Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Efek Akupresur Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien ESRD (End Stage Renal Disease) Di Ruang Hemodialisa RS. Pelamonia Makassar Halmina Ilyas; Suradi Efendi; Andi Wahyuni
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.784 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v10i1.205

Abstract

Gagal ginjal tahap Akhir atau ESRD (end stage renal disease) merupakan keadaan dimana terjadi penurunan laju filtrasi pada ginjal yang mengakibatkan pasien harus menjalani terapi hemodialysis (HD) untuk dapat bertahan hidup, namun sebagian pasien ESRD sering mengeluhkan adanya gangguan fisik selama menjalani HD seperti nyeri, kelelahan, gangguan tidur sampai kepada penuruan kualitas tidur, kondisi seperti ini bila biarkan akan membahayakan keadaan pasien ESRD. Akupresure menjadi Salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mengurangi keluhan pasien ESRD, dengan pemberian yang tepat akan mampu membuat pasien merasa nyaman dan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian terapi akupresure pada pasien ESRD (End Stage Renal Disease) di ruang Hemodialisa RS. Pelamonia Makassar yang mengalami gangguan tidur. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang, dimana dibagi menjadi 3 kelompok yaitu untuk kelompok 1 titik Hegu, kelompok 2 titik Shenmen, dan kelompok 3 titik Hegu dan Shenmen. Analisa data dengan menggunakan Wilcoxon dan Paired Sample t Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kualitas tidur pasien ESRD setelah diberikan terapi akupresur dimana untuk kelompok 1 titik Hegu p(0,001), kelompok 2 titik Shenmen p(0,003), dan kelompok 3 titik Hegu dan Shenmen p(0,000)namun peneliti tidak membandingkan hasil PSQI (pittsburgh sleep quality index) untuk masing-masing kelompok. Kesimpulan terapi akupresure mampu meningkatkan kualitas tidur pasien ESRD yang menjalani HD, dengan pemberian terapi yang rutin dan tepat selama 1 bulan pasien ESRD merasakan kenyamanan dan perubahan yang sangat signifikan setelah pemberian terapi akupresur.
Repositioning To Prevent the Risk Of Decubitus using Digital Skin Moisture Tools Muhammad Abu; Nur Halimah; Andi Wahyuni; Nursamsi; Hayyu sitoresmi
Comprehensive Health Care Vol 6 No 3 (2022): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jch.v6i3.887

Abstract

Stroke is the biggest contributor to the risk of decubitus in health care. This incidentis due to immobilization which affects the moisture of the skin. Decubitus can worsenthe patient's quality of life and lead to death. Prevention of the risk of decubitus iscarried out by repositioning. Objective: find out the effect of repositioning on the riskof decubitus using Digital Skin Moisture. Method: quasi-experimental research with anon-equivalent control group design consisting of intervention and control groups.The sample is a stroke patient with immobilization, registered a maximum of 3x24hours of first reception. Sixty people (30 intervention groups and 30 control grouppeople) were recruited using purposive sampling techniques. The study wasconducted over 3 months (July-September 2022). Results: the Mann-Whitney testshowed that the post-test results of the intervention group experienced more skinmoisture reduction (mean-rank 23.63) compared to the control group (mean-rank37.37) with a significant value of p=0.002<p=0.05. Therefore, it was concluded thatrepositioning measures positively influenced the risk of decubitus seen from themoisture of the patient's skin. Conclusion: A stroke is a high-risk event of decubitusjudging from skin moisture. Almost all stroke patients have abnormal skin moisture.Repositioning every 2 hours has a significant effect on reducing skin moisture. Skinmoisture measurement can be used with Digital Skin Moisture Tools. This tool ishighly recommended because it can provide accurate and fast information on therisk of decubitus.Keyword: Stroke, Repositioning, Decubitus, Digital Skin Moisture Tools
Gambaran Kecukupan Pangan dalam Pemenuhan Status Gizi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 Nurleli Nurleli; Andi Wahyuni; Esse Puji Pawenrusi; Sudariari Sudariari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.171 KB)

Abstract

Indonesia sedang dilanda wabah COVID-19. Untuk mengantisipasi penyebaran virus tidak meluas maka Pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan tentang pembatasan sosial skala besar (PSBB). Hal tersebut mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat, sehingga berdampak pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Survei yang telah dilaksanakan oleh UNICEF dan BPS menyatakan bahwa 75 % rumah tangga mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak COVID-19. Hal ini berdampak pada status nutrisi anak di Indonesia, khususnya stunting akan mengalami peningkatan seiring adanya peningkatan tingkat kemiskinan yang disebabkan oleh COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecukupan pangan dalam pemenuhan status gizi keluarga di masa pandemi COVID-19 di Desa Parambambe Kabupaten Takalar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga. Sampel sebanyak 140 responden, dengan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 140 responden sebanyak 114 responden (81,4%) memiliki persediaan pangan keluarga, 114 responden (81,4%) memiliki keterjangkauan pangan keluarga, dan sebanyak 114 responden (81,4%) terpenuhi pangan keluarganya. Simpulan penelitian ini adalah distribusi aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan dan konsumsi pangan sudah baik dalam penelitian ini. Dan disarankan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan bahan makanan pokok yang ada dirumah untuk tetap menjaga status gizi anggota keluarga selama masa pandemi COVID-19.
Gambaran Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah Antang Makassar Muhammad Sahlan Zamaa; Kamariana; Renaldi; Muhammad Hatta; Andi Wahyuni; Arman Jaya
Journal of Bionursing Vol 5 No 1 (2023): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bion.2023.5.1.168

