Tejo Sukmadi
Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGGUNAAN LAMPU LED PADA PENERANGAN DALAM RUMAH Saputro, Jimy Harto; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.799 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.1.19-27

Abstract

Abstrak   Dalam perkembangannya di bidang penerangan, LED kini mulai digunakan sebagai lampu penerangan baik untuk penerangan rumah maupun jalan. Di Indonesia sendiri penggunaan LED dalam penerangan masih jarang digunakan,ini karena harga dari lampu LED yang cukup mahal jika dibandingkan dengan lampu yang biasa digunakan. Pembuatan LED dilakukan berdasarkan kebutuhan tegangan yang umumnya digunakan oleh konsumen, yaitu pada tegangan 220 V. Maka susunan LED yang paling tepat adalah rangkaian seri, yaitu dengan 36 buah LED, LED ini sendiri disuplai oleh tegangan 220V yang sudah disearahkan sehingga sesuai dengan kebutuhan dari total LED yang dipasang. Sehingga tegangan keluaran dari suplai adalah tegangan searah, bukan lagi tegangan bolak – balik.            Pada percobaan dilakukan pengujian menggunakan PQA dan lux meter untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai lumen/watt dari lampu LED adalah nilai binning dari LED tersebut, bahwa semakin besar nilai binning suatu bahan atau produk maka semakin jelek kualitasnya. Cos φ yang dihasilkan dari rangkaian ini sangat rendah, sehingga mempengaruhi konsumsi daya LED.   Kata kunci : LED, binning, lumen/watt, pencahayaan.     Abstract   LEDs are now beginning to be used as lighting for home and road lighting. In Indonesia alone, the use of LEDs in lighting is rarely used, because the price of LED bulbs are quite expensive when compared to commonly used lamps. LEDs have very low power when compared with the usual light. Making LED is based on the voltage requirements that are generally used by consumers, at a voltage of 220 V. So the most appropriate LED array is a series circuit, with 36 pieces LED, Supply circuit is made of a diode rectifier and capacitor voltage divider and current limiting.In experiments conducted using the PQA and lux meter to obtain the required data. One of the factors that affect the value of lumens/watt of LED lights is the value of the LED binning. that the greater the value of binning a material or product, then the bad quality. Cos φ generated from this circuit is so low that affects the power consumption of the LED   Keyword :LED, binning, lumen/watt, lighting.
Perancangan Sistem Kelistrikan Pengelolaan Air Terproduksi Studi Kasus W.T.I.P Kawengan PT. Pertamina EP Region Jawa Isworo, Mahmud Fauzi; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.113 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.2.63-75

Abstract

Fasilitas Pengolahan Air terpadu (WTIP) merupakan fasilitas penting dalam industri minyak bagian hulu. Dalam fasilitas ini digunakan beberapa motor induksi yang berfungsi untuk menggerakkan pompa, mengaduk isi tangki dan fungsi penting lainya. Sumber kelistrikan diperoleh dari Generator-set berbahan bakar diesel dan lepas dari sumber PLN, hal ini dikarenakan letak plant yang tidak memungkinkan untuk memasang jaringan ke PLN. Dalam perancangan sistem kelistrikan harus dibuat suatu skenario terburuk yang mungkin terjadi. Skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah starting motor terbesar saat kondisi sistem dalam keadaan bekerja. Perhitungan kapasitas daya pembangkit yang harus disediakan harus memperhatikan skenario terburuk tersebut. Setelah dilakukan perhitungan secara manual maka system yang sudah dibuat disimulasikan menggunakan software ETAP versi 6.0 untuk memastikan system tersebut dapat bekerja secara optimal atau tidak. Dengan adanya hasil simulasi tersebut diharapkan sistem kelistrikan fasilitas pengolahan air terpadu dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu juga diharapkan dapat membuat perancangan sistem menjadi lebih efektif dan efisien. Keyword :   Water Treatment and Injection Plant (WTIP), ETAP, Worst scenario.
Analisis Indikasi Kegagalan Transformator dengan Metode Dissolved Gas Analysis Faishal AR, Muhammad; Karnoto, Karnoto; Sukmadi, Tejo
Transmisi Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.387 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.3.95-102

