Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Teknologi Informasi di Wilayah PDM Kabupaten Klaten melalui Metode Sosialisasi Interaktif Supanto, Supanto; Ismunarno, Ismunarno; Parwitasari, Tika Andarasni; Budyatmojo, Winarno; Fitriono, Riska Andi; Widiyanti, Siwi
Gema Keadilan Vol 10, No 3 (2023): Gema Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gk.2023.20954

Abstract

Kemajuan teknologi memengaruhi perilaku masyarakat dan dampak dari penggunaan teknologi mengindikasi kemunculan suatu tindak pidana. Phising merupakan salah satu kejahatan dunia maya yang mana seseorang dapat menyamar lalu menghubungi korbannya untuk memberikan data sensitif seperti informasi data pribadi. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi korban. Permasalahan maraknya kejahatan teknologi informasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hukum merupakan sarana perubahan, sehingga hukum dapat memicu perubahan dalam masyarakat dimana hukum mempunyai kekuatan sosial yang mengikat. Kegiatan sosialisasi hukum dan peraturan perundang-undangan di bidang teknologi informasi wajib untuk dilakukan, hal ini bertujuan untuk mengupayakan pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi dalam rangka pembinaan dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Kegiatan Sosialisasi dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan kepada para peserta tentang bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan kejahatan teknologi informasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan adalah peserta memahami materi dengan baik.
Tinjauan Hukum Jual Beli Tembakau Tanpa Dilengkapi Dengan Bukti Tertulis Iswanto, Iswanto; Supanto, Supanto; Surbakti, Natangsa
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum Vol 9, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/lljih.v9i2.376

Abstract

Abstrak Jual beli merupakan kegiatan tukar menukar yang dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli. Salah satu sektor jual beli yang terjadi adalah sektor perekonomian tembakau. Masyarakat Desa Klepu, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah dalam melakukan jual beli masih dilandaskan dengan asas kepercayaan dan tanpa adanya bukti secara tertulis. Hal ini mendasari tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana legalitas dan perlindungan hukum perjanjian jual beli tembakau tanpa dilengkapi dengan bukti tertulis dan untuk mengetahui akibat hukum Pidana yang timbul jika salah satu dari pihak penjual atau pembeli melakukan penipuan. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan melakukan pengumpulan data dan wawancara terhadap responden yang dilakukan di Desa Klepu, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71% masyarakat melakukan jual beli dilengkapi dengan bukti tertulis dan sebanyak 29% melakukan jual beli tanpa dilengkapi bukti tertulis. Hal ini dapat dikatakan bahwa angka atau tingkat kepercayaan masyarakat masih cukup tinggi khususnya dalam melakukan jual beli, Dalam sistem jual beli tembakau tanpa di lengkapi bukti tertulis bisa memberikan dampak kerugian dan bisa mengarah ke tindak pidana penipuan sebagaimana telah diatur dalam pasal 378 KUH Pidana tentang tindak pidana penipuan diancam penjara maksimal 4 tahun. Kata Kunci: Jual Beli, Asas Kepercayaan, Tanpa Bukti Tertulis, Penipuan Abstract Buying and selling is an exchange activity carried out by the seller and the buyer. One of the trading sectors that occurs is the tobacco economy sector. The people of Klepu, Kranggan, Temanggung, Central Java, in buying and selling are still based on the principle of trust and without any written evidence. This underlies the objectives of the study, namely to find out how the legality and legal protection of the tobacco sale and purchase agreement without written evidence and to find out the consequences of criminal law that arise if one of the sellers or buyers commits fraud. This research is included in qualitative research by collecting data and interviewing respondents in Klepu Village, Kranggan, Temanggung, Central Java. The results showed that as many as 71% of the people made buying and selling equipped with written evidence and as many as 29% made buying and selling without any written evidence. It can be said that the number or level of public confidence is still quite high, especially in buying and selling. In the tobacco trading system without written evidence it can have a negative impact and can lead to criminal acts of fraud as regulated in article 378 of the Criminal Code regarding the act of the criminal of fraud is punishable by a maximum of 4 years in prison.
Regulating Fake News and Hoaxes: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia Supanto, Supanto; Saefudin, Yusuf; Ismail, Noorfajri; Susanti, Rahtami; Adi, Lutfhi Kalbu
Journal of Human Rights, Culture and Legal System Vol. 3 No. 3 (2023): Journal of Human Rights, Culture and Legal System
Publisher : Lembaga Contrarius Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53955/jhcls.v3i3.113

