Tejo Sukmadi
Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEREMAN DINAMIK BERTINGKAT UNTUK MOTOR INDUKSI TIGA FASA Buana, Syauqie Candra; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.847 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.287-292

Abstract

Motor induksi tiga fasa di berbagai industri sangat penting untuk dapat dihentikan dalam waktu singkat atau dijaga pada keadaan diam. Pengereman dinamik motor induksi tiga fasa telah umum digunakan untuk menghentikan motor induksi secara elektris. Umumnya, metode pengereman dinamik tidak dapat menghentikan putaran motor secara cepat layaknya pengereman mekanis. Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai metode pengereman dinamik bertingkat. Metode ini merupakan gabungan dari metode pengereman eksitasi sendiri kapasitor dan pengereman injeksi arus DC yang disusun dalam rentang waktu paling efektif. Hasil pengujian membuktikan bahwa metode pengereman dinamik bertingkat dapat menghentikan motor dengan waktu lebih paling cepat dibandingkan dengan metode pengereman dinamik tunggal. Pengereman dinamik bertingkat dengan menggunakan kapasitor 30 nF dan arus injeksi DC 0,38 A telah berhasil menghentikan motor dalam 0,44 detik untuk kondisi tanpa beban dan 1,85 detik untuk kondisi berbeban.
PERANCANGAN AUTOMATIC MAIN FAILURE DAN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH DI LENGKAPI DENGAN 10 KONDISI DISPLAY DAN 4 KONDISI BACKLIGHTING MENGGUNAKAN ZELIO LOGIC SMART RELAY (SR) Haryanto, Jagra Bagus; Sukmadi, Tejo; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.747 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.818-825

Abstract

Abstrak PLN (Perusahaan Listrik Negara) adalah penyedia energi listrik utama untuk pelanggan. Pelanggan dapat mengalami pemadaman listrik apabila terjadi gangguan pada sistem transmisi atau sistem distribusi jaringan PLN. Untuk mengantisipasi pemadaman tersebut, pada penelitian dibuatlah sebuah desain kontrol otomatis Automatic Main Failure (AMF) dan Autamatic Transfer Switch (ATS) pada genset atau yang dikenal sebagai Sistem Interlock PLN dengan ketentuan setiap 1 hari sekali dilakukan warming up genset yang bertujuan untuk perawatan aki dan sirkulasi oli pada genset. Zelio Logic Smart Relay merupakan jenis smart relay yang sederhana karena tidak memerlukan banyak piranti pendukung dan digunakan untuk mengontrol genset sebagai sumber listrik cadangan bagi rumah tangga. Hasil rancangan program dalam Smart Relay menghasilkan 10 kondisi dan 4 backlighting yang berguna untuk mempermudah pengawasan dalam penggunaan. Genset dengan tegangan keluaran 220 V membutuhkan waktu selama 3 detik untuk mensuplai beban. Ketika suplai utama PLN hidup kembali, genset akan memutus suplai selama 60 detik. Pada saat yang sama Fuel Pump akan memutus suplai pada genset, saat itulah genset akan berhenti beroperasi. Tampilan display “Start Failure” pada smart relay akan berkedip disertai bunyi alarm pada saat genset berhenti bekerja atau trip saat terjadi  gangguan. Hasil pengujian yang demikian menunjukkan bahwa perancangan yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Kata kunci : automatic main failure (amf), automatic transfer switch (ats), zelio logic smart relay (SR) Abstract PLN (Perusahaan Listrik Negara) is a major provider of electricity to customers. Customers will experience a power outage caused from interference on the transmission system or distribution system. In anticipation of the outage, the research create an automatic control design called Automatic Main Failure (AMF) and Automatic Transfer Switch (ATS) applied at genset which is known as PLN-Genset Interlock Systems, additionally warming up generator is necessary to keep the battery maintenance and the oil circulation in the generator. Zelio Logic Smart Relay is a simple relay because it does not require a lot of supporting tools and can be applied to control the generators as a backup power source for home needs. The designed program by the Smart Relay provides 10 conditions and 4 backlightings which is very useful for user control. The test result Genset with 220 V output voltages takes 3 seconds to supply the load. When the main supply PLN is back On, generator disconnects the supply in 60 seconds. At the same time Fuel Pump will disconnect the supply from generators, and that means generator stop to operate. The display "Start Failure" on smart relay be viewed as flashes while the alarm signal ring at the same time when the generator stop working during disturbances. Terefore results that explained above means that the control design is well working. Keywords : automatic main failure (amf), automatic transfer switch (ats), zelio logic smart relay   (SR)
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PLTG PADA PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUCKOO SEARCH ALGORITHM Wardhana, Ariya Dwi; Sukmadi, Tejo; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.555 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.276-284

