Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERING MEDAN Purba, Monalisa Lavenia; Wahyu, Afnijar
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i1.333

Abstract

Background: WHO data states that 422 million people in the world suffer from Diabetes Mellitus or an increase of 8.5% in the population before the age of 65 (productive age). Factors that are thought to be associated with the incidence of type II diabetes mellitus in productive age are gender, genetic factors, body mass index, smoking history, physical activity, and eating patterns. Objective: To determine the risk factors associated with the incidence of type II diabetes mellitus in productive age. Methods: This research is a quantitative study using a cross-sectional survey approach. The research was conducted in the working area of the Sering Medan Health Center. Total population of 437 people and samples obtained as many as 82 people. Withdrawal of samples by purposive sampling. The data used are primary data and secondary data. The analysis was carried out univariately and bivariately by using Spearman's Rank test. Results: The risk factors associated with the incidence of type II diabetes mellitus in productive age in the working area of the Sering Medan Health Center is diet (p=0.000, r = 0.689). Meanwhile, the unrelated factor was gender (p=0.178). Conclusion: diet is associated with the incidence of type II diabetes mellitus in productive age. Suggestion: It is expected that health workers (nurses) will routinely provide health education to people of productive age who visit the puskesmas about the risk factors for type II diabetes mellitus.
Gambaran Pola Asuh Pada Balita Stunting Dan Non Stunting Dilawe Desky Tongah Pastika Adriana; Afnijar Wahyu
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi April 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i4.233

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, this causes disorders in the future, namely experiencing difficulties in achieving optimal physical and cognitive development. Objective: to identify and analyze parenting patterns in stunted toddlers compared to non-stunted toddlers in Lawe Desky Tongah Village. Stunting, or dwarfism, is a nutritional problem that significantly affects children's growth and development, and can be influenced by various factors including parental parenting patterns. Method: this study uses a Quantitative and Descriptive approach. The sampling technique in this study was Total Sampling, but when the study was conducted, 30 respondents were present, so the sample in this study was 30 respondents. Data analysis used Univariate Analysis. Results: the study showed significant differences in parenting patterns between parents of stunted and non-stunted toddlers. Parents of stunted toddlers tend to have inadequate parenting patterns related to providing nutritious food, health monitoring, and developmental stimulation. In contrast, parents of non-stunted toddlers are generally more consistent in providing food that meets nutritional needs, paying attention to children's health regularly, and providing stimulation that supports children's cognitive and motor development. Conclusion: This study emphasizes the importance of a holistic approach in dealing with stunting, by considering parenting aspects as one of the key factors. Recommendations for policy and practice include increasing access to nutrition education, support for parents, and strengthening child health services at the community level.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Kesehatan di Universitas Murni Teguh Medan Yarliati Gulo; Afnijar Wahyu
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.369

Abstract

Prestasi belajar merupakan hasil dari pencapaian setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau dapat dikatakan hasil dari proses belajar yang berbentuk nilai atau tulisan yang dapat diukur. Prestasi belajar yang diraih setiap individu berbeda setiap semester nya yang menunjukkan adanya perubahan setelah mengikuti proses pembelajaran. Prestasi belajar yang bernilai tinggi sangat berpengaruh karena merupakan hasil dari belajar, dengan memiliki nilai yang bagus dapat memudahkan para mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar pada mahasiswa kesehatan di universitas murni teguh medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan peneliti dalam menentukan respondennya adalah teknik  cluster random sampling. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji chi square. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar pada mahasiswa di Universitas Murni Teguh n dengan nilai p = 0,000 atau  p = < 0,005. Dan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar pada mahasiswa kesehatan di Universitas Murni Teguh Medan.
Studi Etnografi Kejadian Stunting Pada Suku Nias di Desa Lolofaoso Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Utara Ristiani Nazara; Afnijar Wahyu
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.370

