Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Kemenarikan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Android pada Mata Kuliah Rias Pengantin Barat Lusiana, Mitra; Thaitami, Siti Hajar; Silvia, Febri
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 | IN PRESS
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.748

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam pendidikan, termasuk pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemenarikan media pembelajaran AR berbasis Android pada mata kuliah Rias Pengantin Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 20 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan yang telah menempuh mata kuliah tersebut. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan indikator: daya tarik visual, interaktivitas, kejelasan informasi, kemudahan penggunaan, dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa media AR dinilai sangat menarik dengan persentase skor antara 86% hingga 90% di semua indikator. Visualisasi 3D yang realistis, interaktivitas tinggi, serta kemudahan penggunaan membuat media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar mahasiswa. Kesimpulannya, media AR berbasis Android memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan mendukung pembelajaran mandiri dalam pendidikan keterampilan seperti tata rias.
Optimalisasi teaching factory dan pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis IT dalam mensukseskan merdeka belajar bagi guru-guru SMK kecantikan se Sumatera Barat Rahmiati, Rahmiati; Astuti, Murni; Silvia, Febri; Thaitami, Siti Hajar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30973

Abstract

Abstrak Terbatasnya penggunaan teknologi digital dan belum optimalnya manajemen keuangan serta kualitas layanan yang rendah menjadi kendalam di SMK Tata Kecantikan di Sumatera Barat dalam menghadapi penyelenggaraan Teaching Factory. Kendala ini menjadi penghambat dari Teaching Factory sebagai sarana yang efektif untuk peningkatan kualitas pendidikan dan persiapan siswa dalam memasuki industri kecantikan. Selain itu kemampuan guru-guru SMK Tata Kecantikan masih kurang dalam membuat bahan ajar berbasis IT seperti E-Modul pembelajaran. Untuk mengatasinya, dilakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang meliputi peningkatan kualitas layanan Teaching Factory, pelatihan manajemen digital marketing, pengelolaan keuangan yang efisien, dan pengembangan E-Modul pembelajaran. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mendukung program Merdeka Belajar yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru yang relevan dengan industri kecantikan, sekaligus mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan pada pasar kerja. kegiatan PKM ini meliputi peningkatan visibilitas dan pemasaran Teaching Factory melalui strategi digital marketing yang efektif, pengelolaan keuangan Teaching Factory yang lebih efisien dan transparan, peningkatan kualitas layanan Teaching Factory dengan pelatihan keterampilan dan pengetahuan terkini dalam bidang kecantikan, pengembangan dan integrasi E-Modul dalam proses pembelajaran untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi dan praktek, serta bimbingan. Kata kunci: teaching factory; IT; merdeka belajarAbstract The limited use of digital technology, suboptimal financial management, and low service quality have become major challenges for Beauty Vocational High Schools (SMK Tata Kecantikan) in West Sumatra in implementing Teaching Factory programs. These obstacles hinder the effectiveness of Teaching Factory as a means to improve the quality of education and to prepare students for entering the beauty industry. Additionally, the teachers’ ability to develop IT-based teaching materials, such as E-Modules, remains insufficient. To address these issues, a Community Partnership Program (PKM) was carried out, encompassing efforts to improve the quality of Teaching Factory services, training in digital marketing management, efficient financial management, and the development of E-Module learning materials. This PKM activity aims to support the Merdeka Belajar program, with the expectation of enhancing teachers' skills and knowledge relevant to the beauty industry while simultaneously preparing students with the competencies required by the labor market. The PKM activities include increasing the visibility and marketing of Teaching Factory through effective digital marketing strategies, ensuring more efficient and transparent financial management, enhancing the quality of Teaching Factory services through training in the latest skills and knowledge in the field of beauty, and developing and integrating E-Modules into the learning process to support interactive and innovative education. The activities be carried out through lectures, demonstrations and practical sessions, as well as mentoring. Keywords: teaching factory; IT; freedom to learn
Analisis Kemenarikan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Android pada Mata Kuliah Rias Pengantin Barat Lusiana, Mitra; Thaitami, Siti Hajar; Silvia, Febri
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.748

