Noviani Suryasari
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Spasial Bangunan Gereja Blenduk (GPIB IMMANUEL) Semarang Cyndhy Aisya Tanjungansari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja GPIB Immanuel atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Letak bangunan Gereja Blenduk berada pada poros kawasan Kota Lama Semarang dan merupakan tetenger kawasan. Terdapat empat pintu untuk masuk kedalam bangunan yang berada pada sisi Utara, Timur, Selatan dan Barat. Karakter spasial pada bangunan gereja simetris karena memiliki bentuk mirip salib. Organisasi ruang pada bangunan merupakan organisasi ruang yang terpusat pada ruang ibadah. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis spasial pada bangunan, sehingga ditemukan karakteristik spasial pada bangunan Gereja Blenduk. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter spasial bangunan Gereja Blenduk.Kata kunci: karakter spasial, GPIB Immanuel Semarang
Pelestarian Bangunan Kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok Novia Estin; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.832 KB)

Abstract

Kota Depok merupakan salah satu daerah yang memiliki kaitan erat dengan sejarah masa kolonial Belanda. Bangunan kolonial Belanda di jalan Pemuda Depok memiliki karakter yang khas. Namun lambat laun terjadi penurunan fungsi dan fisik bangunan yang ditandai dengan beberapa bangunan kolonial Belanda yang berubah fungsi bahkan ada beberapa bangunan kolonial Belanda yang dihancurkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual dan karakte spasial bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok, serta menganalisis dan menentukan strategi pelestarian yang sesuai untuk mempertahankan karakteristik bangunan kolonial Belanda di Jalan Pemuda Depok. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan dengan tiga metode, yaitu metode deskriptif, metode evaluatif dan metode development. Hasil studi menunjukan elemen-elemen visual dan spasial yang masih asli banyak ditemukan pada kelompok kategori bangunan A dan B, sedangkan kelompok kategori bangunan C dan D telah mengalami beberapa perubahan. Pada kategori C perubahan terjadi pada elemen eksterior dan elemen interior, sedangkan pada ketegori D perubahan didominasi pada elemen interior. Arahan pelestarian pada bangunan kolonial di Jalan Pemuda Depok, diklasifikasikan ke dalam tiga kelas elemen-elemen bangunan potensial, yaitu potensial tinggi, potensial sedang dan potensial rendah, kemudian dari tiga tingkatan potensial tersebut ditentukan strategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing-masing elemen bangunan tersebut.Kata Kunci: pelestarian bangunan, bangunan kolonial, karakter visual, karakter spasial
POLA RUANG DALAM BANGUNAN RUMAH GADANG DI KAWASAN ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU – SUMATERA BARAT Maulana Abdullah; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.136 KB)

