Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Integrating Islamic Counseling and Guidance (BK Islami) Curriculum into Madrasah Aliyah Management System: Problem or Solution? Faiz Musthofa Abbas; Sapari Sapari; Yusuf MZ
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v1i3.109

Abstract

The discourse on integrating Islamic values into Guidance and Counseling (BK) services at Madrasah Aliyah often encounters a structural dilemma: the transcendental vision is not accompanied by an adequate managerial system. The Islamic BK curriculum is adopted normatively, but it often remains symbolic and detached from the institution's policy architecture. This study aims to examine how the madrasah management system internalizes Islamic values into the planning, implementation, and evaluation of BK services. The research uses a qualitative approach with a single case study design at an Islamic-based Madrasah Aliyah. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and institutional document analysis. The results show that the integration of the Islamic BK curriculum is partial and lacks a systemic managerial strategy. The dominance of an administrative approach, weak leadership roles, and the absence of a value-based evaluation mechanism are the main factors hindering the internalization of Islamic values in BK services. This study recommends a reformulation of Islamic educational management policies that position BK services as a transformative, rather than merely procedural, instrument.
Artificial Intelligence, Academic Ethics, and the Transformation of Learning in Higher Education (Kecerdasan Artifisial, Etika Akademik, dan Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi) Rifqi; Faiz Musthofa Abbas
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.68

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif telah membawa perubahan signifikan dalam praktik penulisan akademik di pendidikan tinggi. Meskipun sering dipromosikan sebagai solusi efisiensi, penggunaan AI oleh mahasiswa memunculkan persoalan pedagogis, etis, dan epistemik yang serius. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis implikasi ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam penulisan akademik, dengan menempatkan menulis sebagai proses pembentukan berpikir kritis, kejujuran intelektual, dan relasi pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap karya ilmiah, laporan media akademik, dan tulisan teoretis di bidang pedagogi kritis, psikologi pendidikan, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi menimbulkan ilusi kompetensi akademik, menggeser orientasi belajar dari proses ke hasil, melemahkan integritas akademik, serta mengikis dimensi kemanusiaan dalam relasi dosen–mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa persoalan AI dalam penulisan akademik bukan semata isu teknologi, melainkan tantangan filosofis dan pedagogis terkait makna belajar dan tujuan pendidikan tinggi. Integrasi AI perlu diarahkan untuk mendukung, bukan menggantikan, proses berpikir dan pembelajaran manusia.
Leadership and Succession in Islam and the Constitution: Finding the Meeting Point between Positive Law and Divine Law Tiara Rahma Wati; Faiz Musthofa Abbas; Wifaqul Azmi
Lentera Demokrasi: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Hukum, Ekonomi dan Pemerintahan Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ld.v1i3.21

Abstract

Leadership succession from the perspective of Indonesian Constitutional Law and Islamic Law. In the context of Constitutional Law, leadership succession is regulated in the post-amendment 1945 Constitution, which emphasizes a presidential system of government, direct elections by the people, and term limits for the president. Meanwhile, in Islamic Law, leadership succession does not have a single model but is rooted in the principles of the Qur'an and Sunnah, such as consultation (shura), trustworthiness, justice, and the welfare of the community. This study employs a qualitative method through a literature review approach, analyzing primary and secondary sources. The results of the study show that despite systematic differences between the two, both Constitutional Law and Islamic Law place leadership as a trust that must be carried out with integrity and responsibility to achieve justice and public welfare.
Dinamika Problem dan Tantangan Guru Bimbingan dan Konseling di MANU Putri Buntet Pesantren winda, winda; Sapari, Sapari; Mustofa Abbas, Faiz; BakhriL Amin, M. Saiful; Shofiyah, Zulaehatus
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 1 (2025): Dinamika Profesi Konselor Sekolah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i1.688

Abstract

This study aims to examine the dynamics of the role, problems, and strategies developed by BK teachers in facing challenges in schools located in Islamic boarding schools, especially in MANU Putri Buntet Pesantren. Using a qualitative approach and case study method, data were obtained through interviews, field observations, and documentation. The data analysis technique used was the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that BK teachers face various internal and external problems, including limited facilities and infrastructure, negative perceptions of BK services, and gaps between counseling approaches and traditional Islamic boarding school values. In responding to these challenges, BK teachers develop collaborative strategies, Islamic value-based approaches, and service method innovations. These findings emphasize the importance of strengthening the role of BK teachers in the context of Islamic boarding schools to create counseling services that are culturally, spiritually, and academically relevant. This study provides conceptual and practical contributions to the development of BK service models based on values ​​and local contexts.
The Phenomenon of Recharging the Soul: An Analysis of Tafsir Al-Mishbah on the Spiritual Needs of Gen Z Abbas, Faiz Musthofa; Almufassir, A Zamzami; Ali Hamdan; Adib Rofiuddin Basori
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.30615