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong inovasi dalam pendidikan, termasuk pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemenarikan media pembelajaran AR berbasis Android pada mata kuliah Rias Pengantin Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 20 mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan yang telah menempuh mata kuliah tersebut. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan indikator: daya tarik visual, interaktivitas, kejelasan informasi, kemudahan penggunaan, dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa media AR dinilai sangat menarik dengan persentase skor antara 86% hingga 90% di semua indikator. Visualisasi 3D yang realistis, interaktivitas tinggi, serta kemudahan penggunaan membuat media ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar mahasiswa. Kesimpulannya, media AR berbasis Android memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan mendukung pembelajaran mandiri dalam pendidikan keterampilan seperti tata rias.
Masker Tepung Jagung sebagai Perawatan Kulit Wajah Kering Thaitami, Siti Hajar; Silvia, Febri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kulit kering pada wanita usia 18-25 tahun dapat menyebabkan kulit kusam, gelap, dan penuaan dini. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan 8 orang sampel untuk dua kelompok perlakuan dimana masing-masing 4 orang pada kelompok kontrol (X0) dan kelompok eksperimen (X1) dengan frekuensi pemakaian masker 1 x seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pada Kelompok Kontrol (X0) tidak terdapat perubahan tingkat kelembaban kulit dan tingkat kecerahan kulit hingga perawatan kulit kelima. 2) Pada Kelompok Eksperimen (X1) terjadi perubahan pada tingkat kelembaban kulit dengan kondisi lembab mulai pada perawatan ke empat dan meningkat pada kondisi sangat lembab pada perawatan kelima. 3) Terdapat perbedaan pengaruh perawatan wajah kering pada wanita usia 18-25 tahun dengan menggunakan masker tepung jagung pada kedua perlakuan yang berbeda baik pada indikator Kelembaban Kulit maupun indikator kecerahan kulit wajah pada taraf signifikansi 0.05.
Efektivitas dan Tantangan Pembelajaran Daring dalam Mata Kuliah Metodologi Penelitian: Perspektif dari Literatur Silvia, Febri; Thaitami, Siti Hajar; Rahmiati, Rahmiati; Saputra, Indra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan tantangan pembelajaran daring dalam mata kuliah Metodologi Penelitian melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 20 artikel ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi sejauh mana pembelajaran daring mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa, serta hambatan yang muncul selama proses pelaksanaannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran daring secara umum efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep metodologi penelitian, terutama ketika didukung oleh platform digital interaktif seperti Google Classroom dan Moodle. Efektivitas ini bergantung pada faktor-faktor seperti desain pembelajaran yang terstruktur, metode pengajaran yang interaktif, dan dukungan teknologi yang memadai. Namun, tantangan signifikan juga ditemukan, di antaranya kendala teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil, keterbatasan perangkat, dan kurangnya keterampilan teknis baik dari dosen maupun mahasiswa. Tantangan psikologis seperti rendahnya motivasi belajar dan keterbatasan interaksi sosial juga menjadi penghambat efektivitas pembelajaran daring. Selain itu, beberapa mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi yang abstrak tanpa adanya penjelasan langsung dari dosen atau praktik lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pembelajaran daring menghadapi berbagai tantangan, metode ini tetap memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam mata kuliah metodologi penelitian. Dengan peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan teknis bagi dosen dan mahasiswa, serta pengembangan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, efektivitas pembelajaran daring dapat ditingkatkan secara signifikan. Kajian ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dalam mengoptimalkan pembelajaran daring, khususnya di era digital
PELATIHAN NAIL ART & DIGITAL MARKETING BAGI GURU SMK KECANTIKAN SE SUMATERA BARAT UNTUK MENDUKUNG KURIKULUM MERDEKA Chairani, Vici Syahril; Astuti, Murni; Mursyida, Lativa; Utami, Rima Agustia; Kartika, Rani; Thaitami, Siti Hajar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41562

