Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

COACHING CLINIC PENYUSUNAN MASTERPLAN KAWASAN PRIORITAS DAN PENYIAPAN READINESS CRITERIA (RC) DAK TEMATIK PENGENTASAN PERMUKIMAN KUMUH TERPADU TAHUN ANGGARAN 2024 KOTA SORONG) Slamet Widodo; Muhammad Rusmin; Herlina Arifin
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 4: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau social dimasa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Tujuan dari kelembagaan pengelolaan aset adalah untuk memastikan bahwa aset dikelola dengan baik dan menghasilkan pengembalian yang diharapkan, sekaligus mengurangi risiko kerugian. Pentingnya Lembaga pengelolaan aset dalam melakukan manajemen aset ini maka dibuatlah kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Masterplan Kawasan Prioritas dan Penyiapan Readiness Criteria (RC) Dak Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu Tahun Anggaran 2024 Kota Sorong) yang salah satunya tentang kelembagaan pengelolaan aset oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Sorong guna menyusun masterplan dan sesuai dengan target dalam pengentasen pemukiman kumuh terpadu di tahun anggaran 2024. Sehingga dalam penyusunan Masterplann dapat dilakukan sesuai dengan seharusnya dan mencapai target setelah pemaparan materi dan diskusi.
Pemanfaatan Teknologi Drone Dalam Pemetaan Digital (Fotogrametri) Menggunakan Kerangka Ground Control Point (GCP) di Daerah Irigasi Waibu Distrik Salawati Tengah Slamet Widodo; Anif Farida; Alfina Maysyurah; Anang Widianto
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 5 No 02 (2023): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v5i02.5078

Abstract

Daerah irigasi di Indonesia dengan perencanaan pengembangan lahan pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian di daerah irigasi tersebut serta dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mobilitas penduduk dengan peningkatan kebutuhan transportasi, dan kompleksitas lahan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran kualitas udara. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tahapan metode fotogrametri menggunakan teknologi drone dengan kerangka Ground Control Point (GCP) di D.I Waibu dan untuk mengetahui hasil akurasi pemetaan dengan GCP dan tanpa GCP. Metode yang digunakan dalam pengukuran GCP yaitu metode Real Time Kinematic (RTK) dan metode static. Pada tahapan metode fotogrametri menggunakan teknologi drone dengan kerangka GCP di D.I Waibu dilakukan pengamatan titik awal dengan metode statik, perencanaan jalur terbang drone, pemasangan premark GCP, pemotretan foto udara dan persebaran pengukuran GCP. Hasil penelitian pada report control points RMSE pada pengolahan data dengan GCP mendapatkan nilai eror horizontal sebesar 0,144387 cm dan nilai eror vertikal sebesar 1,07199 cm dan hasil pada report control points RMSE pengolahan data tanpa GCP mendapatkan nilai eror horizontal sebesar 4,99225 m dan nilai eror vertikal sebesar 1,31386 m. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan Point GCP nilai akurasi termasuk dalam skala peta 1: 1.000 sedangkan tanpa menggunakan GCP sesuai dengan tabel ketelitian geometri peta RBI maka nilai akurasi geometri termasuk dapat digunakan sebagai pembuatan peta pada skala 1 : 25.000.
Karakteristik Marshall AC-WC Dengan Penambahan Limbah Plastik Jenis Low Density Polyethelene (LDPE) A.Didik S. Purwantoro; M. Arief Ramadhan; Slamet Widodo; Asrul Saputra
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.579 KB) | DOI: 10.52072/slumptes.v1i2.481