Abstract

Indonesia and Malaysia already have regulations prohibiting the spreading of fake news and hoaxes. However, the critical question is whether these regulations can tackle the spread of fake news and hoaxes, considering their detrimental impact on the economy and reputation. This is aimed at comprehensively understanding the legal framework in both countries. This research was designed using the normative juridical method. The approaches used are statutory approach, conceptual approach, and comparative approach. The result show Indonesia's penal policy was recently created by passing a new Criminal Code. It seeks to protect public order, public welfare, and democratic values, emphasizing a balance between freedom of speech and combating the adverse effects of hoax and fake news. Meanwhile, Malaysia employs regulatory measures through the Communication and Multimedia Content Forum, relying on voluntary compliance and cooperation from various stakeholders. Looking ahead, emerging technologies and methodologies in digital forensics offer promise for more effective means of identifying the origins of fake news
Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas Vii Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar Indramayu Supanto, Supanto; Fanirin, Moch Hasyim; Arifin, Moh Mas'ud
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 1 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Februari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i1.4733

Abstract

Based on observations in several Madrasah Ibtidaiayah and Madrasah Tsanawiyah neighborhoods in the areas of Mekarsari, Haukolot and Gantar, many students when asked Arabic they looked embarrassed and could not answer from this problem which motivated the author to raise the title related to "Analysis of the Factors of Difficulty in Learning Arabic Students class VII at Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar. Indramayu". The purpose of this study 1) To find out what factors are the difficulties in learning Arabic for the seventhgrade students of Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar Indramayu 2) To find out what affect the difficulties in learning Arabic for the seventh grade students of Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar Indramayu. This research method uses qualitative descriptive by using a naturalistic qualitative approach. The object of this research is Arabic teacher and seventh grade student of Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar. The data sources of this research use primary data and secondary data. Data collection procedures use observation, interviews and documentation. Based on the results of the study, the factors of difficulty in learning Arabic at MTs Nurul Hikmah Gantar can be concluded that the factors that cause students difficulties in learning Arabic include 1) lack of interest and motivation from within students to learn Arabic, second, namely the difficulty of students reading and understanding the meaning of Arabic. of every Arabic vocabulary, third is parental attention to students about awareness and encouragement to learn outside school, fourth is the teacher's delivery method which is too monotonous, that is, only uses the lecture method and the use of learning media only uses books so that students feel not interested in learning. Arabic 2) influence the difficulty of learning Arabic for students of grade VII Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar Indramyu internal students, school environment factors and family and community environments.
A Comparative Study of Gay and Lesbian Movement in Indonesia and America for the Struggle of Equality Recognition Pawestri, Aprilina; Supanto, Supanto; Isharyanto, Isharyanto
Jurnal Cita Hukum Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i2.12012

