Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Ketahanan Kelelahan Sambungan Pelat Baja untuk Konservasi dan Pemeliharaan Bangunan dengan Menggunakan Teknik Cold-Expansion Hapsari, Rahma Nindya Ayu; Taveriyanto, Arie; Sutarto, Agung; Sholahudin, Farhan; Turhamun; Audia Putri, Anggi; Oberto Simanugkalit, Amjel; Anfasa Aulia, Faiq
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/fkwf5y07

Abstract

Sambungan pelat baja merupakan komponen penting dalam sistem struktur bangunan, namun rentan terhadap kerusakan akibat beban berulang yang dapat menyebabkan inisiasi retak di sekitar lubang baut. Teknik cold-expansion bekerja dengan menciptakan tegangan sisa kompresif di sekitar lubang baut melalui deformasi plastis, sehingga mampu menghambat pertumbuhan retak dan meningkatkan kapasitas tarik sambungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan pengujian tarik statik pada dua kelompok benda uji: tanpa perlakuan dan dengan perlakuan cold-expansion. Variasi yang digunakan meliputi diameter baut 6 mm dan 8 mm pada pelat baja setebal 3 mm. Hasil menunjukkan bahwa teknik cold-expansion mampu meningkatkan tegangan maksimum rerata sebesar 11,87% untuk baut 6 mm dan sebesar 6,71% untuk baut 8 mm. Dengan demikian, cold-expansion terbukti efektif sebagai metode perkuatan sambungan baja dalam mendukung konservasi dan pemeliharaan bangunan terhadap beban ekstrem.
ANALISIS STABILITAS BANGUNAN SABO DAM GE-C13 KALI GENDOL MERAPI Madiastuti, Sri; Sutopo, Yeri; Sutarto, Agung; Utomo, Karuniadi Satrijo
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v9i1.15462

Abstract

Bangunan Pengendali Sedimen Sabo dam bangunan Gendol Check Dam -13 (GE-C13) merupakan salah satu bangunan yang mengalami kerusakan akibat erupsi merapi pada tahun 2010 dan pada tahun 2018 bangunan pengendali sedimen GE-C13 telah selesai di perbaiki karena hal tersebut peneliti ingin mengetahui bagaimanakah stabilitas bangunan Sabo Dam GE-C13. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Stabilitas Bangunan terhadap Gaya Guling, Geser dan Daya Dukung Tanah bangunan saat terjadi Banjir dengan kala ulang 50 tahun (Q50). Metode yang dilakukan dengan survei yang dilakukan di lokasi penelitian , dokumentasi dengan mengumpulkan data berupa data hujan, Gambar Bangunan Sabo dam GE-C13 dan uji laboratorium dilakukan dengan pengambilan sampel tanah dan pengujian di laboratorium. Analisis yang dilakukan dimulai dengan perhitungan debit banjir rancangan dengan metode Hidograf satuan sintesis (HSS) Nakayasu dengan kala ulang 50 tahun (Q50) dan untuk Analisis Stabilitas Sabo Dam sesuai SNI 2851-2015. Hasil debit banjir rancangan dengan kala ulang 50 tahunan sebesar 51,401 m3/det. Analisis Stabilitas pada saat keadaan banjir nilai stabilitas guling;Geser;Daya dukung tanah sebesar (6,392;2,21 1,5;10,741,5 (aman)).
Analisis Percepatan Waktu dan Rencana Anggaran Biaya Menggunakan Metode Crashing dengan Penambahan Jam Kerja (Lembur) Maulana, Aldhesta Bangkit Annas; Sutarto, Agung
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.654 KB)

