Articles
PENGARUH TERAPI BERMAIN MENDONGENG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PENDERITA LEUKEMIA PADA ANAK DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN
Shally Odila Simatupang;
Afnijar Wahyu
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.284 KB)
Leukemia or what is often called blood cancer originating from the spinal cord is a disease that often attacks children and adolescents. Pain is a hallmark of leukemia, affecting not only the physical condition, but also socially and emotionally to the cognitive level of the child. Pain generally occurs in the bones or joints and stomach so that this makes the treatment of sufferers also have an effect. Pain management for children is one of the important things in their treatment. Play techniques are a form of non-pharmacological therapy that is appropriate for pain management because play therapy is a medium for channeling expressions and feelings of pain as well as relaxation for children. In play therapy, storytelling is a therapy in the form of effective communication that is given directly to children by telling stories as well as distraction techniques. Through stories, not only feelings but children's emotions can also be trained, children will be able to experience feelings of sadness to joy through stories. Storytelling is a method of distraction or diversion from the focus of attention to pain to other stimuli, which is done with the aim that external stimuli given in the form of storytelling can stimulate endocrine secretion so that pain is felt to be reduced. This study used a quasi-experimental research design with a quasiexperimental method with non-equivalent control group design. Sampling using purposive sampling with a sample of 30 respondents. The research instrument used was the FLACC Score pain scale. Analysis of the data used is the Mann-Whitney test. The results showed that there was an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels in children with leukemia at the Murni Teguh Memorial Hospital Medan in 2021. The mann-whitney statistical test showed the value of asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). There is an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels of leukemia sufferers in children at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Abstrak Leukemia atau yang sering disebut kanker darah yang berasal daari sumsum tulang belakang merupakan penyakit yang sering menyerang kalangan anak – anak dan remaja. Nyeri menjadi ciri khas dari penyakit leukemia, mempengaruhi tak hanya kondisi fisik, dan sosial juga emosi hingga kognitif si anak. Rasa nyeri pada umumnya terjadi di bagian tulang atau sendi dan perut sehingga hal ini membuat perawatan terhadap penderita juga akan berpengaruh. Penatalaksanaan nyeri untuk anak merupakan salah satu hal yang penting dalam perawatannya. Teknik bermain menjadi salah satu bentuk terapi non farmakologis yang tepat untuk penanganan nyeri karena terapi bermain merupakan media penyaluran ekspresi dan perasaan nyeri juga relaksasi bagi anak. Dalam terapi bermain, mendongeng adalah terapi berbentuk komunikasi efektif yang diberikan langsung kepada anak dengan bercerita sekaligus teknik distraksi. Melalui cerita, tidak hanya perasaaan namun emosi anak juga dapat dilatih, anak akan mampu menghayati perasaan sedih hingga gembira melalui cerita. Mendongeng menjadi metode distraksi atau pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus lain, yang dilakukan dengan tujuan agar stimulus dari luar yang diberikan dalam bentuk mendongeng dapat merangsang sekresi endokrin sehingga nyeri dirasakan berkurang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan metode quasi eksperimen with non-equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala nyeri FLACC Score. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021. Uji statistik mann-whitney menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). Ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TITI PAPAN MEDAN
Rara Amalia Zahra;
Afnijar Wahyu
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.589 KB)
Stunting is one of the consequences of malnutrition experienced by children under five years old, which causes children to fail to grow and are too short for their age. The prevalence of stunting in children under five in Indonesia is 30.8%. The purpose of the study was to analyze and see the factors associated with the incidence of stunting at the Puskesmas Titi Papan Medan. This research is a quantitative study using a crosssectional survey design with a total of 27 stunted toddlers in the Working Area of the Titi Papan Medan Health Center in 2022, using a total sampling technique. The instruments in this study were socioeconomic level questionnaires, mother's knowledge of nutrition and parenting styles. Data analysis method used is chi-square and multiple linear regression test. To see the most influential factor using multiple linear regression test with the result of the most influential independent variable, namely the socioeconomic level with the Standardized coefficient Beta value of 0.257. For next research, researchers can develop research by adding variables such as genetic factors and others Abstrak Stunting merupakan salah satu akibat dari kekurangan gizi yang dialami oleh anak balita (bayi dibawah lima tahun) yang menyebabkan anak gagal tumbuh dan terlalu pendek untuk seusianya. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 30,8 %. Tujuan penelitian Untuk menganalisis dan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting di Puskesmas Titi Papan Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan disain survey cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 27 Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022, dengan menggunakan teknik total sampling . instrumen pada penelitian ini yaitu Kuisoner Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh orangtua. Metode Analisa data yang digunakan adalah chi-square dan uji regresi linear berganda .Untuk melihat factor yang paling berpengaruh dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan hasil Variable independent yang paling berpengaruh yaitu Tingkat social Ekonomi dengan nilai Standardized coefficient Beta yaitu sebesar 0,257. Untuk penelitian selanjutnya peneliti bisa mengembangkan penelitian dengan menambahkan variable seperti faktor genetic dan lainnya
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Pembelajaran Audiovisual terhadap Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok
Afnijar Wahyu;
Ernawati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yakni antara 12 sampai 21 tahun.Kegagalan dalam menguasai keterampilan sosial tersebut dapat menyebabkan perilaku menyimpang.Salah satu bentuk kenakalan remaja yang tidak dapat di terima sosial atau pelanggaran status moral adalah rokok. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian pra eksperimen dalam satu kelompok rancangan one gruop pretest posttest adalah rancangan yang tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak sudah di lakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eskperimen (program). Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual terlebih dahulu dilakukan pengukuran pengetahuan, kemudian diukur lagi tingkat pengetahuannya setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual. Hasil penelitian ini diperoleh dari SMPN 7 Tanjungpinang dengan jumlah responden 41 siswa dengan nilai ρ 0,000<0,05. Sehingga pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual memiliki pengaruh yang cukup singnifikan sehingga p < 0,05 Ho ditolak menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media pembelajaran audiovisual terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya merokok pada siswa SMP Negeri 7 Tanjungpinang.
