Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Journal of Indonesian History

Perkembangan Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Sompok Semarang Tahun 1906–1930 Dewi, Kurnia; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 6 No 1 (2017): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman Sompok di pilih oleh gemeente Semarang untuk mengatasi wabah penyakit menular yang menyebar di Semarang. Sompok dipilih karena wilayahnya bebas dari wabah penyakit menular. Pembangunan di Sompok dimulai dari pembebasan lahan, kemudian dibangun rumah percontohan. Karena warga semarang berminat menyewa rumah di Sompok, perencanaan pembangunan kembali dilakukan pada tahun 1916.  Pembangunan di Sompok dilakukan pada tahun 1920. Kampung/gang dibelakang kawasan Sompok dibangun rumah yang lebih kecil bagi pejabat kelas rendah. Perkembangan sosial budaya masyarakatnya terlihat dari pola hidup yang awalnya tidak sehat menjadi hidup bersih dan sehat. Dahulunya warga mandi dan buang air di sembarang tempat, ketika tinggal di Sompok harus lebih rapi. Fasilitas mandi, cucui, kakus yang dibangun harus dijaga kebersihannya oleh penghuni Sompok. Pembangunan Sompok mengakibatkan perubahan dalam berbagai hal, mulai dari kebiasaan penghuninya hingga pengaruhnya kepada masyarakat Semarang.
POSTER DAN UPAYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI YOGYAKARTA TAHUN 1945-1949 Limah, Hutri; Utomo, Cahyo Budi; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memaparkan gambaran umum Yogyakarta pada masa revolusi tahun 1945-1949. (2) Menjelaskan perkembangan poster di Yogyakarta tahun 1945-1949. (3) Menganalisis fungsi dan dampak poster bagi masyarakat Yogyakarta pada tahun 1945-1949. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster pada masa revolusi dibuat oleh seniman sanggar seni PTPI, SIM dan Pelukis Rakyat atau kerja sama sanggar dengan pemerintah atau badan pemerintah tertentu yang memiliki bagian pembuat poster sendiri. Fungsi poster sebelum Agresi Militer Belanda II ialah provokasi kepada musuh dan penerangan masyarakat umum, sedangkan fungsinya ketika Agresi Militer Belanda II adalah pembinaan kalangan pejuang, pembinaan masyarakat umum dan jawaban provokasi musuh. Karena poster pada masa revolusi sangat efektif di lapangan, maka dampak poster mengikuti fungsinya. Semangat tempur para pejuang tinggi, bangkitnya kesadaran masyarakat umum untuk mengakomodasi para pejuang di garis depan, dan motivasi positif para pejuang maupun rakyat untuk berjuang bersama-sama sampai akhir.
PERKEMBANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PULAU NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP Sulton, Muchamad; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Journal of Indonesian History

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan dimulai dari tahun 1908 sejak Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan ketetapan untuk mempergunakan Pulau Nusakambangan sebagai tempat untuk menghukum mereka yang terkena hukuman. Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan selanjutnya pada tahun 1935 dikeluarkannya surat keputusan Direktur Justisi tentang napi yang dapat diterima di Nusakambangan dengan sisa hukuman satu tahun. Pada tahun 1965 dikeluarkannya surat keputusan Kepala Djawatan Kependjaraan yang mengatur bahwa napi yang dikirim ke Nusakambangan harus diseleksi terlebih dahulu. Selanjutnya pada tahun 1983 Menteri Ismail Saleh menginstruksikan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dijadikan sebagai tempat untuk membina napi yang sulit dibina di Lapas lain. Pembinaan di Lapas Nusakambangan bersifat kemandirian seperti pertanian, perikanan, perkebunan, perbengkelan, dan pertukangan. Adanya Lapas Nusakambangan ini memberikan dampak bagi kehidupan sekitar Pulau Nusakambangan yakni dalam bidang politik, pariwisata, sosial, dan lingkungan.
DINAMIKA INTEGRASI DAN PEMISAH POLRI DARI ABRI TAHUN 1961-2002 Aini, Aulia Nur Wihdlatil; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.36973

