Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Usahatani Konservasi di Hulu DAS Poigar: Studi Kasus Wilayah Kecamatan Modoinding Kusumaningrum, Woro; Walangitan, Hengki D.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63735

Abstract

Kecamatan Modoinding merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di Hulu DAS Poigar, dimana sektor pertanian memiliki peran besar terhadap perekonomian masyarakat. Masyarakat lebih memilih mengusahakan lahan berlereng untuk budidaya tanaman sayuran. Praktik tersebut dapat meningkatkan laju erosi dan meningkatkan sedimen di sungai apabila tidak disertai penerapan teknik konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengevaluasi kinerja usahatani konservasi yang telah dilaksanakan di Hulu DAS Poigar studi kasus wilayah Kecamatan Modoinding. Penilaian kinerja usahatani konservasi menggunakan metode pembobotan pada perlakukan mekanis dan perlakuan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja usahatani konservasi di kecamatan Modoinding yang dilakukan melalui perlakuan mekanis dan vegetatif secara agregatif bernilai cukup memadai sebesar 89,93%, memadai sebesar 12,50% dan kurang memadai sebesar 3,57%. Kinerja usahatani bernilai cukup memadai dan kurang memadai disebabkan perlakuan vegetatif pada parameter komposisi tanaman permanen terhadap tanaman semusim memiliki nilai minimum pada sebagian besar usahatani, Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja usahatani konservasi di Kecamatan Modoinding perlu perbaikan pada perlakuan vegetatif.
Inventarisasi Tumbuhan Obat yang Digunakan Masyarakat Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa Tondon, Indrawati Bone; Pangemanan, Euis F.S.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.64004

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang satu atau lebih bagiannya mengandung zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Menurut Dalimarta (2000), tumbuhan obat adalah spesies yang bagian-bagian tertentu—seperti akar, batang, kulit kayu, daun, atau sekresinya—diyakini dapat menyembuhkan atau meringankan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, selama bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang termasuk dalam 15 famili yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling umum digunakan adalah daun. Tanaman obat ini digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan pencernaan, penyembuhan luka, menurunkan kolesterol, meningkatkan produksi ASI, kesehatan mata, mengurangi kadar asam urat, kesehatan kulit, meredakan nyeri sendi, sakit perut, kembung, sakit gigi, tekanan darah tinggi, jerawat, demam, pengaturan gula darah, bau badan, diare, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan jumlah trombosit.