Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Matematika SD Pada Kurikulum Merdeka Di Sekolah Penggerak Kota Banjarmasin M. Fahmi Arifin; Barsihanor; Abdul Hafiz; Tutus Rani Arifa
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1723

Abstract

Kurikulum merdeka ditawarkan pada satuan Pendidikan dengan mengharapkan sekolah penggerak dapat menerapkan kurikulum merdeka dan menjadi contoh bagi sekolah lain yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Matematika SD pada sekolah penggerak di kota Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penggalian data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan sekolah penggerak di kota Banjarmain telah mengimplementasikan kurikulum merdeka meliputi perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran Matetmatika mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi di SD Penggerak Kota Banjarmasin telah berjalan dengan baik. Dukungan dari pemerintah, dinas pendidikan, komite sekolah, sekolah lainnya, dan orangtua turut memberikan kemajuan dalam implementasi tersebut. Kendati demikian, masih ada satu kendala dalam implementasi kurikulum merdeka tersebut, diantaranya adalah perlunya optimalisasi kompetensi guru yang perlu terus dilakukan agar tugas yang dijalankan sebagai seorang pendidik dapat terlaksana secara Optimal. Sharing dan jalinan kerjasama yang baik terkait implementasi kurikulum Merdeka antar elemen yang terkait dalam dunia pendidikan harus terus dilakukan agar implementasi ini dapat berjalan lebih optimal lagi.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbahan Eceng Gondok di MI Jannatusshibyan Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Martapura Kumala, Sari; Arifa, Tutus Rani; Ansari, Muhammad Iqbal; Komarudin, Parman; Maulidah, Yuni; Lestiyana, Nadia
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4212

Abstract

Bagi sekolah yang kesulitan dalam mengadakan media Non ICT dalam bentuk sudah jadi maka guru dapat membuat media sendiri dengan memanfaatkan benda-benda sekitar dan dibuat dalam bentuk tiruan (tiruan alat Peraga). Contohnya adalah media yang dapat di buat langsung oleh guru adalah media pembelajaran berbahan enceng gondok. Sekolah MI Jannatusshibyan Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk bertempat di daerah kawasan pesisir sungai martapura yang biasa banyak dilalui eceng gondok, pada hasil wawancara dengan guru-guru pengajar di sana mereka belum mengenal dan belum pernah menggunakan media pembelajaran berbahan eceng gondok bisa digunakan pada pembelajaran yang menggunakan metode cerita, sehingga pada saat pembelajaran siswa merasa kurang termotivasi karena guru dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah tanpa di bantu dengan media pembelajaran. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan memberikan pelatihan mengenai pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok dengan tujuan agar Guru-guru di MI Jannatusshibyan memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok sehingga pada saat pembelajaran berlangsung anak-anak menjadi termotivasi dan bersemangat. Melalui pelatihan ini juga diharapkan masing-masing guru dapat membuat media pembelajaran berbahan eceng gondok sesuai dengan bidang pelajaran yang di mampu. Penggunaan media Non ICT berbahan eceng gondok dapat dibuat alat peraga seperti menjadi boneka dengan menggunakan metode cerita. Berdasarkan angket tanggapan peserta terhadap Pembuatan Media Non ICT berbahan eceng gondok adalah 57%, dengan kategori kurang positif kemudian kami memberikan Pelatihan mengenai pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok. Dengan tujuan agar Guru-guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan media berbahan eceng gondok. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu di awali dengan ceramah, diskusi dan Tanya jawab dan terakhir evaluasi. Ketercapaian kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik dan berhasil terlihat dari hasil angket yang dibagikan kepada peserta setelah dilaksanakan Kegiatan yaitu 87% dengan kategori sangat positif.
PENGEMBANGAN MEDIA NON ICT BERBAHAN ECENG GONDOK PADA PEMBELAJARAN SKI DI MI JANNATUSSHIBYAN DESA GUDANG HIRANG KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN MARTAPURA Kumala, Sari; Arifa, Tutus Rani; Ansari, Muhammad Iqbal; Jumiati, Jumiati; Maulidah, Yuni
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i1.1511

