Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENDAMPINGAN DIGITALISASI PELAPORAN KEUANGAN BERBASIS APLIKASI LAMIKRO KELOMPOK UMKM TENUN DI DESA PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sab’ul Masani; M. Yusuf; IGN Aryawan Asasand; Fadli Fadli; Mardiana Mardiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59451

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok UMKM tenun di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, dalam melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan digital berbasis aplikasi LAMIKRO. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan community development dengan tahapan persiapan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik penggunaan aplikasi, serta evaluasi dan monitoring. Peserta kegiatan terdiri atas 30 orang perajin tenun sebagai mitra sasaran dan 11 mahasiswa sebagai pendamping teknis. Materi pendampingan difokuskan pada pentingnya pencatatan transaksi, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, pembukuan sederhana, serta praktik penyusunan laporan keuangan melalui aplikasi LAMIKRO. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Rata-rata peserta yang berada pada kategori sangat memahami/mampu meningkat dari 41,0% pada saat pre-test menjadi 91,4% pada saat post-test, sedangkan kategori belum memahami menurun dari 34,2% menjadi 0%. Peningkatan paling menonjol terlihat pada kemampuan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital dan pemahaman fitur dasar LAMIKRO. Dengan demikian, pendampingan ini efektif dalam mendorong tata kelola keuangan UMKM tenun yang lebih tertib, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Agribisnis Bawang Merah di Kabupaten Lombok Timur, NTB M. Yusuf; IGN Aryawan Asasandi
Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce Vol. 5 No. 3 (2026): September : Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/digital.v5i3.7073

Abstract

The development of shallot agribusiness in East Lombok Regency, NTB, is not only oriented towards increasing production, but also providing production facilities, cultivation, post-harvest, marketing, and strengthening farmer institutions. The aims of this research are  to: (1) Identify internal and external factors that influence the strategy for developing shallot agribusiness; and (2) Streamline and analyze alternative priorities for the strategy for developing shallot agribusiness. The method used in the research is a descriptive method, while data collection is carried out using survey techniques. Data were analyzed using the SWOT method. The results of the study show that: (1) Internal factors include strengths and weaknesses. Strengths include shallots as the main horticultural commodity, increasing harvest area each year, and highland and lowland cultivation land suitable for Bima Brebes and Philippine varieties. Weaknesses include the absence of certified seed producers, fluctuating productivity, and land contour obstacles in the application of irrigation technology. (2) External factors include opportunities such as support from the APBN-TP and APBD budgets, guidance on processing technology from the Horticulture Directorate, high demand, and the existence of shallot processing technology. Threats include shallot imports, pest and disease attacks, and uncertain climate conditions. The main strategic priority is to strengthen the implementation of GAP, followed by increasing production through the use of resources, development of certified seed businesses, inventory control, and development of processed shallot products.