Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Management of national security in analysis and threat assessment of Indonesian sovereignty Novky Asmoro; Marsetio Marsetio; Susanto Zuhdi; Resmanto Widodo Putro; Rizki Putri
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 4 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221705

Abstract

This study aims to determine the management of national security in the threat of Indonesian sovereignty. Analysis with qualitative methods is presented in the research process through several data collection methods, including in-depth interviews, literature study, observation, and focus group discussions and continued with data triangulation. Threat analysis and threat assessment approaches are carried out by applying them to several case studies both at the country level and regional security stability. There are two structural efforts that need to be made in calculating national security management, namely Threat Assessment which considers the spectrum that has a high threat risk such as natural disasters, crime, terrorists and accidents, and shifts in Threat Perception such as changes in type. from military threats to non-military threats.
Strategi Penegakan Hukum dan Disiplin Prajurit TNI AD dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Papua – PNG Guna Mewujudkan Prajurit Profesional Gorga Alam Harahap; Hipdizah Hipdizah; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8073

Abstract

Penegakan hukum dan disiplin prajurit TNI AD dalam operasi pengamanan perbatasan Papua–PNG merupakan aspek penting untuk menjamin keberhasilan tugas dan menjaga profesionalisme prajurit di wilayah dengan kompleksitas ancaman tinggi, mulai dari aktivitas kelompok separatis bersenjata hingga dinamika sosial masyarakat perbatasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penegakan hukum dan disiplin prajurit TNI AD dalam operasi Pamtas Papua–PNG serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan langkah optimalisasi guna memperkuat profesionalisme prajurit. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi dokumen, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dan disiplin telah dilaksanakan melalui mekanisme komando, pengawasan melekat, dan penerapan hukum militer, namun masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana pembinaan hukum, ketimpangan pemahaman aturan, tekanan situasional, serta kondisi geografis dan infrastruktur komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pembinaan hukum, penguatan pengawasan, penyempurnaan mekanisme operasional, dan adaptasi doktrin. 
Strategi Bekal dan Angkutan Daerah Militer (Bekjangdam) Jaya Dalam Pendistribusian Logistik Untuk Penanggulangan Bencana Banjir di Wilayah Jakarta Tahun 2020-2025 Zakaria Zakaria; Hipdizah Hipdizah; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8074

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi Pembekalan dan Angkutan Kodam (Bekangdam) Jaya dalam pendistribusian logistik untuk penanggulangan bencana banjir di wilayah Jakarta periode 2020–2025. Penanggulangan banjir memerlukan distribusi logistik yang cepat, tepat, dan terkoordinasi karena dampaknya bersifat sistemik terhadap aktivitas pemerintahan dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekangdam Jaya memiliki kapabilitas logistik yang kuat, meliputi armada angkut, perahu karet, dapur lapangan, dan personel terlatih. Namun, efektivitas distribusi masih menghadapi kendala koordinasi antar-lembaga, akurasi data kebutuhan yang dinamis, serta keterbatasan akses wilayah terdampak. Optimalisasi strategi distribusi logistik memerlukan penguatan interoperabilitas sipil-militer, integrasi sistem informasi real-time, dan desentralisasi logistik melalui penempatan awal pada wilayah rawan banjir. 
Strategi Pemanfaatan Sistem C4ISR Untuk Meningkatkan Efektivitas Komando dan Pengendalian Operasi Task Force Bravo Satgas Yonmek Konga UNIFIL di Lebanon Noer Hidayat Bastian Arifiyandhi; Hipdizah Hipdizah; Novky Asmoro; Sigit Purwanto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8130

Abstract

Operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi lingkungan operasi yang semakin kompleks sehingga menuntut efektivitas komando dan pengendalian yang adaptif. Pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Task Force Bravo Satgas Yonmek Konga TNI memerlukan dukungan sistem informasi yang mampu meningkatkan kesadaran situasional dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan komando dan pengendalian dengan sistem C2, menganalisis dukungan sistem C4ISR, serta merumuskan strategi pemanfaatan C4ISR dalam operasi Task Force Bravo di Lebanon. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan studi dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem C2 masih menjadi fondasi utama, sementara pemanfaatan C4ISR belum terintegrasi secara optimal. Kesimpulannya, peningkatan efektivitas komando dan pengendalian memerlukan strategi pemanfaatan C4ISR yang terintegrasi melalui penguatan organisasi, prosedur, serta kompetensi sumber daya manusia.
Konflik Bersenjata dan Dampaknya terhadap Stabilitas Global: Review Literatur dari Perspektif Sejarah Militer Dunia Khairunissa Ulfitri; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8505

