S Susanto
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Jln. Meranti, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Proses Berpikir Siswa Tuna Grahita Ringan Kelas VIII dalam Menyelesaikan Masalah Pembagian di SMP Inklusi TPA Jember Permatahati, Finda Dwi; Susanto, S; Kurniati, Dian
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 1: Maret 2015 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.87 KB) | DOI: 10.19184/jukasi.v2i1.3510

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa tuna grahita ringan kelas VIII dalam menyelesaikan masalah pembagian.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain tes, wawancara, dan triangulasi. Subjek penelitian adalah dua siswa tuna grahita ringan. Dalam penelitian ini analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Data yang dianalisis pada penelitian ini antara lain lembar kerja siswa setelah mengerjakan maslah pembagiandan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap subjek penelitian. Hasil penelitian berdasarkan indikator proses berpikir sesuai dengan tahapan Piaget. Siswa dikatakan mengalamai diequilibrium (tidak setimbang)ketika siswa hanya diam dan tidak melakukan apa pun ketika peneliti bertanya tentang angka, operasi hitung yang digunakan pada masalah, menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya dari masalah, dan hanya diam atau mengatakan “tidak tahu” ketika diberi petunjuk untuk memperagakan masalah menggunakan alat peraga. Siswa dikatakan mengalami asimilasi ketika siswa dengan spontan menjawab pertanyaan dari peneliti baik benar atau salah tentang angka, operasi hitung yang digunakan pada masalah, menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya dari masalah, dan memperagakan masalah dengan alat peraga. Siswa dikatakan mengalami akomodasi ketika siswa diam sesaat sebelum menjawab dengan benar pertanyaan peneliti tentang angka, operasi hitung yang digunakan pada masalah, menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya, serta memperagakan dengan baik masalah dengan alat peraga. Pada akhirnya siswa dikatakan telah mengalami equilibrium ketika siswa dapat menjawab dengan baik pertanyaan peneliti tentang angka, operasi hitung yang digunakan pada masalah, menyebutkan apa yang diketahui dan ditanya, menceritakan kembali masalah dengan bahasanya sendiri, menyelesaikan masalah dengan benar dan mengaitkannya dengan pengurangan. Kata kunci : proses berpikir, tuna grahita ringan, pembagian.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Setiawan, Renal Heldi; Fatahillah, Arif; Kristiana, Arika Indah; Susanto, S; Adawiyah, Robiatul
Jurnal Edukasi Vol. 10 No. 2: September 2023 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v10i2.45866

Abstract

Dalam pembelajaran matematika penggunaan media belajar terutama pada materi bangun ruang sisi datar masih menggunakan media konvensional yang kurang diminati dan dipahami oleh siswa, dari masalah tersebut maka peneliti ingin membuat media dengan teknologi Augmented Reality (AR) berbasis android yang dapat menghasilkan objek 3D dengan tujuan agar siswa dapat memvisualisasikan dan bisa lebih mengerti konsep bangun ruang sisi datar. Aplikasi bangun ruang sisi datar (BARSITAR) ini dibangun menggunakan beberapa tools yaitu blender, unity 3D dan Vuforia. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan model pengembangan media pembelajaran 4D yang tersusun dari 4 langkah, adalah Define (Pendefinisian) pada tahap ini data diperoleh dengan melaksanakan wawancara pada pengajar pelajaran matematika di SMP Muhammadiyah 1 Jember, Design (Perancangan) dirancang menggunakan Star UML, Development (Pengembangan) ini dibuat dengan aplikasi Unity 2021, Disseminate (Penyebaran) diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Jember. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa aplikasi bangun ruang sisi datar (BARSITAR) layak dan dapat digunakan dengan baik oleh siswa SMP Muhammadiyah 1 Jember. Kata kunci: Augmented Reality, Android, Bangun Ruang Sisi Datar, Motivasi Belajar.
ANALISIS HIGHER ORDER THINKING SKILL SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SEGIEMPAT Ma'arifah, Rossasinensis Yarfa'ul; Susanto, S; Safrida, Lela Nur; Setiawan, Toto' Bara; Monalisa, Lioni Anka
Jurnal Edukasi Vol. 10 No. 1: Maret 2023 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v10i1.43697

Abstract

Merujuk pada kurikulum 13 yang menuntut siswa berpikir kritis, soal HOTS menjadi evaluasi tingkat berpikir siswa dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, serta mencipta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas VII SMP dalam menyelesaikan masalah segi empat berdasarkan indikator yang telah disiapkan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, terdapat 12 siswa yang memenuhi indikator analisis yaitu mampu mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat, kemudian 15 siswa yang memenuhi indikator mengevaluasi dimana siswa mampu memilih solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah, dan 7 siswa yang memenuhi indikator mencipta yaitu mampu menjelaskan langkah penyelesaian dan dapat mengkreasikan ide untuk membuat solusi baru.Kata Kunci:HOTS, kemampuan menganalisis, mengevaluasi, mencipta
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dengan Whole Brain Teaching pada Pokok Bahasan Teorema Pythagoras untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Tunarungu Kelas VIIIB SMPLB Sinar Harapan Probolinggo Tahun Ajaran 2014/2015 Wulandari, Anindyta Anggirena; Dafik, D; Susanto, S
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 2: Juli 2014 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v1i2.1400

