang tepat dan tidak tepat dalam memberikan kode. terdapat tarif yang dikategorikan tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil penelitian terdapat adanya Pengaruh ketepatan pengkodean diagnosa dan tindakan medis terhadap tarif INA-CBGs. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat variabel yang paling berpengaruh terhadap tarif INA-CBG’s adalah ketepatan tindakan medis.
Faktor Mempengaruhi Kinerja terhadap Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Ari Sukawan; Lilikmeilany; Agustina
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.324

Abstract

Bilamana dalam pelayanan dirumah sakit ingin ditingkatkan maka perlu dibenahi pengelolaan rekam medis dengan cara meningkatkan kinerja petugas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah faktor yang mempengaruhi kinerja dalam pengelolaan rekam medis dirumah sakit Bhayangkara Makassar. Desain dari Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan analisa data univariate dan bivariate. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas rekam medis pada rumah sakit bhayangkara makassar yang berjumlah 25 dengan menggunakan total sampling. Hasil yang diperoleh yakni pada umumnya kinerja sesuai dan meningkat karena pengaruh faktor motivasi 15 orang (60,0%) yang sesuai dengan kinerja, 8 orang (28%) tidak sesuai kinerja, namun terdapat 2 orang (8%) memiliki motivasi rendah namun kinerja sesuai. Lingkungan kerja baik yang jumlah 13 orang ( 52,0%) sesuai dengan kinerja, terdapat 12 orang (48%), lingkungan kerja kurang baik sehingga tidak sesuai kinerja. Memiliki Sikap baik jumlah 15 (60,0%) yang sesuai dengan kinerja, terdapat 13 orang (52,0%), dan yang memiliki sikap kurang baik sejumlah 10 (40,0%), terdapat 6 orang (24%) kinerja yang tidak sesuai. kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) Motivasi memiliki pengaruh yang bermakna dengan kinerja petugas rekam medis dengan nilai p = 0,017 < α (0,05). 2) Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang bermakna dengan kinerja petugas rekam medis nilai p = 0,011 < α (0,05), 3) sikap juga memiliki pengaruh kinerja petugas rekam medis dengan nilai p= 0,28 < α (0,05). pada taraf signifikan nilai P=value < α (0,05) Ho ditolak sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh signifikan motivasi, lingkungan kerja, sikap terhadap kinerja petugas rekam medis di rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Overview of the Accuracy and Completeness of Diagnosis and Procedure Coding for Diabetes Mellitus Cases at Hospital X Ari Sukawan; Ida Sugiarti; Gugun Priyadi; Ayu Rahayu; Diana Barsasella
Media Informasi Vol. 22 No. 1 (2026): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i1.1325

Abstract

Background: Complete and accurate medical records are a crucial component in supporting the accuracy of diagnosis coding, particularly for chronic diseases such as Diabetes Mellitus (DM). Incomplete data in medical records can lead to errors in diagnosis coding, which subsequently affects patient management and the quality of healthcare services. Objectives: This study aims to analyze the relationship between the completeness of medical record documentation and the accuracy of DM diagnosis coding at Hospital X. Methods: This study used a quantitative analytical observational design with a cross-sectional approach through observation and analysis of medical record documents. Statistical analysis was performed using the Chi-square test to determine the relationship between documentation completeness and coding accuracy. Results: From 66 medical record samples, it was found that 40 medical records (60.6%) had incomplete diagnosis documentation, while only 26 medical records (39.4%) were completely filled out. Furthermore, the accuracy of diagnosis code assignment also showed suboptimal results, with 42 medical records (63.6%) displaying incorrect code assignment, and only 24 medical records (36.4%) being coded accurately. The findings indicate that complete medical records tend to result in more accurate diagnosis coding. Conclusion: In conclusion, the completeness of medical records has a positive effect on the accuracy of DM diagnosis codes. Therefore, strengthening documentation practices, implementing standard operating procedures (SOPs), and providing regular coding training for medical record personnel are necessary to improve diagnosis coding accuracy and hospital data quality.