Abstract

Pembangkit tenaga listrik thermal merupakan suatu pembangkit yang menghasilkan energi listrik yang berasal dari energi thermal. Energi thermal bisa dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar berupa gas ataupun batubara. Berdasarkan hal tersebut, pada pembangkit tenaga listrik thermal konsumsi bahan bakar sangatlah mempengaruhi biaya produksi energi listrik, sehingga diperlukan suatu teknik pengoperasian pembangkit yang optimum. Pada Penelitian ini Cuckoo Search Algorithm (CSA) diusulkan sebagai metode optimisasi konsumsi bahan bakar pada generator Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Semarang dalam permasalahan penjadwalan ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan adanya penghematan antara metode CSA dengan iterasi lambda dan metode CSA dengan prakiraan total konsumsi bahan bakar generator PLTG di UBP Semarang. Pada perbandingan antara metode CSA dengan iterasi lambda dihasilkan bahwa optimisasi CSA menghasilkan total konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan dengan metode iterasi lambda, dimana terjadi penghematan sebesar 27.331,53 MMBTU. Pada perbandingan antara metode CSA dengan praakiraan total konsumsi bahan bakar PLTG UBP Semarang dihasilkan bahwa optimisasi CSA menghasilkan total konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan total konsumsi bahan bakar PLTG UBP Semarang, dimana terjadi penghematan sebesar 31.667,51 MMBTU.
ANALISA OUTAGE COST PADA OPERASI KERETA REL LISTRIK PT KAI COMMUTER JABODETABEK TAHUN 2015 Muhamad, Agung Tryono; Sukmadi, Tejo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.774 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.3.694-700

Abstract

Transportasi sudah menjadi kebutuhan primer untuk manusia. Moda transportasi diharuskan untuk cepat, tepat waktu, selalu tersedia dan menjangkau manapun agar manusia dapat memenuhi kebutuhan tersebut untuk tujuannya. Salah satunya adalah kereta rel listrik (KRL). Berbeda dengan kereta api, kereta ini membutuhkan daya listrik sebagai sumber tenaga penggeraknya. Agar tetap tersedia, moda transportasi ini membutuhkan keandalan yang baik dari sisi pembangkitannya maupun penyalurannya. Namun, masih ditemui adanya outage yang menyebabkan operasi kereta rel listrik ini terganggu. Outage adalah kondisi dimana suatu peralatan atau sistem tidak dapat bekerja sesuai dengan tujuannya karena adanya masalah yang berhubungan dengan peralatan atau sistem tersebut. Hal ini tentunya akan merugikan pihak yang menyediakan jasa transportasi tersebut, dalam hal ini PT KAI Commuter Jabodetabek. Hal ini akan berdampak terhadap berkurangnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi ini, yang tentunya akan mengurangi laba yang diterima oleh PT KAI Commuter Jabodetabek sebagai pihak penyedia jasa transportasi. Dalam penulisan penelitian ini, akan dibahas dampak kerugian secara langsung yang dialami oleh PT KAI Commuter Jabodetabek akibat adanya outage yang dinamakan outage cost. Outage cost dapat dihitung dengan mencari selisih antara pemasukan yang seharusnya diperoleh terhadap biaya operasional yang tidak jadi dikeluarkan akibat terjadinya outage.
PERANCANGAN MESIN AMPLAS KAYU MENGGUNAKAN MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN ZELIO LOGIC SMART RELAY Fairuzza, Riza; Sukmadi, Tejo; Windarta, Jaka
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.583 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.675-682

