Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Penerapan Deep Learning di SMK Swasta: Deep Learning Implementation Strategy in Private Vocational Schools Sumardi, Kamin; Setiawan, Agus; Rohendi, Dedi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10285

Abstract

Deep learning is a policy currently being implemented in primary and secondary education, as well as in vocational schools. The implementation of deep learning in learning in vocational schools requires an exceptional understanding for teachers. This training aims to gather data and facts about the knowledge, experience, and implementation of deep learning among private vocational school teachers. The method employed is in-house training, utilizing a participatory and collaborative approach. The training was held at LPS Ciamis Private Vocational School. The training participants were 40 private vocational school teachers. The instrument used was a questionnaire using Google Forms. The results of the training showed that an average of 68% of private vocational school teachers already had a deep understanding of learning. As many as 15.8% of private vocational school teachers are familiar with the basic concept of deep learning. This knowledge was obtained from social media, friends, and the web, to the extent of 31.6%, 26.3%, respectively. As many as 89.5% of private vocational school teachers agreed that deep learning can improve the quality of learning. The teachers already have a high degree of understanding of the purpose of implementing deep learning in vocational schools, with approximately 98% understanding. 47.4% of private vocational school teachers are ready to implement deep learning, while 47.4% of private vocational school teachers are not ready to implement deep learning. Thus, deep learning still requires intensive socialization and training so that vocational school teachers can implement deep learning into the subjects they teach.
DEVELOPMENT OF MRV FUNCTION MODE FOR PRACTICAL LEARNING IN REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING SYSTEM Mutaufiq, Mutaufiq; Irwanto, Asep A. R.; Taqwali Berman, Ega Taqwali Berman; Sumardi, Kamin
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v12i1.33281

Abstract

Recovery and Vacuum Machine (MRV) is a refrigerant recovery tool in practical courses, so that refrigerant is not wasted during practicum. MRV is important to develop in order to improve practicum services. This study aims to develop MRV so that it can carry out the refrigerant recycle-recovery and recharging processes practically. MRV development is carried out experimentally through a research and development approach. The MRV trial results were carried out on a refrigerator type cooling machine. Testing to determine the performance of the MRV when working on vacuum, recovery-recycle, and refrigerant recharge modes automatically and to determine the performance of the refrigerator after recovery-recycle. The results of the development in the form of a new MRV construction with dimensions of 55 cm x 49 cm x 55.5 cm have been realized. MRV testing shows that the MRV results can work on vacuum, recovery-recycle and refrigerant recharging modes well at a Vacuum time setting of 10 minutes, recovery-recycle 5 minutes, and recharging 5 minutes. In addition, the refrigerator performance observed through the parameters of evaporator cabin temperature, electrical power, and compressor pressure showed good results.
Mesin pengering padi kapasitas 5 ton Kamin Sumardi
Jurnal Abmas Vol. 5 No. 1 (2005): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v5i1.74

Abstract

Pada waktu musim panen raya padi yang jatuh pada waktu musim hujan di mana sinar matahari tidak setiap hari ada untuk menjemur padi, petani sering mengalami kerugian. Padi yang basah pada saat dipanen akan bertahan kurang lebih 2 hari, setelah itu akan rusak. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang mesin pengering padi sederhana yang menggunakan bahan yang sederhana dan ada di sekitar kita. Mesin ini sangat berguna pada waktu panen raya padi yang bertepatan dengan musim hujan. Mesin ini menggunakan empat komponen utama yaitu ruang/tempat gabah, kipas, motor penggerak kipas dan tabung serta kompor minyak tanah (burner). Ukuran ruang/tempat gabah 4x6 meter persegi dengan konstruksi kayu, 2 lapisan ram kawat dan karung goni. Kipas ukuran diameter 40 cm dengan motor listrik atau diesel penggerak menggunakan tabung minyak tanah kapasitas 60 liter dan dua buah semawar/kompor sebagai burner pemanas yang dihubungkan dengan pipa kapiler. Cara kerja mesin yaitu gabah 5 ton disimpan dalam ruang/tempat penyimpan gabah dengan ketinggian 50 cm dari tanah. Tabung minyak tanah diisi 50 liter, dipompa dengan pompa tangan, panaskan semawar/kompor sampai burner membara, kemudian nyalakan motor listrik/diesel penggerak kipas. Udara dihembuskan oleh kipas melewati burner sehingga udara hangat dan masuk ke bagian bawah ruang tempat penyimpanan gabah. Lama waktu pengeringan yaitu antara 9-10 jam dengan pola 6:4. Artinya setelah 6 jam gabah harus dibalik atau diaduk. Kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dari yang dijemur dengan sinar matahari baik dari warna dan tingkat bulir yang patah (sudah diuji coba).
Pelatihan dan pembinaan tutor pendidikan luar sekolah di Posdaya Alifah Desa Cikidang Lembang Kamin Sumardi; Ade Juwaedah; Rudiyanto Rudiyanto
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.150