Abstract

A common problem in power transformers is the emergence of operational failures, both the failure of both thermal and electrical failures. Failure of the thermal and electrical failures generally produce harmful gases commonly known as the fault gas. Most power transformers typically use oil as an insulator that functions in addition to cooling also to dissolve the harmful gases in order not to circulate freely. The type and amount of dissolved gas concentrations in oil may provide information to the indication of failures in the transformer. Methods for identifying and analyzing the gases dissolved in oil is called as a method of DGA (Dissolved Gas Analysis). The final project is about the analysis of DGA test to identify indications of failures in the transformer. Analytical methods are used 4 methods that is TDCG (Total Dissolved Combustible Gas), Gas Key, Roger Ratio and Duval Triangle. IEEE Standards std.C57 - 104.1991 and IEC 60 599 is used as a benchmark analysis of test results of DGA. Analysis of DGA results test that have been made ​​to the IBT transformer 1 Phase R Ungaran Substation in 2005 and 2006, with TDCG method shows the transformer in condition 2, the key gas method shows have been an indication of thermal failure involving insulator paper as indicated by the concentration of CO gas whose value is 53% of the value of the total fault gas. Analysis by Roger's method and the Duval method indicated that there has been a thermal failure with a temperature between 1500C - 3000C and 3000C - 7000C. From the analysis of DGA results test in 2007 to 2011 shows the transformer in normal circumstances this is indicated by the value TDCG under 720 ppm. Keyword : DGA, oil transformer, DGA Analysis Method, Thermal Failure.
REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI DAYA LISTRIK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA Fayyadl, Muhammad; Sukmadi, Tejo; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.801 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.8.2.76-83

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan pemrosesan data akhir-akhir ini, peralatan-peralatan jaringan distribusi listrik telah memasuki era baru yaitu otomatisasi jaringan distribusi (Distribution Otomatization), yaitu operasional jaringan distribusi dilakukan dari satu tempat yang bisa mengendalikan semua peralatan pada jaringan distribusi, termasuk di dalamnya adalah rekonfigurasi jaringan distribusi. Penelitian dilakukan pada jaringan distribusi daya listrik tipe radial dan rekonfigurasi jaringan diformulasikan sebagai fungsi optimalisasi multiobjektif (multiobjective optimization function) yang dicari solusinya menggunakan teknik algoritma genetika, berdasarkan pada analisis aliran daya, dalam multiobjective optimization function tersebut terdapat faktor pembobotan (weigthing factor) yang dipilih sesuai dengan tujuan rekonfigurasi jaringan. Rekonfigurasi jaringan distribusi daya listrik dengan menggunakan Algoritma genetika dalam tugas akhir ini dapat memperbaiki kinerja jaringan distribusi sesuai dengan tujuan dilakukannya rekonfigurasi yang dilakukan dengan pemilihan fungsi multiobjektif. Hasil penelitian menggunakan parameter algoritma genetika probabilitas mutasi 0,05 dan probabilitas pindah silang 0,8 dengan jumlah individu 100 menunjukkan konfigurasi yang lebih baik dari pada konfigurasi sebelum dilakukan rekonfigurasi dengan simulasi tugas akhir ini. Optimal jaringan distribusi dalam tugas akhir ini didasarkan pada rugi-rugi saluran, jatuh tegangan rata-rata dan factor tegangan tak seimbang. Kata kunci : rekonfigurasi jaringan, jaringan distribusi radial, fungsi multiobjektif, algoritma genetika.
Perancangan Modul Soft Starting Motor Induksi 3 Fasa dengan ATMEGA 8535 Priahutama, Aditya Bakti; Sukmadi, Tejo; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.328 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.4.160-167

