Yudita Susanti
Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Untan Pontianak

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BELIMBING Susanti, Yudita; Marganingsih, Anna; Satriana, Nuni
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v4i1.958

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara siswa yang disebabkan siswa malu berbicara di depan teman-teman maupun guru, siswa tidak memahami materi dengan cepat, siswa susah menyusun kata-kata yang baku dan pendapat siswa tidak dihargai oleh guru maupun teman-temannya dan kepribadian siswa memang pasif atau kurang aktif. Tujuan umum dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan penggunaan metode pembelajaran talking stick terhadap kemampuan berbicara siswa kelas XI SMAN 1 Belimbing tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Belimbing dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode penelitian adalah eksperimen dan bentuk penelitian adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Belimbing tahun pelajaran 2018/2019 dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan total 29 siswa dan siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan total 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pengukuran, teknik komunikasi tidak langsung dan teknik dokumentasi. Alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, soal unjuk kerja, angket dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pengukuran akhir ((post-test) kelas eksperimen lebih tinggi (87,55) daripada kelas kontrol (78,66). Hasil uji hipotesis diperoleh dalam perhitungan Asymp Sig (0,02) < Taraf Sig (0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Talking Stick dapat berpengaruh terhadap kemampuan berbicara pada siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Belimbing Tahun Pelajaran 2018/2019. Kata kunci: metode talking stick, kemampuan berbicara
DIALEK SOSIAL BAHASA DAYAK SEBERUANG DI DESA SUKAU BERSATU KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Munika, Munika
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v3i2.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialek berdasarkan tingkat usia, kelas sosial penuturnya di ambil dari segi pekerjaan, dan jenis kelamin penuturnya dalam Bahasa Dayak Seberuang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbentuk deskriptif. Data penelitian berupa rekaman Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang. Dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan teknik perekam sebagai teknik pengumpul data, data di transkripsikan menggunakan aplikasi Elan Versi 4.9.4. Berdasarkan hasil rekaman yang ada di temukan adanya tiga kata yang sama tapi pengucapan yang berbeda  terdapat di dalam dialek sosial berdasarkan tingkat usia, contohnya kata laki yang di ucapkan oleh penutur remaja sedang penutur dewasa dan lansia mengucapkan kata lake tapi keduanya itu sama merujuk kepada laki-laki. Kata dirik di ucapkan oleh penutur remaja dan lansia, sedangkan kata direk diucapkan oleh penutur dewasa tapi keduanya sama merujuk kepada diri sendiri. Kata tuai di ucapkan oleh penutur dewasa dan lansia, sedangkan kata retuai di ucapkan oleh penutur remaja tapi keduanya itu sama merujuk kepada orang yang lebih tua. Sedangkan dialek  sosial yang berdasarkan kelas sosial penuturnya di temukan ada lima kata yang sama tapi pengucapannya yang berbeda. Kata isik  di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata bisik di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk kepada kata ada. Kata ugak di ucapkan oleh penutur petani sedangkan kata gak di ucapkan oleh penutur pertambangan emas keduanya merujuk kepada kata juga. Kata bulih di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata ulih di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk kepada mendapatkan hasil. Kata yak di ucapkan oleh penutur pertambangan emas sedangkan kata nyak di ucapkan oleh penutur petani keduanya merujuk kepada kata itu. Kata makai di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata pajuh di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk ke pada kata makan. Adapun dialek sosial berdasarkan jenis kelamin hanya terdapat satu variasi kosakatanya yang di temukan yaitu kata laki penutur perempuan mengucapkan kata laki sedangkan penutur lakilaki mengucapkan kata lake dialek sosial berdasarkan jenis kelamin inilebih menitikberatkan kepada perbedaan dari segi  variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Untuk melihat kemungkinan adanya dialek lain dalam Bahasa Dayak Seberuang, di perlukan  adanya penelitian lanjutan dalam korpus data yang lebih luas lagi. Kata kunci: Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang
PEMANFAATAN MEDIA ALAM SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS V Misuari, Misuari; Wibowo, Dwi Cahyadi; Susanti, Yudita
JIPIS Vol. 30 No. 1: April 2021
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum adalah tentang pemanfaatan media lingkungan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Pemanfaatan media lingkungan pada siklus I untuk aktivitas rata-rata guru diperoleh 79,92% dengan kriteria baik, dan pada siklus II diperoleh 84,62% dengan kriteria baik. Pada siklus I aktivitas rata-rata siswa memperoleh 77,78% dengan kriteria baik pada siklus II diperoleh 85,18% dengan kriteria baik. Peningkatan kemampuan menulis puisi dapat dilihat pada siklus I sebanyak 12 siswa sedangkan pada siklus II sebanyak 16 siswa. Keputusan pada siklus I berdasarkan persentase lengkap pada siklus I belum mencapai sasaran 75% selesai. Keputusan siklus II berdasarkan persentase lengkap pada siklus II telah mencapai sasaran 75% selesai. Respon siswa untuk mengeksploitasi media lingkungan siswa dari lingkungan yang mengenal respon pergi ke sekolah contohnya seperti bunga, pohon, rumah dan gress, dinilai cocok untuk mempermudah menulis puisi, merasa tidak lelah, merasa aktif, berekspresi dapat dengan bebas, belajar secara logis dan tidak dalam kondisi imajenasi, siswa termotivasi, diberikan waktu untuk berkomentar, dapat berubah dari pengetahuan, mendapatkan uang kuliah, diberikan dengan pembelian stok cara penulisan larik-larik, pilihan kata, rima menarik, sangat motivat, karena pertama yang baru belajar langsung di lingkungan, memanfaatkan media lingkungan yang sangat menarik perhatian, karena lingkungan yang identik dengan keindahan ciptaan Tuhan Tunggal maka dengan sendirinya dipikirkan kata-kata indah untuk menulis puisi. Kata Kunci: ketrampilan menulis, media lingkungan, menulis puisi
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VB SDN 17 SUNGAI ANA SINTANG Mariana, Dina; Susanti, Yudita; Suryameng, Suryameng
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2021): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v4i2.2585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang objektif mengenai kemampuan menulis karangan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VB Sekolah Dasar Negeri 17 Sungai Ana Sintang tahun pelajaran 2017/2018. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB Sekolah Dasar Negeri 17 Sungai Ana Sintang dengan jumlah 19 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi tidak langsung (angket), teknik observasi langsung dan teknik komunikasi langsung. Alat pengumpulan data berupa angket, observasi dan wawancara. Setelah dianalisis diketahui bahwa langkah-langkah menulis karangan deskripsi sudah sesuai dengan yang diharapkan hasil observasi 92%. Berdasarkan hasil angket, maka hasil yang diperoleh skor berjumlah 1574 dengan rata-rata 66 dan persentase skor angket sebesar 83%. Upaya yang dilakukan oleh Guru guna memaksimalkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VB Sekolah Dasar Negeri 17 Sungai Ana Sintang Tahun Pelajaran 2017/2018 melakukan penggulangan terhadap materi yang sudah dipelajari, memberikan motivasi siswa supaya lebih giat belajar memberikan semangat siswa semangat mengikuti proses belajar, selanjutnya upaya yang dilakukan oleh siswa melakukan latihan didalam penulisan karangan deskripsi supaya menjadi terbiasa dan selalu untuk memperhatikan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) didalam menulis karangan deskripsi. Faktor pendukung didalam menulis karangan deskripsi tersedianya sumber belajar di sekolah dan adanya motivasi didalam diri siswa untuk belajar. Faktor penghambat proses kemampuan menulis karangan deskripsi siswa tidak menguasai penggunan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) pada siswa dalam menulis karangan deskripsi, siswa sering mengabaikan penggunaan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Siswa tidak bisa menentukan/membedakan karangan deskripsi, narasi, argumentasi, eksposisi, dan persuasi.Kata kunci: Deskripsi, Kemampuan, Karangan, Menulis
ANALISIS JENIS KALIMAT IMPERATIF DALAM NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE Olang, Yusuf; Susanti, Yudita; Yanti, Fitri
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v9i2.4435