Abstract

Dalam pengolahan kayu, masih banyak industri kerajinan kayu yang melakukan pengamplasan dengan tenaga manusia. Untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses pengamplasan, dapat dilakukan dengan menggantikan tenaga manusia dengan motor induksi tiga fasa. Namun dalam penerapannya, mesin ini masih manual pengoperasiannya dengan bantuan kerja operator. Pengulangan pengamplasan diperlukan hingga 3 sampai 4 kali, sehingga operator masih banyak melakukan kerja.  Pada penelitian ini, digunakan pengendalian motor berbasis komputer mini PLC Zelio Smart Relay tipe SR2 B121FU yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, mesin amplas kayu berhasil mengamplas kayu bengkirai ketebalan 7-19 mm, kayu jati belanda ketebalan 7-10 mm dan kayu meranti merah ketebalan 19-20 mm. Diperlukan 3 hingga 4 kali siklus untuk mengamplas satu sampel kayu dimana satu siklus membutuhkan waktu 20 detik untuk proses forward-reverse motor. Hasil penelitian menunjukkan motor induksi tiga fasa memiliki nilai efisiensi 70,5% dengan ketebalan kayu 7 dan 10 mm, 71,2% dengan ketebalan 13 dan 16 mm, 72,9-73,5% dengan ketebalan 18-20 mm. Rata-rata efisiensi motor induksi tiga fasa sebagai penggerak mesin amplas kayu  sebesar 71,9%.
PERANCANGAN MEKANIKA DAN PENGEREMAN PLUGGING MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANE BERBASIS PLC Rahmana, Arsyad Sila; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.321 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.201-208

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan industri saat ini semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk meningkatkan produksi dan memudahkan pendistribusian produk, alat pemindah atau yang biasa disebut crane diperlukan. Motor arus searah adalah salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Namun, ada banyak kontrol crane menggunakan kontak relay atau kontaktor. Hal ini membuat sulit dalam pemantauan, pengkabelan yang rumit, dan membutuhkan relay timer tambahan untuk mengatur waktu pengereman. Penggunaan Programable Logic Control (PLC) dapat mengatasi hambatan tersebut. PLC dirancang untuk mengendalikan pergerakan dan pengereman dengan metode plugging. Berdasarkan hasil pengujian, PLC telah berhasil mengendalikan pergerakan dan pengereman pada motor arus searah magnet permanen tipe CSD80A1-A. Tegangan masukan motor dapat divariasikan dengan menggunakan penyearah gelombang penuh terkontrol penuh untuk suplai motor hoisting dan buck converter untuk suplai motor longitudinal dan transversal kondisi tanpa beban dan berbeban. Dalam riset ini, mekanisme plugging dikendalikan oleh PLC digunakan untuk pengereman. Berdasarkan pengujian ditemukan bahwa semakin besar tegangan suplai motor, maka arus pengereman motor juga semakin besar pada rentang 2,4 A sampai 5,2 A pada kondisi beban 5 Kg.
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI ARUS DAN TEMPERATUR LEBIH MENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (PLC) PADA MESIN PENGEKSTRAKSI BIJI KAPUK Jay, Rizky Patra; Facta, Mochammad; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.034 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.419-425

Abstract

Abstrak Sistem proteksi diperlukan untuk melindungi peralatan tenaga listrik dari gangguan-gangguan, baik berupa gangguan arus maupun temperatur lebih. Gangguan ini dapat merusak dan mempercepat penuaan dari peralatan tenaga listrik. Peralatan tenaga listrik membutuhkan Over Current Relay (OCR) untuk perlindungan terhadap gangguan arus lebih dan Digital Indicating Controllers (DIC) yang dilengkapi dengan termokopel tipe K sebagai sensor suhu untuk perlindungan terhadap gangguan temperatur lebih. Mesin pengekstraksi biji kapuk yang terdiri dari 2 buah  motor induksi 3 fasa dan sebuah pemanas memerlukan peralatan proteksi seperti OCR dan DIC. Proses kerja OCR dan DIC dikoordinasikan menggunakan Programmable Logic Control (PLC). Dalam tugas akhir ini, dilakukan perancangan sistem proteksi terhadap arus dan temperatur lebih pada peralatan tenaga listrik di mesin pengekstraksi biji kapuk. Motor pertama, menggunakan batas setting OCR dengan karakteristik tipe definite sebesar 2,25 Ampere. Setting DIC pada motor pertama sebesar 56oC, diatas ambient temperatur motor. Pada motor kedua menggunakan batas setting OCR dengan karakteristik tipe inverse sebesar 2,86 Ampere. Setting DIC pada motor kedua sebesar 56oC, diatas ambient temperatur motor. Pengujian proteksi temperatur lebih pada pemanas disimulasikan dengan bahan uji pengganti yaitu air, menggunakan DIC dengan batas setting sebesar 66,5oC. Hasil pengujian menunjukan respon yang baik, dengan temperatur gangguan yang terbaca sebesar 66,8oC. Kata kunci: sistem proteksi, OCR, DIC, PLC Abstract Protection system is needed to protect electrical equipment, like high current or high temperatures. This faults result damage of the electrical equipment and reduce device lifetime.  Over Current Relay (OCR) used to protect equipment from over current effect and Digital Indicating Controllers (DIC) with K-type thermocouple as  temperature sensor to protect againts high temperatures. Extraction cotton seed machine consist of 2 Pcs three phase induction motors and a heater. Its need protection equipment such as OCR and DIC. OCR and DIC process was coordinated by  Programmable Logic Control (PLC). In this final assigment, a design protection system was set up agains over current and high temperatures on electrical equipment of extraction cotton machine. The first motor was protected by OCR with definite types characteristic for 2.25 Ampere. Setting DIC for the first motor was 56°C is upper ambient temperature motor. The second motor using was protected by OCR with inverse type characteristic for 2.86 Ampere. Setting DIC for the second motor was 56°C is upper ambient temperature motor. Experemental set up for heater simulated with water as dummy load was carried out by using DIC with setting limit 66,5oC. The result showed a good respond againt the fault at 66,8oC. Keywords: protection system, OCR, DIC, PLC
PERANCANGAN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) MODE TRANSISI OPEN-TRANSITION RE-TRANSFER DENGAN PARAMETER TRANSISI BERUPA TEGANGAN DAN FREKUENSI Ginting, Paul Henry; Sukmadi, Tejo; Sinuraya, Enda Wista
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.156 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.70-75