Abstract

Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi mempunyai banyak keunggulan di segi teknis maupun ekonomis, karena itu motor induksi terutama jenis motor induksi 3 banyak digunakan pada banyak dunia industri. Akan tetapi motor induksi juga mempunyai kekurangan, antara lain arus awal (start) yang besar (5 sampai 7 kali arus normal) yang dapat mengakibatkan penurunan tegangan sistem dan mengganggu kerja sistem peralatan lain dalam satu saluran. Diperlukan suatu metode pengasutan pada motor induksi yang bertujuan untuk mengurangi arus pengasutan awal yang besar.  Metode pengasutan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu metode soft starting, diharapkan tegangan dan arus dari sumber tenaga dapat mengalir masuk kedalam motor AC secara bertahap, sehingga tidak memerlukan arus pengasutan yang besar.  Soft starting  dilakukan dengan menggunakan komponen elektronika daya yaitu triac, sedangkan tegangan masukan motor induksi diatur dengan memberikan sinyal tunda dan sulut pada triac dengan waktu tertentu. Sinyal tunda dan sulut untuk triac diatur oleh mikrokontroler ATmega 8535.Pada perangkat keras soft starting dapat digunakan juga sebagai pengereman soft stoping dengan mengurangi secara perlahan tegangan yang masuk ke beban. Modul soft starting yang dirancang mempunyai waktu soft start selama 24 detik dan waktu soft stop 9 detik. Pada beban motor induksi 3 fasa besar arus starting relatif terkendali dan lebih kecil jika dibandingkan dengan metode DOL dan wye delta walaupun masih terjadi sedikit lonjakan arus saat starting. Sedangkan untuk soft stoping dapat menghentikan motor secara perlahan walaupun tidak bias berhenti secara langsung. Keyword :   Motor induksi 3 fasa, soft starting, triac, mikrokontroler atmega 8535.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN TEGANGAN DAN KENAIKAN SUHU PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA AKIBAT GANGGUAN SINGLE-PHASING Makarim, Alam Afif; Sukmadi, Tejo; Winardi, Bambang
Transmisi Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.693 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.4.145-151

Abstract

Pada motor induksi 3 fase, akibat kurang perawatan dan lingkungan yang buruk, dapat menyebabkan salah satu fase statornya menjadi rusak dan tidak berfungsi. Hal ini menimbulkan gangguan single-phasing yang menyebabkan ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu pada motor. Tulisan ini menganalisis ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu yang terjadi pada motor induksi 3 fase ketika terjadi gangguan single-phasing dalam kondisi beban nol dan berbeban dengan menggunakan pembebanan prony brake. Oleh karena itu perlu dianalisa pengaruh gangguan single-phasing terhadap ketidakseimbangan tegangan dan kenaikan suhu dari kondisi normalnya. Dari hasil penelitian didapatkan akibat terjadinya single-phasing menimbulkan ketidaksetimbangan tegangan sebesar 3,64% pada kondisi beban nol hingga 6,30% pada kondisi beban penuh. Nilai daya keluaran pada kondisi single-phasing lebih besar dibandingkan dengan kondisi normalnya pada variasi yang sama, dimana daya keluaran saat single-phasing bernilai 36,46 W hingga 573,62 W, sedangkan pada kondisi normal bernilai 34,06 W hingga 417,04 W. Efisiensi saat single-phasing bernilai 21% hingga 70%, sedangkan pada kondisi normal bernilai 30% hingga 76%. Kenaikan suhu pada motor ketika kondisi beban nol sebesar 35,40oC, dan pada kondisi berbeban sebesar 57,74oC  (83,819% beban penuh) dengan suhu pada kondisi normalnya bernilai 28oC.
SIMULASI SISTEM EKSITASI UNTUK KONDENSATOR SINKRON PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN Sukmadi, Tejo
Gema Teknologi Vol 16, No 4 (2012): October 2011 - April 2012
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.95 KB) | DOI: 10.14710/gt.v16i4.4707