Abstract

Konflik bersenjata merupakan salah satu dinamika utama dalam hubungan internasional yang telah membentuk peradaban manusia dari zaman kuno hingga era modern. Studi ini bertujuan untuk mereview literatur akademik dari 23 jurnal internasional dan nasional guna mengkaji dampak konflik bersenjata terhadap stabilitas global, melalui pendekatan sejarah militer dunia. Fokus penelitian diarahkan pada konsekuensi jangka panjang dari peperangan baik di level regional maupun global serta bagaimana transformasi teknologi militer, ideologi, dan kebijakan geopolitik berperan dalam menciptakan atau merusak keseimbangan global. Dengan menggunakan metode review literatur sistematis, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun konflik bersenjata sering kali dikaitkan dengan disintegrasi sosial dan kehancuran ekonomi, dalam beberapa kasus, konflik juga berkontribusi terhadap pembentukan sistem keamanan kolektif dan rekonstruksi pascakonflik yang lebih kuat. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dan lintas waktu dalam memahami relasi antara perang dan stabilitas dunia.
Gerilya Masa Kini: Integrasi Taktik Asimetris, Teknologi Otonom, dan Perang Hibrida Dalam Konflik Modern Haekal Hakim; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7483

Abstract

Perang gerilya tidak lagi sekadar aktivitas militer berbasis fisik, melainkan telah berevolusi menjadi model operasi multi-domain yang memadukan teknologi, informasi, dan legitimasi populasi. Artikel ini mengkaji transformasi perang gerilya tradisional menuju perang hibrida modern yang memanfaatkan teknologi otonom seperti unmanned aerial systems (UAS), sistem robotik, dan kecerdasan buatan (AI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur sistematis dan analisis komparatif terhadap publikasi bereputasi (Scopus Q1 dan SINTA 2-4) periode 2016-2021. Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama: (1) prinsip-prinsip klasik gerilya yaitu mobilitas, dukungan rakyat, dan desentralisasi komando tetap relevan, (2) teknologi otonom dan operasi informasi meningkatkan efektivitas asimetri taktis, dan (3) perang siber serta dominasi narasi menjadi dimensi strategis dalam memenangkan legitimasi politik. Studi ini merekomendasikan penguatan unit kecil multi-domain, pembentukan SOP etis untuk penggunaan teknologi otonom, serta kebijakan nasional yang menyeimbangkan inovasi militer dan regulasi hukum internasional.
Pengaruh Sikap (Berdiri, Duduk, dan Tiarap) Terhadap Akurasi Penembakan Senjata Ringan SS1 V1 Mu 5.56 mm Jarak 100m Syamsul Arif; Marsono -; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7353

Abstract

Menembak adalah suatu keahlihan yang harus dimiliki setiap prajurit TNI untuk itu melakukan latihan menembak secara rutin agar keahlihan tetap terjaga, dalam latihan menembak terdapat 3 sikap yaitu berdiri, duduk dan tiarap perlu kita ketahui bahwa variasi sikap menembak mempunyai akurasi yang berbeda-beda maka diperlukan metode uji eksperiman untuk mengetahui akurasi terbaik menggunakan senjata SS1 V1 Pindad munisi 5.56mm dengan jarak tembakan 100m. Dari hasil uji eksperimen yang dilaksanakan diperoleh bahwa nilai dari sikap berdiri mecapai rata-rata nilai 70%, sikap duduk mencapai rata-rata nilai 82% sedangkan sikap tiarap mencapai rata-rata nilai 91%. dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sikap tiap mempunyai akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan sikap berdiri dan duduk nilai tembakan mencapai 91%.
Studi Perbandingan Teknologi Persenjataan Strategi Gerilya Perang Revolusi Kemerdekaan 1945–1949 dengan Strategi Perang Modern Farhan S R Lubis; Novky Asmoro
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8809