Abstract

The purpose of this research are: (1) to reveal how the process of Indonesian National Police integration into ABRI in 1961-1998, (2) to reveal how the separated process of Indonesian National Police from ABRI in 1998-2002. This research uses historical research methods that contain four steps, those are: heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this research show that the Indonesian National Police have an important role in the revolutionary period along with other armed forces, so that become a main reason Indonesian National Police join into ABRI . The integration of Indonesian National Police into ABRI has caused many pros and cons. The impact of the integration made the performance of the Indonesian National Police very deteriorating in the operational and guidance section. With the existence of various obstacles after the integration of Indonesian National Police into the Armed Forces finally in 1999 the National Police separated from ABRI. Keywords: Integration, Separation, Polri, ABRI
SEJARAH PENGEBOMAN CANDI BOROBUDUR TAHUN 1985: TINJAUAN SEJARAH SOSIAL POLITIK DI INDONESIA Pratama, Angga Novian; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37051

Abstract

The history of politics in Indonesia, especially Orde Baru is indeed inseparable from the conflict between Islam and the state, especially the problem of ideology. This was seen when the Orde Baru applied a non-aspirational political strategy to Islam, one of them is asas tunggal Pancasila. The inequality of political views with the government caused various reactions and resistance from radical Islamists. One of the incidents is the Borobudur Temple bombing in 1985. The methods used in this study were historical research methods, this is: (1) Heuristics, (2) Source Criticism, (3) Interpretation, and (4) Historiography. The results of this study indicate that there are factors underlying the occurrence of the Borobudur Temple bombing, this is: (1) Political factors, the reactions of various Orde Baru policies which were considered to marginalize Islam, (2) Social factors, the emergence of a sense of injustice conducted by the government in the Tanjung Priok tragedy 1984, (3) Religious and ideological emotional factors, the desire to carry out a revolution like in Iran by revenge for bombing. The handling of the government in this case took two months, until the incident of Pemudi Express Bus exploded which resulted in the arrest of the perpetrators. This bombing resulted in the destruction of nine Borobudur Temple stupas which led to the restoration and improvement of the temple area security system. This incident also had an impact on the tourism, social and political economy in Indonesia.   Keywords: Bombing, Borobudur Temple, Social History
Perkembangan Konveksi Jilbab Wafda Collection Di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun 1991-2016 Anis, Anis Nurul Chabibah; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46913