Abstract

Abstrak Kontiunitas Penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen tidak bisa dijamin tersedia setiap saat. Sehingga untuk konsumen yang membutuhkan jaminan ketersediaan energi  listrik setiap saat, dibutuhkan suplai cadangan (Genset) yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk menanggung semua beban di tempat tersebut apabila suplai dari jaringan listrik terputus. Penelitian ini menghasilkan Automatic Transfer Switch (ATS) yang mampu mengakuisisi data berupa tegangan  dengan galat rata-rata sebesar 3,624  & Frekuensi  dengan galat rata-rata sebesar 0,407. Ketika Suplai Utama (PLN) terputus atau  mengalami gangguan , yang dapat diamati dari nilai Tegangan  maupun Frekuensi yang tidak memenuhi standard yang ditetapkan oleh PLN,  maka ATS akan memerintahkan Genset untuk starting dan suplai beban   diambil alih oleh Genset dengan  jeda waktu selama 15 detik. Dan  ketika  suplai utama (PLN) kembali normal maka suplai beban kembali diambil alih oleh PLN dengan jeda waktu selama 10 detik. ATS pada penelitian  ini juga dilengkapi Lampu LED dan Buzzer sebagai indikator kondisi operasi, kegagalan starting, dan gangguan pada Genset. Kata kunci : Automatic Transfer Switch, Tegangan, Frekuensi, Genset   Abstract Continuity distribution of electric energy from the center of power to the consumers cannot be guaranteed is available at any time. So as to consumers who need a guarantee the availability of electrical energy all the time, it takes the supply of reserves ( generator ) that has sufficient capacity to shouldered the entire burden on the spot when the supply of electricity cut off. This research produce automatic transfer a switch ( ATS ) capable of  being acquired data in the form of voltage with error average of 3,624 &  the frequency with error average of 0,407. When the supply of the main ( PLN ) disconnected or experiencing disorder; that can be observed of the value of voltage or the frequency of which do not meet the standards set by PLN and  then ATS will command generator for starting and supplies the burden of  taken  over  by generator in a pause of time during which 15 seconds. And when the supply of the main ( PLN ) back to normal then the supply of burden back taken over by PLN and a pause the time during which 10 seconds. ATS in this research are completed with an led light, and buzzer operating conditions, as an  indicator of the failure of starting, and a disorder in generator. Keywords: Automatic Transfer Switch, Voltage, Frequency, Genset
PERBANDINGAN METODE SIMPLE ECONOMETRIC DAN LOGIKA FUZZY UNTUK MEMPROYEKSIKAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK JANGKA PANJANG DI PROVINSI BANTEN Kusuma, Bagus Rizkyaji; Handoko, Susatyo; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.565 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.598-606