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan pembelajaran yang digunakan pada pokok bahasan Teorema Pythagoras untuk siswa tunarungu di Kelas VIIIB SMPLB, (2) aktivitas dan ketuntasan belajar siswa dalam penggunaan pembelajaran pada pokok bahasan Teorema Pythagoras untuk siswa tunarungu di Kelas VIIIB SMPLB. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas dimana Pembelajaran Matematika Realistik dengan Whole Brain Teaching. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIB SMPLB Sinar Harapan Probolinggo yang berjumlah 5 siswa. Siswa terdiri atas 3 orang siswa laki-laki dan 2 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini, siswa dikatakan tuntas apabila memenuhi ketuntasan ≥70. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pra siklus semuanya tidak tuntas. Keaktifan siswa pada pra siklus cenderung pasif. Kemudian, pada siklus I dan siklus II siswa yang tuntas mencapai 5 orang. Keaktifan siswa mulai tumbuh dan berani untuk tampil di depan kelas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dengan Whole Brain Teaching dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa tunarungu kelas VIIIB SMPLB Sinar Harapan Probolinggo tahun ajaran 2014/2015.   Kata Kunci : Pembelajaran Matematika Realistik, Whole Brain Teaching, Aktivitas siswa, Hasil belajar siswa.
Kecerdasan Visual-Spasial Siswa SMP Berdasarkan Teori Hass Ditinjau dari Tingkat Kemampuan Geometri kelas IX-A SMP Negeri 1 Jember Maya Margaretha, Puspita; Susanto, S; Fatahillah, Arif
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 3: Nopember 2015 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v2i3.4362

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan visual-spasial siswa SMP berdasarkan Teori Hass ditinjau dari tingkat kemampuan geometri siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Jember. Instumen yang digunakan adalah lembar soal kemampuan geometri, lembar penyusunan indikator kecerdasan visual-spasial, lembar soal kecerdasan visual-spasial, pedoman wawancara, rubrik penilaian, dan lembar validasi. Penelitian ini menggunakan Teori Hass yang menggolongkan karakteristik kecerdasan visual-spasial atas pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah dan penemuan pola. Pendeskripsian dilakukan dengan menjelaskan karakteristik kecerdasan visual-spasial subjek dengan indikator dalam penelitian ini menggolongkan karakteristik kecerdasan visual-spasial menjadi 12 level, dengan keterangan level 1 adalah level tertinggi dan level 12 adalah level terendah. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri tinggi dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 5, dengan kebanyakan subjek berada pada level 1. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek ini berada diantara 65,5% hingga 100% dengan kebanyakan mencapai 100%. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri sedang dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 5, dengan kebanyakan subjek berada pada level 1 dan 4. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek berada diantara 64,3% hingga 100%. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri rendah dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 10. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek ini berada diantara 38,7% hingga 100%. Kata Kunci: Kemampuan Geometri, Kecerdasan Visual-Spasial, Teori Hass
PROSES BERPIKIR SISWA TUNADAKSA CEREBRAL PALSY DALAM MENDEFINISIKAN BANGUN RUANG GEOMETRI Idhami, Tantri Cahya; Susanto, S; Yudianto, Erfan; Setiawan, Toto Bara; Monalisa, Lioni Anka
Kadikma Vol 9 No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v9i2.9711

Abstract

Abstract.The process of thinking is mental activity that experiences disequlibrium, assimilation, accommodation or equilibrium to define, determine decisions and draw conclusions on a geometric problem. The purpose of the study was to determine the thinking process of quadruple cerebral palsy students to define geometric space. This research is a type of descriptive research through a qualitative approach. Data collection methods used are worksheets and interviews. The subject of the study was carried out to 2 students with cerebral palsy who were sitting in class VIII of the Extraordinary Daksa Middle School of the Disabled Children (SMPLB-D YPAC) Kaliwates-Jember. The results showed that both subjects experienced disequilibrium on topic I students' initial knowledge of geometrical space (prisms, beams and cubes), and assimilation on topic II related to similar examples of geometrical space (prisms, beams and cubes), before finally accommodation when paused before answering correctly the questions from the researcher and before retelling the answers that have been written when answering the questions on topic III which is the core of this research, that is knowing the thinking process of students tundaksa cerebral palsy in defining geometric space constructs (beam prisms and cubes). Keywords: The Process of Thinking, Cerebral Palsy Students, Geometry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN TEKNIK CROSSWORDS PUZZLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN MATRIKS KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI SMK NEGERI 1 JEMBER M, Rafiantika; Dafik, D; Susanto, S
Kadikma Vol 4 No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v4i2.1044

