Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI BERMAIN MENDONGENG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PENDERITA LEUKEMIA PADA ANAK DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Simatupang, Shally Odila; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.157

Abstract

Leukemia or what is often called blood cancer originating from the spinal cord is a disease that often attacks children and adolescents. Pain is a hallmark of leukemia, affecting not only the physical condition, but also socially and emotionally to the cognitive level of the child. Pain generally occurs in the bones or joints and stomach so that this makes the treatment of sufferers also have an effect. Pain management for children is one of the important things in their treatment. Play techniques are a form of non-pharmacological therapy that is appropriate for pain management because play therapy is a medium for channeling expressions and feelings of pain as well as relaxation for children. In play therapy, storytelling is a therapy in the form of effective communication that is given directly to children by telling stories as well as distraction techniques. Through stories, not only feelings but children's emotions can also be trained, children will be able to experience feelings of sadness to joy through stories. Storytelling is a method of distraction or diversion from the focus of attention to pain to other stimuli, which is done with the aim that external stimuli given in the form of storytelling can stimulate endocrine secretion so that pain is felt to be reduced. This study used a quasi-experimental research design with a quasiexperimental method with non-equivalent control group design. Sampling using purposive sampling with a sample of 30 respondents. The research instrument used was the FLACC Score pain scale. Analysis of the data used is the Mann-Whitney test. The results showed that there was an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels in children with leukemia at the Murni Teguh Memorial Hospital Medan in 2021. The mann-whitney statistical test showed the value of asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). There is an effect of storytelling play therapy on reducing pain levels of leukemia sufferers in children at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Abstrak Leukemia atau yang sering disebut kanker darah yang berasal daari sumsum tulang belakang merupakan penyakit yang sering menyerang kalangan anak – anak dan remaja. Nyeri menjadi ciri khas dari penyakit leukemia, mempengaruhi tak hanya kondisi fisik, dan sosial juga emosi hingga kognitif si anak. Rasa nyeri pada umumnya terjadi di bagian tulang atau sendi dan perut sehingga hal ini membuat perawatan terhadap penderita juga akan berpengaruh. Penatalaksanaan nyeri untuk anak merupakan salah satu hal yang penting dalam perawatannya. Teknik bermain menjadi salah satu bentuk terapi non farmakologis yang tepat untuk penanganan nyeri karena terapi bermain merupakan media penyaluran ekspresi dan perasaan nyeri juga relaksasi bagi anak. Dalam terapi bermain, mendongeng adalah terapi berbentuk komunikasi efektif yang diberikan langsung kepada anak dengan bercerita sekaligus teknik distraksi. Melalui cerita, tidak hanya perasaaan namun emosi anak juga dapat dilatih, anak akan mampu menghayati perasaan sedih hingga gembira melalui cerita. Mendongeng menjadi metode distraksi atau pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus lain, yang dilakukan dengan tujuan agar stimulus dari luar yang diberikan dalam bentuk mendongeng dapat merangsang sekresi endokrin sehingga nyeri dirasakan berkurang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan metode quasi eksperimen with non-equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala nyeri FLACC Score. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021. Uji statistik mann-whitney menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) < 0.05 (α=0.05). Ada pengaruh terapi bermain mendongeng terhadap penurunan tingkat nyeri penderita leukemia pada anak di Murni Teguh Memorial Hospital Medan tahun 2021.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TITI PAPAN MEDAN Zahra, Rara Amalia; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 2 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i2.160

