Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MODIFIKASI MESIN BUBUT SEBAGAI MESIN PENGUJI INLINE TYPE INJECTION PUMP Aep Surahto
PARADIGMA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN AGAMA, DAN BUDAYA Vol 9 No 1 (2008): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Agama dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Diesel Motor is need regular maintenance and repairs. Regular maintenance of diesel engine fuel system needs an engine testbed The price of pump infection testing machine is a major constraint in university labs majoring in mechanical engineering. Test Bench or Injection Pump test machine can be designed by modifying a lathe with a speed of at least 2,000 rpm. The result of this design was very helpful Test Bench with lower prices without lowering the quality requirements of a testing machine Injection Pump, which can help a Mechanical Engineering 's Labs.
PENINGKATAN KETRAMPILAN PERAWATAN BERKALA MELALUI SIMULASI LOMBA KETRAMPILAN SISWA (LKS) Surahto, Aep; Winarso, Eko
PARADIGMA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN AGAMA, DAN BUDAYA Vol 11 No 1 (2010): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pengetahuan, Agama dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technical Junior High School Students majoring in Automotive, doing practicing in authorized workshops such as Suzuki, Toyota, Hyundai, Daihatsu, Mazda and others. The mechanics and supervisors praised about the discipline of the students when working, but the mechanics and supervisors are still confused about working speed and accuracy of work done according to Operation Prochedure Standard (SOP). Advice from some mechanics and supervisors about good teaching in order to be productive must be considered. How should the attitude of teachers for creating the productive students? It is wise to hear the critisism from mechanics and superviseors or other stakeholders. It also become a feedback about what they have done in the school. Have learning materials are delivered in accordance with the needs of students and the community? Are all the potential strongs and abilities of students in the theory and practice produktip been developed to its full potential? Is it true the lack of success was due to errors in selecting methods and learning strategies?
PENGARUH SUDUT POTONG TERHADAP GETARAN PAHAT DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES BUBUT MILD STEEL BAJA ST37 Sadiana, Riri; Ekawati, Fatimah Dian; Surahto, Aep; Fadilah, Rizki Yasin
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v11i2.7221

Abstract

Abstrak Menentukan sudut potong pada proses bubut untuck menghasilkan kekasaran permukaan dan getaran pahat yang optimal pada proses bubut mild steel Baja ST 37. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan sudut potong yang tepat pada proses bubut, sehingga dapat meminimumkan kekasaran permukaan dan getaran pada pahat dalam proses bubut mild steel Baja ST 37. Melalui metode eksperimen dengan sampel sebanyak 9 spesimen, dengan parameter kecepatan gerak makan 0.2 mm/rev, kedalaman pemotongan 1 mm, putaran mesin 800 rpm, dan variasi sudut potong 650, 750, dan 850 diperoleh hasil bahwa pengaturan sudut potong yang dipilih, meskipun semakin besar nilai sudut potong yang dipilih (untuk rentang 650 -850) maka akan semakin kecil nilai permukaan kekasaran yang diperoleh dari suatu proses bubut baja ST37 dengan parameter yang telah ditetapkan, pemilihan sudut potong 750 akan menghasilkan nilai rata-rata getaran terkecil, nilai kecepatan getaran yang diperoleh juga cenderung stabil. Kata Kunci: Sudut Potong, Baja ST 37, Getaran Abstract The motivation for this study was to determine the importance of the cutting angle during turning for optimal surface roughness and tool vibration during turning of mild steel ST-37. ST-37 Tool Vibration During Light Turning. Through the experimental program of 9 samples, the feed rate is 0.2mm/rev, the cutting depth is 1mm, the motor speed is 800rpm, and the cutting angle is changed to 650, 750 and 850. The result is that the selected cutting angle setting, although the selected cutting the larger the angle value (range 650-850), the smaller the surface roughness value obtained by the ST37 steel turning process with predefined parameters, the choice of angle cutting 750 is the average value of the smallest vibration, and the obtained value of vibration speed n also tends to be stable. Keywords: Angle of Cut, Steel ST 37, Vibration
Analisis Pengaruh Gas Back Purging Argon dan Nitrogen Terhadap Struktur Mikro Pada Pengelasan Material Stainless Steel 316l Menggunakan Metode GTAW Suher, Muhammad; Paridawati, Paridawati; Rahmanto, R Hengki; Rokhman, Taufiqur; Surahto, Aep; A, Sukwati Dewi; Apriliansyah, Mario; Iswanto, Hari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v12i1.8277

Abstract

Pengelasan Austenite Stainless Steel atau baja tahan karat jenis Austenite sering mengalami korosi yang diakibatkan terbentuknya ferrite dengan persentase tinggi sehingga memicu terjadinya korosi. Pada pengelasan stainless steel digunakan backing gas untuk menghambat kontaminasi kotoran dari lingkungan sekitar masuk ke dalam logam las dan menyeimbangkan fase austenite-ferrite sehingga menghambat proses carbide chrome. Di pekerjaan lapangan penggunaan backing gas menggunakan gas Argon dan dilakukan hanya pada daerah akar las, sedangkan proses oksidasi tetap terjadi saat proses pengelasan daerah hot pass hingga capping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi backing gas terhadap nilai kekerasan dan hasil struktur mikro pada baja tahan karat austenitic 316L. Pada penelitian ini dilakukan pengelasan metode GTAW dengan logam induk baja tahan karat austenitik type 316L ketebalan 4mm dengan tipe sambungan V, dengan memvariasikan flowrate pada backing gas Argon pada masing-masing proses pengelasan. Setelah proses pengelasan dilakukan pengujian Non Destructive Test Radiography untuk mengetahui hasil fisik dari pengelasan menggunakan variasi flow rate pada backing gas Argon tersebut, pengujian metalografi dengan mikroskop optik dan uji kekerasan. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan memvariasikan flow rate pada backing gas menggunakan Argon (AR) menghasilkan adanya proses pelapisan nitriding CR pada material hasil las GTAW. Penambahan flow rate pada backing gas menyediakan pereduksi yang dapat melindungi atau menetralkan pertumbuhan oksida yang lebih efekstif pada pengelasan material austenic stailnless steel. Serta dapat memperbaiki hasil uji Hardness Test dan Microstructure terhadap material tersebut. Sehingga dapat dinyatakan dengan memvariasikan flowrate pada backing gas Argon dapat diterapkan pada pengelasan GTAW
Analisis Variasi Kecepatan Potong Dan Media Pendingin Pada Proses Pembubutan Baja S45C Terhadap Nilai Kekerasan Pahat HSS Ridwan, Muhamad; Surahto, Aep; Diningrum, Jenny Primanita
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/jitm.v12i2.9900

Abstract

Bubut merupakan proses pemakanan benda kerja yang dikenakan pada pahat dan digerakan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Permasalahan utama yang sering muncul dan dapat mempengaruhi kualitas hasil pembubutan antara lain perubahan kekerasan. Penentuan parameter pembubutan penting untuk mencegah keausan serta perubahan kekerasan pahat dan material. Media pendingin juga dapat mempengaruhi hasil kekerasan material. Media pendingin pada penelitian ini menggunakan air, dromus cutting oil dan oil tapmatic. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kekerasan pada kondisi sebelum dan sesudah pemakaian pahat bubut HSS dengan media pendingin air, dromus cutting oil, dan oil tapmatic pada kecepatan potong 30 m/min atau rpm 400 dan 40 m/min atau rpm 550 dengan kecepatan pemakanan 0.055 mm/putaran (rpm 400) dan 0.06mm/putaran (rpm 550) dengan kedalaman potong 2.50 mm. Penelitian ini menggunakan alat brinell hardness tester untuk mengukur kekerasan suatu material. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai kekerasan yang signifikan antara kedua kecepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan material dari sebelum perlakuan akan meningkat dengan menggunakan media pendingin dromus cutting oil (pada kecepatan potong 40 m/min) dan pada media pendingin Oil Tapmatic (pada kecepatan potong 30 m/min). Namun, nilai pengujian kekerasan tertinggi berada pada media pendingin Oil Tapmatic dan kecepatan potong 30 m/min
The Effect of Rotation Speed on the Quality of Friction Welding Joints in Aluminum and Copper Santoso, Habibi; Surahto, Aep; Ekawati, Fatimah Dian
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v6i2.5773

Abstract

Welding of two different materials has high difficulty. It will cause porosity and hot cracks. To improve this, a friction welding (FRW) process has been developed to weld materials in a molten state. In this process, the material will be clamped so as not to be thrown, one other material will be rotated and brought together with the other clamped material and the pressure that causes the two sides of the material to meet. The purpose of this study is to determine the strength of welded joints of various materials through tensile testing and microstructure testing in friction welding (FRW) welding. This study used 6061 aluminium and ASTM B187 copper for welding. The cylinder had a diameter of 16 millimetres and a length of 70 millimetres, and the spindle rotational speeds were 1200 rpm, 1400 rpm and 1800 rpm. Welding results were assessed by measuring the strength of weld joints between different types of materials. Test results on welding with different spindle rotational speeds showed that friction welding with 1800 rpm was stronger with a maximum tensile strength of 2762.8 N and a tensile strength of 13.7N/mm2 when compared to 1200 rpm and 1400 rpm. In testing the microstructure of different types of materials, it can be seen that the mixture of the two metals at a rotational speed of 1800 rpm is more melting, so that the unification of the joining of the two materials is better when compared to the rotational speed of 1200 rpm and 1400 rpm.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Jari-jari terhadap Ketahanan Struktur Pelek Ring 17 Menggunakan Ansys. Fikri, Agus; Yongkimandalan, Nicky; Surahto, Aep; Ardika, Rizki Dwi; Ariyansah, Riyan; Avorizano, Arry; Mujirudin, Mujirudin; Bintoro, Sefrian Rizki
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v%vi%i.11835

Abstract

Kemampuan pelek untuk mengatasi tantangan eksternal seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, serta mampu menopang beban kendaraan, menjadi sangat penting agar tidak terjadi kegagalan struktural yang dapat menyebabkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekuatan struktural dan ketahanan deformasi dari masing-masing desain variasi modifikasi sudut pelek ring 17. Metode yang digunakan adalah pendekatan simulasi uji impak menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan metode explicit dynamics analysis. Dengan menerapkan variasi besar radius sudut spoke pelek yaitu 5o, 34o dan 48o. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi terjadi pada pelek ring 17 dengan modifikasi R5 yaitu sebesar 379,72 MPa. Sedangkan, tegangan terendah terjadi pelek ring 17 dengan modifikasi R34 yaitu sebesar 344,65 MPa. Selain itu, diketahui juga nilai regangan ekuivalen maksimum pada sudut pelek R5 sebesar 0,0052116 mm/mm. Jadi modifikasi sudut spoke R34 dan R48 pada pelek dengan tegangan dan regangan yang lebih rendah cenderung memiliki performa struktural yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan menahan beban impak. Kata Kunci: Pelek Ring 17, Sudut spoke, Uji Impack, ANSYS.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Jari-jari terhadap Ketahanan Struktur Pelek Ring 17 Menggunakan Ansys. Fikri, Agus; Yongkimandalan, Nicky; Surahto, Aep; Ardika, Rizki Dwi; Ariyansah, Riyan; Avorizano, Arry; Mujirudin, Mujirudin; Bintoro, Sefrian Rizki
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 5 No. 01 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v%vi%i.11835

Abstract

Kemampuan pelek untuk mengatasi tantangan eksternal seperti beban jalan yang tidak merata atau dampak tabrakan, serta mampu menopang beban kendaraan, menjadi sangat penting agar tidak terjadi kegagalan struktural yang dapat menyebabkan kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekuatan struktural dan ketahanan deformasi dari masing-masing desain variasi modifikasi sudut pelek ring 17. Metode yang digunakan adalah pendekatan simulasi uji impak menggunakan perangkat lunak ANSYS dengan menerapkan metode explicit dynamics analysis. Dengan menerapkan variasi besar radius sudut spoke pelek yaitu 5o, 34o dan 48o. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi terjadi pada pelek ring 17 dengan modifikasi R5 yaitu sebesar 379,72 MPa. Sedangkan, tegangan terendah terjadi pelek ring 17 dengan modifikasi R34 yaitu sebesar 344,65 MPa. Selain itu, diketahui juga nilai regangan ekuivalen maksimum pada sudut pelek R5 sebesar 0,0052116 mm/mm. Jadi modifikasi sudut spoke R34 dan R48 pada pelek dengan tegangan dan regangan yang lebih rendah cenderung memiliki performa struktural yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan menahan beban impak. Kata Kunci: Pelek Ring 17, Sudut spoke, Uji Impack, ANSYS.