Perbedaan Beban Kerja dan Kondisi Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat di Ruang ICU dan Ruang VIP RSAL Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang
Afnijar Wahyu;
Rian Yuliyana;
Budi Rahayu
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stres kerja ialah kondisi dimana terdapat interaksi dalam diri seseorang akibat dikonfrontasikan dengan tuntutan di tempat kerja. Beberapa faktor yang mempengaruhi stres kerja adalah beban kerja dan kondisi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan kondisi kerja terhadap stres kerja perawat di ruang ICU dan VIP RSAL Dr. Midiyato S. Tanjungpinang pada tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, jumlah sampel yang digunakan adalah 18 orang dengan metode total sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross-sectional. Uji Chi-square dilakukan dengan tingkat kepercayaan α=0.05 mengindikasikan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja terhadap stres kerja dengan nilai p=0,01 (<0,05). Terdapat juga hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dengan stres kerja dengan nilai p=0,005 (0,050). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dan kondisi kerja dengan stres kerja. Untuk menanggulangi stres kerja perawat maka instansi yang bersangkutan salah satunya dapat menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.
KETEPATAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BAYI USIA 6-12 BULAN PADA IBU BEKERJA DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG
Astri Nursanti;
Afnijar Wahyu
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The group of babies aged 0-12 months is one of the phases that will determine a person's survival in the future. The age of 0-24 months is a period of rapid growth and development, so it is often termed a golden period as well as a critical period, but if infants and children at this time do not get food according to their nutritional needs, the golden period will turn into a critical period that will interfere with growth and development. infants and children, both now and in the future. In order to achieve optimal growth and development, WHO/UNICEF recommends four important things that must be considered in providing appropriate food for infants and children under the age of two, one of which is providing appropriate and adequate complementary foods for breastfeeding (MP-ASI) from 6 months to 24 months. . The design of this research is descriptive quantitative which is exploratory. The population in this study were all mothers who worked at the Tangerang City Hospital who had children aged 6-12 months, with a total population of 30 people, the technique used in taking samples was total sampling. Collecting data using the instrument of accuracy of giving MP-ASI. From the results of the study, it was found that the majority of mothers gave MP-ASI <6 months (inappropriate) by 83.3% or 25 people. This happens because many factors influence the mother in making the decision to give MP-ASI. Abstrak Kelompok bayi usia 0-12 bulan menjadi salah satu fase yang sangat menentukan kelangsungan hidup seseorang di masa yang akan datang. Usia 0 – 24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga sering diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis namun apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan yang tepat untuk bayi dan anak dibawah usia dua tahun salah satunya yaitu memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan adekuat sejak 6 bulan sampai 24 bulan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang bersifat eksploratif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bekerja di Rumah Sakit Kota Tangerang yang memiliki anak usia 6-12 bulan, dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang, teknik yang digunakan dalam mengambil sampel yaitu dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen ketepatan pemberian MP-ASI. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa mayoritas ibu memberikan MP-ASI <6 bulan (tidak tepat) sebesar 83,3% atau 25 orang. Hal ini terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi ibu dalam mengambil keputusan untuk memberikan MP-ASI.