Abstract

Limbah plastik jenis Low Density Polyethelene (LDPE) merupakan salah satu limbah bekas pakai yang mudah ditemukan dan jumlahnya juga relatif banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall AC-WC terhadap penambahan limbah plastik jenis LDPE. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Marshall test dengan variasi kadar plastik 1%, 3%, dan 5%. Limbah LDPE digunakan berupa botol infus dan kresek. Hasil perolehan KAO sebesar 6,7% dan hasil tertinggi dengan penambahan limbah diperoleh pada kadar limbah 3%, dengan perolehan nilai MQ sebesar 282,30 kg/mm. Untuk hasil VIM dan VMA terjadi penurunan sampai pada kadar limbah 3% dan mengalami kenaikan pada kadar limbah 5%, sedangkan hasil VFA cenderung meningkat sampai kadar limbah 3% dan turun pada kadar limbah 5%.
Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Perkotaan Di Kelurahan Remu Utara Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya Murni; Slamet Widodo; Rahful A. Madaul; La Ibal
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorong city waste is a mixture of organic and inorganic waste. Based on the type of waste, Sorong City is divided into plastic, paper or cardboard, glass or bottles, metal or cans, B3, and organic waste. The survey results and direct measurements in the field show that Sorong Municipal Waste is also dominated by organic (51.37%) and plastic (17.12%) with densities of 286.0242 kg/m3 and 123.9438 kg/m3, respectively. To manage plastic waste, you can start by collecting it, selecting the type, flaking it, chopping it, and finally melting it. The method used in this service is a counseling method for the people of Remu Utara Village, Sorong City, who convey the role of the community in managing plastic waste to improve the quality of the urban environment. The results of this service are: (1) there is an increase in public awareness regarding the importance of processing plastic waste to maintain the quality of the urban environment by encouraging the community to actively participate in plastic waste management; (2) the community gains understanding in order to change people's behavior regarding the use and disposal of plastic waste. Society reduces the use of disposable plastics such as plastic bags, plastic straws, and plastic containers. Apart from that, the community also conducts waste segregation and reuse of plastic products to reduce the negative impact. Communities can carry out recycling of waste that can have economic value; and (3) the community is actively involved in plastic waste management activities, which can also collaborate with the local government to collect waste, conduct educational campaigns, and conduct environmental cleaning activities, as well as form a community concerned with waste.
Analisa Kinerja Simpang Tiga Bersinyal Dengan Menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 Heru Asianto; Muhammad Rusmin; Slamet Widodo
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v2i01.2217

Abstract

Kota Sorong memiliki luas wilayah 1.105 km², Dari BPS Tahun 2019 penduduk kota sorong berjumlah sebanyak 254.294 jiwa, Laju pertumbuhan penduduk kota sorong pertahun sebesar 3,21 persen. Tujuan penelitian yaitu Mengetahui Kinerja dari simpang tiga bersinyal dalam kondisi eksisting dan Mengetahui Kinerja Simpang Tiga Bersinyal terhadap volume pergerakan lalulintas pada 5 tahun mendatang. Dalam penelitian ini, digunakan metode yang diakui diindonesia yaitu Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil analisa kinerja simpang tiga bersinyal metode (MKJI) 1997 kondisi eksisting operasional simpang menunjukan nilai DS < 0,85 yaitu sebesar 0,74 Yang berarti bahwa kondisi simpang ini dalam keadaan cukup baik, Derajat Kejenuhan Diisyaratkan adalah kurang dari 0,85 (DS ≤ 0,85), Dengan tundaan 14,42 det/smp, Sehingga didapat tingkat pelayanan simpang bernilai B (Baik).Proyeksi pertumbuhan kendaraan melebihi dari standar dengan asumsi derajat kejenuhan, Dari hasil analisa kemampuan simpang pada 5 tahun mendatang Derajat kejenuhan (DS) pada 2 tahun pertama pada tahun 2021 nilai DS sebesar 0,78, Dan pada tahun 2022 nilai DS sebesar 0,82, Namun pada 3 tahun terakhir nilai derajat kejenuhan (DS) telah melebihi persyaratan yang berpedoman pada MKJI 1997 yaitu pada tahun 2023 nilai DS sebesar 0,86 dan tahun 2024 nilai DS sebesar 0,90 serta pada tahun 2025 nilai DS sebesar 0,95.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE INTERNATIONAL ROUGHNEES INDEX (IRI) DAN ROAD CONDITION INDEX (RCI) (STUDI KASUS : JALAN NASIONAL SORONG – MAKBON KM.12+000 S/D KM.17+640) fahira aulia; Anif Farida; Slamet Widodo; Asrul Saputra
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS) Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jimats.v2i02.2473

Abstract

Jalan Nasional Sorong – Makbon merupakan jalan nasional yang sering dilalui oleh kendaraan berat. Hal ini tentunya berdampak pada ruas jalan yang dilalui kendaraan berat dan mengakibatkan kerusakan pada struktur. Studi penanganan kerusakan jalan ini menggunakan metode International Roughness Index (IRI) dan Road Condition Index (RCI), metode penelitian ini dimulai dari pengumpulan Data primer dan Data sekunder. Dari hasil Penelitian didapatkan Kondisi jalan baik 0,2 km arah normal, 0,2 km arah opposite, kondisi jalan sedang 2,7 km arah normal, 2,2 km arah opposite, kondidi jalan rusak ringan 1,2 km arah normal, 1,9 km arah opposite, kodisi jalan rusak berat 1,6 km arah normal, 1,4 km arah opposite dari total panjang jalan 11,4 km dengan masing-masing panjang ruas jalan arah normal dan arah opposite adalah 5,7 km.. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bawa penangan yang dianjurkan untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut yaitu pemeliharaan berkala meliputi perbaikan, levelling, resealing maupun overlay (pelapisan ulang pada jalan beraspal) atau regrooving ( pengeluaran / pengkasaran permukaan ) maupun overlay pada jalan beton semen