Abstract

Stunting is one of the consequences of malnutrition experienced by children under five years old, which causes children to fail to grow and are too short for their age. The prevalence of stunting in children under five in Indonesia is 30.8%. The purpose of the study was to analyze and see the factors associated with the incidence of stunting at the Puskesmas Titi Papan Medan. This research is a quantitative study using a crosssectional survey design with a total of 27 stunted toddlers in the Working Area of the Titi Papan Medan Health Center in 2022, using a total sampling technique. The instruments in this study were socioeconomic level questionnaires, mother's knowledge of nutrition and parenting styles. Data analysis method used is chi-square and multiple linear regression test. To see the most influential factor using multiple linear regression test with the result of the most influential independent variable, namely the socioeconomic level with the Standardized coefficient Beta value of 0.257. For next research, researchers can develop research by adding variables such as genetic factors and others Abstrak Stunting merupakan salah satu akibat dari kekurangan gizi yang dialami oleh anak balita (bayi dibawah lima tahun) yang menyebabkan anak gagal tumbuh dan terlalu pendek untuk seusianya. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia adalah 30,8 %. Tujuan penelitian Untuk menganalisis dan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting di Puskesmas Titi Papan Medan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan disain survey cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 27 Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Medan Tahun 2022, dengan menggunakan teknik total sampling . instrumen pada penelitian ini yaitu Kuisoner Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh orangtua. Metode Analisa data yang digunakan adalah chi-square dan uji regresi linear berganda .Untuk melihat factor yang paling berpengaruh dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan hasil Variable independent yang paling berpengaruh yaitu Tingkat social Ekonomi dengan nilai Standardized coefficient Beta yaitu sebesar 0,257. Untuk penelitian selanjutnya peneliti bisa mengembangkan penelitian dengan menambahkan variable seperti faktor genetic dan lainnya
KETEPATAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BAYI USIA 6-12 BULAN PADA IBU BEKERJA DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Nursanti, Astri; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.176

Abstract

The group of babies aged 0-12 months is one of the phases that will determine a person's survival in the future. The age of 0-24 months is a period of rapid growth and development, so it is often termed a golden period as well as a critical period, but if infants and children at this time do not get food according to their nutritional needs, the golden period will turn into a critical period that will interfere with growth and development. infants and children, both now and in the future. In order to achieve optimal growth and development, WHO/UNICEF recommends four important things that must be considered in providing appropriate food for infants and children under the age of two, one of which is providing appropriate and adequate complementary foods for breastfeeding (MP-ASI) from 6 months to 24 months. . The design of this research is descriptive quantitative which is exploratory. The population in this study were all mothers who worked at the Tangerang City Hospital who had children aged 6-12 months, with a total population of 30 people, the technique used in taking samples was total sampling. Collecting data using the instrument of accuracy of giving MP-ASI. From the results of the study, it was found that the majority of mothers gave MP-ASI <6 months (inappropriate) by 83.3% or 25 people. This happens because many factors influence the mother in making the decision to give MP-ASI. Abstrak Kelompok bayi usia 0-12 bulan menjadi salah satu fase yang sangat menentukan kelangsungan hidup seseorang di masa yang akan datang. Usia 0 – 24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga sering diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis namun apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan yang tepat untuk bayi dan anak dibawah usia dua tahun salah satunya yaitu memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan adekuat sejak 6 bulan sampai 24 bulan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang bersifat eksploratif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bekerja di Rumah Sakit Kota Tangerang yang memiliki anak usia 6-12 bulan, dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang, teknik yang digunakan dalam mengambil sampel yaitu dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen ketepatan pemberian MP-ASI. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa mayoritas ibu memberikan MP-ASI <6 bulan (tidak tepat) sebesar 83,3% atau 25 orang. Hal ini terjadi karena banyak faktor yang mempengaruhi ibu dalam mengambil keputusan untuk memberikan MP-ASI.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA SAAT MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG ONCOLOGY MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Annisa, Chalida; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.181

Abstract

Breast cancer is the highest cancer cause of death in women. Breast cancer patients are required to undergo treatment with chemotherapy. The impact that is often felt when undergoing chemotherapy is feelings of anxiety. One form of relaxation technique that can be given to reduce anxiety is by using classical music therapy. The objective is to determine the effect of classical music therapy on the anxiety level of breast cancer patients while undergoing chemotherapy. This research method is quasi-experimental research with a one group pre and post-test design approach without group control. The research was conducted at the Oncology Unit at Murni Teguh Memorial Hospital. The total population is 1,726 people and the sample is 46 people. Sampling by purposive sampling (purposive sampling). The analysis was carried out univariate and bivariate using paired sample t-test with 95% confidence level (=0.05). The result showed that anxiety of breast cancer patients when undergoing chemotherapy before being given classical music therapy Mozart mostly had severe anxiety (50.0%), or an average score of 43.63. After being given classical music therapy, most of them had mild anxiety (67.4%), or the average score was 27.91. Classical music therapy has an effect on the anxiety level of breast cancer patients while undergoing chemotherapy in the Oncology Room of Murni Teguh Memorial Hospital, with p-value = 0.000 <0.05. The average pretest score was higher than the posttest average score or decreased by 15.72 points. It is concluded that classical music therapy is effective for reducing anxiety in breast cancer patients while undergoing chemotherapy. It is recommended that nurses provide health education about non-pharmacological measures such as classical music therapy Mozart to breast cancer patients who will undergo chemotherapy to reduce the level of anxiety felt. Abstrak Kanker payudara merupakan kanker tertinggi penyebab kematian pada wanita. Penderita kanker payudara diharuskan untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapi. Dampak yang sering dirasakan saat menjalani kemoterapi yaitu perasaan cemas. Salah satu bentuk teknik relaksasi yang dapat diberikan untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan menggunakan terapi musik klasik Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat kecemasan pasien kanker payudara saat menjalani kemoterapi. Metode penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan pendekatan one group pre and post test design without group control. Penelitian dilakukan di Ruang Oncology Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 1,726 orang dan diperoleh sampel sebanyak 46 orang. Penarikan sampel dengan cara purposif (purposive sampling). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% (=0,05). Hasil menunjukkan bahwa kecemasan pasien kanker payudara saat menjalani kemoterapi sebelum diberikan terapi musik klasik Mozart sebagian besar cemas berat (50,0%), atau rata-rata skor 43,63. Setelah diberikan terapi musik klasik Mozart sebagian besar cemas ringan (67,4%), atau rata-rata skor 27,91. Terapi musik klasik berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien kanker payudara saat menjalani kemoterapi di Ruang Oncology Murni Teguh Memorial Hospital Medan, dengan nilai p-value = 0,000 < 0,05. Skor rata-rata pretest lebih tinggi dibandingkan dengan skor rata-rata posttest atau mengalami penurunan 15,72 poin. Maka dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik efektif untuk menurunkan kecemasan pasien kanker payudara saat menjalani kemoterapi. Disarankan perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang tindakan nonfarmakologis seperti terapi musik klasik Mozart kepada pasien kanker payudara yang akan menjalani kemoterapi untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dirasakan.
PENGARUH LATIHAN JALAN KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN KANKER PAYUDARA SETELAH MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG ONKOLOGI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Naibaho, Evelina; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.182

Abstract

Breast cancer is a cancer with the highest percentage of new cases. One of the treatments for breast cancer is chemotherapy. Breast cancer patients undergoing chemotherapy often experience sleep disturbances after completing their treatment. One way that can be used to overcome sleep problems is walking. The objective of this study is to determine the effect of walking exercise on sleep quality in breast cancer patients after undergoing chemotherapy. This research method is a quasi-experiment using a one group pre and post test design approach without a control group. The study was conducted in the Oncology unit of Murni Teguh Memorial Hospital Medan. The total population is 1,726 people and the research sample is 25 people using purposive sampling technique. The analysis was carried out univariate and bivariate using paired sample t-test. This study showed that the sleep quality of breast cancer patients before walking exercise was entirely in the poor category (100.0%). After walking exercise, most of them were in good category (76.0%). There is an effect of walking exercise on sleep quality in breast cancer patients after undergoing chemotherapy at Murni Teguh Memorial Hospital in 2022, p = 0.000 <0. It is concluded that walking exercises affect the quality of sleep of breast cancer patients after chemotherapy. It is recommended that nurses can provide health education about nonpharmacological measures such as walking exercises to breast cancer patients after undergoing chemotherapy to improve their sleep quality. Abstrak Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru yang tertinggi. Salah satu penatalaksanaan kanker payudara adalah kemoterapi. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi sering mengalami gangguan tidur setelah menyelesaikan pengobatannya. Cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tidur salah satunya latihan jalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan jalan kaki terhadap kualitas tidur pada pasien kanker payudara setelah menjalani kemoterapi. Metode Penelitian ini adalah Quasi Experiment menggunakan pendekatan one group pre and post test design without control group. Penelitian dilakukan di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 1.726 orang dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 25 orang. Penarikan sampel dengan cara purposive sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur pasien kanker payudara sebelum latihan jalan kaki seluruhnya dalam kategori buruk (100,0%). Setelah latihan jalan kaki sebagian besar dalam kategori baik (76,0%). Ada pengaruh latihan jalan kaki terhadap kualitas tidur pada pasien kanker payudara setelah menjalani kemoterapi di Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, p = 0,000<0,05. Maka disimpulkan bahwa latihan jalan kaki mempengaruhi peningkatan kualitas tidur pasien kanker payudara setelah menjalankan kemoterapi. Diharapkan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang tindakan nonfarmakologis seperti latihan jalan kaki kepada pasien kanker payudara setelah menjalani kemoterapi untuk meningkatkan kualitas tidurnya.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERING MEDAN Lumbantoruan, Natalin Ade Mora; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 1 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i1.211

Abstract

Lanjut usia andalah tahap akhir perkembangan kehidupan dimana akan lebih banyak terjadi penurunan kesehatan dan timbulnya penyakit yang bersifat kronis. Salah satu penurunan kesehatan yang sering terjadi pada lansia adalah penurunan pada sistem muskuloskletal. Hal ini berdampak pada aktivitas sehari-hari yang mampu mempengaruhi kemandirian hingga kualitas hidup lansia. Melakukan aktivitas fisik sehari-hari terbukti mampu menjadi obat untuk kesehatan fisik dan mental lansia hingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Sering Medan. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan survey cross sectional dengan sampel sebanyak 81 lansia. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dengan hasil terdapat korelasi yang positif antara aktivitas fisik dengan keempat domain kualitas hidup (kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan). Pada kualitas hidup terdapat nilai p value = 0,00 dengan nilai kolerasi 0,694, sedangkan pada keempat domain didapatkan nilai pada kesehatan fisik dengan p value = 0,01; r = 0,667, psikologis dengan p value = 0,00; r = 0,417, hubungan sosial dengan p value = 0,00; r = 0,601, lingkungan dengan p value = 0,00; r = 0,553. Maka dapat disimpulkan terdapat kolerasi yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Sering Medan. Namun, domain kualitas hidup yang paling berpengaruh terhadap aktivitas fisik pada lansia adalah kualitas hidup domain kesehatan fisik, dan perlu tingkatkan dengan melakukan aktivitas sehari-hari sehingga kualitas hidup lansia meningkat.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Sari, Eny Purnama; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i2.242

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure increases, namely systolic higher than 140 mmHg and diastolic higher than 90 mmHg. Hypertensive disease often attacks the elderly, this is due to a decrease in the function and endurance of the elderly. The objective is to identify the relationship between family support and compliance with taking medication in elderly people with hypertension at the Murni Teguh Ciledug Hospital. This study uses a type of quantitative research, correlation research design with a cross sectional approach. The research instrument used a family support questionnaire from Nursalam and the Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS-8). The population in this study was 134 elderly people with hypertension with a sample size of 57 respondents. Non-probability sampling technique accidental sampling type. This study found that 52 respondents received good support and 47 respondents were obedient in taking medication. Statistical tests using Chi Square obtained a value of ρ = 0.000 (ɑ = <0.05) so Ha is accepted and Ho is rejected, so it is concluded that there is a relationship between family support and compliance with taking medication in elderly people with hypertension at the Murni Teguh Ciledug Hospital. Abstrak Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat yaitu sistolik lebih tinggi 140 mmHg dan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg. Penyakit hipertensi sering menyerang kaum lanjut usia hal ini dikarenakan adanya penurunan fungsi dan daya tahan tubuh lansia. Penelitian ini bertujuan untu mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dari Nursalam dan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Jumlah populasi dalam penelitian ini 134 lansia penderita hipertensi dengan jumlah sample sebanyak 57 responden. Teknik pengambilan sample non-probability sampling jenis accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan hasil sebanyak 52 responden mendapatkan dukungan baik dan 47 responden patuh dalam minum obat. Uji statistik menggunakan Chi Square didapatkan nilai ρ = 0,000 (ɑ=<0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga disimpulkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Tahun 2023.
Hubungan Peran Kader Posyandu, Peran Tenaga Kesehatan dan Jumlah Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan Bate'e, Mercyria; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i2.248

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by many factors, and is occurring in the world, especially in developing countries. It is called stunting, stunting occurs as a result of long-lasting conditions such as poverty, inappropriate parenting behavior, and recurring illnesses due to sanitation. which is not good. This study aims to determine the relationship between the role of posyandu cadres, the role of health workers, and the number of visits by mothers of toddlers to posyandu with the incidence of stunting. This research method is quantitative with correlational type and total sampling techniques as well as Pearson correlation statistical tests. The results of the research show that there is a relationship between the role of Posyandu cadres, the role of health workers, and the number of visits by mothers of toddlers to Posyandu with the incidence of stunting, where the variable of the role of cadres has a significant value or p = 0.000 (p < 0.05), the variable of the role of health workers with the incidence of stunting. has a value of p = 0.000 (p < 0.05), and the variable number of visits by mothers of toddlers to the posyandu has a value of p = 0.000 (p < 0.05). It can be concluded that there is a significant relationship between the role of posyandu cadres, the role of health workers, and the number of visits by mothers of toddlers to posyandu, with the incidence of stunting in the working area of the Medan Titi Papan health center. Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh banyak faktor, dan sedang terjadi di dunia khususnya di negara- negara berkembang disebut stunting, kejadian stunting terjadi akibat dari suatu keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, dan penyakit berulang karena sanitasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader posyandu, peran tenaga kesehatan, dan jumlah kunjungan ibu balita ke posyandu dengan kejadian stunting. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis korelasional dan teknik total sampling serta uji statistic korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada Hubungan Peran Kader Posyandu, Peran Tenaga Kesehatan, dan Jumlah Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu dengan Kejadian Stunting, dimana variabel peran kader memiliki nilai signifikan atau p = 0,000 (p< 0,05), variabel peran tenaga kesehatan dengan kejadian stunting memiliki nilai p = 0,000 (p< 0,05), dan variabel jumlah kunjungan ibu balita ke posyandu memperoleh nilai p = 0,000 (p< 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran kader posyandu, peran tenaga kesehatan, dan jumlah kunjungan ibu balita ke posyandu, dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Titi Papan Medan.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Intensitas Nyeri Insersi AV-Fistula Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Wati, Rinda Anugrah; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i2.253

Abstract

Hemodialysis with dialysis is a common treatment method to remove toxic waste products when the kidneys are not functioning due to decreased vascular access of vital parts for hemodialysis. Arterious fistula (FAV) or Brescia Cimino shunt (Brescia-Cimino Shunt) is still considered as the best vascular access for HD with its high patency. AV fistula puncture pain is a real problem for hemodialysis patients. Non-pharmacological therapy to reduce pain is by listening to classical music. Preliminary studies conducted at Murni Teguh Ciledug Hospital obtained data on patients undergoing hemodialysis. The objective of the study is to identify the effect of classical music therapy on the pain intensity of AV-fistula insertion of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Research method is Quasi experiment design with one group comparison pretest-posttest design, with the sampling technique is purposive sampling. Normality test with shapiro-wilk test and analysis technique using wilcoxon test. The results were based on the wilcoxon test, the p value is 0.000, because the p value <0.05, there is a difference in pain intensity before and after classical music therapy. It is concluded that classical music therapy has an effect in reducing the pain intensity of av-fistula insertion of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Abstrak Hemodialisa dengan dialisis adalah metode pengobatan umum untuk membuang produk limbah beracun ketika ginjal tidak berfungsi karena penurunan akses vascular bagian vital untuk hemodialisis. Fistula Arterious (FAV) atau pirau Brescia Cimino (Brescia-Cimino Shunt) masih dianggap sebagai akses vaskuler terbaik untuk HD patensinya yang tinggi. Nyeri tusukan AV fistula adalah masalah yang nyata bagi pasien hemodialisa. Terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah dengan mendengarkan musik klasik. Studi pendahuluan yang dilakukan di RS Murni Teguh Ciledug didapatkan data pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap intensitas nyeri insersi av-fistula pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian menggunakan Quasi experiment design dengan one group comparison pretest-posttest design, dengan Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling. Uji normalitas dengan shapiro-wilk test dan teknik analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil dengan menggunakan uji wilcoxon pada didapatkan nilai p sebesar 0,000, karena nilai p<0,05, maka ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik. Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi musik klasik berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri insersi av-fistula pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Hubungan Frekuensi Sikat Gigi, Pola Sikat Gigi, Dan Makanan Kariogenik Terhadap Angka Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Medan Selpiana, Rizki; Wahyu, Afnijar
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i2.260

Abstract

Globally, as many as 78% of children in the world, which is about 573 million children suffer from untreated dental diseases, including dental carries. In a study using Riskesdas 2018 data, the prevalence of dental caries in the age group 5 years and over was 93.4%. The objective of this study is to determine the relationship between toothbrush frequency, toothbrush pattern, cariogenic food and the incidence of dental caries in elementary school-aged children. This study uses a quantitative method with a cross-sectional survey type, located in the working area of ​​the Sentosa Baru Health Center, Medan from May to July 2022. There are 58 samples selected using Quota Sampling. Chi Square test was used to analyze the data in this study. The results of this study indicate that there is a significant relationship with the frequency of toothbrushing, and the pattern of toothbrushing with a value of p = 0.028 or p < 0.005. In the cariogenic food variable using the chi square test, the p value = 0.112 or p > 0.005, then H0 is accepted and Ha is rejected. It is concluded that there is a significant relationship between toothbrush frequency and toothbrush pattern with dental caries. Meanwhile, there was no significant relationship between cariogenic food and dental caries. This is expected to improve dental and oral health by maintaining the frequency of toothbrushing and toothbrushing patterns and reducing the consumption of cariogenic foods that can prevent dental caries. Abstrak Secara global sebanyak 78% anak-anak didunia, yaitu sekitar 573 juta anak menderita penyakit gigi yang tidak terawat termaksud karies gigi. Dalam penelitian dengan data Riskesdas 2018 prevalensi karies gigi pada kelompok usia 5 thn keatas adalah 93,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi hubungan frekuensi sikat gigi, pola sikat gigi, makanan kariogenik dengan angka kejadian karies gigi pada anak usia sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode yang bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian survey cross sectional, berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Sentosa Baru Medan pada bulan Mei s/d Juli 2022. Terdapat 58 sampel yang di pilih menggunakan Kuota Sampling. Uji Chi Square digunakan untuk menganalisa data pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi sikat gigi terhadap karies gigi dnegan nilai p = 0.000, atau p < 0.005 dan pola sikat gigi dengan nilai p = 0.235 atau p < 0.005. Pada variabel makanan kariogenik didapat nilai p = 0.895 atau p > 0.005, maka H0 di terima dan Ha di tolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi sikat gigi dan pola sikat gigi dengan karies gigi serta makanan kariogenik dengan karies gigi. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan gigi dan mulut dengan menjaga frekuensi sikat gigi dan pola sikat gigi serta mengurangi mengurangi konsumsi makanan kariogenik yang dapat mencegah terjadinya karies gigi.