Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Almikanika

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Supanto, Supanto; Fardiansyah, Ahmad Adit; Al-Kindi, Hablinur; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i2.5822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panas yang dihasilkan tungku reaktor. Dapat mengetahui hasil beberapa perlakuan jenis plastik performa yang lebih baik dari minyak yang dihasilkan. Menganalisis performa kondensor proses pirolisis.  Mengetahui energi yang terjadi dalam kondensor tipe shell and tube. Analisis laju perpindahan panas pada reaktor serta mencari nilai heatloss pada reaktor.
ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL TEH HIJAU HASIL EKSTRAKSI DENGAN METODE ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION (UAE) COLD BREW Khasanah, Nunung Dwi Nur; Rahmat, Mamat; Al-Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 3 No 3 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i3.6710

Abstract

Ekstraksi teknik cold brew mulai berkembang dikalangan masyarakat yaitu menggunakan air bersuhu ruang yang didiamkan 6-18 jam. Metode ini digunakan untuk menyeduh kopi atau teh dengan kualitas yang baik tapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu metode ekstraksi yang lebih cepat tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Salah satunya yaitu Ultrasonic assisted extraction (UAE) merupakan metode ekstraksi berbantu ultrasonik yang dapat menghasilkan ekstrak cukup baik pada suhu ruang dalam waktu yang lebih singkat bahkan mampu menghasilkan ukuran partikel dalam skala nanometer. Untuk itu, dilakukan penelitian ekstraksi teh hijau menggunakan metode UAE dalam temperatur rendah (dibawah suhu ruang). Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap ukuran partikel menggunakan UAE cold brew serta menentukan waktu dan suhu optimum pengekstraksi untuk menghasilkan berat terekstraksi tertinggi dan melakukan analisis distribusi ukuran partikel ekstrak yang dihasilkan. Proses UAE menggunakan air suhu (10, 15, 20 ºC) dan waktu (5, 10, 30 menit). Sebagai kontrol dilakukan ekstraksi maserasi cold brew menggunakan suhu ruang selama 12 jam didiamkan pada lemari pendingin  dan hot brew suhu 70ºC selama 10 menit. Analisis kepekatan warna dilakukan untuk menentukan sample yang akan diuji PSA. Hasil analisis kepekatan warna menunjukan ekstraksi UAE suhu 10ºC dengan variasi waktu 5,15,30 menit yang paling sesuai dengan karakteristik larutan teh hijau. Uji PSA menghasilkan ukuran paling kecil pada suhu 10ºC selama 30 menit dengan rata-rata ukuran 293.64 nm. Waktu dan suhu optimum untuk menghasilkan berat terekstraaksi terbanyak pada suhu 20ºC 30 menit sebesar 0,82 gram dari 6 gram sample teh hijau. Hasil ini menunjukan ekstraksi UAE dapat mempersingkat waktu, meningkatkan berat terekstraksi dan menghasilkan ukuran nanometer.Kata kunci :  Cold Brew; Ekstraksi; PSA; Teh Hijau; UAE ABSTRACT The extraction of cold brew techniques has begun to develop among the community, by using room temperature water that is left to rest for 6-18 hours. This method is used to brew coffee or tea with good quality but it takes a long time. Therefore, it needs a faster extraction method without reducing the quality of the product produced. One of them is Ultrasonic assisted extraction (UAE) which is an ultrasonic-assisted extraction method that can produce extracts quite well at room temperature in a shorter time and is even able to produce particle sizes on the nanometer scale. For this reason, a research on green tea extraction was carried out using the UAE method at low temperature (below room temperature). The purpose of this study is to determine the effect of temperature and extraction time on particle size using UAE cold brew and to determine the optimum extraction time and temperature to produce the highest extracted weight and analyze the particle size distribution of the extracts. The UAE process uses water temperature (10, 15, 20 ºC) and time (5, 10, 30 minutes). As a control, the cold brew maceration extraction was carried out using room temperature for 12 hours, left in the refrigerator then hot brew at 70ºC for 10 minutes. Color density analysis is carried out to determine the sample to be tested for PSA. The results of the color density analysis showed that the UAE extraction temperature was 10ºC with a time variation of 5.15.30 minutes which was the most suitable with the characteristics of the green tea solution. The PSA test produced the smallest size at 10ºC for 30 minutes with an average size of 293.64 nm. The optimum time and temperature to produce the most extracted weight were at 20ºC 30 minutes at 0.82 grams from 6 grams of green tea samples. These results showed that the UAE extraction can shorten the time, increase the weight extracted and produce a nanometer size.Keywords : Cold Brew; Extraction; PSA; Green tea; UAE
UJI KINERJA POMPA SENTRIFUGAL PADA SISTEM ALAT UJI HEAT EXCHANGER JENIS CONCENTRIC TUBE ALIRAN SEARAH Darmawan, Ryan; Sutoyo, Edi; Al-Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 4 No 3 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i3.7270

Abstract

Heat Exchanger atau alat penukar panas adalah alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan dapat pula berfungsi untuk pemanas maupun sebagai pendingin. Penelitian ini bertujuan agar menjadikan alat uji Heat Exchanger dapat berfungsi secara optimal sehingga menghasilkan data yang sesuai. Salah satu komponen yang digunakan untuk mengalirkan fluida di dalam Heat Exchanger adalah pompa sentrifugal. Setelah dilakukan uji kinerja untuk pompa yang dipilih, pompa bekerja dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan.  Kata Kunci : Sistem Uji, Heat Exchanger, Concentric Tube
ANALISA PERHITUNGAN KESETIMBANGAN MASSA DAN KALOR PADA UNIT ROTARY DRYER Putri, Anggi Sagitha; Al-Kindi, Hablinur; Sumadi, Sumadi
ALMIKANIKA Vol 4 No 3 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i3.7853

