Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pengaruh Gaya Komunikasi Kepemimpinan terhadap Loyalitas Pegawai di Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal Suparto, Diryo; Sutjiatmi, Sri; Adilla, Annisa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.62197

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh gaya komunikasi kepemimpinan terhadap loyalitas pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Komunikasi kepemimpinan memiliki peran penting dalam membentuk iklim organisasi, memotivasi pegawai, serta menumbuhkan komitmen terhadap pelayanan publik. Dalam konteks birokrasi Indonesia, kepemimpinan sering kali diasosiasikan dengan komunikasi yang hierarkis dan formal, sehingga dapat menghambat perkembangan loyalitas pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perbedaan gaya komunikasi—transformasional, transaksional, demokratis, dan otoriter—mempengaruhi tingkat loyalitas aparatur sipil negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), dengan memadukan data survei dari pegawai pemerintah daerah dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran kuantitatif dan kualitatif. Loyalitas pegawai diukur melalui dimensi komitmen organisasi, keterikatan emosional, dan kesediaan untuk tetap mengabdi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang menerapkan komunikasi terbuka, partisipatif, dan empatik secara signifikan meningkatkan loyalitas pegawai, sedangkan gaya komunikasi otoriter atau transaksional cenderung melemahkan komitmen jangka panjang.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap wacana manajemen sumber daya manusia sektor publik dengan menekankan pentingnya komunikasi kepemimpinan dalam memperkuat kinerja birokrasi. Rekomendasi penelitian ini adalah agar pemerintah daerah mengembangkan program peningkatan kapasitas kepemimpinan yang berfokus pada keterampilan komunikasi partisipatif dan transformasional untuk membangun tenaga kerja yang lebih loyal, termotivasi, dan berkelanjutan.
Model Komunikasi Pendakwah pada Konten Dakwah dalam Isu Sosial dan Politik di Media Sosial Muyassaroh, Inas Sany; Harto, Unggul Sugi; Suparto, Diryo; Permadi, Didi; Sutjiatmi, Sri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15480

Abstract

Penelitian ini menganalisis model komunikasi yang digunakan oleh dua pendakwah, yaitu Habib Husein Jafar dan Aab Elkarimi, dalam menyebarkan pesan-pesan dakwah melalui fenomena-fenomena dakwah di media sosial. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kedua pendakwah ini menggunakan media sosial, khususnya Tiktok dan Instagram, untuk mengkomunikasikan pesan-pesan agama serta mengangkat isu-isu sosial dan politik yang relevan. Metode analisis dilakukan dengan mengamati konten-konten tiktok dari kedua pendakwah dan menganalisis pendekatan komunikasi yang mereka gunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendakwah Habib Husein Jafar mengadopsi gaya komunikasi yang modern dan sesuai dengan kalangan muda, dengan penampilan dan gaya berbicara yang berbeda dari citra umum "Habib". Ia memanfaatkan fenomena-fenomena sosial sehari-hari sebagai titik masuk untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam yang dapat diterima oleh kalangan anak muda. Di sisi lain, Aab Elkarimi sebagai konten kreator muda, mengadopsi pendekatan kritis dalam menyajikan analisis mendalam mengenai isu-isu sosial, politik, dan agama. Ia mengajak audiensnya untuk berpikir kritis tentang fenomena yang terjadi dan mengaitkannya dengan ajaran agama Islam. Keduanya berhasil mencapai target sasaran mereka, yaitu anak muda, dengan efek positif. Pesan-pesan yang mereka sampaikan membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam, mengatasi stereotip negatif terhadap agama, dan mendorong pandangan yang lebih kritis terhadap isu-isu sosial dan politik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendakwah dapat menggunakan media sosial sebagai sarana efektif untuk menyebarkan pesan-pesan agama dan menjembatani antara ajaran agama dengan realitas sosial dan politik yang dihadapi oleh audiens mereka di era digital saat ini.