Abstract

Analisis Jenis Kalimat Imperatif dalam Novel Matahari karya Tere Liye menggunakan metode deskriptif kualitatif teknik pengumpulan data penelitian yaitu simak catat dan dokumentasi yang dicatat dan diperiksa berdasarkan jenis-jenis kalimat imperatif. Alat pengumpulan data menggunakan dokumen dan kartu data. Berdasarkan hasil penelitian jenis kalimat imperatif dalam novel Matahari karya Tere Liye meliputi jenis kalimat imperatif yang sebenarnya yang terdapat dua puluh satu kalimat, jenis kalimat imperatif ajakan terdapat tiga belas kalimat, jenis kalimat imperatif larangan terdapat delapan kalimat dan jenis kalimat imperatif persilaan terdapat tujuh kalimat, sehingga keseluruhan jumlah kalimat imperatif yang digunakan dalam novel Matahari karya Tere Liye berjumlah empat puluh sembilan kalimat. Lebih banyaknya temuan kalimat yang sesuai dengan jenisnya menandakan novel Matahari menggunakan banyak kalimat imperatif yang berdasarkan isinya.Kata Kunci: Kalimat Imperatif, Novel Matahari
Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden? Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Tyas, Debora Korining; Olang, Yusuf; Agustina, Rosita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13017