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan adanya peraturan diperbolehkkannya penggunaan jilbab di Indonesia salah satunya dengan berkembangnya konveksi jilbab di Indonesia khususnya di Desa Pasir Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Pengguna jilbab yang semakin hari semakin banyak membuat konveksi jilbab memiliki inovasi baru untuk terus mengikuti tren yang sedang terjadi di masyarakat. Berbagai macam jilbab yang diproduksi oleh Wafda Collection yang tetap mengikuti tren yang ada di masyarakat. Konveksi jilbab Wafda Collection hanya memproduksi jilbab saja yang sudah berdiri sejak tahun 1991. Perkembangan konveksi jilbab Wafda Collection dari tahun 1991 hingga 2016 tentu saja mengalami pasang surut, selain itu perjalanannya setiap tahun yang tetap memiliki peningkatan dan juga naik turun baik dalam produksi maupun penghasilan. Meskipun kompetitor diluar sana banyak, Wafda Collection tetap bisa bersaing dan tetap bisa mengembangkan produksi jilbab setiap tahunnya. Ketika menghadapi krisis moneter konveksi jilbab Wafda Collection mengalami masa kejayaan, produksi jilbab yang meningkat dan penghasilan yang meningkat juga. Kata kunci: Konveksi jilbab, Wafda Collection, Demak
Perkembangan Sosial Budaya Masyarakat Pemukiman Sompok Semarang Tahun 1906–1930 Dewi, Kurnia; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 6 No 1 (2017): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman Sompok di pilih oleh gemeente Semarang untuk mengatasi wabah penyakit menular yang menyebar di Semarang. Sompok dipilih karena wilayahnya bebas dari wabah penyakit menular. Pembangunan di Sompok dimulai dari pembebasan lahan, kemudian dibangun rumah percontohan. Karena warga semarang berminat menyewa rumah di Sompok, perencanaan pembangunan kembali dilakukan pada tahun 1916. Pembangunan di Sompok dilakukan pada tahun 1920. Kampung/gang dibelakang kawasan Sompok dibangun rumah yang lebih kecil bagi pejabat kelas rendah. Perkembangan sosial budaya masyarakatnya terlihat dari pola hidup yang awalnya tidak sehat menjadi hidup bersih dan sehat. Dahulunya warga mandi dan buang air di sembarang tempat, ketika tinggal di Sompok harus lebih rapi. Fasilitas mandi, cucui, kakus yang dibangun harus dijaga kebersihannya oleh penghuni Sompok. Pembangunan Sompok mengakibatkan perubahan dalam berbagai hal, mulai dari kebiasaan penghuninya hingga pengaruhnya kepada masyarakat Semarang.
POSTER DAN UPAYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI YOGYAKARTA TAHUN 1945-1949 Limah, Hutri; Utomo, Cahyo Budi; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memaparkan gambaran umum Yogyakarta pada masa revolusi tahun 1945-1949. (2) Menjelaskan perkembangan poster di Yogyakarta tahun 1945-1949. (3) Menganalisis fungsi dan dampak poster bagi masyarakat Yogyakarta pada tahun 1945-1949. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster pada masa revolusi dibuat oleh seniman sanggar seni PTPI, SIM dan Pelukis Rakyat atau kerja sama sanggar dengan pemerintah atau badan pemerintah tertentu yang memiliki bagian pembuat poster sendiri. Fungsi poster sebelum Agresi Militer Belanda II ialah provokasi kepada musuh dan penerangan masyarakat umum, sedangkan fungsinya ketika Agresi Militer Belanda II adalah pembinaan kalangan pejuang, pembinaan masyarakat umum dan jawaban provokasi musuh. Karena poster pada masa revolusi sangat efektif di lapangan, maka dampak poster mengikuti fungsinya. Semangat tempur para pejuang tinggi, bangkitnya kesadaran masyarakat umum untuk mengakomodasi para pejuang di garis depan, dan motivasi positif para pejuang maupun rakyat untuk berjuang bersama-sama sampai akhir.
PERKEMBANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PULAU NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP Sulton, Muchamad; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan dimulai dari tahun 1908 sejak Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan ketetapan untuk mempergunakan Pulau Nusakambangan sebagai tempat untuk menghukum mereka yang terkena hukuman. Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan selanjutnya pada tahun 1935 dikeluarkannya surat keputusan Direktur Justisi tentang napi yang dapat diterima di Nusakambangan dengan sisa hukuman satu tahun. Pada tahun 1965 dikeluarkannya surat keputusan Kepala Djawatan Kependjaraan yang mengatur bahwa napi yang dikirim ke Nusakambangan harus diseleksi terlebih dahulu. Selanjutnya pada tahun 1983 Menteri Ismail Saleh menginstruksikan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dijadikan sebagai tempat untuk membina napi yang sulit dibina di Lapas lain. Pembinaan di Lapas Nusakambangan bersifat kemandirian seperti pertanian, perikanan, perkebunan, perbengkelan, dan pertukangan. Adanya Lapas Nusakambangan ini memberikan dampak bagi kehidupan sekitar Pulau Nusakambangan yakni dalam bidang politik, pariwisata, sosial, dan lingkungan.
Dinamika Integrasi dan Pemisah POLRI dari ABRI Tahun 1961-2002 Aini, Aulia Nur Wihdlatil; Muntholib, Abdul; Suryadi, Andy
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.36973

Abstract

The purpose of this research are: (1) to reveal how the process of Indonesian National Police integration into ABRI in 1961-1998, (2) to reveal how the separated process of Indonesian National Police from ABRI in 1998-2002. This research uses historical research methods that contain four steps, those are: heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The results of this research show that the Indonesian National Police have an important role in the revolutionary period along with other armed forces, so that become a main reason Indonesian National Police join into ABRI . The integration of Indonesian National Police into ABRI has caused many pros and cons. The impact of the integration made the performance of the Indonesian National Police very deteriorating in the operational and guidance section. With the existence of various obstacles after the integration of Indonesian National Police into the Armed Forces finally in 1999 the National Police separated from ABRI. Keywords: Integration, Separation, Polri, ABRI