Abstract

Kebutuhan energi listrik di provinsi Banten cenderung mengalami peningkatan karena energi listrik merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Proyeksi kebutuhan energi listrik diperlukan untuk optimalisasi penyediaan energi listrik. Pada penelitian ini dilakukan proyeksi kebutuhan energi listrik menggunakan metode Simple Econometric dan logika Fuzzy. Proyeksi yang dilakukan bersifat jangka panjang yaitu dari tahun 2016 sampai tahun 2022. Proyeksi menggunakan metode Simple Econometric dilakukan dengan memasukkan data historis tahun 2010-2015 ke dalam program add in Seex microsoft excel untuk mendapatkan hasil proyeksi kebutuhan energi listrik tahun 2016-2022. Proyeksi menggunakan metode logika fuzzy dilakukan dengan memvariasikan fungsi kenggotaan (MF) dan rules fuzzy untuk mendapatkan model proyeksi yang paling sesuai. Hasil proyeksi menggunakan metode Simple Econometric menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik pada tahun 2022 sebesar 24.606,02 GWh dan metode logika Fuzzy sebesar 24.700,00 GWh. Dengan mengacu pada proyeksi kebutuhan energi listrik RUPTL yaitu sebesar 25.831,00 GWh didapatkan tingkat keakuratan proyeksi pada metode Simple Econometric sebesar 98,46% dan metode Logika fuzzy sebesar 97,08%.
PENGATURAN KECEPATAN KONVEYOR BERBASIS PLC (STUDI KASUS : MONITORING KECEPATAN DAN SAFETY DEVICE KONVEYOR PADA MESIN PENGEKSTRAKSI BIJI KAPUK) Putri, Ayu Adinda; Facta, Mochammad; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.657 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.169-184

Abstract

Abstrak Pada awalnya sistem kontrol untuk pengendali otomatis perangkat-perangkat mesin di industri berupa rangkaian relay. Namun sistem kontrol dengan rangkaian relay tersebut menjadi kurang efektif karena untuk memberikan perubahan sistem memerlukan biaya yang besar serta tingkat kerumitan kerja yang tinggi. Akhirnya muncul sistem kontrol berbasis komputer yang disebut dengan PLC (Programmable Logic Controller) yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Dengan tujuan untuk memeperoleh hasil produksi yang maksimal, diperlukan sistem pemindahan yang baik dalam proses distribusi suatu barang. Sistem yang dibangun berupa pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa menggunakan variable speed drive untuk menggerakkan konveyor dan dikontrol oleh PLC. Konveyor yang dibuat menggunakan beberapa sensor seperti sensor ping dan limit switch. Selain itu, konveyor juga dilengkapi dengan proteksi under dan upper speed switch yang diatur oleh sistem tipe alarm pada digital indicating controller. Masing-masing sensor memiliki fungsi untuk memberikan perintah logika ladder diagram yang telah ditetapkan didalam PLC. Dimana sensor ping akan mendeteksi level ketinggian serbuk biji kapuk didalam oven. Limit switch digunakan pada simulasi putusnya belt konveyor. Hasil pengujian menunjukkan motor induksi 3 fasa terkontrol vsd ABB ACS 300 memiliki efisiensi diatas 100 % pada  frekuensi 5 – 45 Hz dan efisiensi dibawah 100% pada frekuensi 50 Hz yaitu 86,68 %. Kata kunci :Variabel Speed Drive, konveyor, PLC, motor induksi, sensor Abstract At first, the control system for automatic control device in industrial machines such a relay contact. A control system with a relay it to be less effective because of the change in system to have a big cost and complexity of a work . Finally, there is control system based on PLC. With the aim to obtain the maximum yield, removal system is required in the distribution of goods. The system is built in the form of speed control of 3 phase induction motor using a variable speed drive to move conveyor and controlled by PLC. Conveyors are made using sensors such as ping sensors and limit switches. The conveyor is equipped with protection under and upper speed switches are arranged by type of alarm systems on the DIC. Sensor has a function to give the command ladder logic diagrams that have been set in the PLC. Ping sensor will detect kapuk seed powder height level in the oven. Limit switch is used to simulate a conveyor belt break. 3 phase induction motors controlled vsd ABB ACS 300 has efficiency of over  100% in the frequency 5-45 Hz and efficiency under 100 % at  frequency of 50 Hz is 86.68%. Keywords : Variable Speed Drive, conveyors, PLC, induction motors, sensor