Abstract

Icon Signed Meaning Analysis, Indexs and Semiotics Symbol in Charles Sanders Peirce in 2014 Siapa di Atas Presiden? Movie ABSTRAKFilm 2014 Siapa di Atas Presiden? bertemakan konflik politik dengan mengangkat latar belakang pemilihan presiden pada tahun 2014 periode 2014-2019. Film ini memberikan gambaran tentang dunia politik. Penelitian ini mengkaji tentang analisis semiotika pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden?.  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?, untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol, serta mendeskripsikan makna dari tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?. Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif, metode   deskriptif, teknik   pengumpulan   data melalui baca catat dan teknik dokumentasi. Temuan yang diperoleh yaitu: 1) Ikon yang menunjukan adanya hubungan persamaan  antara tanda dengan objek manusia (tokoh dalam novel) dan benda 2) Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan tanda dengan objek bersifat diperkirakan, atau hubungannya menunjukkan sifat hubungan kasual (sebab-akibat), arbitrer dan diperkirakan 3) Makna tanda ikon berdasarkan hubungan tanda dengan objek pada tipe ikon maka hubungan tanda dan objek dalam gambar  yaitu  sama  antara gambar dan tanda ikon.Kata kunci: Semiotika; Film 2014 Siapa di Atas Presiden?ABSTRACT2014 siapa di atas presiden? movie has political conflict theme by taking the background of the 2014 presidential election in 2014-2019 period. This movie provides an overview of the politics world. This study examines the semiotic analysis in the 2014 siapa di atas presiden? movie. The purpose of this study is to describe the meaning of the sign in the 2014 siapa di atas presiden? movie, in order to show icon sign, index sign and symbols, and also to describe the meaning of icon sign, index sign and symbols in the 2014 siapa di atas presiden? movie. This research used a qualitative descriptive method, data collection techniques were through reading notes and technical documentation.  Based  on  research  results as follows: 1) Icons that show a similar relationship between signs and human objects (characters in novels and objects, 2) Index is a sign that revealed the relationship between signs and objects is predictable or the relationship shows the nature of casual (cause and effect), arbitrary and predictable relationships, 3) Icon sign meaning is based on sign and object relationship in icon type. It is therefore the relationship of sign and object in image is similar to image and icon sign.Keyword: Semiotics, Movie 2014 Siapa di Atas Presiden
ANALISIS VARIASI KALIMAT DAN TEKNIK PERSUASIF DALAM KAMPANYE PILKADA TINGKAT I TAHUN 2018 MELALUI MEDIA SPANDUK Olang, Yusuf; Susanti, Yudita; Irawan, Ardi
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2019): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol2no1hlm73-82

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variasi kalimat dan teknik persuasif dalam kampanye PILKADA tingkat I tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Subjek dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Objek penelitian ini adalah analisis kalimat dalam spanduk kampanye PILKADA tahun 2018. Hasil Penelitian tentang variasi kalimat dalam Kampanye PILKADA Tingkat I Tahun 2018 Melalui Media Spanduk yaitu yang pertama penelitian yang termasuk dalam kalimat berita yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 9 kalimat, yang kedua penelitian berikutnya yang termasuk dalam kalimat perintah yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 10 kalimat, dan yang ketiga selanjutnya penelitian yang termasuk dalam kalimat seru yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 44 kalimat. Sedangkan Penelitian tentang teknik persuasif dalam Kampanye PILKADA Tingkat I Tahun 2018 Melalui Media Spanduk. Adapun beberapa rincian yang terkandung dalam teknik persuasif yaitu yang pertama penelitian berikutnya yang teremasuk dalam rasionalisasi yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 17 kalimat, yang kedua penelitian yang termasuk ke dalam identifikasi yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 16 kalimat, yang ketiga penelitian yang termasuk ke dalam sugesti yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 25 kalimat, yang ke empat penelitian yang termasuk dalam konformitas yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 1 spanduk, dan yang ke lima penelitian yang termasuk dalam subtitusi yang telah dianalasis ditemukan sebanyak 1 kalimat.
PROSES DAN MAKNA SIMBOL RITUAL MUNJONG DAYAK TOBAG Olang, Yusuf; Susanti, Yudita; Risca, Marselina
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2020): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol2no1hlm213-222

