Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perkembangan Anak ditinjau dari Teori Konstruktivisme Sunanik, Sunanik
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2014): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v2i1.491

Abstract

Education can be viewed as a lifelong learning process which is planned and organized. Constructivist theory states that every person develop through a series of levels that must be taken, but childhood can help students to prepare and get new understanding through activities and social interactions. This method gives the teachers views about learning readiness. Once they understand how a kid knows the world, so they can plan the experience in order to deepen and strengthen their knowledge. Children who learn are not only imitated or reflected with the taught or what he read, but also to create understanding. When children interact with their environment, they build schemes variety, arrangements or patterns. This is the basis for more complex structures in the development of the mental activity. the implications of the theory of constructivism in early childhood education are as follows: (1) the purpose of education according to the theory of constructivism learning is to produce individuals or children who have ability to think or solve any problems, (2) curriculum is designed in a situation that enabling knowledge and skills can be constructed by learners. In addition, training is often done through a problem solving group to analyze problems in their life, and (3) the learners are always expected to be active and can find a way of learning better
Perkembangan Anak ditinjau dari Teori Konstruktivisme Sunanik, Sunanik
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2014): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.644 KB) | DOI: 10.21093/sy.v2i1.491

Abstract

Education can be viewed as a lifelong learning process which is planned and organized. Constructivist theory states that every person develop through a series of levels that must be taken, but childhood can help students to prepare and get new understanding through activities and social interactions. This method gives the teachers views about learning readiness. Once they understand how a kid knows the world, so they can plan the experience in order to deepen and strengthen their knowledge. Children who learn are not only imitated or reflected with the taught or what he read, but also to create understanding. When children interact with their environment, they build schemes variety, arrangements or patterns. This is the basis for more complex structures in the development of the mental activity. the implications of the theory of constructivism in early childhood education are as follows: (1) the purpose of education according to the theory of constructivism learning is to produce individuals or children who have ability to think or solve any problems, (2) curriculum is designed in a situation that enabling knowledge and skills can be constructed by learners. In addition, training is often done through a problem solving group to analyze problems in their life, and (3) the learners are always expected to be active and can find a way of learning better
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Sunanik, Sunanik; Robingatin, Robingatin; Hamdian, Mia Aspita
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 1 No 1 (2022): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, January 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.858 KB)

