Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Inventarisasi Tumbuhan Obat yang Digunakan Masyarakat Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa Tondon, Indrawati Bone; Pangemanan, Euis F.S.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.64004

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang satu atau lebih bagiannya mengandung zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Menurut Dalimarta (2000), tumbuhan obat adalah spesies yang bagian-bagian tertentu—seperti akar, batang, kulit kayu, daun, atau sekresinya—diyakini dapat menyembuhkan atau meringankan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, selama bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang termasuk dalam 15 famili yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling umum digunakan adalah daun. Tanaman obat ini digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan pencernaan, penyembuhan luka, menurunkan kolesterol, meningkatkan produksi ASI, kesehatan mata, mengurangi kadar asam urat, kesehatan kulit, meredakan nyeri sendi, sakit perut, kembung, sakit gigi, tekanan darah tinggi, jerawat, demam, pengaturan gula darah, bau badan, diare, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan jumlah trombosit.
Pelatihan Pembuatan Tempe dengan Eco Enzyme Untuk Meningkatkan Kualitas Fermentasi dan Ramah Lingkungan di Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado Ogie, Tommy B; Wawan Nurmawan; Sumakud, Maria Y.M.A.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/jfhz8593

Abstract

Tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pangan nasional. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan proses produksi yang berkelanjutan, inovasi yang ramah lingkungan menjadi krusial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan tempe dengan penambahan eco enzyme kepada masyarakat di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, untuk meningkatkan kualitas fermentasi dan mengurangi dampak lingkungan. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik langsung yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2025. Hasil utama dari kegiatan ini adalah terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai seluruh tahapan proses pembuatan tempe dari kacang kedelai, mulai dari persiapan bahan hingga inkubasi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil memperkenalkan potensi pemanfaatan kacang hijau dan kacang merah sebagai bahan baku alternatif untuk diversifikasi produk. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi tempe yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga lebih ramah lingkungan, serta membuka wawasan mengenai kemandirian bahan baku.