Abstract

Setelah memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia menghadapi agresi militer dari Belanda yang ingin kembali menjajah. Keterbatasan dalam persenjataan dan logistik mendorong munculnya strategi perang gerilya sebagai bentuk perlawanan asimetris yang efektif. Jenderal Sudirman bersama Kolonel A.H. Nasution merancang perang gerilya dengan melibatkan kekuatan rakyat, penguasaan medan, dan pembentukan satuan tempur kecil yang lincah. Strategi ini terbukti efektif dalam menghambat pergerakan pasukan Belanda yang unggul dalam teknologi militer. Namun, perkembangan teknologi persenjataan modern seperti drone, rudal presisi, hingga senjata elektromagnetik menimbulkan pertanyaan tentang relevansi perang gerilya di masa kini. Melalui metode studi literatur, jurnal ini menganalisis efektivitas strategi perang gerilya masa kemerdekaan jika dihadapkan pada konteks perang modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun filosofi dasar perang gerilya tetap relevan dalam kondisi inferior, namun keberhasilannya sangat bergantung pada penguasaan teknologi dan adaptasi terhadap medan perang digital. Diperlukan integrasi antara pendekatan gerilya dengan pengembangan teknologi pertahanan modern agar tetap efektif dalam menghadapi ancaman kontemporer.
KONDISI LINGKUNGAN STRATEGIS DUNIA DITINJAU DARI TEATER PERANG DUNIA II DI LAUT PASIFIK Raubiyal Maulad; Novky Asmoro; Khoerozadi Faizal Iman; Muhammad Ihsan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.5107-5117

Abstract

Istilah geografis Indo-Pasifik telah menjadi konsepsi regional yang diakui secara luas. Padahal definisi baku mengenai istilah tersebut belum ada kesepakatan akhirnya. Ditilik ke belakang saat Perang Dunia II (PD II), wilayah di kawasan pasifik sudah menjadi tujuan perluasan bagi negara-negara ekspansif, dan peristiwa selama perang tersebut sangat mempengaruhi lingkungan strategis global. Penelitian bertujuan menganalisis peristiwa penting yang terjadi selama teater Perang Dunia II di Laut Pasifik dan menilai kondisi lingkungan strategis memengaruhi kebijakan negara-negara yang terlibat dalam perang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Hasil dari pendekatan litaratur, diketahui bahwa dari teater Perang Dunia II di Pasifik terhadap lingkungan strategis global adalah munculnya Amerika Serikat sebagai kekuatan besar di dunia membawa perubahan signifikan dalam dinamika kekuasaan dunia dan mempengaruhi geopolitik global.
ASEAN Power Grid sebagai Infrastruktur Ketahanan Energi Indonesia di Indo-Pasifik: Perspektif Diplomasi Energi dan Implikasinya bagi Literasi Energi Tri Siska Windarti; Novky Asmoro; Subur Wahono
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 3 (2026): July - September
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.3.1007-1016

Abstract

This study repositions the ASEAN Power Grid (APG) primarily as regional energy-resilience infrastructure and examines how energy diplomacy can support Indonesia's strategic use of it in the Indo-Pacific, while mapping its implications for science education. An integrative qualitative literature review was employed to synthesise peer-reviewed studies, ASEAN policy documents, international energy reports, and Indonesian electricity planning documents, prioritising evidence published between 2020 and 2026. Thematic synthesis is organised around five energy-resilience dimensions, namely availability, accessibility, affordability, sustainability, and resilience, together with infrastructure, regulatory, financing, institutional, and technological factors. The analysis shows that the APG can improve supply diversification, system flexibility, reserve sharing, renewable energy integration, and the efficiency of regional electricity trade, and that recent milestones such as the Enhanced APG Memorandum of Understanding of October 2025, the APAEC 2026-2030, the second phase of the Lao PDR-Thailand-Malaysia-Singapore Power Integration Project, and Indonesia's plan to export up to 3.4 GW of low-carbon electricity to Singapore mark a shift towards operational multilateral trade. These benefits remain constrained by interconnection capacity, regulatory fragmentation, financing needs, institutional asymmetry, interoperability, and cyber security. The study also maps the scientific basis of interconnection, namely transmission losses, HVDC conversion, system inertia and frequency control, and battery storage, into science learning topics that can strengthen energy literacy.