Abstract

Tejo Sukmadi, in paper a model of  wind energy power generation excitation system will be simulated. The  focuse was on the modelling and parameters optimization of the DC1A type excitation systems for synchronous condenser as voltage regulation on the power plant. Excitation system optimization is made by using genetic algorithms method. The parameters optimization should have the optimal combination and the voltage regulation of wind energy power plants model find the best vale when there is a change in the wind speed. The simulation and analysis found that systems with excitation system parameterized combination of genetic algorithms experiment using crossovers opportunities 0.6 and mutations opportunities 0.032, which Ka = 297.2350, Ke = 0.6162, Kf = 0.01, Ta = 0.01, Te = 0.01 and Tf = 0.6278 is the best combination of excitation parameters obtained. By generating the 115.6604 ITAE value, over shoot 1,54%, steady state 0,44 s, the smallest voltage value after wind speed change is 0.9957 pu and the largest voltage value after wind speed change is 1.0025 pu. Keywords : wind energy power generation, excitation system, synchronous condenser, genetic algorithms.
ANALISIS PENGASUTAN MOTOR RUBBER TYRED GANTRY TERHADAP SISTEM KELISTRIKAN AKIBAT PENAMBAHAN MOTOR AUTOMATIC RUBBER TYRED GANTRY DI TERMINAL PETIKEMAS SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Maulana, Muhamad Hakim; Hermawan, Hermawan; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.691 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.252-259

Abstract

Motor crane adalah salah suatu motor listrik yang sering digunakan di dunia industri terutama untuk industri yang menggunakan alat berat sebagai penggerak jalannya industri tersebut. Motor crane rubber tyred gantry dipilih karena terdiri dari berbagai jenis motor induksi sehingga memiliki banyak keuntungan daripada motor listrik lainnya, yaitu harganya yang lebih murah, konstruksinya yang sederhana, dan lebih kuat. Tetapi permasalahan dalam menggunakan motor induksi adalah pada saat pengasutan karena 1 motor crane rubber tyred gantry terdiri dari 6 motor induksi yang memiliki 2 tipe yaitu hoist dan trolley. Pada saat terjadi kenaikan pengiriman melalui Terminal Petikemas Semarang maka pihak Terminal Petikemas menambah unit motor crane dengan tipe automatic rubber tyred gantry untuk mempercepat proses bongkar muat container di Terminal Petikemas Semarang. Pada Penelitian ini dilakukan analisis arus pengasutan motor terhadap sistem kelistrikan di Terminal Petikemas Semarang dengan penambahan unit automatic rubber tyred gantry. Pada sistem, motor induksi digunakan berada pada rangkaian motor crane yang berfungsi sebagai pemindah container dari truck pembawa container menuju penampungan container. Berdasarkan hasil simulasi pengasutan motor induksi dengan menggunakan  Variable Frequency Drive (VFD) pada software ETAP 12.6 terjadi lonjakan arus pada saat pengasutan yaitu  1,11% dari arus nominal dan terjadi selama 0,02 detik untuk skenario 1 dan 2.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOGIKA FUZZY DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION PADA PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK JANGKA PANJANG DI INDONESIA SAMPAI TAHUN 2022 Nurkholiq, Nahar; Sukmadi, Tejo; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.122 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.245-251