Abstract

Abstract:Studies of sexual orientation or sexual behavior in homosexual groups have been carried out from various aspects, such as religion, health, psychology, philosophy, anthropology, and law. This paper aims both on conducting studies of sexual orientation in gays and lesbians, and also in its movement. This study focuses on the comparison by discussing the history of the entry of gays and lesbians in America first. United State has made policy with the granting of same-sex marriage rights through the 2015 Obergefell Supreme Court ruling; hence, the rejection of same-sex marriage was unconstitutional action. Churches also dare to facilitate the process of same-sex marriage, by reason of following state decisions. The LGBT movement especially gays as a pioneer called the Gay Liberation Movement has a strong influence in America in fighting for equality, and has a big contribution to the granting of the right to same-sex marriage. This right is also supplemented by adoption rights. If this condition is compared to Indonesia which has lots of similar movement and becomes one of the biggest movements in Southeast Asia, in contrast, the majority of people reject the status. Meanwhile, gays and lesbians demand on the basis of human rights protection. Related to this condition, Indonesia has different views on human rights values. Human rights have universal principles, yet the actualization of human rights can be particular. Indonesia could be like America, if there are no regulations and restrictions on gay and lesbian individuals with differences in their sexual orientation, including the and lesbian movements.Keywords: Movement, Gay, Lesbian, United State, Equality Recognition Abstrak:Kajian tentang orientasi seksual ataupun perilaku seksual pada kelompok homoseksual telah banyak dilakukan dari berbagai aspek, baik aspek agama, kesehatan, psikologi, filsafat, antropologi ataupun hukum. Tulisan ini selain melakukan kajian tentang orientasi seksual pada gay dan lesbian, namun juga pada gerakan gay dan lesbian yang terorganisir. Kajian tentang gerakan gay dan lesbian ini menitikberatkan pada perbandingan dengan terlebih dahulu membahas tentang sejarah masuknya gay dan lesbian di Amerika. Amerika membuat kebijakan dengan dikabulkannya hak pernikahan sesama jenis melalui putusan Mahkamah Agung Obergefell tahun 2015, sehingga tindakan penolakan atas pernikahan sesama jenis merupakan perbuatan inkonstitusional. Gereja-gereja pun berani memfasilitasi proses pernikahan sesama jenis, dengan alasan mengikuti keputusan negara. Gerakan LGBT khususnya gay sebagai pelopor yaitu Gay Liberation Movement memiliki pengaruh yang kuat di Amerika dalam memperjuangkan kesetaraan dan memiliki andil besar atas dikabulkannya hak atas pernikahan sejenis. Hak ini dilengkapi pula dengan hak adopsi. Jika kondisi ini dibandingkan dengan Indonesia yang memiliki banyak gerakan serupa, bahkan menjadi salah satu gerakan terbesar di Asia Tenggara, namun mayoritas masyarakat menolaknya, sedangkan kaum gay dan lesbian menuntut atas dasar perlindungan Hak Asasi Manusia. Tentunya pada peristiwa yang sama Indonesia berbeda pandangan terhadap nilai-nilai HAM. HAM memiliki prinsip universal, namun aktulisasi HAM dapat menjadi partikular. Indonesia bisa menjadi seperti Amerika, jika tidak ada pengaturan dan pembatasan atas individu-individu gay dan lesbian dengan perbedaan orientasi seksual mereka, termasuk pada gerakan gay dan lesbian.Kata Kunci: Gerakan, Gay, Lesbian, Amerika, Pengakuan Kesetaraan Аннотация:Исследования сексуальных наклонностей или сексуального поведения в гомосексуальных группах проводились в различных аспектах, включая аспекты религии, здоровья, психологии, философии, антропологии или права. Данная статья не только проводит исследования сексуальных наклонностей геев и лесбиянок, а также их организованных движений. Данное исследование движений геев и лесбиянок фокусируется на сравнении, начиная с обсуждения истории появления геев и лесбиянок в Америке. Америка провела политику по предоставлению прав на однополые браки на основании решения Верховного суда Обергефелла 2015 года, поэтому отказ от однополых браков является неконституционным действием. Движение ЛГБТ, особенно гей-движение, как пионер Освободительного Движения Геев и Лесбиянок (GayLiberationMovement) оказывает сильное влияние в Америке на борьбу за равенство и играет большую роль в предоставлении прав на однополые браки. Если сравнивать это состояние с ситуацией в Индонезии, в которой есть много подобных движений, то большинство людей их отвергают, в то время как геи и лесбиянки требуют защиту на основе прав человека. Конечно, люди в Индонезии имеют разные идеи о ценностях прав человека. Индонезия может стать такой же страной, как США, если не будет распоряжений и ограничений перед личностям геев и лесбиянок с разными сексуальными наклонностями, включая движения геев и лесбиянок.Ключевые Слова: движения, гей, лесбиянкa, США, признание равенства
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Supanto, Supanto; Fardiansyah, Ahmad Adit; Al-Kindi, Hablinur; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 3 No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v3i2.5822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui panas yang dihasilkan tungku reaktor. Dapat mengetahui hasil beberapa perlakuan jenis plastik performa yang lebih baik dari minyak yang dihasilkan. Menganalisis performa kondensor proses pirolisis.  Mengetahui energi yang terjadi dalam kondensor tipe shell and tube. Analisis laju perpindahan panas pada reaktor serta mencari nilai heatloss pada reaktor.
Tinjauan Hukum Jual Beli Tembakau Tanpa Dilengkapi Dengan Bukti Tertulis Iswanto, Iswanto; Supanto, Supanto; Surbakti, Natangsa
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 9 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46839/lljih.v9i2.376