Abstract

Background: ARI (Acute Respiratory Infection) is one of the main causes of death in Indonesia and worldwide. Many toddlers experience ARI in Antang landfill area. In general, Antang landfill area is far from healthy standard. In Puskesmas Tamangapa, ARI cases on children under five were 0.94% in 2018, 1.03% in 2019, 0.38% in 2020, and 0.44% in 2021. Lack of previous studies conducted research in this area. Aim: This study aimed to describe the incidence of ARI on toddlers. Method: This research was descriptive research in that number of sample was 46 toddlers who had suffered from ARI based on the evaluation of the last 3 months from the Puskesmas Tamangapa selected by total sampling. Data collection applied questionnaire as a research instrument. Results: The results revealed that toddlers with ARI were male 29 (63.0%), good nutritional status was 32 (69.6%), complete immunization status by 31 (67.4%), those whose father smoked were 42 (91.3%), exposed to the smell of light garbage by 21 (45.7%) and the density of the housing was not dense by 38 (82.6%). Conclusion: It concluded that most respondents were male, performed appropriate nutritional status, complete immunization status, their father smokes, exposed to the smell of light garbage and the density of the dwelling is not dense.
NGOPIKA: SINERGIS DALAM BERMUAMALAH DAN BERKARYA YANG AMAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Chitra Dewi; Andi Wahyuni; Marisna Eka Yulianita; Muti Sahida; Jufri; Ruslan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/b.v2i1.266

Abstract

Infeksi virus Corona di seluuh dunia yang menyebar secara luas dan berbanding lurus dengan jumlah angka insiden dan mortalitas pada masyarakat diberbagai negara termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan karena penyebaran virus mengikuti mobilisasi manusia. Sehingga seluruh negara melakukan pembatasan pergerakan warga sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Namun disisi lain, manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi (muamalah) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sinergi dalam bermuamalah dan berkarya yang aman di masa pandemic COVID-19. Edukasi ini memberikan penguatan pemahaman masyarakat mengenai kegiatan bermuamalah (berinteraksi) selama pandemic COVID-19 menjadi hal yang bisa tetap dilaksanakan guna mendukung produktivitas masyarakat dalam menghasilkan karya dan menopang kebutuhan hidup mereka dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Proses kegiatan ini disertai dengan antusiasme peserta dalam menerima dan memberikan tanggapan terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ngopika (ngobrol perkara ilmu kesehatan): sinergi dalam bermuamalah dan berkarya yang aman di masa pandemi COVID-19 menjadi salah satu langkah efektif guna menyampaikan informasi mengenai COVID-19 dan memberikan solusi pada masyarakat tentang bagaimana cara yang tepat dalam berinteraksi antar sesama dengan mematuhi instruksi pemerintah untuk melakukan Gerakan 3M dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.
TIPS CEGAH STUNTING DENGAN ABCDE DI DESA LENTU KECAMATAN BONTORAMBA Andi Wahyuni; Ilham Syam; Ayu Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.422

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan akar penyebab kegagalan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, sehingga anak tumbuh lebih pendek dibandingkan anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan berpikir. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan mencapai 27,2% pada tahun 2022. Kabupaten Jeneponto merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Sulawesi Selatan. Sulawesi pada tahun 2022 mencapai 39,8%. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik masyarakat, b) Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang tips mencegah stunting. Metode: ABCDE: Tahap pertama memberikan kuesioner Pra kepada masyarakat, tahap kedua melakukan penyuluhan tips mencegah stunting dengan ABCDE dan tahap ketiga adalah pemberian kuesioner Post kepada masyarakat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Pra, pengetahuan baik sebanyak 8 orang (76,4%) dan pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (23,6%), sedangkan berdasarkan hasil pos, pengetahuan baik sebanyak 20 orang (100%) yang mempunyai pengetahuan baik.
EDUKASI BAHAYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN PEMBERIAN TABLET FE DI DESA PANAIKANG Muhammad Hatta; Andi Wahyuni; Jufri; Asmiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.594

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada ibu dan janin, seperti kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya asupan zat besi dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemberian tablet Fe di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test, kegiatan dilakukan pada 10 ibu hamil melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 7 Ibu Hamil (70%) berada dalam kategori pengetahuan "Kurang", dan hanya 3 ibu Hamil (30%) dalam kategori 'Cukup". Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta (100%) berada dalam kategori "Cukup". Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman ibu tentang manfaat asi eksklusif setelah di berikan edukasi. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung upaya penurunan prevalensi anemia selama kehamilan.