Abstract

Rumah Gadang merupakan salah satu rumah tradisional yang terdapat di Indonesia, terletak di Sumatera Barat. Rumah Gadang merupakan rumah tinggal bagi kaum Minangkabau. Keberadaan Rumah Gadang saat ini masuk dalam kategori terancam karena adanya bencana alam yaitu gempa, karena kawasan yang terdapat Rumah Gadang merupakan daerah pergerakan lempeng bumi pada bagian barat Indonesia. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan Rumah Gadang semakin berkurang di berbagai kawasan di Minangkabau. Kawasan Alam Surambi Sungai Pagu merupakan salah satu kawasan yang masih banyak terdapat Rumah Gadang dan memiliki ruang dalam yang asli dengan berbagai bentuk penambahan sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Kawasan ini juga disebut sebagai Nagari Saribu Rumah Gadang yang terletak di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini fokus pada permasalahan pola ruang dalam bangunan Rumah Gadangdi kawasan Alam Surambi Sungai Pagu yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan survei langsung ke lapangan, objek penelitian berupa Rumah Gadang yang difungsikan sebagai rumah tinggal dan tempat kegiatan adat. Hasil studi menunjukkan susunan-susunan ruang dalam bangunan Rumah Gadang dari berbagai jenis klasifikasi yang telah dibagi berdasarkan pola ruang dalam yang terdapat di kawasan tersebut.Kata kunci: Rumah Gadang, rumah tradisional, pola ruang dalam
Karakter Spasial Bangunan Utama Kompleks Asrama Korem 081/DSJ Madiun (EKS MIDDELBARE BOSCHBOUWSCHOOL TE MADIOEN) Rizki Nimas Exacti; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih ada saat ini banyak mengalami kemunduran. Kurangnya kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat adalah penyebab utama tidak terpelihara bahkan kerusakan bangunan bersejarah. Kompleks Asrama Korem 081/DSJ terdiri dari bangunan- bangunan yang sudah mengalami banyak perubahan akibat dari berubahnya fungsi utama dari kompleks bangunan itu sendiri. Tujuan studi ini mengetahui karakter spasial bangunan utama kompleks Asrama Korem 081/DSJ Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan mendeskripsikan dan menganalisis elemen-elemen pembentuk karakter spasial bangunan. Pada awalnya bangunan utama pada kompleks Asrama Korem memiliki denah yang simetris, seimbang antara sisi barat dan timur bangunan. Berorganisasi ruang linier dan bersirkulasi grid. Bangunan berorientasi menghadap ke arah Utara dan Jalan Raya Diponegoro, dan mempunyai teras bangunan keliling dan selasar yang menghubungkan bangunan utama dengan bangunan lainnya.Kata Kunci : Karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
POLA AKTIVITAS PADA RUANG PUBLIK TAMAN BUNGKUL SURABAYA Retty Puspasari; Jenny Ernawati; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik menjadi salah satu fenomena unik dalam sebuah kawasan kota. Sebagai salah satu ruang publik Kota Surabaya, Taman Bungkul dituntut mampu mewadahi berbagai macam aktivitas sosial-rekreatif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola aktivitas dalam satu kawasan ruang publik Taman Bungkul serta pemanfaatan ruangnya. Pola aktivitas tersebut dipengaruhi oleh sistem seting yang ada. Metode observasi dengan teknik placed-centered mapping digunakan sebagai alat untuk mengetahui pola aktivitas, tingkat kepadatan serta kecenderungan pemanfaatan ruang dan atribut ruang bagi berbagai macam aktivitas yang ada. Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tata lingkungan fisik pada Taman Bungkul sebagai suatu sistem seting ruang publik harus sesuai untuk mengakomodasi aktivitas orang-orang.Kata Kunci: pola aktivitas, pemanfaatan ruang, ruang publik, sistem seting
Museum Seni dan Budaya Kota Batu (Dengan Pendekatan Transformasi Konsep Arsitektural Candi Songgoriti) Dyah Ayu Novianti; Noviani Suryasari; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Songgoriti merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah berupa hasil kesenian dan kebudayaan lokal tertua yang ada di Kota Batu. Untuk mendukung perkembangan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata diperlukan fasilitas yang dapat mengemas hasil karya kesenian dan kebudayaan lokal yang ada. Dengan pemilihan Candi Songgoriti sebagai dasar konsep perancangan Museum Seni dan Budaya Kota Batu diharapkan dapat memperkuat kesan objek wisata dengan tema bangunan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan dengan konten kesenian dan kebudayaan lokal yang ada di Kota Batu. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan bangunan museum seni dan budaya dengan menggunakan pendekatan transformasi dari konsep arsitekural Candi Songgoriti. Metode yang digunakan adalah dengan pemilihan variabel konsep arsitektural dari Candi Songgoriti yang diterapkan pada aspek bangunan museum berupa konsep ruang, bentuk, tampilan, dan hirarki. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa transformasi yang dilakukan pada konsep arsitektural dan sejarah candi menjadi rancangan aspek bangunan museum dapat memperkuat kesan bangunan museum dengan tampilan dan penataan organisasi ruang Museum Seni dan Budaya.Kata kunci: Candi Songgoriti, transformasi, konsep arsitektural, aspek bangunan
Karakter Visual Bangunan Utama Kompleks Asrama Inggrisan Kota Banyuwangi Agustinha Risdyaningsih; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.016 KB)