Abstract

Abstract Generation Z, having grown up in the digital age, faces significant psychological challenges, including increased anxiety, depression, and identity crises. While contemporary psychological frameworks address these issues, they often lack the spiritual dimension crucial for holistic well-being among Muslim youth. Therefore, this study investigates the integration of Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab with the recovery theory by Sonnentag and Fritz (2007), specifically focusing on the mental and spiritual well-being of Generation Z. By using a qualitative approach with descriptive-interpretative analysis, this study illustrates how Shihab's contextual interpretation of the Qur'an provides a robust spiritual framework for managing modern psychological pressures. The research demonstrates that the four dimensions of recovery—psychological detachment, relaxation, mastery, and control—can be deeply aligned with Islamic practices. Specifically, these dimensions correspond to prayer (sholat), remembrance of Allah (dhikr), the obligation to seek knowledge, and managing leisure time according to Sharia principles. The findings suggest that integrating spiritual practices with contemporary recovery theory can significantly foster emotional resilience, offering a comprehensive approach to mental health recovery that encompasses both psychological and spiritual dimensions. Keywords: Generation Z; Islamic spirituality; Mental health; Recovery theory; Tafsir Al-Mishbah.   Abstrak Generasi Z, yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan psikologis yang signifikan, termasuk peningkatan kecemasan, depresi, dan krisis identitas. Meskipun kerangka psikologis kontemporer berupaya mengatasi masalah ini, pendekatan tersebut sering kali kehilangan dimensi spiritual yang sangat penting bagi kesejahteraan holistik pemuda Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki integrasi Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dengan teori recovery oleh Sonnentag dan Fritz (2007), dengan fokus khusus pada kesejahteraan mental dan spiritual Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif-interpretatif, studi ini menggambarkan bagaimana tafsir kontekstual Shihab terhadap Al-Qur'an memberikan kerangka spiritual yang kuat untuk mengelola tekanan psikologis modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa empat dimensi pemulihan—psychological detachment, relaksasi, mastery, dan kontrol—dapat diselaraskan secara mendalam dengan praktik Islam. Secara spesifik, dimensi-dimensi tersebut berkorespondensi dengan ibadah shalat, dzikir (mengingat Allah), kewajiban menuntut ilmu, dan pengelolaan waktu luang yang sesuai dengan prinsip syariah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan praktik spiritual dengan teori recovery kontemporer dapat meningkatkan ketahanan emosional secara signifikan, serta menawarkan pendekatan pemulihan kesehatan mental yang komprehensif mencakup dimensi psikologis dan spiritual. Kata Kunci: Generasi Z; Kesehatan mental; Spiritualitas Islam; Tafsir Al-Mishbah; Teori recovery.
Genealogi Kebudayaan Islam Cirebon: Relasi Tasawuf, Keraton, dan Tradisi Lokal Jazlie Huda Syarboness; Faiz Musthofa Abbas; A Zamzami Almufassir
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v3i1.905

