Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

IDENTIFIKASI PIGMEN KLOROFIL DAN CELAH ENERGI PADA DAUN CINCAU (CYCLEA BARBATA) SEBAGAI FOTOSENSITIZER ALAMI UNTUK APLIKASI DSSC Ismail Saleh; Wa Ode Nirwana Sari Halidun
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 5 No. 1: April 2022
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.5.1.31-36

Abstract

ABSTRAK Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang terdapat pada tumbuhan atau daun yang berwarna hijau. Pigmen klorofil berfungsi menyerap energi cahaya dan mengkonversi energi cahaya tersebut menjadi energi kimia. Selain itu, klorofil juga dapat mentransfer elektron, sehingga pigmen ini dapat digunakan sebagai fotosensitizer alami pada perangkat sel surya tersensitisasi dye (DSSC). Fotosensitizer alami memiliki beberapa kelebihan seperti harganya yang murah, jumlah berlimpah, ramah lingkungan, dan proses sintesis yang mudah. Tanaman cincau (Cyclea barbata) merupakan tanaman yang populer di Indonesia. Tanaman ini sering digunakan pada industri makanan, minuman, farmasi, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pigmen klorofil dan besar celah energi pada daun Cyclea barbata yang akan diaplikasikan pada sel surya tersensitisasi dye (DSSC). Prosedur kerja dalam penelitian ini yaitu: (1) ekstraksi pigmen klorofil, (2) pemurnian pigmen klorofil, (3) karakterisasi pigmen klorofil, dan (4) penentuan besar celah energi pigmen klorofil. Pigmen klorofil daun Cyclea barbata diekstraksi menggunakan larutan etanol dengan perbandingan 1:5 (volum/volum). Proses pemurnian pigmen dilakukan dengan teknik evaporasi pada suhu 30°- 40°C. Karakterisasi UV-Vis digunakan untuk mengetahui rentang penyerapan pigmen klorofil dan celah energi yang terdapat pada daun Cyclea barbata. Hasil penelitian menujukkan rentang penyerapan pigmen daun Cyclea barbata terletak pada rentang panjang gelombang 402 nm dan 660 nm. Celah energi pigmen daun Cyclea barbata diperoleh sebesar 1,804 eV.Kata  kunci—klorofil, celah energi, fotosensitizer alami, DSSC. ABSTRACT Chlorophyll is a green pigment found in green-coloured plants or leaves. Chlorophyll pigment absorbs energy from light and convert it into chemical energy. Moreover, it can transfer electrons, so it can be used as a natural photosensitizer on dye-sensitized solar cell (DSSC) device. Natural photosensitizer has several advantages, such as its lower cost, abundant quantities, eco-friendly, and easy to synthesize. Grass jelly (Cyclea barbata) is a popular plant in Indonesia. The plant is often used in the food, beverage, and pharmaceutical industry. This research aimed to identify the chlorophyll pigment and gap energy from Cyclea barbata leaf which will be applied to dye-sensitized solar cell (DSSC). The procedures in this research were: (1) extracted the chlorophyll pigment, (2) purified the chlorophyll pigment, (3) characterized the chlorophyll pigment, and (4) determined the gap energy of the chlorophyll pigment. Chlorophyll pigment of Cyclea barbata leaf was extracted using ethanol solution with ratio 1:5 (v/v). Pigment purification process was held using evaporation technique at temperature of 30°-40°C. UV-Vis characterization was carried out to determine the range of chlorophyll pigment absorbance and gap energy of Cyclea barbata leaf. The result showed that the range of chlorophyll pigment absorbance lies in wavelength about 402 nm and 660 nm. The gap energy of chlorophyll pigment from Cyclea barbata leaf was obtained at 1,804 eV. Keywords—chlorophyll, gap energy, natural photosensitizer, DSSC.
EDUKASI PEMANFAATAN BIOMASSA SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DESA LAIKAAHA AKAN PENTINGNYA KELESTARIAN HUTAN Lina Lestari; Ismail Saleh; Sapto Raharjo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.13842