Abstract

Abstract.Quantum Teaching is real life learning strategy with relevances social nuances. Quantum Teaching consists of four steps, namely Tumbuhkan (Motivate), Alami (Do), Namai (Symbolize), Demonstrasikan (Demonstrate), Ulangi (Repeat) (TANDUR, for short). The research purpose is to analyze thestudents learningachievement and activities. The research design is Classroom Action Research (CAR). It consists of four stages. Plan, implementation, observation, and reflection. The research was done in two cycles. The result shows that the percentage of student learning achievement and activities respectively increase from cycle I to cycle II, namely 75% to83,33% and 70,27 % to 83,55%. It can be concluded that the application of Quantum Teaching with Crosswords puzzle technique can effectively improve studentlearning achievement as well as their activities. Key Words: Quantum Teaching,Studentlearning achievement, and activities
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN IDENTITAS TRIGONOMETRI BERDASARKAN KRITERIA WATSON DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Susanto, S; Guswanto, Ervin; Trapsilasiwi, Dinawati
Kadikma Vol 9 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v9i1.8444

Abstract

This reseacrh aim to analyze the students mistakes doing math problems on subject of the Identity of trigonometry using Watson Criteria Analysis viewed from learning styles. This research use a qualitative approach and the type of research is descriptive. Subject in this research are six students in XI MIPA 1 of Senior High School 1 Rambipuji. Data collection was performed by the method of test and interview. In the class, there are 7 students with Visual learning style type, 20 students with Auditorial style type, and 7 students with kinesthetic style learning style, and 1 student not attending school. The result of research showed that based on Watson Criteria in the subject of high mathematic logic intelligence was 7,48% inappropriate data, 8,41% inappropriate procedure, 9,45% ommited data, 17,64% ommited conclusion, 21,50% response level conflict, 7,48% undirected manipulation, 28,04% skills hierarchy problem, 0% above other. Keywords: Identity of Trigonometry Problem, Watson’s Error Analysis, Learning Styles
ANALISIS KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA PADA TAHAPAN KETERAMPILAN PREDIKSI DAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN MODEL COLLABORATIVE LEARNING Susanto, S; Sefrida, Rizqi Dwi; Sunardi, S
Kadikma Vol 9 No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v9i1.8420

Abstract

Metacognitive skills is one of the skills that help students in learning math. One way to strengthen students' metacognitive skills by using collaborative learning. This research aims to describe the students’ metacognitive skills in the stages of prediction and evaluation skills by using collaborative learning about Pythagorean theorem at Islamic’s School One Atap Jember. The subject of this research is all students of class VIII B that consist of 20 students in each class. Then, they were formed in 4 study groups, so each group consisted of 5 students. The results in this study were obtained through the students worksheet at the collaborative learning and interview process by representatives of each group. Based on the results of students worksheet, the stage of prediction skills in exploration and transformation learning stage could be fulfilled by the four groups. While the evaluation skill at the reflection learning stage only be met by two groups, the other groups did not meet it because they have not justify the step or the calculation process that has not been appropriate. Based on the results of interviews from the four representatives of the group it can be seen that the prediction skills only be met by two representative groups, that are students with high and medium skilled. Keywords: Metacognitive skills, collaborative learning, prediction skills, evaluation skills.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL DALAM MENGATASI KESALAHAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA KELAS IX SMP N 1 PAKUSARI POKOK BAHASAN STATISTIKA SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2012/2013 Niken, N; Susanto, S; Setiawan, Toto’ Bara
Kadikma Vol 3 No 3 (2012): Desember 2012
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v3i3.1016

Abstract

Abstract. Reciprocal teaching is a learning approach that implements four independent comprehension strategies namely summaries, preparing questions, clarify and then predict. It can also improve the students achievement in the classroom so it can minimalize student’s error in the topic of statistics. The subject of the research is grade IXF students of SMPN 1 Pakusari. The data collection methods used in this research are test, interview, observation, and documentation.. The result showed that there are decreasing in every error; 9,38% and 3,57% for data used error; 16,96% and 0,89% for used theorem and definition error; 10,71% and 17,41% for technique error and 3,57% and 1,76% for other error. The result also showed that the teaching learning activity using reciprocal teaching got a good responses from the teacher and students, only a few of them had a poor responses. Those good responses were proved by the improvement of studends activity that use all of the body. Beside, there is also an effect on students thought between before and after teaching and learning process. Those all showed that reciprocal teaching can shift the students minimalize the students error in learning esspesially in the topic of statistics Key Words: Reciprocal Teaching, student’s error, statistics