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian Islam Nusantara yang masih dominan menjelaskan perkembangan Islam melalui paradigma islamisasi dan akulturasi budaya, sehingga belum sepenuhnya mampu menjelaskan proses pembentukan kebudayaan Islam sebagai suatu formasi peradaban. Cirebon merupakan salah satu pusat penting perkembangan Islam di pesisir utara Jawa yang memperlihatkan interaksi kompleks antara tasawuf, keraton, dan tradisi lokal dalam membentuk identitas keislaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis genealogi kebudayaan Islam Cirebon melalui relasi historis antara tasawuf, keraton, dan tradisi lokal serta menjelaskan kontribusinya dalam pembentukan peradaban Islam lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui studi dokumentasi dan kajian pustaka terhadap sumber-sumber historis, naskah, arsip, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan Islam Cirebon tidak terbentuk melalui proses islamisasi yang linear maupun sekadar akulturasi budaya, melainkan melalui negosiasi historis antara spiritualitas sufistik, otoritas keraton, dan tradisi masyarakat yang menghasilkan sistem nilai, simbol, dan identitas keislaman yang berkelanjutan. Penelitian ini menawarkan konsep Genealogi Peradaban Islam Cirebon sebagai perspektif baru yang menempatkan Cirebon tidak hanya sebagai wilayah islamisasi, tetapi sebagai pusat produksi peradaban Islam pesisir yang berperan penting dalam perkembangan Islam Nusantara.
The Objectives Of Islamic Education As An Effort To Develop Morality And Spiritual Intelligence Faiz Musthofa Abbas; Muhammad Alfareza Reza; Mohammad Azis Nurudin Zuhri Azis
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v2i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tujuan pendidikan Islam sebagai upaya pembentukan akhlak dan kecerdasan spiritual peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, meliputi Al-Qur’an, hadis, karya para pemikir pendidikan Islam, serta artikel ilmiah kontemporer. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam dibangun atas empat komponen utama, yaitu tauhid sebagai landasan filosofis pendidikan, akhlak sebagai tujuan utama pembentukan karakter, kecerdasan spiritual sebagai fondasi kesadaran moral dan religius, serta tazkiyah dan ta’dib sebagai proses pembinaan kepribadian. Keempat unsur tersebut membentuk kerangka integratif yang menghubungkan ilmu, iman, dan amal dalam satu kesatuan yang utuh. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan nilai tauhid, akhlak, dan kecerdasan spiritual menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh globalisasi, perkembangan teknologi, dan krisis moral. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu terus mengembangkan pendekatan yang holistik untuk mewujudkan insan kamil yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan peradaban.
Analisi Kritis Tashih dan Tadh'if Hadits Al-Albani di Riyadussolihin Faiz Musthofa Abbas
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i1.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria syahihan hadits menurut Imam Nashiruddin Al-Albani dan menganalisis penyebab dan metode Imam Al-Albani dalam memonopoli hadits yang terdapat dalam kitab Riyadussholihin dimana Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa semua hadits yang ada dalam kitab tersebut adalah hadits shahih. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria tashih dan tadh'if Al-Albani tidak sesuai dengan kriteria ulama sebelumnya dalam hadits tashih dan tadh'if. Hasil analisis menghasilkan: Albani dianggap tidak mampu mencicipi hadits secara ilmiah, Albani hanya membaca kriteria perawi melalui biografi, Albani tidak mempertimbangkan Sawawaid dan Tawabi'.
Negara dalam Perspektif Al-Qur’an Telaah Tafsir Ayat-ayat Tentang Pemerintahan dan Penerapannya dalam Konsep Bentuk Negara Nilla Novita Dewi; Faiz Musthofa Abbas
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v1i2.641

Abstract

Negara sebagai institusi politik memiliki peranan penting dalam mengatur kehidupan manusia. Dalam pandangan Islam, Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Muslim mengandung prinsip-prinsip dasar yang berkaitan dengan sistem pemerintahan dan kenegaraan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan konsep pemerintahan, serta menelusuri bagaimana penafsiran para ulama memberikan arah bagi pembentukan sistem kenegaraan yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat yang membahas tentang negara dan pemerintahan, seperti keadilan, musyawarah, kepemimpinan, dan supremasi hukum. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Islam mengenai negara bersifat normatif, tidak kaku, dengan menekankan nilai-nilai dasar seperti keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (shūrā), dan ketaatan pada hukum Allah sebagai pilar utama negara yang Islami. Selain itu, artikel ini juga meninjau sejauh mana prinsip-prinsip tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks negara modern, termasuk demokrasi konstitusional. Sebagai kesimpulan, Al-Qur’an memandang negara sebagai alat untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat serta menegakkan keadilan dan kebenaran ilahiah.
Kontekstualisasi Prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil dalam Verifikasi Kredibilitas Fatwa Digital Faiz Musthofa Abbas; Yusuf Mz
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/14pfch12

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengakibatkan diseminasi fatwa digital yang masif, namun sering kali tidak bersumber dari otoritas yang kredibel. Fenomena ini mendesak perlunya mekanisme verifikasi yang ketat terhadap sumber informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil—yang secara tradisional digunakan dalam ilmu hadis—sebagai instrumen modern untuk memverifikasi kredibilitas pemberi fatwa di ruang digital. Menggunakan metode studi literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah relevansi indikator "jarh" (kritik/celaan) dan "ta'dil" (pujian/validasi) dalam menilai otoritas akun atau figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontekstualisasi prinsip ini sangat relevan sebagai standar uji validitas fatwa yang diterima masyarakat, meskipun penerapannya menghadapi tantangan teknis seperti anonimitas pengguna dan bias algoritma. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara prinsip klasik ini dengan edukasi literasi digital serta kolaborasi kelembagaan untuk memastikan penyaringan fatwa yang efektif dan akurat