Abstract

Daya beli rendah terhadap bahan bakar, menyebabkan masyarakat di Desa Laikaaha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, harus merambah hutan sekitar untuk kayu bakar. Diperlukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya mencari bahan bakar alternatif yang murah dan tidak merusak lingkungan. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah biomassa menjadi briket arang. Tujuan sosialisasi dan edukasi adalah agar masyarakat Desa Laikaaha memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan briket sebagai energi alternatif, dan terciptanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian hutan bagi lingkungan. Metode yang digunakan adalah observasi lokasi, identifikasi permasalahan, sosialisasi terhadap solusi permasalahan, demonstrasi pembuatan briket, dan pelatihan pembuatan briket kepada masyarakat. Dengan kegiatan ini, masyarakat lebih memahami tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta dapat memanfaatkan limbah biomassa yang menjadi permasalahan di lokasi tersebut dengan cara mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang.
Pembuatan briket arang limbah batang nilam sebagai energi alternatif di Desa Lamboeya Kecamatan Moramo Utara Lina Lestari; Sapto Raharjo; I Nyoman Sudiana; Ismail Saleh; La Ode Rusman; Faiz Jaya Angkasa; Melani; Israyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 1 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v1i1.2

Abstract

Desa Lamboeya merupakan salah satu desa di Sulawesi Tenggara yang 75% penduduknya bekerja sebagai petani nilam. Daya beli bahan bakar yang rendah menyebabkan masyarakat merambah hutan sekitar untuk digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga dan bahan bakar penyulingan nilam. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan hutan. Diperlukan sosialisasi pentingnya sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan tanpa merusak alam sekitar. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah batang nilam sebagai briket. Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat mampu memanfaatkan limbah batang nilam sebagai bahan bakar alternatif, memiliki keterampilan membuat briket arang dari limbah batang nilam, memiliki usaha pembuatan briket arang dari limbah batang nilam, dan adanya kesadaran tentang pentingnya kelestarian hutan. Metode untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan mengadakan sosialisasi tentang pentingnya sumber energi alternatif, memberikan pelatihan teknologi pembuatan briket, dan membentuk Mitra Usaha Bersama. Capaian akhir dari kegiatan ini adalah peningkatan nilai ekonomi limbah batang nilam dan pengurangan kerusakan hutan.Nilai kalor briket yang berhasil dibuat adalah 5200 kal/gr.
Pengembangan prototipe sistem monitoring level ketinggian air menggunakan sensor ultrasonik berbasis internet of things Afifah Fauziyah; Ismail Saleh; Ida Usman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p1-8

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah. Dampak yang ditimbulkan oleh banjir dapat berupa kerugian material hingga ancaman terhadap keselamatan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi bencana banjir yang efektif untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem pengukuran dan sistem monitoring level ketinggian air untuk mendapatkan akurasi sensor ultrasonik HC-SR04. Sistem dirancang untuk memantau secara real-time level ketinggian air di suatu lokasi dan mengirimkan data tersebut ke server Blynk melalui jaringan internet dan ditampilkan dalam bentuk dashboard web. Metote penelitian yang digunakan adalah pengembangan sistem dengan pendekatan IoT. Sistem terdiri dari perangkat keras berupa sensor ultrasonik HC-SR04, mikrokontroler ESP32, relay, dan modul catu daya, serta perangkat lunak untuk pengolahan data dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan relatif sensor ultrasonik HC-SR04 berkisar antara 0,28% sampai 4,52%. Pengukuran sensor ultrasonik HC-SR04 pada jarak yang jauh memperoleh error yang lebih kecil dibandingkan jarak pengukuran yang dekat. Analisis laju fluida untuk mendapatkan nilai laju kenaikan air menunjukkan kisaran selisih antara 0,01 cm/s sampai 0,29 cm/s dari nilai yang sebenarnya. Hitungan waktu kenaikan air memperoleh selisih antara 303,29 detik hingga 668,22 detik dari waktu sebenarnya. Semakin rendah nilai selisih yang diperoleh maka semakin baik pengukuran yang dilakukan. Sistem ini dapat membantu memberikan estimasi waktu akan terjadinya banjir berdasarkan perhitungan analisa laju fluida yang telah dilakukan.
Pretreatment batubara (tipe sub-bituminus) menggunakan metode leaching asam basa dengan NaOH dan HCl serta karakterisasi sifat fisis dan kimianya Waode Sukmawati Arsyad; Muhammad Arohman; La Agusu; Ida Usman; La Aba; I Nyoman Sudiana; Ismail Saleh; La Ode Rusman
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p17-23