Abstract

Abstrak Jual beli merupakan kegiatan tukar menukar yang dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli. Salah satu sektor jual beli yang terjadi adalah sektor perekonomian tembakau. Masyarakat Desa Klepu, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah dalam melakukan jual beli masih dilandaskan dengan asas kepercayaan dan tanpa adanya bukti secara tertulis. Hal ini mendasari tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana legalitas dan perlindungan hukum perjanjian jual beli tembakau tanpa dilengkapi dengan bukti tertulis dan untuk mengetahui akibat hukum Pidana yang timbul jika salah satu dari pihak penjual atau pembeli melakukan penipuan. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan melakukan pengumpulan data dan wawancara terhadap responden yang dilakukan di Desa Klepu, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 71% masyarakat melakukan jual beli dilengkapi dengan bukti tertulis dan sebanyak 29% melakukan jual beli tanpa dilengkapi bukti tertulis. Hal ini dapat dikatakan bahwa angka atau tingkat kepercayaan masyarakat masih cukup tinggi khususnya dalam melakukan jual beli, Dalam sistem jual beli tembakau tanpa di lengkapi bukti tertulis bisa memberikan dampak kerugian dan bisa mengarah ke tindak pidana penipuan sebagaimana telah diatur dalam pasal 378 KUH Pidana tentang tindak pidana penipuan diancam penjara maksimal 4 tahun. Kata Kunci: Jual Beli, Asas Kepercayaan, Tanpa Bukti Tertulis, Penipuan Abstract Buying and selling is an exchange activity carried out by the seller and the buyer. One of the trading sectors that occurs is the tobacco economy sector. The people of Klepu, Kranggan, Temanggung, Central Java, in buying and selling are still based on the principle of trust and without any written evidence. This underlies the objectives of the study, namely to find out how the legality and legal protection of the tobacco sale and purchase agreement without written evidence and to find out the consequences of criminal law that arise if one of the sellers or buyers commits fraud. This research is included in qualitative research by collecting data and interviewing respondents in Klepu Village, Kranggan, Temanggung, Central Java. The results showed that as many as 71% of the people made buying and selling equipped with written evidence and as many as 29% made buying and selling without any written evidence. It can be said that the number or level of public confidence is still quite high, especially in buying and selling. In the tobacco trading system without written evidence it can have a negative impact and can lead to criminal acts of fraud as regulated in article 378 of the Criminal Code regarding the act of the criminal of fraud is punishable by a maximum of 4 years in prison.
PERKEMBANGAN KEJAHATAN TEKNOLOGI INFORMASI (CYBER CRIME) DAN ANTISIPASINYA DENGAN PENAL POLICY Supanto, Supanto
Yustisia Vol 5, No 1: April 2016
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v5i1.8718

Abstract

AbstractThe research conducted to inventory of the various laws (the legislative products) relating to the regulating in the field of information technology crime, to identify  its adjustment   in globalization, to describe the conduct proscribed as a crime of the Information and Electronic Transaction, as well as reviewing the formulation of criminal sanctions. Studies based on the idea that regulation Law Number 11 of  2008 is aimed at setting the utilization of information technology, particularly the information and electronic transactions, in order to be implemented properly and maintain the safety and benefit of humanity. However, their use potentially criminal, which must be addressed, including the use of criminal law, therefore there is a provision in the law of criminal sanctions, in this case defined the prohibited acts and penalties specified criminal, offense. Conclusions obtained, In line with an information technology and The Law of Infromation and  Transaction  of electronic (The Law No. 11 of 2008/UU ITE), inventoried some legislation which can be understood as an attempt arrangement of information technology, especially as a crime, as in the Criminal Code (KUHP), the Law on Telecommunications, the Law on Copyright / patent, the law of terrorism . The adjustment of The Law Number 11 of 2008 on the Information and Electronic Transactions with global regulation and a comparative assessment of the demands that must be met in order to harmony especially on the cyber crime law. In addition, the formulation of a threatened criminal sanctions in offenses under the Act remain as types of criminal sanctions prescribed in the Penal Code, which is a kind of imprisonment sanction fines and criminal sanctions, but not formulated an additional criminal sanction. Therefore, its system is no innovation typical types of criminal sanctions for offenses in the field of information and electronic transactions. AbstrakPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk menginventarisasi berbagai undang-undang (produk legislatif) yang berkaitan dengan bidang kejahatan teknologi informasi, untuk mengidentifikasi penyesuaian dalam era globalisasi, untuk menggambarkan perilaku terlarang sebagai kejahatan Informasi dan Transaksi Elektronik , serta meninjau perumusan sanksi pidana. Studi didasarkan pada gagasan bahwa UU Nomor 11 Tahun 2008 bertujuan untuk pengaturan pemanfaatan teknologi informasi, khususnya informasi dan transaksi elektronik, agar dapat dilaksanakan dengan baik dan menjaga keamanan dan kepentingan kemanusiaan, namun penggunaannya berpotensi pidana, termasuk penggunaan hukum pidana, karena ada ketentuan dalam hukum sanksi pidana, dalam hal ini didefinisikan tindakan yang dilarang dan hukuman yang ditentukan pidana. Kesimpulan yang diperoleh, Perlu penyesuaian UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan regulasi bersifat global dan penilaian komparatif dari tuntutan yang harus dipenuhi untuk keharmonisan terutama pada hukum kejahatan cyber. Dalam UU ITE, terhadap perbuatan yang dilarang diancam sanksi pidana. Adapun jenis sanksi pidananya adalah sanksi pidana penjara dan sanksi pidana denda. Jenis sanksi ini sudah dikenal dalam Pasal 10 KUHP, dan tidak ditentukan jenis pidana tambahan. Dengan demikian tidak ada pengembangan mengenai jenis pidana khusus yang ditujukan bagi pelaku tindak pidana  di bidang informasi dan transaksi elektronik.