Abstract

Stunting adalah masalah gizi utama di negara dan di seluruh dunia. Ini dianggap sebagai konsekuensi buruk dari kekurangan gizi yang berlangsung lama. Stunting juga merupakan kondisi kurang gizi kronik yang dialami oleh anak usia 6-59 bulan yang bedampak pada tingkat kecerdasan pada anak yang rendah, imunitas renda dan produktifitas yang rendah.Tujuan : untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor yang menyebabkan kejadian stunting pada suku nias di desa lolofaoso kecamatan lotu kabupaten nias utara. Metode: Metode Penelitan Kualitatif desain etnografi. Teknik Yang digunakan Yaitu Observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil : hasil penelitian ini terdapat 4 faktor yaitu Tidak memanfaatkan layanan kesehatan, Pantangan makanan  selama ke hamilan, Kurangnya Pengetahuan  Tentang Gizi Ibu Hamil, dan Keterbatasan Pendapatan keluarga Terhadap Pemenuhan Kubutuhan Anak.Kesimpulan: Terdapat beberapa  faktor yang menyebabkan kejadian stunting pada suku nias di desa lolofaoso kecamatan lotu,kabupaten nias utara. Saran: Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan dan bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dan dikembangkan dengan meneliti variabel-variabel lainnya sehingga lebih banyak informasi yang diperoleh tentang pencegahan stunting pada balita.
Pengaruh Terapi Menghisap Es Batu terhadap Penurunan Rasa Haus pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Sri Hernawati; Afnijar wahyu
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.662

Abstract

Latar Belakang: Pembatasan asupan cairan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis cukup sulit karena menyebabkan penurunan asupan oral yang dapat mengakibatkan mulut kering dan lidah jarang dialiri udara sehingga kondisi ini dapat menimbulkan rasa haus. Menghisap es batu merupakan salah satu dari banyak metode manajemen rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik. Studi pendahuluan yang dilakukan di RS Murni Teguh Ciledug didapatkan data pasien yang menjalani hemodialisa pada bulan April 2024 sebanyak 125 pasien.Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi menghisap Es Batu terhadap penurunan skala haus pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian: Quasi experiment design dengan one group comparison pretest-posttest design, dengan Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling. Uji normalitas dengan shapiro-wilk test dan teknik analisis menggunakan uji Paired t test. Hasil: berdasarkan uji paired t est didapatkan nilai p sebesar 0,000, karena nilai p<0,05, maka ada perbedaan intensitas haus sebelum dan sesudah diberikan terapi menghisap es batu. Kesimpulan: Pemberian terapi menghisap es batu berpengaruh dalam menurunkan intensitas rasa haus pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
PENGARUH TERAPI KOGNITIF MINDFULNESS TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG ISOLASI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Wicaksono, Dini Widiarti; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i1.124

Abstract

Cognitive therapy is the process of thinking, remembering, solving problems faced by someone who can change thoughts, behaviors and emotional responses and help individuals to get out of trouble. One type of cognitive therapy that can be used, namely mindfulness, can reduce the loneliness experienced by a person. This study aims to determine the effect of Mindfulness cognitive therapy on anxiety levels in Covid-19 patients in the Tangerang City Hospital Isolation Room. The sampling technique was purposive random sampling with a population of 110 people and a sample of 41 people using the Slovin formula. This research is experimental. The design with quasyexperiment design with pre and post-test design without control group is the method of this research. Comparative analysis of two paired samples with the Wilcoxon-test. From the results of the Wilcoxon-test, it was found that p value = 0.001, this indicates that there is an effect of giving Mindfulness cognitive therapy on anxiety levels in Covid-19 patients. It is hoped that the results of this study can be used as information or input in improving health services, especially regarding the effect of mindfulness therapy on anxiety levels in Covid-19 patients and Mindfulness Therapy can be applied to all patients who experience excessive anxiety, such as pre-surgery patients and SPOs are made. Abstrak Terapi kognitif yaitu proses berpikir, mengingat, pemecahan permasalahan yang dihadapi seseorang yang dapat merubah pikiran, perilaku dan respon emosi dan membantu individu untuk keluar dari kesulitan. Salah satu jenis terapi kognitif yang dapat digunakan yaitu dengan mindfulness, dapat mereduksi kesepian yang dialami seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif Mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Kota Tangerang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive random sampling dengan jumlah populasi 110 orang dan sampel sebanyak 41 orang menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini bersifat experimen. Rancangan dengan quasy-experiment design with pre and post-test design without control grup merupakan metode penelitian ini. Rancangan one group pretest-posttest design ini terdiri atas satu kelompok yang telah ditentukan dengan uji wilcoxon-test. Dari hasil uji wilcoxon-test didapatkan p value = 0.001, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi kognitif Mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada pasien Covid-19. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi atau masukan dalam meningkatkan pelayanan Kesehatan khususnya tentang pengaruh terapi mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada pasien Covid-19 dan Terapi Mindfulness bisa diterapkan untuk semua pasien yang mengalami kecemasan berlebihan, seperti pasien pre-operasi dan dibuat tandar Prosedur Operasional nya.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI ANAK USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS BAKKAL GAJAH Sihombing, Ulibasa Agustina; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i1.126