Abstract

Guru-guru SMK Kecantikan di Sumatera Barat menghadapi tantangan dalam mengajarkan mata pelajaran Perawatan Tangan dan Kaki serta Merias Kuku (Nail Art) yang diperkenalkan dalam Kurikulum Merdeka. Kesulitan ini muncul karena para guru belum memiliki keterampilan dalam nail art dan belum mendapatkan pelatihan khusus terkait teknik merias kuku. Padahal, mata pelajaran ini telah dimasukkan dalam Kurikulum Merdeka dan harus dipelajari oleh seluruh siswa SMK Tata Kecantikan, termasuk yang ada di Sumatera Barat. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru SMK Kecantikan dalam mengajarkan mata pelajaran perawatan tangan, kaki dan merias kuku, serta meningkatkan kompetensi digital guru dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi jasa-jasa kecantikan yang ada di salon SMK Kecantikan. Metode pelaksanaan PkM ini menggunakan sosialisasi, demonstrasi dan praktek, yang dilakukan dalam tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil PkM ini menunjukan bahwa kegiatan pelatihan perawatan tangan, kaki dan merias kuku serta pelatihan digital marketing untuk pembuatan konten promosi salon SMK kecantikan memberikan manfaat dan sangat berguna bagi guru.
Perbandingan Penggunaan Eyebrow Powder dengan Pomade Alis untuk Membentuk Alis Pada Tata Rias Pengantin Koto Gadang Oktafia, Monika; Thaitami, Siti Hajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk hasil pengunaan eyebrow powder dan pomade alis dalam membentuk alis, membandingkan efektivitas pengunaan dan ketahanan antara eyebrow powder dan pomade alis dan mengetahui produk kosmetik alis yang lebih sesuai digunakan dalam menciptakan karakter alis pada Tata Rias Pengantin Koto Gadang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Departemen Tata Rias dan Kecantikan tahun masuk 2023 berjumlah 96 orang dengan sampel sebanyak 6 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari Variabel bebas (X) dan Variabel terikat (Y). data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini Penyusunan Indikator, Penyusunan Skor Indikator. Data dianalisis dengan menggunakan uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pomade alis lebih efektif dibandingkan eyebrow powder dalam membentuk alis tata rias pengantin Koto Gadang, terutama dalam hal kerataan warna, kerapian bentuk, dan ketahanan hasil riasan terhadap aktivitas panjang dan kondisi panas. Penggunaan eyebrow powder menghasilkan nilai rata-rata untuk indikator kerataan sebesar 2,89, kerapian sebesar 3,00, dan ketahanan sebesar 2,96 termasuk dalam kategori baik, dengan tampilan yang lembut dan natural sesuai karakter rias pengantin Koto Gadang yang anggun dan tidak berlebihan. Penggunaan pomade alis menunjukkan hasil yang lebih unggul dibandingkan eyebrow powder pada semua indikator penilaian. Nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 3,72 untuk kerataan, 3,78 untuk kerapian, dan 3,85 untuk ketahanan termasuk dalam kategori sangat baik dengan tekstur krim dari pomade memberikan hasil warna yang lebih merata, bentuk alis yang lebih rapi dan presisi, serta ketahanan yang tinggi terhadap keringat dan suhu panas.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KUAS SHADING DENGAN FLAT SPONGE UNTUK HASIL CONTOUR HIDUNG PADA BOLD MAKEUP Zakiyah Syam Fitri; Siti Hajar Thaitami
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6173

Abstract

Teknik contouring hidung merupakan elemen penting dalam rias wajah bold untuk menciptakan tampilan yang tegas, berdimensi, dan estetis, namun pemilihan alat aplikasi yang paling efektif masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil penggunaan kuas shading dan flat sponge dalam menghasilkan contour hidung pada rias bold, serta menentukan alat yang lebih efektif. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui desain quasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok perlakuan, yaitu aplikasi contour menggunakan kuas shading dan flat sponge. Sampel terdiri dari enam subjek dengan hidung terlalu pendek, dan penilaian dilakukan oleh sebelas panelis ahli melalui observasi dan uji organoleptik estetika menggunakan lima indikator penilaian. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan nilai signifikansi pada seluruh indikator lebih dari 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua alat dalam menghasilkan contour hidung pada bold makeup. Temuan ini mengindikasikan bahwa kuas shading dan flat sponge sama efektifnya dalam menghasilkan contour yang tegas, proporsional, dan sesuai konsep bold, sehingga pengguna dapat menyesuaikan pemilihan alat berdasarkan preferensi dan kenyamanan