Abstract

Tumbuhan eceng gondok banyak ditemui di antranya dikawasan pesisir Sungai Martapura Provinsi Kalimantan Selatan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Dalam bidang pendidikan, eceng gondok memiliki potensi sebagai media pembelajaran, misalnya sebagai bahan pembuatan boneka. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa guru di Madrasah Ibtidaiyah Jannatusshibyan belum pernah menggunakan eceng gondok sebagai media pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), meskipun sekolah ini berada di dekat sungai Martapura. Padahal, penggunaan media pembelajaran penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, terutama karena materi SKI di Madrasah Ibtidaiyah penuh dengan nilai-nilai pembentukan kepribadian muslim. Oleh karena itu, diperlukan media yang dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran non-ICT berbahan eceng gondok untuk mata pelajaran SKI di MI Jannatusshibyan, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Martapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D), dengan tahapan berupa studi pendahuluan, perancangan produk, validasi ahli, uji coba lapangan, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menjadi data kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan media dan respon peserta didik kelas III MI Jannatusshibyan. Media pembelajaran non-ICT berbahan eceng gondok telah divalidasi oleh tiga ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, dengan hasil layak dan mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta didik. Dengan demikian, media berbahan eceng gondok ini efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi SKI sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan tumbuhan eceng gondok.
Pelestarian Keanekaragaman Hayati Flora Melalui Wisata Edukasi Untuk Pembelajaran IPA Bagi Calon Guru MI di Banjarmasin J, Jumiati; Arifa, Tutus Rani; A, Abdurrahim
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17010431

Abstract

This dedication program aims to enhance the awareness and competence of prospective Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in conserving flora biodiversity through educational tourism approach as a science learning medium. Activities were implemented in the Banjarbaru City Botanic Garden, which is a natural laboratory rich in local and endemic flora, with an integrative approach including material delivery, field observation, as well as competency evaluation. Participants consisted of prospective students of MI teachers who were mentored to identify plants, understand ecosystems, and integrate local wisdom-based environmental conservation values. The methods employed create engaging, in-depth, and sustained learning experiences. Results showed a significant improvement in the participants’ ability in composing science learning activities that were contextual, innovative, and based on scientific observation. Additionally, participants showed positive attitudes towards environmental sustainability and high enthusiasm for implementing this learning model in their future school. These activities not only impact on improving pedagogical competencies, but also form caring teachers and become agents of change in preserving biodiversity in primary education environments. This model can serve as a reference for other community engagements focused on conservation and first-hand experience-based science learning.
Pelestarian Keanekaragaman Hayati Flora Melalui Wisata Edukasi Untuk Pembelajaran IPA Bagi Calon Guru MI di Banjarmasin J, Jumiati; Arifa, Tutus Rani; A, Abdurrahim
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17010431

Abstract

This dedication program aims to enhance the awareness and competence of prospective Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers in conserving flora biodiversity through educational tourism approach as a science learning medium. Activities were implemented in the Banjarbaru City Botanic Garden, which is a natural laboratory rich in local and endemic flora, with an integrative approach including material delivery, field observation, as well as competency evaluation. Participants consisted of prospective students of MI teachers who were mentored to identify plants, understand ecosystems, and integrate local wisdom-based environmental conservation values. The methods employed create engaging, in-depth, and sustained learning experiences. Results showed a significant improvement in the participants’ ability in composing science learning activities that were contextual, innovative, and based on scientific observation. Additionally, participants showed positive attitudes towards environmental sustainability and high enthusiasm for implementing this learning model in their future school. These activities not only impact on improving pedagogical competencies, but also form caring teachers and become agents of change in preserving biodiversity in primary education environments. This model can serve as a reference for other community engagements focused on conservation and first-hand experience-based science learning.
Workshop dan Pendampingan Pembuatan Serta Penggunaan Media Realia Termodifikasi di MI Plus Al Falah Banjarmasin J, Jumiati; A, Abdurrahim; Putra, Defin Shahrial; Arifa, Tutus Rani; Kumala, Sari; Fatrah, Siti
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 12 (2024): Maret
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10634979

Abstract

Modified realia media is education that combines the real world into the digital, involving students in exploring lesson concepts with a direct touch from digital technology or augmented reality (AR). With advances in technology, teachers have become a real media learning experience that is not only interactive and visual, but also offers a challenging depth of knowledge for students. Modified realia media bridges students not only by presenting views, but rather opens the door for students to touch, explore and interact directly with the essence of lesson concepts. Through collaboration in workshops and mentoring, it is hoped that teachers will enrich their skills in using modified realia media, enabling them to create unforgettable learning experiences for every student they guide. This process involves a series of steps starting from needs analysis with questionnaires, in-depth face-to-face learning, detailed training, to comprehensive evaluation, forming the basis for increasing teacher knowledge and developing skills in integrating technology in teaching. The results show their ability to create media that is not only interesting, but also in line with the essence of learning. The creativity of teachers is visible in their teaching, enabling them to incorporate this technology into various dimensions of learning, opening and expanding horizons for students' understanding.
ANALISIS LITERASI NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN SOAL ESSAY PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SDN BERANGAS BARAT 3 BARITO KUALA DESA BERANGAS BARAT KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Tutus Rani Arifa; Sari Kumala; Jumiati; M. Iqbal Ansari; H. Abdul Hafiz
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35963