Abstract

Karakter visual merupakan bagian yang dapat dilihat langsung pada bangunan. Studi ini bertujuaan untuk mengetahui karakter visual pada bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan di kota Banyuwangi yang merupakan bangunan bersejarah yang saat digunakan Inggris berfungsi sebagai Lodge atau tempat penginapan dan kemudian digunakan juga sebagai barak prajurit. Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-analitis. Variabel yang digunakan adalah elemen visual bangunan yang meliputi bentuk denah, jendela, ventilasi, pintu, lantai, dinding, atap, kolom, kolong bangunan dan fasade. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan memiliki bentuk denah simetris yang dibentuk dari geometri sederhana tanpa ada elemen lengkung. Bangunan didominasi dengan pintu yang pada bangunan utama memiliki ukuran yang besar dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pada bangunan pendukung. Bangunan yang berbentuk panggung menciptakan ruang pada bagian bawahnya (kolong bangunan) dan bangunan disokong oleh kolom yang berperan seperti umpak. Fasade bangunan didominasi dengan atap bangunan yang besar dan banyak terjadi pengulangan pada kolom dan bukaan lengkung pada kolong bangunan yang memberikan kesan kokoh pada bangunan ini.Kata kunci: karakter, visual, kolonial
Tipologi Wajah Bangunan Rumah Kuno di Desa Sempalwadak Kabupaten Malang Vivi Sintiasari; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang merupakan salah satu peninggalan arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya di wilayah Kota Malang. Wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak memiliki karakteristik dan merupakan bagian penting bangunan karena dapat merepresentasikan citra bangunan, budaya pemilik rumah dan gaya bangunan pada masa tahun pembangunannya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dengan metode analisis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan tipologi. Hasil studi menemukan bahwa wajah bangunan rumah kuno di Desa Sempalwadak, Kabupaten Malang dapat ditipologikan berdasarkan elemen kepala/atap bangunan, badan/dinding bangunan, dan kaki/ lantai bangunan. Pengaruh gaya kolonial dapat ditemukan pada seluruh elemen wajah bangunan, khususnya pada bangunan yang dibangun pada tahun 1950-an. Karakteristik elemen arsitektural pada wajah bangunan dipengaruhi oleh aspek keamanan bangunan, estetika bangunan, dan penyesuaian bangunan terhadap iklim setempat.Kata kunci: tipologi, wajah bangunan, rumah kuno
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Jember Prissilia Dwicitta Meykalinda; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.327 KB)

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap karakter visual setiap elemen pembentuk bangunan Stasiun Jember. Studi ini dilakukan karena tampilan visual pada Stasiun Jember mencitrakan karakter arsitektur Kolonial yang menonjol pada koridor Jalan Wijaya Kusuma. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk melakukan deskripsi mengenai elemen pembentuk bangunan serta komposisi visual bangunan, agar dapat diketahui bagaimana karakter visualnya. Bangunan Stasiun Jember secara visual menekankan pada bentuk massa yang memanjang, sehingga didominasi oleh komposisi bidang-bidang horizontal. Dominasi tersebut diseimbangkan dengan adanya komposisi bidang vertikal, lengkung, dan diagonal yang terdapat pada elemen pintu, jendela, dan dinding gevel. Fasade bangunan menampilkan elemen kayu asli Kolonial melalui bidang-bidang bukaan dan kolom dengan bentuk yang sederhana dan minim penggunaan ornamen.Kata kunci: Karakter visual, fasade, ruang dalam, bangunan Kolonial
Building Form berdasarkan Sejarah Kawasan Bangunan pada Jalan Basuki Rahmat Malang Abraham Mohammad Ridjal; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari; Joko Triwinarto Santoso
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.691 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.02.4

Abstract

Human civilization had been through along with the evidence of history. The city of Malang has its own history which been proved by its buildings as the eyewitnesses. As a part of Indonesian History, Malang contributed to colonialism era in which colored this nation efforts during the independence through its buildings which became the evidence of what happened. The existence of these buildings were important for the record of history, not just political stories but also how did people acted in it. Ignorance of these could erase the history of Malang, in which could stop the transfer information about what did Malang. In this case identified and re-constructed history of Malang is needed to re-built its identity. Through this agenda by historical-description hoped Malang Identity could be found and the building form could re-arranged through its character. If this action done, development of Malang city would be synergy with its own history and identity.Keywords: conservation, history, colonialism