Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

KOMBINASI VITAMIN E DAN BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) TERHADAP KONSENTRASI BAL DAN POTENSIAL HIDROGEN (pH) PADA AYAM KEDU DIPELIHARA SECARA IN SITU Cahyaningsih, Cahyaningsih; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.52 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan bakteri asam laktat dalam ransum terhadap potensial hidrogen (pH) dan konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) dalam saluran pencernaan pada ayam kedu umur 12 bulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Januari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu betina, dan 20 ekor ayam kedu jantan umur 12 bulan. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (5 betina dan 1 jantan). Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum tanpa suplement, T1 = ransum + vitamin E 20 IU, T2 = ransum + 0,6 ml bakteri asam laktat (Biostrater A) dan T3 = ransum + vitamin E 20 IU + 0,6 ml bakteri asam laktat (Biostrater A). Ransum tersusun dari bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang, dan CaCO3. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsentrasi BAL, kondisi pH usus halus, laju digesta, dan produksi telur harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) (P<0,05) nyata antar semua perlakuan tetapi dengan pemberian vitamin E dan BAL nyata menurunkan pH, demikian pula pemberian BAL maupun kombinasi nyata memperlambat laju digesta. Parameter lain seperti konsumsi dan produksi telur harian (HDP) tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Simpulan dari penelitian bahwa pemberian vitamin E sebanyak 20 IU/100 g ransum dan bakteri asam laktat sebanyak 0,6 ml/ekor/hari menghasilkan konsumsi ransum dan produksi telur harian yang sama, tetapi dapat meningkatkan konsentrasi bakteri asam laktat, menurunkan pH usus halus, dan memperlambat laju digesta.Kata kunci : Ayam kedu, vitamin E, bakteri asam laktat, laju digesta, produksi telurABSTRACT The study aims to determine the effect of the addition of lactic acid bacteria in the ration to potential hydrogen (pH) and the concentration of lactic acid bacteria (LAB) in digestive track 12 months old kedu chicken. The research was conducted on November 2011 to January 2012 on Livestock Farmers Groups Makukuhan Mandiri Kedu, Temanggung. The Research using 100 female kedu chickens, and 20 male kedu chickens age of 12 months. Experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications (5 females and 1 male). Treatment applied is T0 = ration without supplements, T1 = ration + 20 IU vitamin E, T2 = ration + 0.6 ml lactic acid bacteria (Biostarter A) and T3 = ration + vitamin E 20 IU + 0.6 ml acid bacteria lactate (Biostarter A). Ration composed from bran, yellow corn, soybean meal, fish meal, shellfish meal, and CaCO3. Parameters observed include consumption, LAB concentrations, intestinal pH conditions, rate of digesta, and hen day production. The results showed that the concentration of lactic acid bacteria (LAB) (P <0.05) is significant among all treatments but the combination of vitamin E and LAB lower the pH and slow the rate of digesta. Other parameters such as consumption and hen day production (HDP) is not affected by the treatment. Conclusion from the study is addition of vitamin E by 20 IU/100 g ration and lactic acid bacteria as much as 0.6 ml / head / day make the same result in consumption of rations and daily egg production, but may increase the concentration of lactic acid bacteria, lowering the pH of the small intestine, and slow the rate of digesta.Keywords: Kedu Chicken, vitamin E, lactic acid bacteria, rate of digesta, hen day production
