Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KONSEP REMAJA DALAM ISLAM MENUJU NEGARA ADIDAYA 2045: Telaah atas Pemikiran Adian Husaini Nofi Maria Krisnawati; Ichsan Ramadhan; Hasyim As’ari
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v18i1.207

Abstract

AbstractThis study aims to determine the concept of muslim teenagers towards a superpower country in 2045 according to Adian Husaini. This research is a descriptive study of library research, by reading, researching, and reviewing Adian Husaini book’s dealing with the concept of muslim teenagers. The nature of this research is receptive, researchers explore information from books written by Adian Husaini in preparing teenagers to Superpower Country 2045, regarding the concept of teenagers who do not away in globalization and do not forget their origins, based on Pancasila and also the religion they believe in respectively. The study raised in this research relates to matters that are contrary to western culture and national culture that must be prepared for teenagers to Indonesia in 2045 which will become one of the superpowers and will be in the spotlight in Asia and even the world. The results of this study stated that Adian Husaini wants the younger generation to be ready going to the era of globalization that will come by not forgetting the history of the previous people for example the Prophet Muhammad SAW. Mental maturity, both physically and spiritually from a young age going to big things, especially also from the aspect of morality and devotion to the creator which is the main basis for teenagers to conquer the world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep remaja dalam Islam menuju Negara Adidaya 2045 menurut pandangan Adian Husaini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif studi kepustakaan atau library research, yaitu dengan membaca, meneliti, dan mengkaji buku Adian Husaini yang berhubungan dengan konsep remaja dalam Islam. Sifat dari penelitian ini yaitu reseptif, peneliti mencari dan menggali informasi dari buku yang ditulis oleh Adian Husaini dalam mempersiapkan para remaja untuk menghadapi Negara Adidaya 2045, mengenai konsep remaja yang tidak hanyut dalam globalisasi dan tidak melupakan asalnya baik asal Negara yang berdasarkan Pancasila dan juga agama yang mereka yakini masing-masing. Kajian yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan hal-hal yang bertentangan dengan budaya barat dan budaya nasional yang harus dipersiapkan bagi para pemuda untuk menghadapi Indonesia tahun 2045 yang akan menjadi salah satu Negara Adidaya dan akan menjadi sorotan di Asia bahkan Dunia. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa Adian Husaini menginginkan generasi muda siap menghadapi era globalisasi yang akan datang dengan tidak melupakan sejarah orang-orang terdahulu dengan mengambil contoh dari Nabi Muhammad SAW. Kematangan mental baik jasmani maupun rohani sejak muda untuk menghadapi hal yang besar terutama juga dari aspek akhlak dan ketakwaan kepada sang pencipta yang menjadi dasar utama para remaja untuk menaklukan Dunia.  
EFEKTIVITAS TAMAN PENDIDIKAN ALQUR’AN (TPQ) TERHADAP MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM Nofi Maria Krisnawati; Asrori Asrori; Tati Sumiati
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 9 No 2 (2018): JPD-Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.041 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efektivitas taman pendidikan Alqur’an (TPQ) terhadap mata pelajaran agama islam dengan metode kuantitafif analisis regresi dan bertujuan untuk mengetahui keefektifan TPQ dalam menunjang keberhasilan pembelajaran agama islam di sekolah dasar. Subyek penelitian perangkat pembelajaran yang diujicobakan pada 20 siswa SD dengan teknik analisis statistic inferensial, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat mengenai keefektifan TPQ dalam hasil belajar agama islam di Sekolah Dasar, yang ditunjukkan dengan hasil tabel pearson correlation nilai r hitung = 0,733, yang artinya hubungan variabel X (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan variabel Y (Nilai Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam) adalah kuat. Sedangkan pengaruh keefektifan dapat dilihat dari persamaan regresi Y' = 6,074 + 2,857 X yang berarti dari setiap penambahan Taman Pendidikan Al-Qur’an akan meningkatkan nilai variabel terikat sebesar 2,857. Simpulan penelitian ini, bahwa adanya TPQ mempunyai pengaruh kefektifan yang kuat terhadap hasil pembelajaran Agama Islam di Sekolah Dasar.
INTERNALISASI NILAI-NILAI HUMANISME ISLAM DALAM PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH Sholahuddin Zamzambela; Nofi Maria Krisnawati
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 2 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v19i2.250

Abstract

AbstractThis article aims to explain a formula for the process of internalizing the values of Islamic humanism in moderation education. In conducting this study, the author used the library research method. The author blends the values of Islamic humanism then internalized through the theory of social construction developed by Peter L. Berger. Where a social construction is formed through three stages, namely externalization, objectification, and internalization. With this theory, the internalization of humanist values will go through these three processes. Until finally a social construction of society with humanism values will be formed which has become a habitus and penetrated into the subconscious of each individual. Then these values of humenism will then be manifested in a moderate attitude.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan sebuah formula proses internalisasi nilai-nilai humanisme Islam dalam pendidikan moderasi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode library research. Penulis memadukan antara nilai-nilai humanisme Islam yang kemudian diinternalisasikan melalui teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter L. Berger. Di mana sebuah konstruksi sosial dibentuk melalui tiga tahapan yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dengan teori ini maka internalisasi nilai-nilai humanisme akan melalui tiga proses tersebut. Hingga pada akhirnya akan terbentuk sebuah konstruksi sosial masyarakat dengan nilai-nilai humanisme yang telah menjadi sebuah habitus dan merasuk ke dalam alam bawah sadar setiap individu. Lalu nilai-nilai humenisme ini kemudian akan termanifestasikan dalam sebuah sikap moderat. 
Hubungan Game Online Clash Of Clans (COC) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB Di SDN 011 Pagi Cibubur Jakarta Timur Krisnawati, Nofi Maria; Khotimah, Sita Khusnul
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpgsd.v2i01.814

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengetahui hubungan negatif  game online COC terhadap hasil belajar dan untuk mengetahui hubungan positif terhadap hasil belajar siswa kelas VB di SDN 01 Pagi Cibubur Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB  berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, kuesioner dan korelasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan Game Online Clash of Clans (COC). Hubungan Game Online Clash of Clans (COC) terhadap hasil belajar siswa  dapat dilihat dengan perhitungan angka koefisiensi korelasi ternyata cukup 0,446694733 yang berada pada interval > 0,25–0,5 dengan kategori cukup, dan dengan korelasi negatif. Hasil belajar siswa keseluruhan baik yang dibuktikan dari nilai rata-rata hasil belajar siswa semester II tahun ajaran 2015/2016 yaitu: 86. Dapat dijelaskan yaitu siswa yang sedikit bermain game online COC, hasil belajarnya lebih tinggi daripada siswa yang banyak bermain game online COC dan menurut hipotesis Ho tidak terdapat hubungan positif yang signifikan antara bermain game online COC terhadap hasil belajar siswa kelas VB di SDN 011 Pagi Cibubur Jakarta Timur hasilnya diterima.
Pictorial Number Sandpaper Media in Recognizing Number Symbols and Training Children's Fine Motor Skills Krisnawati, Nofi Maria; Ayuningtias, Rindhi; Abusiri; Mubin, Fatkhul; Pifianti, Ade
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v12i1.73543

Abstract

There are still many children whose development is not optimal, especially in sensory, fine motor, and cognitive development in understanding number symbols. Therefore this study aims to analyze the effectiveness of pictorial number sandpaper media in developing students' sensory, motor, and cognitive abilities in recognizing number symbols 1-10. The method used in this research is mixed method, which combines quantitative and qualitative methods with a sequential approach. The subjects in this study were 20 kindergartens level-A students at Islamic School. Data collection techniques in this study through observation and documentation. The data analysis technique used is the descriptive-analytic technique, which analyzes the variables consisting of cognitive improvement, and fine motor skills through pictorial number sandpapper games. The results showed an increase in fine motor skills and understanding of number symbols. The results of quantitative analysis show an effective increase in the recognition of number symbols from 25% to 100%, which means that children can recognize number symbols well. Likewise, for the results of observational data in training fine motor skills, students experience effective development in fine motor skills, namely, students can improve concentration and focus, improve coordination between hands and eyes, improve visual design skills, improve the ability to control hand and finger movements.
WASATIYYAT ISLAM IN MUHAMMADIYAH’S MOVEMENT FOR STRENGTHENING CIVIL SOCIETY IN INDONESIA Krisnawati, Nofi Maria; Hady, Yazid
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 21, No 1 (2025): Hikmah Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v21i1.327

Abstract

AbstractThis study is the concept of wasatiyyat and its application in civil society through the lens of Muhammadiyah. The main objective of this research is to see how Muhammadiyah uses wasatiyyat principles to create social attraction, encourage interfaith conversations, and strengthen democratic principles in a pluralist society. The study used a library research approach, which evaluated various sources, including journals, scholarly articles and relevant literature. The results show that Muhammadiyah has successfully incorporated wasatiyyat principles into multiple fields, including education, health, and social advocacy. These efforts show that Islamic moderation can help social harmony and democracy and contribute to developing an inclusive civil society. The results of this study confirm that the wasatiyyat approach through Muhammadiyah has a broader impact, offering a practical framework for dealing with challenges in a multicultural society. This contribution can enrich the discourse on Islam and civil society and highlight the potential of wasatiyyat values in promoting sustainable social development and peace efforts globally.AbstrakPenelitian ini membahas konsep wasatiyyah dan penerapannya dalam masyarakat sipil melalui perspektif organisasi Muhammadiyah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Muhammadiyah menerapkan prinsip wasatiyyah dalam menciptakan daya tarik sosial, mendorong dialog antaragama, serta memperkuat prinsip demokrasi dalam masyarakat yang plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk jurnal, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah berhasil mengintegrasikan prinsip wasatiyyah ke dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan advokasi sosial. Upaya-upaya ini membuktikan bahwa moderasi Islam dapat mendukung harmoni sosial dan demokrasi, sekaligus berkontribusi pada pengembangan masyarakat sipil yang inklusif. Temuan penelitian ini memperkuat bukti bahwa pendekatan wasatiyyah melalui Muhammadiyah memiliki dampak yang luas, menawarkan kerangka kerja praktis untuk menghadapi tantangan di masyarakat multikultural. Kontribusi ini dapat memperkaya wacana tentang Islam dan masyarakat sipil, serta menegaskan potensi nilai-nilai wasatiyyah dalam mendorong pembangunan sosial berkelanjutan dan upaya perdamaian global. 
Assessing Gaps between Perception and Implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Islamic Higher Education Muttaqin, Sabilil; Krisnawati, Nofi Maria; Maftuhah, Maftuhah; Syam, Mu’arif; Mustolihudin, Mustolihudin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue)
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i1.47314

Abstract

AbstractHigh-order thinking skills (HOTS) is one of the key competencies in 21st-century education that requires students to be able to think critically, creatively, and solve complex problems. This study aims to assess lecturers' understanding, perceptions, and practices in implementing HOTS-based learning and evaluation in private Islamic higher education institutions (PTKIS) in the KOPERTAIS region I (DKI Jakarta and Banten). This study employed qualitative method with a case study approach. This research utilized two data collection techniques, namely open-ended questionnaires based on Google Forms and document analysis obtained through Semester Learning Plans (RPS) and learning outcome evaluation instruments. The participants in this study were 13 lecturers from PTKIS in the Kopertais region I that were garnered through snowball sampling. The findings of this study uncovered three main areas: lecturers’ understanding of HOTS concepts, implementation of HOTS in teaching, and the relevance of evaluation instruments to HOTS. Based on these three categories, the findings suggest that some lecturers have a good understanding of HOTS concepts, but there are also some who are unable to effectively apply these concepts in teaching and developing HOTS-based evaluation instruments. This study also signifies the importance of aligning the understanding, implementation, and the development of HOTS-based instruments to create high-quality learning. AbstrakKeterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman, persepsi, dan praktik dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran dan evaluasi berbasis HOTS di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) wilayah KOPERTAIS I (DKI Jakarta dan Banten). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner terbuka berbasis Google Forms dan analisis dokumen yang diperoleh dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta instrumen evaluasi hasil belajar. Partisipan dalam penelitian ini adalah 13 dosen PTKIS di wilayah Kopertais I yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga fokus utama: pemahaman dosen terhadap konsep HOTS, implementasi HOTS dalam pengajaran, dan relevansi instrumen evaluasi terhadap HOTS. Berdasarkan ketiga kategori tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dosen memiliki pemahaman yang baik tentang konsep HOTS, namun masih ada yang belum mampu menerapkan konsep tersebut secara efektif dalam pengajaran maupun pengembangan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Studi ini juga menegaskan pentingnya penyelarasan antara pemahaman, implementasi, dan pengembangan instrumen berbasis HOTS guna menciptakan pembelajaran yang berkualitas.  
Development of Virtual Field Trip-Based Learning Model as A Strengthening of Madrasah Student Digital Literacy Khotimah, Sita Husnul; Krisnawati, Nofi Maria; Abusiri, Abusiri; Mubin, Fatkhul; Wardi, Moh.
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v7i1.4532

Abstract

This article aims to determine how the development, feasibility, effectiveness, and practicality of virtual field trip (VFT)-based learning models strengthen students’ digital literacy. The research was conducted in three Madrasah Ibtidaiyah (MI) areas of South Jakarta, Bogor (West Java), and Kediri (East Java). The trial was conducted for students (sixth-grade students) in each school in one class. This research uses a qualitative descriptive approach with research and development (R&D) methods, according to Borg & Gall. Research data on the application of the model were obtained through observation, tests, and questionnaires, while data analysis was carried out through average and percent scores. This development research obtained a model design from VFT-based learning steps. Based on the results of the trial revealed that (1) the model met the Feasible criteria shown by the assessment of experts and practitioners with an excellent category; (2) the model met the Effective criteria shown by the average results of strengthening digital literacy with an excellent category, and the average results of positive responses to the implementation of learning with Agree/Happy criteria, as well as the achievement of student learning outcomes from the three trial classes obtained a percentage increase above 5%; (3) the model met the Practical criteria shown by the implementation of learning through VFT and the teacher’s ability to manage the learning with an excellent category. The research results briefly state that the VFT-based learning model developed can reinforce students’ digital literacy.
REFORMULATING GENDER NORMS IN SAUDI ARABIA: CULTURAL LIBERALIZATION UNDER VISION 2030 Muttaqin, Fakih Fadilah; Hady, Yazid; Krisnawati, Nofi Maria; Susanti, Endang; Rohwati, Siti
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 21(1), 2025
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v21i1.49070

Abstract

Abstract. This article examines the process of gender norm reconstruction in Saudi Arabia within the framework of Vision 2030, focusing on the state's strategy of selectively liberalizing culture to support its authoritarian modernization project. In the conservative Wahhabi tradition, women's positions have been limited by legal, social, and religious structures. However, since 2016, under the leadership of Crown Prince Mohammed bin Salman, the Saudi government has initiated a series of reforms that have allowed women to drive, work in the public sector, and access entertainment and cultural spaces. This article uses a qualitative-analytical approach with an exploratory-descriptive design through discourse and policy analysis, as well as a theoretical framework of modernization, state feminism, and ideological control in authoritarian states. It was found that gender reforms in Vision 2030 are not merely a form of emancipation, but rather a state strategy to build new legitimacy, attract global investment, and reframe national identity without overhauling the authoritarian political order. This study makes an important contribution to understanding the dynamics of gender in contemporary Muslim societies and development politics in the Gulf region.   Abstrak. Artikel ini mengkaji proses rekonstruksi norma gender di Arab Saudi dalam kerangka Visi 2030, dengan fokus pada strategi negara dalam meliberalisasi budaya secara selektif untuk menopang proyek modernisasi otoriter. Dalam tradisi Wahhabisme yang konservatif, posisi perempuan selama ini dibatasi oleh struktur hukum, sosial, dan religius. Namun sejak 2016, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemerintah Saudi menginisiasi serangkaian reformasi yang mengizinkan perempuan untuk mengemudi, bekerja di sektor publik, serta mengakses ruang hiburan dan budaya. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dengan desain eksploratif-deskriptif melalui analisis wacana dan kebijakan, serta kerangka teori modernisasi, feminisme negara, dan kontrol ideologis dalam negara otoriter. Ditemukan bahwa reformasi gender dalam Visi 2030 bukan semata bentuk emansipasi, melainkan strategi negara untuk membangun legitimasi baru, menarik investasi global, dan membingkai ulang identitas nasional tanpa merombak tatanan politik yang otoriter. Kajian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika gender di masyarakat Muslim kontemporer dan politik pembangunan di kawasan Teluk.