Ari Sukawan
Jurusan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Program Studi DIII Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Akurasi Pengodean Injury dan External Causes Berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM di Rumah Sakit Jasa Kartini Ika Kartika; Ari Sukawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.676

Abstract

Pengodean diagnosis penyakit akurat merupakan hal yang penting. Dalam konteks kasus cedera, ICD-10 memerlukan penggunaan digit ke-4 dan ke-5 untuk menunjukan lokasi dan aktivitas saat terjadi cedera. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Jasa Kartini menunjukan bahwa 80% pada rekam medis tidak akurat dalam pengodean injury dan 100% kode external causes tidak akurat. Hal ini disebabkan karena belum diadakan pelatihan kodefikasi petugas koder terkait pengodean injury dan external causes. Penelitian ini bertujuan mengetahui akurasi pengodean injury dan external causes berdasarkan ICD-10 dan ICD-9 CM di Rumah Sakit Jasa Kartini. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi 77 rekam medis data Triwulan IV 2023. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data observasi. Analisis data univariat. Akurasi kode diagnosis injury sebagian besar tidak akurat 66,2% dan 33,8% akurat. Akurasi kode external causes 100% tidak akurat. Akurasi kode tindakan sebanyak 83,08% akurat. Ketidakakuratan pengodean tersebut sebagian besar disebabkan oleh kondisi fracture yang tidak menerapkan kode digit kelima untuk menentukan fracture closed atau open. Sementara ketidakakuratan kode external causes disebabkan karena tidak dilakukan pengodean.
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan di Puskesmas Kersanagara Kota Tasikmalaya Pada Tahun 2025 Yulia Fatimah; Suhenda, Andi; Ari Sukawan; Lestari, Ayu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7216

Abstract

Patient satisfaction with services can lead to changes in attitudes (attitude change) in individuals in communication. The goal is to offer convenience in understanding the messages conveyed between providers. The quality of health services at the level of health services for individuals and communities that are able to increase health contributions to the maximum, Introduction conducted on January 21, 2025 at the Health Center, there are still patients who feel dissatisfied with the services provided at the Health Center. The type of research applied is quantitative. The research subjects were outpatients who had received services from registration officers. Research Results from the quality dimension Show 66% stated satisfied, and 33% stated dissatisfied. Responsiveness dimension 33% stated satisfied and 66% stated dissatisfied, Assurance quality dimension showed 49% and 50% stated dissatisfied, Reliability quality dimension showed 66% stated satisfied and 33% stated dissatisfied, Physical evidence quality dimension showed 25% stated satisfied and 75% stated dissatisfied.. The results of patient satisfaction show that all dimensions of service quality are in the less than satisfactory category because they are not in accordance with outpatient service standards, namely >90%, with details of the empathy dimension 33%, the comprehension dimension 66%, the assurance dimension 50%, the reliability dimension 33% and the physical evidence quality dimension 75% Pada kepuasan pasien terhadap pelayanan dapat menimbulkan perubahan pada sikap (attitude change) pada individu dalam komunikasi.tujuannya adalah untuk menawarkan kemudahan di dalam mengerti pesan yang dinyanyakan antar pemberi. mutu layanan kesehatan pada tingkat layanan kesehatan bagi seseorang dan masyarakat yang mampu meningkatkan iuran kesehatan secara maksimal, Pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 di puskesmas masih terdapat pasien yang merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan di Puskesmas. Jenis penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif. Subjek penelitiannya pasien rawat jalan yang telah menerima pelayanan dari petugas pendaftaran.Hasil Penelitian dari dimensi mutu empati Menunjukan 66% menyatakan puas, dan 33% menyatakan tidak puas. Dimensi daya tanggap 33% menyatakan puas dan 66% menyatakan tidak puas, Dimensi mutu Jaminan menunjukan 49% dan 50% Menyatakan tidak puas, Dimensi mutu kehandalan menunjukan 66% menyatakan puas dan 33% menyatakan tidak puas, Dimensi mutu bukti fisik menunjukan 25% menyatakan puas dan 75 % menyatakan tidak puas. Hasil kepuasan pasien menunjukan bahwa semua dimei mutu pelayanan dalam kategori kurang puas karena belum sesuai dengan standar pelayanan rawat jalan yaitu >90%, dengan rincian dimensi empati 33%, dimensi daya tangkap 66%, dimensi jaminan 50%, dimensi kehandalan 33% dan dimensi mutu bukti fisik 75%