Abstract

Breast milk companion feeding begins after the baby is 6 months old. Until the age of 6 months, the baby can simply get food intake from breast milk without the addition of other foods or drinks. Untimely feeding of companion feeding can cause disruption to the growth and development of the baby. One of them is the provision of early in East Java in 2015 which is still high at 69.28%. The purpose of this study is to find out the influence of health education on maternal knowledge in the provision of Breast milk companion feeding in children aged 6-24 months at the Bakal Gajah Health Center in 2021. This study uses the design of one group pre and posttest design. The population in this study was mothers who had children aged 6-24 months at The Bakal Gajah Health Center. Sampling technique is purposive sampling. The number of samples in this study was 47 respondents. The data was collected using questionnaires. The data will be analyzed using univariate and bivariate analysis with Wilcoxon test. Wilcoxon test results obtained a value of sig=,000. There is an influence on the provision of health education on maternal knowledge in the provision of children aged 6-24 months at the Bakkal Gajah Health Center in 2021. Abstrak Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) mulai dilakukan setelah bayi berumur 6 bulan. Sampai usia 6 bulan, bayi cukup mendapatkan asupan makanan dari ASI tanpa ditambah makanan atau minuman lain. Pemberian makanan pendamping yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satunya pemberian MP-ASI dini di Jawa Timur tahun 2015 yang masih tinggi yaitu 69,28%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Bakal Gajah Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Bakal Gajah. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai sig=,000. Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu dalam pemberian MP-ASI anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Bakal Gajah Tahun 2021.
PENGARUH EDUKASI KEPATUHAN DIET TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI RAWAT INAP LANTAI 7 RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEDAN Pangaribuan, Gracia J; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.151

Abstract

Diabetes Mellitus is a degenerative disease that can be controlled with four pillars of management. Diet is one of the important things from the four pillars of diabetes mellitus management because patients do not pay attention to balanced food intake. Increased blood sugar in Diabetes Mellitus patients acts as a cause of an imbalance in the amount of insulin, therefore diet is one of the prevention so that blood sugar does not increase, with the right diet can help control blood sugar. The research objective is to determine the effect of diet compliance education on blood sugar levels in people with diabetes mellitus. Research using Quasi experiment with one group pre-post test. The population in this study were all patients diagnosed with Type II Diabetes Mellitus at 7th Floor Inpatient at Murni Teguh Hospital is around 3875 people with purposive sampling technique with a total sample of 44 respondents. The instruments used are observation sheets and use the Independent T-test. The results of this study that the majority of blood sugar levels before the education were bad as many as 31 people (70.5%) and after being given education the majority of blood sugar levels were moderate as many as 21 people (47.7%) and showed a decrease. There is an educational effect between dietary adherence and blood sugar levels in type II Diabetes Mellitus patients with a p value of 0.001. It is suggested that the next researcher is expected to conduct research using a control group with different methods either by demonstration, lecture method or brainstorming. Abstrak Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit degeneratif yang dapat dikendalikan dengan empat pilar penatalaksanaan. Diet menjadi salah satu hal penting dari empat pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus dikarenakan pasien tidak memperhatikan asupan makanan yang seimbang. Meningkatnya gula darah pada pasien Diabetes Melitus berperan sebagai penyebab ketidakseimbangan jumlah insulin, oleh karena itu diet menjadi salah satu pencegahan agar gula darah tidak meningkat, dengan diet yang tepat dapat membantu mengontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kepatuhan diet terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus. Penelitian menggunakan Quasi experimental dengan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang di diagnosis menderita Diabetes Melitus Tipe II di Rawat Inap lantai 7 Rumah Sakit Murni Teguh Medan yaitu sebanyak 3875 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembaran observasi dan menggunakan uji Independen T – test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah sebelum dilakukan edukasi mayoritas buruk sebanyak 31 orang (70,5%) dan sesudah diberikan edukasi kadar gula darah mayoritas sedang sebanyak 21 orang (47,7%) dan menunjukkan penurunan. Terdapat adanya pengaruh edukasi antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II dengan p value 0,001. Disarankan bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol dengan metode yang berbeda baik secara demonstrasi, metode ceramah atau brainstorming.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PLAYDOUGH TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3 – 6 TAHUN) DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Shadrina, Nurul; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.153

Abstract

Hospitalization is a condition of a person in a condition that requires medical treatment in a hospital to overcome and alleviate a disease or condition that can be experienced by adults and children, hospitalization that occurs in children can cause several impacts, one of which is anxiety. Anxiety is also a disturbance to the fulfillment of emotional needs, this needs to be handled as early as possible so that it does not have a bad impact on children. Play therapy is an activity carried out in helping the healing process for children which aims to relieve pain and anxiety. Playdough can provide a fun and satisfying experience and can develop children’s creativity in imagination so that play therapy using playdough is very appropriate to use during hospitalization to reduce anxiety in children. This study used a pre experimental design and used the Pre test – PostTest design method. Sampling using purposive sampling with a total sample of 15 respondens. The research instrument used was an anxiety questionnaire. The data analysis used is the Wilcoxon test. The results of the study showed that there was an effect of playdough play therapy on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children (3 – 6 years) at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Wilcoxon statistical test shos p value <0.05 (p value = 0.001), so there is an effect of playdough play therapy on anxiety levels in preschool children (3 – 6 years) at Murni Teguh Memorial Hospital in 2021 ABSTRAK Hospitalisasi merupakan suatu keadaan seseorang dalam kondisi yang mengharuskan untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit untuk mengatasi dan meringankan penyakit atau kondisinya yang dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak – anak, hospitalisasi yang terjadi pada anak dapat menyebabkan beberapa dampak, salah satunya kecemasan. Kecemasan juga merupakan suatu gangguan terhadap terpenuhinya kebutuhan emosional, hal ini perlu dilakukan penanganan sedini mungkin agar tidak berdampak buruk kepada anak. Terapi bermain merupakan kegiatan yang dilakukan dalam membantu proses kesembuhan bagi anak yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri dan cemas. Playdough dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan serta dapat mengembangkan kreativitas anak dalam berimajinasi sehingga terapi bermain menggunakan playdough sangat tepat digunakan saat hospitalisasi untuk mengurangi kecemasan pada anak. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental dan menggunakan metode PreTest – PostTest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner kecemasan. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain playdough terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3 – 6 tahun) di Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Uji statistic Wilcoxon menunjukkan p value <0.05 (p value = 0.001). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh terapi bermain playdough terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3 – 6 Tahun) di Murni Teguh Memorial Hospital Medan Tahun 2021.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Zakiyah, Siti Rohmah; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.156

Abstract

Hypertension can be stabilized by adopting a healthy lifestyle and using anti-hypertensive drugs. Lack of adherence to drug consumption is the most frequent cause of failure of antihypertensive therapy. Behavior in adherence to taking anti-hypertensive drugs is influenced by the knowledge and attitudes of hypertensive sufferers. Compliance is a major factor so that hypertension does not develop into a more severe complication. To determine the effect of behavior on the level of patient compliance in taking anti-hypertensive medication outpatients at the city hospital of Tangerang, 2020. The type of research used is a correlation study with a cross sectional approach. The sampling technique was purposive sampling. Analysis of the data in this study using a spearman test. The results showed that the patient's knowledge in taking anti-hypertensive drugs was that the majority of knowledge was sufficient for 87%, the majority of patients' attitudes in taking anti-hypertensive drugs were 85.20% positive and patient compliance in taking anti-hypertensive drugs was the majority quite obedient at 72,20%. Based on the simple multiple linear regression analysis, the results obtained from the value of the Sign. (2-tailed) = 0.000 <α = 0.05, because the value of Sign. (2-tailed) is smaller than α then accept Ha reject H0. There is a behavioral relationship on the level of patient compliance in taking anti-hypertensive drugs outpatients at Aminah hospital of Tangerang Abstrak Hipertensi dapat distabilkan dengan melakukan pola hidup yang sehat dan menggunakan obat anti hipertensi.. Kurang patuhnya konsumsi obat merupakan penyebab paling sering untuk kegagalan terapi anti hipertensi. Perilaku dalam kepatuhan mengkonsumsi obat anti hipertensi di pengaruhi pengetahuan dan sikap penderita hipertensi. Kepatuhan menjadi faktor utama agar penyakit hipertensi ini tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih parah. Untuk mengetahui pengaruh perilaku terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi pasien rawat jalan di rumah sakit kota tangerang, tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas pengetahuan cukup sebesar 87%, sikap pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas bersikap positif sebesar 85,20% serta kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi adalah mayoritas cukup patuh sebesar 72,20%. Berdasarkan analisa uji regresi linear berganda sederhana diperoleh hasil nilai dari Sign. (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05, karena nilai Sign. (2tailed) lebih kecil dibandingkan dengan α maka terima Ha tolak H0. Ada hubungan perilaku terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat anti hipertensi pasien rawat jalan di rumah sakit Aminah kota tangerang.