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SITRAT DALAM RANSUM SEBAGAI ACIDIFIER TERHADAP RETENSI KALSIUM DAN FOSFOR ITIK JANTAN LOKAL (The Effect of Citric Acids Addition in Diets as Acidifier on Calcium and Phospor Retention of The Local Male Ducks) Yendy, Siti Aminah; Mangisah, Istna; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.183 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat terhadap retensi kalsium dan fosfor pada ransum itik jantan lokal. Penelitian ini menggunakan 80 ekor itik jantan lokal umur 8 minggu dengan rata-rata bobot badan 1221,17 + 38,43 g. Ransum basal diformulasi dari jagung kuning, dedak halus, nasi aking, bungkil kedelai, tepung ikan dan mineral. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan asam sitrat pada T0= 0 g/0% asam sitrat, T1= 1 g/0,67% asam sitrat/ ekor/ hari, T2= 2 g/1,33% asam sitrat/ ekor/ hari dan T3= 3 g/2,00% asam sitrat/ ekor/hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi kalsium dan fosfor, retensi kalsium dan fosfor dan bobot badan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan analisis data menggunakan sidik ragam pada taraf 5 %, jika ada pengaruh yang signifikan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam sitrat dalam ransum itik jantan lokal berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap retensi kalsium dan retensi fosfor, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsumsi ransum, konsumsi kalsium dan fosfor serta bobot badan itik jantan lokal.Kata kunci: asam sitrat; itik jantan lokal; retensi; kalsium; fosfor ABSTRACT             The aim of this research was to study the effect of citrit acids addition on calcium and phospor retention of the local male ducks diets. This experiment was conducted using 80 local male ducks at 8 weeks with average live weight 1221,17 + 38,43 g. Basal diets were formulated from yellow corn, rice brand, parched rice, soybean meal, fish meal and mineral. The treatment was added citric acids at level T0= 0 g or 0% ; T1= 1 g or 0,67 ; T2= 2 g or 1,33% and T3= 3 g or 2,00%. The parameters of the research were feed consumption, calcium and phospor consumption, calcium and phospor retention, and body weight. Research design used was Completely Randomized Design (CDR) with 4 treatments and 5 replications. Analyzed data was using Analysis of variance in 5% level, if there were significant effected would be tested by Duncan’s Multiple Range Test Method. The result showed that citrit acids addition in local male ducks diets were different significantly (P<0,05) on calcium and phospor retention, mean while were not different significantly (P>0,05) on feed consumption, calcium and phospor consumption, and body weight of local male ducks.Keyword: citric acid; local male ducks; retention; calcium; phospor
EFEK PENAMBAHAN ASAM SITRAT DALAM RANSUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KARKAS ITIK JANTAN LOKAL PERIODE GROWER Mulyani, Titik Dwi; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.435 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam sitrat dalam ransum terhadap tingkat produksi dan karkas itik jantan lokal periode grower. Itik yang digunakan sebanyak 80 ekor umur 11 minggu diperoleh dari peternakan di Pengging Boyolali. Ransum basal tersusun dari jagung kuning, dedak halus, nasi aking, bungkil kedelai, tepung ikan dan mineral. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan asam sitrat pada T0= 0% asam sitrat, T1= 0,67% asam sitrat/ekor/hari, T2= 1,33% asam sitrat/ekor/hari dan T3= 2,00% asam sitrat/ ekor/hari. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot potong dan persentase karkas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dan analisis data menggunakan sidik ragam pada taraf 5 %, jika ada pengaruh yang signifikan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf pemberian asam sitrat 1,33% berpengaruh signifikan terhadap bobot potong namun tidak mempengaruhi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan persentase karkas pada itik jantan lokal periode grower. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan asam sitrat sebesar 1,33% meningkatkan bobot potong itik jantan lokal.
