Noviani Suryasari
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres Agustina Putri Ceria; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik spasial pada setiap elemen bangunan stasiun kereta api. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif merupakan metode dalam mendeskripsikan karakter pola ruang pada bangunan kemudian menganalisisnya untuk menyimpulkan karakter spasial dari bangunan. Bangunan Stasiun Solo Jebres memiliki karakter spasial dengan pola ruang yang simetris antara sayap kiri dan sayap kanan bangunan dengan central room di tengah sebagai area hall bangunan. Pola ruang disusun secara linier sehingga menimbulkan kesan horizontal bangunan sebagai ciri khas dari bangunan stasiun peninggalan Kolonial Belanda.Kata kunci: pola ruang, karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
Simetrisitas Ruang pada Rumah Tinggal Kuno Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Rizky Tirta Putri Supriyadi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simetrisitas ruang merupakan salah satu konsep hunian yang diterapkan oleh masyarakat Jawa. simetrisitas menjadi salah satu prinsip dalam penataan suatu ruang. Desa Sempalwadak menjadi desa yang menjadi desa yang berkembang atas dua budaya yang berbeda yakni budaya Jawa dan budaya Eropa yang mana dibawa oleh bangsa Belanda yang kala iu membangun pabrik gula di kawasan Desa Sempalwadak. Karakter bangunan kuno yang bercirikan bentuk atap perisai dengan sudut 45o dan atap pacul gowang yang merupakan salah satu karakter atap rumah tradisioanl Jawa yang memiliki fasade bangunan yang simetri ini masih banyak terlihat.Pembahasan ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana masyarakat menerapkan simetrisitas dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil studi dan pembahasan menunjukkan bahwa terjadi ketidak sesuaian antara fasade bangunan yang memiliki bentuk simetri namun berbeda dengan susunan ruang dalamnya yang dibangun pada era tahun 1950-an.Kata Kunci : simetrisitas, ruang dalam, rumah kuno
Karakter Spasial Bangunan Kolonial Protestanche Kerk (Gereja Merah)-Probolinggo Ramadhani Puspa Pratami Putri; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.292 KB)

Abstract

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih ada saat ini banyak mengalami kemunduran. Kurangnya kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat adalah penyebab utama tidak terpelihara bahkan kerusakan bangunan bersejarah. Salah satu bangunan yang masih utuh, asli dan berfungsi dengan baik adalah bangunan Gereja Merah Probolinggo yang keberadaannya terancam mengalami pergeseran fungsi. Tujuan studi ini mengetahui karakter spasial bangunan kolonial Protestanche Kerk (Gereja Merah)-Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan mendeskripsikan dan menganalisis elemen-elemen pembentuk karakter spasial bangunan. Bangunan Gereja Merah memiliki denah persegi panjang dan simetris dan memiliki hubungan ruang saling berdekatan. Ruang-ruang tersebut berorientasi ke arah mimbar dan memiliki organisasi ruang linier. Bangunan berorientasi menghadap ke arah Timur atau ke Jalan Suroyo.Kata Kunci: Karakter struktural, bangunan kolonial Belanda
Karakter Visual Fasade Bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang Efrina Amalia Ridwan; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bangunan kolonial Belanda masih bertahan di tengah-tengah kemunculan fungsi-fungsi baru pada kawasan alun-alun Kota Malang, salah satu diantaranya adalah bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Namun sayang pada beberapa bagian fasade bangunan telah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan ruang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang adalah langgam Nieuwe Bouwen. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran gigantis pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih atraktif dari yang lain.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Karakter Visual Fasade Bangunan Kolonial Belanda SDN Ditrotunon 1 Lumajang Anisa Riyanto; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.575 KB)

Abstract

Gaya arsitektur kolonial di Indonesia sangat erat kaitanya dengan sejarah perkembangan pembangunan negara ini. Bangunan-bangunan bergaya kolonial banyak tersebar diberbagai kota di tanah air. Salah satunya yang masih bertahan sampai saat ini yaitu SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Namun seiring dengan berkembangnya jaman dan kebutuhan pengguna yang mulai bertambah fasade bangunan juga ikut mengalami perubahan yang menyesuaikan kebutuhan pengguna. Tujuan dilakukan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda SDN Ditotrunan 1 Lumajang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan kemudian dianalisis. Hasil dari analisis tersebut diharapkan dapat menyimpulkan karakter visual bangunan.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Proporsi Bentuk Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar Di Blitar Jawa Timur Nurul Hidayah; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.726 KB)