Faktor Budaya Batak dengan Kejadian Stunting
Wahyu, Afnijar;
Sagala, Lam Murni;
Sinaga, Regina Marintan
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31539/joting.v5i2.7617
This research aims to analyze Batak cultural factors with the incidence of stunting. The research method used was an observational design with case-control. This study's results show a relationship between the history of giving breast milk p-value of 0.031, giving colostrum p-value 0.045, and the age of giving MP-ASI p-value of 0.060 with the incidence of stunting in the Batak tribe. There is no relationship between the frequency of giving MP-ASI p-value 0.249 and the incidence of checking in the Batak tribe. In conclusion, Batak cultural factors are related to the incidence of stunting and can be seen in parenting patterns that provide nutrition. Keywords: Culture, Stunting, Batak Tribe
Efektifitas Relaksasi Benson terhadap Penurunan Nyeri Pasien Pasca Sectio Caesarea
Afnijar Wahyu
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.765 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v2i1.303
The purpose of this study was to determine the relationship of the effect of Benson's relaxation on the reduction of the patient's pain in post-Caesarean section pain. This research method uses a quantitative method with a Quasi experimental design of One group Pre Test and Post Test with a sample of 22 people. The results of the study using Wilcoxon analysis showed p Value 0,000 p ≤0.05. The conclusion of this study is the effect of Benson's relaxation on the reduction of the pain of post-sectio caesarean pain in patients at Raja Ahmad Thabib Regional Hospital. Keywords: Benson Relaxation, Caesarean Sectio
Jumlah Anak, Jarak Kelahiran Anak dan Peran Ayah dengan Kejadian Stunting Selama Pademi COVID-19
Afnijar Wahyu;
Laurena Ginting;
Nelly Dameria Sinaga
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.036 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v6i1.4554
This study aims to examine the relationship between the number of children, birth spacing, and the father's role in the incidence of stunting during the COVID-19 pandemic. The research method uses quantitative research with a cross-sectional sampling approach. The results showed that the p-value on the variable number of children was 0.545 > 0.05, the birth spacing of children was 0.667 > 0.05, and the father's role was 0.771 > 0.05. In conclusion, there is no significant relationship between the number of children, birth spacing, and father's position with the incidence of stunting in children during the COVID-19 Pandemic in the Working Area of the Titi Papan Medan Health Center Keywords: Birth spacing, Number of Children, Father's Role, Stunting
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KEJADIAN NEUROPATI PERIFER DIABETIK PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERING MEDAN
Waruwu, Melvin Intan Sovia;
Wahyu, Afnijar
Excellent Midwifery Journal Vol. 7 No. 2 (2024): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peripheral neuropathy in diabetes mellitus is one of the signs and symptoms of damage or dysfunction of peripheral nerves in the lower extremities due to exposure to chronic hyperglycemia. Continuously high glucose levels over a long period of up to 10 years or more will damage the walls of the capillaries that lead to the nerves. The aim of this research is to determine the relationship between long suffering and the incidence of diabetic peripheral neuropathy in women of productive age in the Medan health center work area.This research is quantitative with a cross sectional survey type of research and sampling using purposive sampling with a total sample of 38 respondents. This research uses the person product moment test to see the relationship between variables. The results of this study show that the duration of suffering, there is a significant relationship between these variables and the incidence of diabetic peripheral neuropathy with a p-value of 0.002. Conclusion: That there is a relationship between the long-suffering and the incidence of diabetic peripheral neuropathy in women of productive age in the working area of the sering Medan health center. Suggestion: Future researchers are expected to carry out further research on diabetic peripheral neuropathy using other research methods such as qualitative and continuing this research by looking at the relationship between long suffering and the incidence of diabetic peripheral neuropathy with a larger sample size.
Capaian Cakupan ASI Ekslusif Pada Suku Batak : Dukungan Keluarga Dan Keterpaparan Literacy Digital
Fransysca, Helena;
Wahyu, Afnijar;
Sembiring, Hizkianta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v8i1.10856
Pemberian ASI merupakan keputusan yang sangat bijak bagi kedua orang tua. ASI merupakan makanan terbaik dan paling tepat bagi bayi yang dapat menjamin tumbuh kembang bayi menjadi manusia yang berkualitas, karena mengandung zat gizi yang tepat dan optimal bagi tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian cakupan pemberian ASI eksklusif pada suku Batak: Dukungan keluarga dan paparan literasi digital di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik (survei). Desain penelitian yang digunakan adalah survei untuk mengetahui Capaian Cakupan Pemberian ASI Eksklusif pada Suku Batak, Dukungan Keluarga dan Paparan Literasi Digital. Lokasi penelitian ini adalah di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni. Waktu yang digunakan dalam penelitian adalah 04 November 2024 – 28 Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni, dengan jumlah populasi 300 orang ibu. Dalam penelitian ini sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang datang berkunjung ke Klinik Bidan Eka Sriwahyuni sebanyak 75 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik (uji chi square) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu Batak (nilai p: 0,000), dukungan keluarga ibu Batak (nilai p: 0,002) dengan paparan ibu Batak terhadap Literasi Digital (nilai p: 0,005) dan hasil juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan ibu Batak (nilai p: 1,000), pekerjaan ibu Batak (nilai p: 0,628) dengan perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif di Klinik Bidan Eka Sriwahyuni