Abstract

ABSTRAKPembuatan semen terdiri dari beberapa tahap yaitu penambangan dan penyiapan bahan baku, pengeringan dan penggilingan bahan baku, pembakaran dan penggilingan akhir. Pengeringan dan penggilingan bahan baku dilakukan di raw mill unit. Proses ini penting dilakukan untuk mengurangi beban pada burning unit dan finish mill unit. Pada penelitian ini digunakan rotary dryer sebagai alat pengering bahan baku, kemudian grinding mill sebagai alat penggilingan dan pengeringan bahan baku. Rotary dryer berfungsi untuk menghilangkan/mengurangi kadar air sandy clay sebelum masuk grinding mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa input dan output diagram alir massa dan panas, menghitung efisiensi rotary dryer dengan kapasitas 34.000 kg/jam dan menghitung panas yang hilang di rotary dryer. Metodologi penelitian ini menggunakan Analisa Kesetimbangan massa dan panas. Hasil penelitian ini mengenai proses pengeringan bahan baku semen dengan menggunakan rotary dryer didapat bahwa masukan ke sistem pengeringan antara lain: sandy clay dan gas panas sedangkan keluaranya berupa sandy clay produk kering dan gas panas.Efisiensi hasil perhitungan panas dimana rotary dryer sebesar 60,76%. Panas yang hilang ketika proses pengeringa di rotary dryer sebesar 39.24%.Kata kunci :  kesetimbangan; massa; panas; rotary dryer; sandy clay  ABSTRACT Cement making consisting of several mining stages, namely, and the provision of raw materials , drying and grinding raw materials , burning and grinding the end of .Drying and grinding raw materials was conducted in raw mill unit .The process it is important be taken to reduce a load on burning units and crossed the finish line mill unit .To research is used rotary blow dryer as the dryer raw materials , then grinding mill as a means of milling and drying raw materials .Rotary blow dryer serves to dispel / reduce the moisture content of sandy clay prior to entering grinding mill .This study aims to to analyze the input and output mass and heat , counting efficiency rotary blow dryer with the capacity of 34.000 kg per hours and counting heat who went missing in rotary blow dryer .Was used in the study methodology analysis equilibrium mass and heat .The result of the drying cement raw material obtained by using rotary dryer that input to the system include drying: sandy clay and hot gas while output sandy clay products such as dry and the results of hot gas. efficiency where rotary 60,76. dryer by percent. The heat lost when the process in a rotary dryer 39.24. dryer by percent. Keywords:  equilibrium; mass; heat; rotary dryer; sandy clay
Analisa Pressure Drop Pada Prototype Instalasi Pipa Industri Firdaus, Andika; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8015

Abstract

Pada dunia industri sistem pemipaan banyak digunakan untuk mendistribusikan fluida. Pendistribusian fluida pada sistem pemipaan, akan terjadi hambatan yang dapat membuat hilangnya suatu energi. Pendistribusian dan hilangnya suatu energi aliran fluida pada pipa, tidak dapat kita amati secara langsung. Untuk itu dilakukan pengujian rugi – rugi aliran pada alat uji rugi-rugi aliran. Pengujian tersebut seperti pengujian terhadap komponen-komponen alat uji, serta memastikan pendistribusian fluida berjalan dengan lancar. Pengujian ini dilakukan pada pipa carbon steel dengan ukuran berbeda pada sisi isap dan sisi tekan, menggunakan pressure gauge. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan penurunan tekanan pada prototype instalasi sistem perpipaan industri. Dari pengujian rugi-rugi aliran dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tekanan yang diakibatkan gangguan lokal, seperti belokan, pembesar penampang, sambungan aplikasi pada pipa dan adanya kerugian yang diakibatkan oleh gesekan antara fluida dengan dinding pipa. Hasil perhitungan teoritis mendapatkan: head total pompa 5,8 m, rugi rugi mayor 2,1226 m, rugi-rugi minor 1,5243 m, dan pressure drop 35,7 kilo pascals (5psi).Kata Kunci: fluida; instalasi; pipa; pressure drop; pressure gauge  
UJI KINERJA PROTOTYPE PIPA INDUSTRI MENGGUNAKAN PNEUMATIK TEST ASME SECTION 8 DIV 2 Sena, Aditya Angga; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur; Fitriani, Fitriani
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8019

Abstract

Sistem instalasi perpipaan merupakan suatu sistem yang sangat penting pada kebutuhan industri. Pipa pada umumnya berguna untuk mengalirkan suatu fluida baik itu cair maupun gas, dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan memanfaatkan bantuan mesin ataupun pompa. Pengujian merupakan tahapan terpenting dalam membuat suatu alat, karena dengan adanya suatu pengujian dapat diketahui kinerja dari alat yang dibuat: apakah dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan apa yang ditargetkan. Selain itu dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dari alat yang dibuat. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap prototype instalasi pipa industri dengan menerapkan sistem pneumatik test untuk mengetahui kebocoran yang mungkin terjadi. Tekanan pengujian yang digunakan mengikut standar ASME Section 8 Div 2 dengan tekanan maksimal 3,66 bar pressure. Hasil pengujian menunjukkan kebocoran terjadi pada setiap packing instalasi pipa.