Abstract

Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar adalah candi yang besar yang berada di Blitar. Candi ini merupakan warisan budaya masa lalu yang melambangkan keluhuran budaya masyarakat nenek moyang kita. Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar memiliki bentuk arsitektur yang dikelompokkan dalam langgam Jawa Timur dan memiliki bagian yang lengkap, maka perlu adanya perlakuan khusus terhadap candi ini dan diketahui bagaimana estetika proporsinya. Dengan bentuk yang khas, Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar ini memiliki beberapa transformasi bentuk yang perlu dianalisis serta ukuran yang perlu dikaji. Dalam kajian proporsi ini dilakukan dengan mengukur bagian pada setiap elemen candi yang hasilnya nanti berupa perbandingan setiap bagian serta elemen Candi Angka Tahun dan Candi Sawentar tersebut. Pada tampak depan, samping dan belakang candi teknik proporsi yang digunakan adalah teknik dari aturan Manasara-Silpasastra dan tampak atas bangunan menggunakan aturan proporsi dari Parmono Atmadi.Kata kunci: proporsi, Candi Angka Tahun, Candi Sawentar
Karakteristik Fasade Bangunan untuk Pelestarian Koridor Jalan Panggung Surabaya Nada Cholid Zubaidi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah panjang kota Surabaya yang dimulai sejak zaman Kerajaan Hindu – Mataram sampai kolonial Belanda (Handinoto, 1996) membentuk budaya yang beragam bagi kota Surabaya. Di koridor Jalan Panggung yang termasuk dalam kawasan Pecinan Surabaya, masih terdapat beberapa bangunan dengan karakteristik khas yang menjadi saksi sejarah perjalanan kota Surabaya dan perlu dilestarikan. Namun, disayangkan saat ini banyak perubahan yang terjadi pada fasade bangunan, sehingga berdampak besar pada perubahan karakter koridor Jalan Panggung Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasade untuk pelestarian koridor Jalan Panggung Surabaya. Unsur fasade tersebut meliputi atap, jendela, pintu dan ornamen. Hasil penelitian ini menemukan adanya dua jenis atap, yaitu atap perisai dan atap pelana, bermaterial genteng tanah liat. Banyak bangunan yang menggunakan jendela jenis ganda dengan perletakan di sisi kanan dan kiri pintu. Pada lantai bawah, menggunakan pintu lipat kayu dan pintu jenis ganda. Pada ornamen, beberapa bangunan menggunakan listplank pada ornamen atap, ornamen konsol, jenis kolom serta balustrade bermotif kolonial dan pecinan, lubang ventilasi maupun motif bouvenlict yang beragam masih dapat ditemukan pada koridor ini. Karakteristik ini akan menjadi acuan dalam pelestarian pembangunan koridor di masa datang.Kata kunci: karakteristik, fasade bangunan, pelestarian
Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik Frisa Rizienta; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem merupakan sebuah kawasan kota lama yang terdiri dari beberapa bangunan dalam beberapa jalur (gang) yang saling berhadapan dan memiliki keunikan/kekhasan arsitektur, yang pada periodisasi tertentu menjadi ikon/tanda kemajuan perkembangan Kota Gresik. Kawasan ini adalah kawasan yang terbanyak terdapat bangunan bersejarah di kota lama. Kondisi bangunan tersebut masih baik dan utuh, dengan gaya arsitektur yang beragam, yaitu Kolonial, Cina, Melayu dan memiliki usia rata-rata 100 tahun. Salah satu bangunan yang menonjol di kampung peranakan ini adalah rumah tinggal Gajah Mungkur dan beberapa makam leluhur (makam Nyai Ageng Arem-arem). Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut.Kata kunci: karakteristik, fasade, Nyai Ageng Arem-arem
Transformasi Tata Ruang dan Elemen Linear Vertikal Masjid Jawa pada Perancangan Museum Islam Nusantara Bayu Arga Dewantara; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Museum Islam Nusantara dilatar belakangi oleh tidak adanya sarana untuk melestarikan dan mempelajari sejarah dan budaya Islam Nusantara di Indonesia. Diperlukan sebuah sarana edukasi-pariwisata yang dapat memberitahu masyarakat tentang bagaimana Islam masuk dan berkembang hingga sekarang menjadi agama terbesar di Indonesia. Dalam perancangan sebuah bangunan simbolik tentu diperlukan suatu ciri khas yang dapat menginterpretasikan tentang tema arsitektural tersebut dimana Masjid Jawa merupakan salah satu peninggalan masa kejayaan Islam di Nusantara pada segi arsitektur. Tata spasial Masjid Jawa memiliki susunan yang khas hal tersebut ditunjang pula dengan keberadaan sokoguru sebagai salah satu karakteristik utama Masjid Jawa. Dengan demikian perlu adanya sebuah proses transformasi dari tata ruang dan elemen linear vertikal untuk diterapkan pada Museum Islam Nusantara. Metode transformasi yang digunakan adalah transformasi borrowing yang dapat meminjam dari bentuk atau aspek spasial objek tertentu untuk diterapkan pada objek baru. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini adalah tata spasial yang dipengaruhi oleh dua sumbu (kiblat dan makam KH Abdurrahman Wahid) menyebabkan tata spasial yang menyudut dan berbelok pada titik perpotongan sumbu tersebut. Elemen linear vertikal yang ditransformasikan pada Hall Kerajaan Islam Nusantara menghasilkan tatanan bentuk segi delapan akibat dari perpotongan kedua sumbu tersebut.Kata Kunci: masjid Jawa, museum, transformasi, tata ruang, elemen linear vertikal
Karakteristik Spasial dan Visual Balaikota Madiun (Eks Raadhuis Madioen) Vicky Rizaldi; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.594 KB)

Abstract

Bangunan pemerintahan Balai Kota Madiun merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun oleh biro konsultan arsitektur Fermont dan Eduard Cuypers yang proses pembangunannya dimulai pada tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1930. Langgam arsitektur Balai Kota Madiun bercirikan Nieuwe Bouwen yang terinspirasi oleh aliran International Style dan mengadopsi karakter arsitektur lokal. Penelitian ini fokus pada pembahasan mengenai karakteristik spasial dan karakteristik visual. Dari segi spasial, denah bangunan terdiri dari keseimbangan asimetris yang didominasi oleh bentukan geometri sederhana, court sebagai elemen bentukan void ditempatkan di tengah bangunan Keunikan dari karakteristik visual ditunjukkan melalui peletakan tower dekat pintu masuk utama, peletakan portico di depan porch pintu masuk utama, fasade bangunan yang didominasi warna putih. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang fokus pada pendekatan historis dan metode analisis kualitatif yang fokus pada observasi bangunan.Kata kunci: Madiun, Balai Kota, karakteristik spasial, karakteristik visual