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan ditemukan berbagai macam kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan anak, salah satunya adalah kegiatan Finger Painting. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini kegiatan Finger Painting bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak di KB Matahari Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), lokasi penelitian di KB Matahari Kecamatan Muara Badak. Peserta didik berjumlah 12 orang dengan 5 orang anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Penelitian dilakukan 2 siklus dengan 3 kali pertemuan. Kegiatan Finger Painting dengan indikator yaitu Kelentukan Jari - Jemari, Menuang Cat Warna Ketempat Penampung (wadah, mangkuk), Keluwesan gerak Jari Tangan anak mencampurkan Cat Warna. Sebelum dilakukan tindakan, kemampuan anak masih 20%. Setelah dilakukan tindakan, kemampuan anak mulai meningkat pada siklus 1 kemampuan anak menjadi 54% dengan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH), dan pada siklus 2 kemampuan Finger Painting anak meningkat menjadi 86% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Pada siklus 2 sudah mencapai kriteria yang ditetapkan yaitu berkembang sangat baik (BSB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan Finger Painting, kemampuan motorik halus anak di KB Matahari Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara dapat ditingkatkan.
Implementasi Permainan Kartu Kata dalam Menstimulasi Kemampuan Keaksaraan Awal Sunanik, Sunanik; Juhairiah, Juhairiah; Sari, Wahyu Purnama
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 1 No 2 (2022): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, July 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.348 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi Permainan Kartu Kata Dalam Menstimulasi Kemampuan Keaksaraan Awal Anak Pada Kelompok B. Peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari kepala sekolah dan guru kelas kelompok B. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dilakukan antara lain: pada perencanaan, guru mempersiapkan RPPM dan RPPH. Pada tiap RPPH terdapat lima kegiatan inti, dua dari kegiatan tersebut merupakan kegiatan tambahan yaitu kegiatan permainan kartu kata, Guru melakukan penataan lingkungan kelas, Guru mempersiapkan alat dan bahan kegiatan bermain dengan menggunakan media utama kartu kata dan alat bahan lainnya sesuai permainan kartu kata apa yang akan dilaksanakan. Pada pelaksanaan Guru melaksanakan enam permainan kartu kata yaitu permainan bola bowling suku kata, kartu kata puzzle, kartu kata dadu, kartu kata jejak kaki, kartu memori, dan permainan teratai suku kata. Sebelum bermain Guru mengajak anak bernyanyi kartu kata bersama, Guru menjelaskan dan mencontohkan cara bermain kartu kata. Pada evaluasi Guru melakukan evaluasi kegiatan permainan kartu kata dengan beberapa tahap yaitu, guru mengevaluasi dengan memberikan penugasan pada anak, guru mengamati anak saat proses kegiatan evaluasi, guru memfoto anak atau mendokumentasi kegiatan evaluasi, guru melakukan teknik penilaian observasi, dan yang terakhir guru melakukan penilaian teknik checklist.
Problematika Pelaksanaan Bermain Kolase dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini pada Masa Pandemi Covid-19 Mujahidah, Mujahidah; Sunanik, Sunanik; Saputri, Nuriesta Rusjianto
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 1 No 1 (2022): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, January 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.104 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pelaksanaan bermain kolase dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini di TK Al-Muttaqqin dan solusi untuk mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskripstif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dari problematika pelaksanaan bermain kolase pada masa pandemi yaitu pembelajaran offline yaitu pembelajaran tidak tercapai dengan maksimal. Problem pelaksanaan yaitu pelaksanaan yang lumayan sulit untuk bermain kolase dan waktu yang kurang maksimal. Problem anak yaitu anak akan kecewa. Problem tujuan yaitu indikator yang tidak tercapai serta problem evaluasi. Pembelajaran online yaitu problem pembelajaran yaitu minimnya pengetahuan orang tua tentang kolase. Problem pelaksanaan yaitu pertisipasi orang tua yang kurang serta waktu pengerjaannya tidak sesuai yang diharapkan. Problem evaluasi yaitu hasilnya tidak sesua yang diharapkan guru. Problem orang tua yaitu kurangnya waktu untuk menemani anak dan sulitnya menghadapi mood anak. Solusi dari problematika tersebut adalah solusi kepala sekolah yaitu lebih kompak mempersiapkan bahan ajar, partisipasi orang tua, komunikasi yang baik dari semua pihak, konsultasi kepala sekolah, guru, serta orang tua. Solusi guru yaitu partisipasi orang tua yang ikut andil, mengingatan kepada orang tua. Solusi orang tua, wajib memberikan pengertian kembali kepada anak dan menyisihkan waktu untuk melakukan pembelajaran.
Problematika Guru dalam Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus di TKIT Ar Rajwaa Samarinda Khoirunnisa, Khoirunnisa; Saugi, Wildan; Sunanik, Sunanik
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Vol 4 No 2 (2025): BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal, July 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bocah.v4i2.11162

Abstract

This study aims to examine the challenges faced by teachers in the learning process of children with special needs (CWSN) at TKIT Ar Rajwaa Samarinda. CWSN, such as children with Autism Spectrum Disorder (ASD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), and speech delay, require special attention and approaches, particularly in early childhood education. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman. The validity of the data was tested through triangulation of techniques and sources to ensure the credibility of the findings. This study not only outlines the obstacles encountered by teachers, such as limited understanding, difficulties in managing inclusive classrooms, communication barriers, challenging behaviors, inadequate facilities, and difficulties in implementing individualized lesson plans, but also describes the practical strategies adopted by teachers, including direct observation, self-initiated training, and learning modifications. These findings contribute to the development of inclusive education practices in Islamic-based institutions and enrich the literature on handling CWSN in early childhood settings, particularly as a reference for teachers, educational institutions, and policymakers in designing inclusive learning strategies.
Analisis Kesalahan Struktur Kalimat pada Karangan Deskripsi Siswa SDN 012 Sungai Pinang, Samarinda Maharani, Salsabila Aulia; Juhairiah, Juhairiah; sunanik, Sunanik
Borneo Journal of Primary Education Vol 5 No 1 (2025): Borneo Journal of Primary Education, 5(1), Februari 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjpe.v5i1.11411

