Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Impact of Overcrowding on the Histopathology of Catfish Organs in Aquaculture Systems Farida, Mia Nur; Widyarini, Sitarina; Kristianingrum, Yuli Purwandari; Sutrisno, Bambang; Sugiyono, Sugiyono; Akrom, Afif Muhammad
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.117346

Abstract

Overcrowding is a major environmental stressor in confined-container fish farming systems. This condition can degrade water quality and trigger stress responses that damage the fish's internal organs. This study aimed to analyze the effect of stocking density on histopathological changes in the gills, liver, spleen, and kidney of catfish (Clarias sp.). Fish were reared for 30 days at four different stocking densities: 10, 20, 30, and 40 individuals per bucket (50 L). Histopathological examination used Hematoxylin–Eosin staining. The results showed that increasing stocking density correlated strongly with lesion severity. The gills exhibited epithelial hyperplasia and lamella fusion, kidneys exhibited hydropic degeneration, and the spleen showed increased melanomacrophage centers (MMCs) and white pulp depletion. These findings confirm that overcrowding causes significant damage to catfish's vital organs, thus high stocking densities are not recommended for confined-container fish farming systems.
Pengaruh Jumlah ATM, Jumlah Kantor Cabang, dan Ukuran Bank terhadap Profitabilitas Bank Umum Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Kaka, Muhammad; Sutrisno, Bambang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5808

Abstract

Perkembangan industri perbankan di Indonesia dalam periode pascapandemi COVID-19 menunjukkan perubahan yang signifikan, terutama akibat percepatan digitalisasi layanan keuangan dan perubahan perilaku nasabah. Kondisi ini menuntut bank umum konvensional untuk menyesuaikan strategi operasionalnya agar tetap mampu menjaga tingkat profitabilitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah ATM, jumlah kantor cabang, dan ukuran bank terhadap profitabilitas bank komersial konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Profitabilitas diukur dengan return on assets, sedangkan jumlah ATM dan jumlah kantor cabang mewakili perluasan jaringan layanan perbankan. Ukuran bank diukur dengan total aset bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel purposif sebanyak 10 bank berdasarkan data laporan keuangan dari masing-masing bank komersial konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2020-2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effects serta pengujian parsial dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ATM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank, mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah ATM berpotensi meningkatkan biaya operasional tanpa diimbangi oleh peningkatan pendapatan yang memadai.. Jumlah kantor cabang berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank mencerminkan bahwa ekspansi jaringan fisik belum tentu meningkatkan kinerja keuangan bank di era digital.. Sementara itu, ukuran bank berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank menunjukkan bahwa besarnya aset belum menjamin peningkatan laba apabila tidak diiringi efisiensi operasional.. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perbankan untuk mempertimbangkan penambahan jumlah ATM karena berpotensi menurunkan profitabilitas bank.
Pengaruh Non-Performing Financing Pembiayaan Murabahah, Mudharabah, dan Musyarakah terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia Aiman, Aiman; Sutrisno, Bambang
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rab.040155

Abstract

Latar Belakang: Profitabilitas merupakan ukuran kemampuan suatu perusahaan dalam mendapatkan laba. Perolehan laba akan berpengaruh pada seberapa besar kemampuan bank dalam mengelola dana investasi dengan menggunakan aset produktifnya. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan industri keuangan yang berprinsip syariah, akan tetapi perbankan syariah di Indonesia memiliki tantangan terkait pembiayaan bermasalah atau dikenal dengan non-performing financing yang masih relatif tinggi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh non-performing financing (NPF) pembiayaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia periode 2014-2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan sifat asosiatif. Sampel penelitian sebanyak 7 (tujuh) bank umum syariah dengan menggunakan teknik purposive sampling.Metode Penelitian: Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah regresi data panel dengan model common effect.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara parsial NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Temuan ini tetap konsisten walaupun menggunakan proksi profitabilitas yang lain.Keterbatasan Penelitian: Dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah periode penelitian yang digunakan hanya 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2014 sampai 2018 dan variabel yang digunakan dalam penelitian adalah NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah.Keaslian/Novetly Penelitian: Penelitian ini fokus pada NPF pembiayaan murabahah, NPF pembiayaan mudharabah, dan NPF pembiayaan musyarakah. Peneltian sebelumnya hanya focus pada satu pembiayaan saja, dan belum ada penelitian yang menggunakan dengan beberapa pembiayaan sebagai perbandingan.