Faiz Musthofa Abbas
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Negara dalam Perspektif Al-Qur’an Telaah Tafsir Ayat-ayat Tentang Pemerintahan dan Penerapannya dalam Konsep Bentuk Negara Dewi, Nilla Novita; Abbas, Faiz Musthofa
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i2.641

Abstract

Negara sebagai institusi politik memiliki peranan penting dalam mengatur kehidupan manusia. Dalam pandangan Islam, Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Muslim mengandung prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan sistem pemerintahan dan kenegaraan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan konsep pemerintahan, serta menelusuri bagaimana penafsiran para ulama memberikan arah bagi pembentukan sistem kenegaraan yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat yang membahas tentang negara dan pemerintahan, seperti keadilan, musyawarah, kepemimpinan, dan supremasi hukum. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Islam mengenai negara bersifat normatif, tidak kaku, dengan menekankan nilai-nilai dasar seperti keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (shūrā), dan ketaatan pada hukum Allah sebagai pilar utama negara yang Islami. Selain itu, artikel ini juga meninjau sejauh mana prinsip-prinsip tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks negara modern, termasuk demokrasi konstitusional. Sebagai kesimpulan, Al-Qur’an memandang negara sebagai alat untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat serta menegakkan keadilan dan kebenaran ilahiah.
Kontekstualisasi Prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil dalam Verifikasi Kredibilitas Fatwa Digital Abbas, Faiz Musthofa; Mz, Yusuf
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/14pfch12

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengakibatkan diseminasi fatwa digital yang masif, namun sering kali tidak bersumber dari otoritas yang kredibel. Fenomena ini mendesak perlunya mekanisme verifikasi yang ketat terhadap sumber informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil—yang secara tradisional digunakan dalam ilmu hadis—sebagai instrumen modern untuk memverifikasi kredibilitas pemberi fatwa di ruang digital. Menggunakan metode studi literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah relevansi indikator "jarh" (kritik/celaan) dan "ta'dil" (pujian/validasi) dalam menilai otoritas akun atau figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontekstualisasi prinsip ini sangat relevan sebagai standar uji validitas fatwa yang diterima masyarakat, meskipun penerapannya menghadapi tantangan teknis seperti anonimitas pengguna dan bias algoritma. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara prinsip klasik ini dengan edukasi literasi digital serta kolaborasi kelembagaan untuk memastikan penyaringan fatwa yang efektif dan akurat
Ngupati sebagai Ritus Kehamilan: Integrasi Nilai Islam dan Budaya Jawa di Buntet Pesantren Abbas, Faiz Musthofa; Sumarta, Sumarta; Rifqi, Rifqi; Firmansyah, Dinata
Musala : Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jpkin.v4i2.1524

Abstract

The Ngupati tradition is a unique cultural practice among Javanese society, particularly in Buntet Pesantren, Cirebon, West Java. Ngupati is performed during the fourth month of pregnancy, following the Neloni ceremony in the third month and preceding the Mitonan in the seventh month. This tradition involves Quranic recitations, prayers, and communal gatherings, reflecting gratitude for God's blessings and prayers for the unborn child's safety. This study explores the history, cultural significance, and social impact of the Ngupati tradition within the Buntet Pesantren community. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and literature reviews. Findings reveal that Ngupati serves as a medium for preserving ancestral heritage, reinforcing social cohesion, and embodying religious devotion. The practice also highlights the integration of religious and cultural values in Javanese society. Additionally, Ngupati contributes to the community's social structure by fostering mutual respect and collective responsibility. As a symbol of cultural resilience, the Ngupati tradition continues to thrive amidst modernization, reflecting the adaptability of Javanese traditions in contemporary society. This research emphasizes the importance of understanding traditional ceremonies to appreciate their role in shaping and sustaining cultural identities.
Ecosufism in Suluk Wujil: Harmony between God, Humans, and Nature in the Cosmology of Javanese Sufism Abbas, Faiz Musthofa
KALAM Vol 19 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/202519230793

Abstract

The global ecological crisis cannot be adequately addressed solely through technological and economic solutions; it also requires the revival of spiritual awareness and environmental ethics. This article examines the concept of ecosufism in the Javanese mystical text Suluk Wujil, traditionally attributed to Sunan Bonang, by analyzing the depiction of the harmonious relationship between God, humans, and nature within the framework of Nusantara Islamic spirituality. This qualitative study employs a library research approach and is analyzed using Sufi hermeneutics and a Sufi cosmological perspective. The findings reveal that Suluk Wujil presents a cosmological framework integrating the metaphysical doctrine of waḥdat al-wujūd with Javanese cosmological concepts, particularly jagad ageng (macrocosm) and jagad alit (microcosm). This synthesis reflects a spiritual worldview in which nature is understood as a manifestation of divine presence rather than merely an object of exploitation. Furthermore, this study proposes the concept of “Ecosufistic Makrifat Epistemology,” suggesting that the attainment of makrifat involves not only inner spiritual transformation but also ecological awareness and ethical responsibility toward nature. Thus, Suluk Wujil offers a Nusantara ecosufism framework that provides a spiritual–ethical foundation for addressing contemporary ecological challenges.