Abstract

Kemampuan dalam memahami struktur kalimat masih menjadi persoalan kompleks di kalangan siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia sejak dini. Adapun penggunaan struktur kalimat yang tepat ini menjadi kunci utama dalam membentuk tulisan yang mudah dipahami oleh orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab kesalahan dalam karangan deskripsi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Terdapat kesalahan struktur kalimat pada siswa, ini terlihat pada ketidakmampuan dalam menyusun kalimat sesuai kaidah Bahasa Indonesia, seperti kalimat tanpa subjek, kalimat tanpa predikat dan penggunaan konjungsi secara berlebihan, serta tidak mampu mendeskripsikan objek secara konkret; (2) Faktor keterbatasan tersebut diakibatkan karena minimnya latihan dan pemahaman kosakata siswa terhadap struktur kalimat, serta pengaruh bahasa daerah yang digunakan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa ketidakmampuan siswa menyusun kalimat yang benar disebabkan karena faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga perlu adanya pembelajaran secara intens oleh guru.
Strategi Penerapan Disiplin dan Etos Kerja Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dalam Membentuk Generasi Z Islami Gianto, Gianto; Sunanik, Sunanik
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.2135

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi bahwa nilai-nilai agama yang dahulu kental ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat sudah mulai tergerus arus globalisasi. Di tengah masalah krisis moral bangsa yang hari ini terjadi, dan ketika pendidikan umum sudah tidak lagi memadai untuk dapat memenuhi tuntutan perbaikan karakter dan moral bangsa, pendidikan agama Islam yang justru seharusnya menjadi ujung tombak dalam pembentukan karakter Generasi Z menuju generasi Islami pada masa depan. Kesadaran pemangku kebijakan dan pengelola Madrasah Aliyah (kepala sekolah, guru dan karyawan) untuk membentuk karakter Generasi Z menuju generasi Islam modern menjadi sangat penting. Generasi Islam modern menurut pandangan peneliti adalah generasi yang menguasai teknologi informasi dan agama sekaligus. Ketika ilmu pengetahuan berperan dalam pengembangan teknologi secara empiris (hard skill) Generasi Z, maka ilmu agama berperan dalam pengembangan kualitas kemanusiaan (soft skill) Generasi Z. Jika hal ini terjadi, maka cita-cita untuk mencetak Generasi Z yang Islami sudah tercapai. Generasi Z yang mahir dalam teknologi sekaligus Generasi Z yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara tugas Madrasah Aliyah sebagai ujung tombak pembentukan karakter Generasi Z Islami telah sukses dilaksanakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pendekatan penelitian mengunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan kepala sekolah. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul melalui tiga teknik tersebut kemudian diperiksa keabsahannya dengan pengecekan kreadibilitas. Pelaksanaan kreadibilitas data mengunakan teknik trianggulasi. Teknik analisis data yang digunakan mengunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa strategi penerapan disiplin dan etos kerja siswa dalam membentuk generasi z yang Islami di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Paser yaitu melalui penerapan tata tertib dan percontohan guru, sedangkan untuk etos kerja siswa adalah memiliki orientasi kemasa depan, sanggup kerja keras serta menghargai waktu, bertanggung jawab, hemat dan sederhana, tekun dan ulet dan berkompetensi secara jujur dan sehat.
Mengembangkan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Kerangka Filsafat Pendidikan Islam Gianto, Gianto; Sunanik, Sunanik
SCHOLASTICA: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LP3M STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berbasis kearifan lokal (local wisdom) merupakan pendekatan penting dalam pendidikan yang dapat memperkuat identitas budaya bangsa serta membangun karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menggali bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam pendidikan berbasis filsafat pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis teoretis, artikel ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam konteks pendidikan Islam dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat memperkaya proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dapat memperkuat karakter, meningkatkan kecerdasan sosial, serta mengembangkan identitas budaya siswa, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan dalam Islam yang menekankan pada keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas.