Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perencanaan Anggaran Biaya dan Waktu Pada Proyek Pembangunan Apartemen Sudimara Forestwalk Tower Albizia Kota Tanggerang Selatan Menggunakan Metode Permen Pu No. 1 Tahun 2022 Furuhitho, X; Prakosa, Wahyu; Setyawan, Lilik; Suparman, Agus; Susanto, Remigius Hari; Rahayu, Jatnika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10452

Abstract

Proyek Pembangunan Apartment Sudimara Forestwalk Tower Albizia yang berlokasi di Jl. Merpati Raya No.32B, Sawah Baru, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Bangunan ini memiliki area seluas ±28.191 m2 terdiri dari 2 lantai basement 1 lantai Ground Floor 24 lantai tower. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan sejak bulan November 2020 sampai dengan dengan masa pemeliharaan 6 bulan. Pemulisan laporan ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang pada segi waktu dan juga biaya dengan tujuan dapat mengetahui durasi dan rician biaya secara detail. Pada perencanaan waktu dan biaya diperlukan analisa pada masing-masing item pekerjaan yang ada, dengan menggunakan Koefisien Bahan dan Upah dari PUPR Tahun 2022 dan harga satuan dari Jurnal Harga Satuan Bahan Bangunan Kontruksi dan interior edisi 42 Tahun 2023. Maka didapatkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) pada masing-masing item pekerjaan dan pada Penjadwalan waktu dilakukan perhitungan durasi pada masing-masing pekerjaan menggunakan rumus yang ada, maka setelahnya didapatkan hasil berupa Barchart dan Kurva S.
PENCAHAYAAN ALAMI PADA MASJID AMIR HAMZAH TAMAN IZMAIL MARZUKI JAKARTA Pratomo, Ardiyansyah Nur Yusuf; Suparman, Agus; Susanto, Remigius Hari; Slameto, Purwanto Joko; HP, Lilik Setiawan; Furuhitho, X.
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1668

Abstract

The Amir Hamzah Mosque is a mosque located in the Taman Ismail Marzuki complex which was inaugurated by Ali Sadikin on January 7, 1977. The mosque was named Amir Hamzah in memory of an Indonesian writer who was proclaimed a national hero. The renovation of the Amir Hamzah Mosque had been planned for a long time due to the apprehensive condition of the building and the narrow land. To change the shape of an old building into a new one, the quality of natural lighting is needed at the Amir Hamzah Mosque to be able to carry out the functions that take place in the building. The study of natural light at the Amir Hamzah Mosque aims to find out how much the aperture affects the quality of natural light. The choice of location for this study was based on the design of the Amir Hamzah Mosque which has many openings in its facade, so it is interesting to study how large the building allows natural light to enter the space. Natural lighting is influenced by several variables, namely the design of window openings, the orientation of window openings, the area and number of openings, and the glass material. The research method used in this research is descriptive research method, both qualitative and quantitative. From the results of the analysis it was concluded that the design and orientation of window openings at the Amir Hamzah Mosque still experienced a deficit in terms of natural lighting.
PENDAMPINGAN PEMETAAN JARINGAN INFRASTRUKTUR DAN OPTIMALISASI TATA RUANG KAWASAN THE LEARNING FARM SEBAGAI PUSAT EDU-AGROWISATA Nurina Yasin; Lia Rosmala Schiffer; Veronika Widi Prabawasari; Haryono Putro; Agus Suparman; Wahyu Prakosa; Doddy Ari Suryanto; Didiek Pramono; Thomas Yuni Gunarto; Lilik Setiawan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35653

Abstract

Sektor pertanian Indonesia menghadapi tantangan produktivitas dan regenerasi petani, sehingga model Edu- Agrowisata menjadi solusi strategis untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan edukasi. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan tata ruang dan infrastruktur dasar yang responsif terhadap kondisi topografi curam di kawasan The Learning Farm (TLF), Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan teknis eksperimental melalui pemetaan udara menggunakan drone DJI Mavic 2 Pro yang diolah dengan aplikasi DroneDeploy dan ArcGIS untuk menghasilkan peta Digital Elevation Model (DEM). Hasil analisis spasial menunjukkan kawasan seluas 2,4 hektar ini memiliki rentang elevasi 846 hingga 870 mdpl dengan perbedaan ketinggian ekstrem sebesar 24 meter. Kondisi morfologi tersebut diarahkan pada zonasi lahan yang menempatkan bangunan pada area stabil di dataran tinggi dan lahan pertanian pada area produktif di lereng. Infrastruktur air bersih dirancang menggunakan sistem gravitasi (Gravity-Fed System) dengan menempatkan tandon utama pada elevasi tertinggi (±868 mdpl) guna mencapai efisiensi energi dan biaya operasional. Selain itu, sistem drainase jalan diintegrasikan dengan badan air alami untuk mengendalikan limpasan air dan memitigasi risiko erosi serta banjir. Simpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi TLF menjadi pusat Edu-Agrowisata berkelanjutan didukung oleh manajemen utilitas yang menghormati karakteristik alami lahan. Perencanaan ini menjamin keseimbangan antara efisiensi operasional pertanian, konservasi lingkungan, dan kenyamanan fasilitas edukasi.  ABSTRACT Indonesia's agricultural sector faces productivity and regeneration challenges, making the Edu-Agrotourism model a strategic solution to provide economic and educational value. This study aims to develop spatial planning and basic infrastructure designs responsive to the steep topographic conditions of The Learning Farm (TLF) in Cianjur Regency. The method employed a participatory and technical experimental approach using aerial mapping via a DJI Mavic 2 Pro drone, processed with DroneDeploy and ArcGIS to generate Digital Elevation Model (DEM) maps. Spatial analysis reveals that the 2.4-hectare area has an elevation range of 846 to 870 masl with an extreme height difference of 24 meters. These morphological conditions dictate land zoning that places buildings on stable ground in the highlands and agricultural activities in productive sloped areas. Clean water infrastructure is designed as a Gravity-Fed System, positioning the main reservoir at the highest elevation (±868 masl) to achieve energy and operational cost efficiency. Furthermore, the roadside drainage system is integrated with natural water bodies to control runoff and mitigate erosion and flooding risks. The study concludes that TLF's transformation into a sustainable Edu-Agrotourism center is supported by utility management that respects the natural characteristics of the land. This planning ensures a balance between agricultural operational efficiency, environmental conservation, and the comfort of educational facilities.      
Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Bangunan Universitas Multimedia Nusantara Dengan Penerapan Sistem Secondary Skin Muhammad Farhan Hendrian; Agus Suparman; Dimyati Dimyati; Wahyu Prakosa; Didiek Pramono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.654

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam kualitas lingkungan bangunan, khususnya pada bangunan pendidikan yang digunakan dalam durasi waktu relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang menerapkan sistem secondary skin sebagai elemen pengendali panas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan pengukuran kuantitatif fisik termal. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan pada area outdoor, koridor, dan ruang kelas di beberapa lantai terpilih, yaitu lantai 1, 5, 10, 15, dan 20, pada rentang waktu pukul 13.00 16.00 WIB. Parameter yang diukur meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 6390:2011 dan ASHRAE Standard 55 (2020), serta dievaluasi menggunakan CBE Thermal Comfort Tool pada kondisi representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang kelas umumnya berada dalam rentang yang dapat diterima secara termal, dengan selisih suhu antara ruang luar dan ruang dalam berkisar 2 4°C, yang mengindikasikan peran secondary skin dalam mengurangi beban panas bangunan. Namun demikian, tingkat kelembaban relatif yang cukup tinggi dan kecepatan udara yang sangat rendah di ruang kelas menjadi faktor pembatas utama dalam pencapaian kenyamanan termal optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa secondary skin efektif sebagai strategi pasif pengendalian panas, namun perlu didukung oleh strategi ventilasi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas kenyamanan termal pengguna ruang.
Pendampingan Penentuan Lokasi dan Program Ruang Bangunan Pengelolaan Limbah Organik: Pengabdian Ade Syoufa; Agus Suparman; Agus Nugraha; Dimyati; Lilik S.H.P; Joko Slameto; lia Rosmala Schiffer; Wahyu Prakosa; X. Furuhitho; Yudi Nugraha Bahar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemeliharaan vegetasi di kawasan Alun-Alun Kota Depok menghasilkan limbah organik berupa daun, ranting, batang kecil, dan sisa pemangkasan pohon yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan dan penurunan kualitas kawasan. Sebagai tindak lanjut permohonan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok kepada Universitas Gunadarma, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan rekomendasi pemilihan lokasi serta menyusun program ruang bangunan pengelolaan limbah vegetasi/organik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan mitra, inventarisasi data, survei lapangan, identifikasi sumber limbah vegetasi, analisis alternatif lokasi, penyusunan matriks penilaian, dan penyusunan program kebutuhan ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari tiga alternatif lokasi yang dianalisis, alternatif pertama merupakan lokasi yang paling sesuai karena memiliki akses operasional yang baik, dekat dengan area parkir pengelola, serta mendukung efisiensi mobilisasi dan pengendalian operasional. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan program ruang bangunan pengelolaan limbah vegetasi dengan luas minimum sekitar 60 m² dan pola ruang linear yang mendukung proses pengolahan secara efektif. Luaran kegiatan berupa rekomendasi lokasi prioritas, matriks penilaian tapak, serta program ruang bangunan yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan fasilitas pengelolaan limbah vegetasi di kawasan Alun-Alun Kota Depok
Kajian Spasial Sistem Air, Drainase dan Sirkulasi di Kawasan The Learning Farm Veronika Widi Prabawasari; Lia Schiffer; Nurina Yasin; Agus Suparman; Wahyu Prakosa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i2.3732

Abstract

Kawasan The Learning Farm berkembang sebagai ruang integratif antara fungsi produksi pertanian, edukasi, dan pengelolaan lingkungan. Perkembangan kawasan yang berlangsung secara organik menyebabkan sistem air, drainase, dan sirkulasi perlu dikaji secara spasial agar keterkaitan antara infrastruktur, topografi, dan aktivitas dapat dipahami secara lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi spasial sistem air, drainase, dan sirkulasi eksisting sebagai dasar penyusunan penataan ekologis kawasan The Learning Farm, Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara partisipatif, serta interpretasi peta topografi, peta air bersih dan drainase, dan peta jalur sirkulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola sistem air dan drainase mengikuti karakter kontur lahan dan berhubungan langsung dengan area budidaya serta jalur pergerakan. Sistem sirkulasi eksisting telah menunjukkan pembagian dasar antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki, namun belum sepenuhnya menggambarkan hierarki fungsi operasional, edukasi, dan kunjungan. Temuan ini menunjukkan bahwa penataan ekologis kawasan perlu didasarkan pada keterpaduan antara arah aliran, jaringan drainase, aksesibilitas, ruang budidaya, dan ruang terbuka. Kontribusi artikel ini terletak pada analisis spasial kondisi eksisting sebagai dasar penyusunan arahan ekologis yang lebih realistis dan kontekstual.