Kecernaan Lemak Kasar dan Energi Metabolis pada Itik Magelang jantan yang Diberi Ransum dengan Level Protein dan Probiotik Berbeda Pramudia, Arista; Mangisah, Istna; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.016 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level protein dan probiotik pada ransum itik magelang jantan periode grower terhadap kecernaan lemak kasar dan energi metabolis ransum.Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai informasi dalam penggunaan level protein dan probiotik yang tepat dalam ransum itik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah level protein ransum yaitu ransum standar dengan PK 18% (T1) dan ransum sub optimal dengan PK 16% (T2), faktor kedua adalah level penambahan probiotik yaitu 0% (V0), 1,5% (V1) dan 2% (V2). Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, kecernaan lemak kasar, energi metabolis serta pertambahan bobot badan harian (PBBH).  Materi penelitian adalah 150 ekor Itik Magelang jantan yang berumur 2 minggu dengan bobot badan awal rata-rata 191,63±3,65 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi nyata (p<0,05) antara level protein dan probiotik terhadap semua parameter penelitian. Level protein ransum tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konsumsi ransum. Level protein tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kecernaan lemak kasar dengan T1 dan T2 secara berturut-turut sebesar 69,69% dan 67,62%. Level protein nyata (p<0,05) meningkatkan energi metabolis dengan T1 2858,39 kkal/kg lebih tinggi dibandingkan T2 2570,31 kkal/kg dan pertambahan bobot badan harian T1 19,01 g/ekor lebih tinggi daripada T2 16,07 g/ekor. Level probiotik memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap semua parameter.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata ROXB.) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PADA AYAM BROILER (The Effect of feeding fingerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.) Powder on Broiler Performance) Artanto, Eriski Dian; Sukamto, Bambang; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.387 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung temu kunci (Boesenbergia pandurata ROXB.) dalam ransum terhadap performans, persentase karkas dan meat bone ratiopada ayam broiler. Seratus dua puluh ayam broiler unsex umur 7 hari bobot badan awal 137,5 g ± 16,04 g setiap unit percobaan terdapat 6 ekor ayam broiler dibagi 5 taraf pemberian tepung temu kunci (0; 0,8; 1,2; 1,6; dan 2%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan dan 4 ulangan.Data yang diperoleh  dianalisis sidik ragam uji F taraf signifikasi 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan meat bone ratio tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap penambahan temu kunci dalam ransum.Kesimpulan hasil penelitian penambahan temu kunci belum mampu meningkatkan performans ayam broiler.Kata Kunci: temu kunci; performans; persentase karkas; meat bone ratio; ayam broiler ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of dietary fingerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.)powderaddition on performance (feed consumption, body weight again, feed conversion ratio), carcass percentage and meat bone ratio of broiler chickens. One hundred and twenty broiler chick unsex age of 7 days body weight 137,5 g ± 16,04 g each experimental unit 6 chickens were allocated in five levels of fingerrootpowder addition (0; 0,8; 1,2; 1,6;  and  2%). The experimental design used in this study was Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. The data obtained were analyzed using analisis of varianc with F-test level 5% and if the results of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by the Least Significant Duncan test. The result showed that feed feed consumption, body weight again, feed conversion ratio carcass percentage and meat bone ratio not significantly effect (P>0,05) in dietary fingerroot ration.The conclusion of the experiment is that fingerroot powder could be effect performance in broiler.Key word : fingerroot; performance; carcass percentage; broiler chickens
KANDUNGAN PESTISIDA ORGANOKLORIN DAGING AYAM ROILER YANG DIBERI GULMA Salvinia molesta RAWA PENING SEBAGAI CAMPURAN PAKAN (Organochlorine Content Of Broiler Administered With S. molesta Containing Feed Of Rawa Pening’s Weed) Mahacitra, Rima Adhika; Sukamto, Bambang; Dwiloka, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.368 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian gulma S. molesta Rawa Pening sebagai campuran pakan terhadap kandungan organoklorin pada daging ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging komposit ayam yang diperoleh dari 16 ekor pemotongan ayam, dalam 100 ekor pemeliharaan ayam broiler strain Lohman selama 42 hari dengan bobot rata-rata 1-1,5 kg. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, meliputi tahap persiapan dan pemeliharaan ayam, pemotongan ayam, preparasi sampel, dan analisis dengan alat Gas Chromatography (GC). Rancangan percobaan yang dipergunakan dalam pemeliharaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali (To = ransum dengan S. molesta sebanyak 0 %; T1 = ransum dengan S. molesta sebanyak 6 %; T2 = ransum dengan S. molesta sebanyak 12 %; T3 = ransum dengan S. molesta sebanyak 18 %). Analisis total organoklorin menggunakan 16 sampel daging komposit ayam dari 4 perlakuan 4 ulangan acak. Analisis profil organoklorin menggunakan 4 sampel daging komposit ayam dari 4 perlakuan. Data kandungan total organoklorin dianalisis dengan uji F (One Way Anova) pada taraf signifikansi (α) = 0,05. Dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16. Sedangkan data kandungan profil organoklorin dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan perlakuan sampai taraf 18 % pada ayam broiler nyata berpengaruh (P<0,05) terhadap kandungan organoklorin pada daging ayam. Analisis total organoklorin menunjukkan adanya kenaikan secara signifikan sebesar 0,05 ppm; 0,09 ppm; 0,14 ppm; dan 0,18 ppm. Analisis profil organoklorin pada semua taraf pemberian dinyatakan tidak terdeteksi karena hasil analisis masih di bawah ambang batas deteksi.Kata kunci : pestisida organoklorin; daging ayam broiler ABSTRACTThe goal of this research is to examine whether there is an effect of giving S. molesta weed in Rawa Pening as the composition for brolier chicken ration. The ration contains of organochlorine pesticides. Material given in this research are chicken meats from 16 cut up of the chickens. These chicken are from 100 broiler chickens strain Lohman which have been raised for about 42 days. The approximate mass of chicken body for each chicken is about 1 up to 1.5 kilograms. This reserach used several stages. The stages are preparation and raising the chickens, cutting up the chickens, preparation for the samples, and the analysis by using Gas Chromatography (CG) procedure. The design of the research used in the raising the chickens is Complete Random Design with 4 treatments which for each treatments has been done in four times treatment (To = Broiler ration with 0 % of S. molesta; T1 = Broiler ration with 6 % of S. molesta; T2 = Broiler ration with 12 % of S. molesta; T3 = Broiler ration with 18 % of S. molesta). The analysis for total organochlorine used 16 samples of chicken meats with 4 treatments by 4 times random repetitions. The analysis for the organochlorine profile used 4 samples of chicken Broiler meat by 4 treatments. The data about the content of total organochlorine was analyzed with F test (One Way Anova) in significant range (α) = 0.05. Then, continuing the analysis was by using double region test Duncan, processing of the data was used SPSS 16.0 program. While, the data about the content of organochlorine profile was analyzed descriptively. The result of  the research showed that the ration with treatment until 18 % for the broiler chicken has affected (P<0.05) towards organochlorine for chicken meat. The total analysis in organochlorine shows that there is a siginicant increase. The increasing data are 0.05 ppm; 0.09 ppm; 0.14 ppm; dan 0.18 ppm. It has been stated that all the analysis for organochlorine profile for all the giving ration could not be detected because the result was still beyond the detection limit.Key words: organochlorine pesticides; broiler chicken meat
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less) SEBAGAI PENGGANTI KLORIN TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN RETENSI NITROGEN AYAM BROILER (The Effect of Beluntas (Pluchea Indica Less) Leaves Extract as Clorine Subtitution in Organik Mat Triyanto, Triyanto; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.354 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin terhadap kecernaan bahan organik dan retensi nitrogen. Penelitian ini menggunakan 140 ekor Day Old Chick (DOC)  broiler dengan bobot badan 45,58 ± 40 g, rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) melalui 5 perlakuan dan 4 ulangan tiap unit 7 ekor. Perlakuan yang digunakan yaitu T0  = ransum basal  tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin; T1  = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 2% + klorin 30 ppm); T2  = ransum basal  + (ekstrak daun beluntas 4 % + klorin 20 ppm); T3  = ransum basal  + (ekstrak daun beluntas 6% + klorin 10 ppm); T4  =  ransum basal + (ekstrak daun beluntas 8% + klorin 0 ppm). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein. Data yang diperoleh dikaji menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan uji wilayah ganda duncan untuk mengetahu antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein serta perlakuan T4 memiliki pengaruh tertinggi dibanding perlakuan lain dengan nilai kecernaan bahan organik 82,07% dan retensi nitrogen 3,07%. Disimpulkan bahwa ekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin dapat meningkatkan kecernaan bahan organik dan rentensi nitrogen serta pemberian terbaik pada taraf ekstrak daun beluntas 8 % dan klorin 0 ppm.Kata Kunci: ayam broiler; kecernaan bahan organik; retensi nitrogen    ABSTRACT             This study is aimed to determine effect of addition of Beluntas leaves extract (BE) as chlorine (Cl) in organic matter digestion as well as and nitrogen retention. The study was used complete randomized experimental  design a hundrend and fourty heads of broilers DOC with weght 45,58 ± 40 g, were treated with 5 treatments and 4 replications as 7 broilers. Treatments in study are T0= control; T1= basal feeds + (2% BE+ 30 ppm Cl); T2= basal feeds+ (4% BE+ 20 ppm Cl); T3= basat feeds + (6% BE + 10 ppm Cl); T4= basal feeds + (8% BE+ 0 ppm Cl). Parameters were measured are organic matter digestions and nitrogen retention. Measured data were analized with ANOVA and duncan multiple range test. Results of the study showed that treatment had significant effect (P<0.05) to parameters. The best result is T4 (which has organic matter digestion 82.07%, nitrogen retention 3.07% and protein utilization 0.78%. It concluded that BE has effect to organic matter digestion as well as nitrogen retention  and can substitute Cl in 8% level of BE.Keywords : Broiler chicken; organic matter digestibility; nitrogen retention
KOMBINASI PEMBERIAN VITAMIN A DAN E DALAM RANSUM TERHADAP KECERNAAN LEMAK DAN INDIKATOR KETAHANAN TUBUH PADA AYAM KEDU PETELUR Sihaloho, Pebriani; Suthama, Nyoman; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.906 KB)

Abstract

ABSTRACT The study aims to examine the effect of vitamin A and E combination in ration to increase productivity seen from body resistannce indicators ( heterophile / lymphocyte ratio (H/L ratio) and blood cholesterol) of kedu layer chickens. The research was conducted in November 2011 until February 2012. The research using 20 males and 100 females one year old Kedu chicken, Experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment applied were T0 = ration without supplementation, T1 = ration + vitamin E, T2 = ration + vitamin A and T3 = ration + vitamin A and E. Ration composed from yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, shellfish meal and CaCO3. Parameters observed are H/L ratio, fat digestibility, blood cholesterol and the hen day production (HDP). Data were analyzed with Analysis of Variance and continue analyzed by Duncan's multiple range test. The results showed a significant effect (P <0.05) on fat digestibility but had no significant effect (P <0.05) against H/L ratio, blood cholesterol and HDP. Based on the results of this study concluded that combination of vitamin A (2000 IU) and E (20 IU) in ration did not interfere body resistance stability and even improve the response of chicken to the environment based on the value of H/L ratio and blood cholesterol.Keywords: Kedu chicken, vitamins A, vitamins E, heterophile, limphocyte, cholesterol, fat digestibility.ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi vitamin A dan E dalam hubungannya dengan peningkatan produktivitas dilihat dari indikator ketahanan tubuh (rasio heterofil/ Limfosit dan kolesterol darah) pada ayam kedu petelur. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Februari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu hitam betina, dan 20 ekor ayam kedu hitam jantan umur 1 tahun. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum tanpa suplementasi, T1 = ransum + vitamin E, T2 = ransum + vitamin A dan T3 = ransum + vitamin A dan E. Ransum yang diberikan tersusun dari jagung kuning, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang dan CaCO3. Parameter penelitian adalah rasio heterofil limfosit, kecernaan lemak dan kolesterol darah dan produksi telur harian. Data dianalisis ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan lemak pada ayam kedu dan menunjukkan bahwa penambahan vitamin A dan E tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap heterofil limfosit, kolesterol darah dan produksi telur harian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan penambahan kombinasi vitamin A (2000 IU) dan E (20 IU) tidak mengganggu stabilitas ketahanan tubuh bahkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh berdasarkan nilai rasio heterofil/limfosit dan kolesterol darah.Kata kunci : Ayam kedu, vitamin A, vitamin E, kolesterol, heterofil, limfosit, kecernaan lemak.