Abstract

Masyarakat desa Cikidang masih belum terlayani dengan baik dalam hal pendidikan. Jumlah warga yang berpendidikan setingkat SD cukup tinggi dan jumlah warga yang buta aksara juga masih banyak. Pemahaman tentang pentingnya pendidikan masih perlu ditingkatkan dan akses terhadap pendidikan masih sulit. Dengan tersedianya para relawan untuk menjadi tutor pada pendidikan luar sekolah, maka harapan untuk berkembang masih ada. Melalui pelatihan kader dan pembinaan yang tepat serta berkesinambungan diharapkan kualitas kompetensi dan kuantitas tutor meningkat sesuai dengan standar nasional. Pelatihan ini telah berhasil memberikan pencerahan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baru bagi para tutor untuk terus mengembangkan pendidikan bagi para warganya. Tutor merupakan ujung tombak dalam mendidik dan mencerahkan setiap warganya yang man belajar. Setelah mendapat pelatihan mereka lebih semangat dan aktif dalam memberikan layanan pendidikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Pelatihan mengolah tanah, pupuk organik, pestisida herbal dan pengolahan pasca panen petani sayuran Desa Cikidang Kecamatan Lembang Sri Handayani; Kamin Sumardi; Dewi Cakrawati
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.158

Abstract

Cikidang Village Lembang that is included to sub-district of Lembang, and West Bandung district has a land area of 523 861 ha where 80% of the total area is agricultural land of productive vegetable. Efforts to help increase the level of skills in agriculture, especially vegetable farmers have been made by several parties. But the quality, quantity and level continuity are not run well yet. There are still many farmers and farm workers who do not understand how good farming. For example, how to process the land exactly, good fertilization, making their own fertilizer, making pesticides with organic material and post-harvest handling of vegetables so that the product has added value for the farmer. One of effort that is done in help farmers improving the quality of the vegetables is to give more technical training, practical and sustainable agriculture on environmentally friendly by using fertilizers and pesticides derived from nature. Training itself needs to be done gradually through the approach of persuasion, collaborative and participatory. Persuasion approach is done in order that the farmers do not feel to be taught, dictated or forced in terms of farming knowledge. Collaborative approach is taken to encourage farmer directly to practice without too much theory by involving farmer groups and local community leaders' farmer. Moreover, the Collaborative approach is recognized very important, because they feel that they are invited to cooperate and appreciated. The participatory approach is used to bring farmers together to do good farming activities. This approach is done so that the farmers can feel all phases of good farming directly and also they are actively involved.
Mengembangkan SDM karang taruna dan posdaya melalui pelatihan keterampilan berbasis lifeskill Kamin Sumardi; Ega Taqwali Berman; Ridwan Adam Muhammad Noor
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38801

Abstract

Pemuda usia produktif di desa Cikidang jumlahnya cukup besar dan sebagian besar tidak tamat SLTP. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan selain cara bertani yang diturunkan dari orang tuanya. Sementara itu, lapangan pekerjaan di bidang pertanian semakin sedikit seiring bertambah sedikitnya lahan pertanian. Hasil survei pendahuluan pelatihan yang banyak diminati calon peserta yaitu mekanik sepeda motor dan las listrik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang mekanik sepeda motor dan las listrik. Target dan dari pelatihan ini yaitu peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis sebagai mekanik sepeda motor tingkat dasar dan las listrik. Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat langsung digunakan baik untuk bekerja, maupun langsung mendirikan usaha mandiri. Khalayak sasaran adalah para pemuda usia produktif yang tergabung di karang taruna dan posdaya. Kegiatan ini bermitra dengan karang taruna Binangkit dan posdaya Alifah di desa Cikidang Kecamatan Lembang. Metode pelatihan yang digunakan yaitu persuasif, kolaboratif dan partisipatif. Materi pelatihan meliputi tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui latihan praktis serta magang. Ketiga aspek tersebut diberikan secara proporsional dan berimbang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mereka tergolong baik. Kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebesar 93%. Seluruh peserta dinyatakan sudah memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam tune-up sepeda motor dan las listrik tingkat dasar.
Mengembangkan SDM karang taruna dan posdaya melalui pelatihan keterampilan berbasis lifeskill Kamin Sumardi; Ega Taqwali Berman; Ridwan Adam Muhammad Noor
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36635

Abstract

Pemuda usia produktif di desa Cikidang jumlahnya cukup besar dan sebagian besar tidak tamat SLTP. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan selain cara bertani yang diturunkan dari orang tuanya. Sementara itu, lapangan pekerjaan di bidang pertanian semakin sedikit seiring bertambah sedikitnya lahan pertanian. Hasil survei pendahuluan pelatihan yang banyak diminati calon peserta yaitu mekanik sepeda motor dan las listrik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang mekanik sepeda motor dan las listrik. Target dari dan dari pelatihan ini yaitu peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis sebagai mekanik sepeda motor tingkat dasar dan las listrik. Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat langsung digunakan baik untuk bekerja, maupun langsung mendirikan usaha mandiri. Khalayak sasaran adalah para pemuda usia produktif yang tergabung di karang taruna dan posdaya. Kegiatan ini bermitra dengan karang taruna Binangkit dan posdaya Alifah di desa Cikidang Kecamatan Lembang. Metode pelatihan yang digunakan yaitu persuasif, kolaboratif dan partisipatif. Materi pelatihan meliputi tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan melalui latihan praktis serta magang. Ketiga aspek tersebut diberikan secara proporsional dan berimbang. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa minat dan motivasi mereka tergolong baik. Kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebesar 93%. Seluruh peserta dinyatakan sudah memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam tune-up sepeda motor dan las listrik tingkat dasar.