Abstract

Masyarakat Tebang Benua memiliki tradisi mengucap syukur setelah dilakukannya pemanenan padi. Di setiap prosesi tradisi terdapat pemberian sesajen, sesajen tersebut memuat bagaimana proses ritual dan makna simbol yang menjadi kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan makna simbol pada ritual Munjong Dayak Tobag. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Sumber data dalam penelitian dari Pati Adat, Temenggung yaitu orang-orang penting yang mempunyai peran khusus dalam acara ritual Munjong tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non partisipan, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, dokumentasi. Teknik validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triagulasi sumber dan analisis datanya menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual Munjong ini merupakan ritual sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi yang selama ini mereka tanam. Simbol dalam ritual sesajen yang sudah disiapkan yaitu sebagai persembahan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil padi mereka. Makna tradisi dalam ritual ini adalah ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Tobag atas hasil panen padi mereka yang baik. Dalam pelaksanaan ritual ini yang berpartisipasi adalah Kepala Adat, Pati Adat dan Temenggung.
KELAS KATA DALAM BAHASA DAYAK MUALANG DESA IJUK KECAMATAN BELITANG HULU KABUPATEN SEKADAU Tyas, Debora Korining; Susanti, Yudita; Yana, Rosaria
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v10i1.5299

Abstract

Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Manusia menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna kelas kata dalam bahasa Dayak Mualang Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil analisis Bahasa Dayak Mualang berdasarkan bentuk, fungsi dan makna diperoleh hasil sepuluh bentuk verba, tujuh bentuk nomina, pronomina terbagi menjadi tiga macam yaitu pronomina pesona, pronomina penanya dan pronomina penunjuk. Numeralia dibedakan menjadi numeralia monomorfemis dan numeralia polimorfemis, numeralia monomorfemis memiliki keunikan pada kata satu dan ditemukan ada sembilan bentuk numeralia polimorfemis. Ditemukan tujuh bentuk adjektiva memiliki fungsi atributif dan fungsi predikatif. Ditemukan tujuh bentuk adverbia. Kelas kata berfungsi sebagai pembentuk satuan makna sebuah frasa, klausa ataupun kalimat sehingga dapat menghasilkan karangan yang dapat dipahami oleh orang lain, ditemukan sepuluh bentuk frasa, sepuluh bentuk klausa dan sepuluh kalimat.  Makna yang dominan di penelitian ini yaitu makna leksikal, makna yang lebih dominan yaitu pada kata kerja (verba) sesuai dengan kajian sintaksis bahasa indonesia. Pembaca diharapkan dapat memahami kelas kata yang ada di dalam bahasa Dayak Mualang berserta bentuk, fungsi dan maknanya, kelas kata dalam bahasa Dayak Mualang ini di implementasikan pada KD 1.2 mengidentifikasi kelas kata bahasa Indonesia.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI OTOBIOGRAFI KARYA SAUT SITUMORANG Susanti, Yudita; Riyanti, Martha
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v4i2.993

Abstract

Penelitian ini dimulai dari ketertarikan peneliti terhadap unsur intrinsik dan kritik sosial dalam sebuah karya sastra terutama puisi. Peneliti memfokuskan masalah penelitian pada kajian terhadap unsur intrinsik berupa tema, amanat, perasaan, serta nada dan suasana yang membangun puisi. Masalah berikutnya adalah bagaimanakah kritik sosial yang ingin disampaikan penyair melalui puisi-puisinya? Peneliti tertarik untuk mengetahui unsur intrinsik dan bagaimana kritik sosial yang ada dalam puisi tersebut agar pembaca mampu memahami pesan penyair dengan lebih tersurat dan jelas. Tujuan analisis ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik serta kritik sosial yang ada dalam kesepuluh puisi dalam kumpulan puisi Otobiografi karangan Saut Situmorang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif analisis. Deskriptif analisis dilakukan dengan cara menjelaskan, membuat gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, dan sifat dari unsur intrinsik dan kritik sosial dalam kumpulan puisi Otobiografi karya Saut Situmorang. Teknik pengumpulan data menggunakan kartu data dan dokumen. Selanjutnya peneliti melakukan analisis dengan model analisis interaktif. Terdapat unsur intrinsik berupa tema yang dominan tentang kemanusian, amanat yang dominan tentang keadilan dan kepastian hukum, perasaan; sedih; marah; dan takut, nada dan suasana; mencekam dan berduka. Adapun kritik sosial lebih banyak ditujukan kepada penguasa Orde Baru, kritik yang disampaikan antara lain tentang keadilan terhadap buruh; pembalakan hutan secara ilegal; penanganan Hak Asasi Manusia; kaum lemah yang termarjinalkan; Keberpihakan pengusa kepada yang kuat; ketidakpastian hukum; dan perilaku pemerintah yang korup.Kata Kunci: kritik sosial, Saut Situmorang