Abstract

This study aims to identify and analyze students’ numeracy literacy skills in solving essay questions in Indonesian language learning at SDN Berangas Barat 3, Alalak District, Barito Kuala Regency. The research subjects consisted of 138 students from grades I–VI, along with classroom teachers as informants. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. The instruments used included numerically-based essay questions, interview guidelines, and observation sheets. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques (Miles & Huberman). The findings revealed that some students still faced difficulties in connecting quantitative information with the context of Indonesian language texts, particularly in developing logical and structured essay responses. Factors influencing students’ numeracy literacy skills included limited understanding of numerical concepts, low reading interest, teachers’ instructional methods, and the availability of literacy resources at school. This study is expected to contribute to strengthening numeracy literacy in Indonesian language learning, particularly at the elementary school level.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BUNGA NORMA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI SDIT ROBBANI BANJARBARU Nadia Meilianti; Jumiati Jumiati; Tutus Rani Arifa
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka dapat meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru. Penelitian juga akan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat penggunaan media ini untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Kepala sekolah, guru, dan siswa adalah subjek penelitian. Untuk mengumpulkan data ini, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Penurunan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah teknik analisis data yang digunakan. Untuk mendapatkan keabsahan data, para peneliti menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Faktor-faktor yang mendukung penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru adalah 1) Kerja Sama dan 2) Fasilitas Sekolah. Faktor-faktor yang menghalangi penggunaan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa adalah 1) Jumlah waktu yang tidak mencukupi dan 2) Jumlah siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Berdiferensiasi di Program Studi PGMI UNISKA Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala; Tutus Rani Arifa
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.215

Abstract

Hasil survei 100 mahasiswa di Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari menunjukkan bahwa 75% mahasiswa merasa bahwa belajar bahasa Arab cukup sulit, bahkan 7% menganggapnya sangat sulit, sementara 18% menganggapnya mudah. Secara rinci, kesulitan pembelajaran bahasa Arab yang dirasakan terletak pada materi Nahwu dan Sharaf (56%), menghafal kosakata (24%), menulis bahasa Arab (4%), melafalkan bahasa Arab (2%), dan masalah lainnya (14%). Sehingga disimpulkan bahwa mahasiswa UNISKA memiliki kemampuan Bahasa Arab yang bervariasi dikarenakan latar belakang pendidikan yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi memiliki kriteria yang sangat valid setelah di uji coba oleh 2 validator ahli, yaitu ahli materi Bahasa Arab dan ahli desain/layout buku dan mendapatkan skor penilaian yang sangat layak. Hasil uji coba kepada 20 mahasiswa menunjukkan bahwa 100 % memberikan tanggapan yang positif terhadap produk tersebut sehingga layak digunakan sebagai bahan belajar secara mandiri. Hasil pre-test dan post test menunjukkan hasil output diketahui Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil belajar sebelum menggunakan bahan ajar dan sesudah menggunakan bahan ajar, antara pretest dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektifitas dan efesiensi sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar Bahasa Arab dengan pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan awal dengan perlakuan akhir.
Teachers' perception and challenges in integrating islamic values (islamic integration) in natural and social sciences learning at MI Plus Al Falah Banjarmasin Jumiati Jumiati; Tutus Rani Arifa; Abdurrahim Abdurrahim
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16 No 6 (2026): July: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v16i6.7302

Abstract

This study aims to analyze teachers' perceptions and identify challenges faced in integrating Islamic values (Islamic Integration) into Natural and Social Sciences (IPAS) learning at MI Plus Al Falah Banjarmasin. The integration of Islamic values in IPAS learning is a crucial issue in the implementation of the Independent Curriculum because it is not only oriented towards mastery of knowledge, but also towards character building and spiritual strengthening of students. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews, open-ended surveys, and literature studies. Research informants were selected through purposive sampling, namely teachers involved in IPAS learning and the implementation of the Independent Curriculum and the school principal. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have a very positive perception of the implementation of Islamic Integration in science and science learning. Teachers believe that the integration of Islamic values can improve students' understanding of the relationship between science and Islamic teachings, while strengthening their religious character. The implementation of integration is carried out by linking science and science material with relevant verses of the Quran and hadith, especially on material related to living things and natural phenomena. However, the study also found several major challenges, namely teachers' limited knowledge of the concept of science and Islam integration, difficulty in finding appropriate evidence for science and science material, and the unavailability of teaching modules and learning tools based on Islamic Integration. On the other hand, the support of madrasah principals and the flexibility of the Independent Curriculum are supporting factors that strengthen the implementation of this integration. This study concludes that the successful implementation of Islamic Integration in science and education learning is influenced not only by positive teacher perceptions, but also by the availability of learning tools, professional training, and ongoing institutional support. Therefore, programs to strengthen teacher competency, develop integrated teaching modules, and develop more systematic madrasah policies to support Islamic values-based science and education learning are needed.