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini, untuk optimalisasi penyediaan energi listrik di Indonesia, diperlukan suatu perkiraan / peramalan kebutuhan energi listrik. Metoda peramalan yang digunakan adalah logika fuzzy dan jaringan saraf tiruan backpropagation dengan dua lapisan tersembunyi dan satu lapisan output. Peramalan yang dilakukan bersifat jangka panjang, yaitu sampai tahun 2022. Peramalan / perkiraan kebutuhan energi listrik jangka panjang umumnya mengacu pada statistik masa lalu dan atas dasar analisis karakteristik konsumsi energi yang lalu.  Karakteristik tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah penduduk, jumlah pelanggan listrik (rumah tangga, industri, bisnis, sosial, gedung kantor pemerintah, penerangan jalan umum), rasio elektrifikasi, pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga, metoda logika fuzzy ini menggunakan data historis / aktual yang diakumulasikan dalam beberapa periode waktu, yaitu dari tahun 2004 sampai 2012. Hasil peramalan dengan menggunakan logika fuzzy dan menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 215.203 GWh. Nilai ini tidak jauh berbeda dengan peramalan yang dilakukan oleh jaringan saraf tiruan backpropagation yaitu sebesar 242.120  GWh. Nilai kesalahan (error) antara hasil peramalan logika fuzzy dengan jaringan saraf tiruan backpropagation pada tahun 2022 masing- masing adalah 8,2413% dan 2,8027%.   Kata kunci : logika fuzzy, jaringan saraf tiruan back propagation, peramalan kebutuhan energi listrik, , data historis / aktual,   Abstract In this research to optimize the energy supply of electricity in Indonesia required an estimation / forecasting of electric energy needs., forecasting methods used are fuzzy logic and Backpropagation neural network with two hidden layers and one output layer. Forecasting is done long term, until 2022. Forecast / estimate the long-term electric energy demand generally refers to the statistics of the past and on the basis of analysis of energy consumption characteristics ago. Such characteristics are usually influenced by several factors, such as population, number of electricity customers (home, industry, business, social, goverment office, public lighting), electrification ratio, economic growth and the others. Thus, this fuzzy logic method and Backpropagation neural network uses historical data / actual accumulated in several time periods, namely from 2004 to 2012. The results of forecasting using fuzzy logic and Backpropagation neural network shows that the electrical energy needs in Indonesia in 2022 amounted to 215.203 GWh. This value is not much different from the prediction made by Backpropagation neural network, which amounted to 242. 120  GWh. Error value between the results of forecasting with fuzzy logic to Backpropagation neural network in 2022 was 8,2413% and 2,8027% . Key words  : fuzzy logic, backpropagation neural network ,electric energy demand forecasting, historical data /  actual,
PERANCANGAN PENYEARAH SATU FASE TERKONTROL PENUH SEBAGAI CATU DAYA MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANEMODE HOISTING Wibisono, Ariangga Bagas; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.98 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.193-200

Abstract

Perkembangan industri dewasa ini meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk memindahkan produk atau barang, diperlukan sebuah alat pemindah atau yang biasa disebut crane. Motor arus searah merupakan salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Pada saat ini, masih banyak pengaturan motor arus searah menggunakan kendali konvensional dengan proses penyearahan menggunakantransformator. Metode konvensional ini berupa tegangan yang tetap, sehingga tidak memiliki pilihan pengaturan tegangan dan keberadaan transformator membuat dimensinya besar dan harganya mahal. Dalam penelitian, penggunaan penyearah satu fase terkontrol penuh dengan IC TCA 785 sebagai pengatur sudut pemicu thyristor dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Konverter ini dirancang untuk menggerakkan motor CSD80A1-A sebagai bagian pada Prototype Overhead Crane mode hoisting. Penyearah satu fase terkontrol penuh bekerja dengan baik untuk memberikan suplai pada bebanR dan R-Lsertadapat menggerakan motor CSD80A1-A. Berdasarkan hasil percobaan,motor arus searah mampu menghasilkan kecepatan 41 rpm hingga 141 rpm dengan uji pembebanan 0 kg hingga 13 kg. Semakin besar sudut pemicuan yang diberikan oleh IC TCA 785, maka nilai tegangan dan arus keluaran akan semakin kecil. Nilai efisiensi dari penyearah satu fase terkontrol penuh ini mencapai 94%.