Abstract

Proses pembangunan sebuah proyek konstruksi kerap terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti terjadinya keterlambatan pekerjaan pada proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek dapat terjadi karena faktor yang beda-beda seperti kondisi cuaca yang tidak mendukung, perubahan desain dan kesalahan dalm perencanan. Maka dari itu diperlukan alternatif yang bisa digunakan untuk menunjang percepatan penyelesaian proyek, alternatif tersebut dapat berupa penambahan jam lembur, pengunaan alat yang produktif, penambahan jumlah pekerja, penggunaan matrial yang cepat pemasangannya dan metode konstruksi yang lebih cepat. Pelaksanaan yang mengalami keterlambatan perlu dilakukan percepatan. Salah satu metode percepatan dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) yang dilakukan yaitu crashing program dengan pengurangan durasi proyek agar dapat mengejar prestasi yang tertinggal pada waktu-waktu sebelumnya dengan melakukan analisis jaringan kerja berupa CPM. Data yang dibutuhkan dalam penelitiam ini adalah data sekunder berupa data time schedule, rencana anggaran biaya proyek. Hasil analisis pada proyek pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo, Kota Semarang Jawa Tengah, diketahui total anggaran biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan alternatif penambahan jam kerja maksimal selama empat jam didapat sebesar Rp 20.221,318,481.22 atau lebih mahal 0.9% dari total anggaran biaya peoyek pada kondisi normal dan durasi pelaksanaan proyek didapat 209 hari kerja atau lebih cepat 20,83% dari durasi normal sebelum crashing. Dari prnrlitian ini di simpulkan bahwa dengan meneraokan sistem penambahan jam kerja merupakan alternatif program crashing yang efektif dan ekonomis, karena dengan menerapkan sistem penambahan jam kerja durasi lebih cepat dan anggaran total biaya proyek tidak terlalu besar dari biaya anggaran normal.
Analisis dan Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pembangunan GOR Bulu Tangkis UNDIP dengan Metode HIRADC Ngabut, Ejennio Niasihlin; Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v17i2.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang menimbulkan kecelakaan kerja sesuai dengan tingkatan risiko serta mengetahui cara pengendalian untuk menurunkan nilai risiko tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan dengan metode kuisioner. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh pekerja dan pengawas dalam proyek terkait. Menggunakan teknik non random sampling yang menghasilkan sejumlah 10 responden sebagai sampel. Teknik analisis data menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Terdapat sebanyak 14 pekerjaan dengan total 114 item risiko pekerjaan. Setelah dilakukan pengendalian pada masing-masing item risiko, didapatkan perubahan nilai risiko yang semula terdapat 110 item resiko tingkat rendah dan 4 item risiko tingkat sedang menjadi 112 item risiko tingkat rendah dan 2 item risiko tingkat sedang. Sedangkan pada tingkat risiko tinggi dan ekstrim tidak terdefinisikan oleh item risiko dalam penelitian ini. Metode pengendalian yang dapat dilakukan untuk menurunkan nilai risiko yaitu aspek pengendalian terhadap pekerja, komunikasi, serta pengendalian terhadap alat dan lokasi kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa dengan penerapan SOP K3 yang baik dan benar dapat meminimalisir kecelakaan kerja. Penelitian selanjutnya dapat mengambil populasi dan sampel dengan jangkauan yang lebih luas untuk mendapatkan sampel yang lebih banyak dan beragam.
Design and Construction of the Al-Qur'an Education Park at the At-Taqwa Mosque, Demak: Improving Religious Education Infrastructure in Kebon Batur Village Narendra, Alfa; Sutarto, Agung; Siswoyo, Mohammad Pujo; Haryadi, Bambang
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/xs455w22

Abstract

This community service project aims to design the Al-Qur'an Education Park (TPQ) at the At-Taqwa Mosque, Kebon Batur Village, Demak, to provide facilities that support religious education for local children. The At-Taqwa Mosque was chosen as the location because it plays an important role in religious development in the area, but currently still has limited facilities to support adequate TPQ activities. Through a participatory approach involving the local community, discussions, field observations, and designs based on educational building standards were carried out. The result of this activity is a safe, functional, and environmentally friendly TPQ design, which is expected to be a guideline for the development of sustainable religious education facilities.
Pengembangan Peta Profil Desa untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Desa Sumberahayu, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal Alfita Ilfiyaningrum; Arief Kusbiantoro; Arie Taveriyanto; M. Faizal Ardhiansyah Arifin; Agung Sutarto; Bambang Hariyadi; Nur Aida; Amelia, Naswa Badi; Ahmad Ali Adnan; Yora Trista Gracia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3318

Abstract

The village profile map is an essential instrument for sustainable development planning as it provides comprehensive spatial and non-spatial data. Sumberahayu Village, located in Limbangan District, Kendal Regency, has significant potential in terms of natural and human resources; however, it lacks integrated data to support effective development decision-making. This community service program aims to develop a village profile map as a foundation for data-driven development planning. The methodology involved literature review, field surveys, collection of primary and secondary data, terrestrial measurements, utilization of remote sensing data, and data processing using Geographic Information System (GIS) software. The final result is a village profile map of Sumberahayu that includes information on administrative boundaries, infrastructure distribution, local resource potential, land use, and disaster-prone areas. This map is expected to serve as a strategic planning tool for village governments in asset management, disaster mitigation, and sustainable local economic development.