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas rGO yang dihasilkan dari batu bara maka perlu dilakukan proses pre-treatment pada sampel batu bara. Batu bara yang digunakan adalah jenis sub-bituminus dari Kolaka Timur. Proses pre-treatment yang dilakukan adalah dengan proses leaching menggunakan basa (NaOH) dengan variasi konsentrasi (1, 2, 4, 8 dan 10) M, dan asam (HCl) dengan konsentrasi tetap, yaitu 5M. Sampel batu bara dan hasil leachingnya kemudian dikarakterisasi kandungan karbon, perubahan ikatan kimianya, struktur kristal dan resistansinya menggunakan energi dispersive X-ray spectroscopy (EDS), FTIR, XRD dan LCR meter. Dari hasil EDS diperoleh rasio C/O tertinggi sebesar 1,9 untuk proses leaching dengan konsentrasi 8M NaOH+5M HCl. Terjadi penurunan kadar oksigen pada batu bara setelah melalui proses leaching NaOH+HClyang menunjukan meningkatnya kualitas batu bara yang ditandai dengan menunurunnya luas daerah pada kurva 3448 cm-1 dar grafik hasil karakterisasi q FTIR. Hal ini didukung dengan hasil karakterisasi XRD yang menunjukan batu bara yang telah dileaching dengan menggunakan NaOH dan HCl berubah menjadi grafit pada posisi 2-theta 26,5° dan intensitas grafit tertinggi pada konsentras 8M NaOH+5M HCl.
Rancang bangun prototype sistem otomatis pemberi pakan ikan berbasis mikrokontroler dengan teknologi machine learning Ashari Midana; Ismail Saleh; Ida Usman; M. Zamrun F.; I Nyoman Sudiana; Adrian Rahmat Nur
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 20 No. 02 (2024): Jurnal Aplikasi Fisika
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v20i02.p31-37

Abstract

Sistem pemberi pakan ikan otomatis adalah sistem yang terdiri dari robot penebar pakan dan robot penakar pakan. Robot dapat dapat saling berkomunikasi baik dalam jaringan lokal maupun jaringan internet. Sistem pemberi pakan ikan dapat menangani banyak kolam dengan 1 pasang robot. Robot dilengkapi dengan kamera untuk mengenali nomor kolam dengan bantuan machine learning untuk klasifikasi nomor berdasarkan gambar yang ditangkap. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa variasi kecepatan dan variasi jarak penghalang dalam mendeteksi penghalang atau nomor kolam menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesalahan sensor ultrasonik HC-SR04 pada saat diam berkisar antar 0,046% sampai 0,240%, sedangkan pada saat robot bergerak kesalahan pembacaan sensor (error) berkisar antara 0,107% sampai 14,492% yang menunjukkan bahwa sensor ultrasonik HC-SR04 baik digunakan untuk mendeteksi objek yang lebih dari 20 cm dibandingkan untuk mendeteksi objek kurang dari 20 cm. Respon sensor ultrasonik terhadap variasi kecepatan gerak robot cenderung menunjukkan pembacaan sudut deteksi yang sama berkisar 15,03o sampai 16,360 cm atau 1/2 dari kemampuan sensor ultrasonik 30o. Variasi kecepatan robot tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap hasil pembacaan sudut deteksi sensor dikarenakan kecepatan robot berkisar 20 cm/s sampai 60 cm/s masih dibawah kecepatan gelombang suara 340 m/s sehingga sudut deteksi sensor cenderung menunjukkan nilai yang sama.
Ekstraksi Nickel Laterite Ore dengan Metode Leaching Berbantu Microwave Muhammad Al Rasyid; Al Jalali Muhammad; Yumnawati; Ismail Saleh; La Ode Muh. Iksan Juarzan; Adrian Rahmat Nur
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p1-4

Abstract

Umumnya, microwave telah banyak digunakan dalam proses pengolahan makanan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini microwave telah dieksplorasi untuk pemanfaatannya dalam pengolahan material. Penelitian ini memanfaatkan teknik pemanasan gelombang mikro untuk membantu proses pelindian nikel pada tekanan atmosfer. Bijih dengan penambahan asam sulfat dipanaskan dengan microwave. Daya microwave divariasikan untuk mengetahui pengaruh daya microwave terhadap laju pelindian nikel. Berdasarkan analisis EDX, terjadi peningkatan nikel yang tercuci sesuai dengan peningkatan daya microwave. Sebanyak 90,46% nikel berhasil diekstraksi pada daya microwave 800 watt selama 6 menit.
Eksplorasi Dinamika Fluida FLiBe pada Reaktor Garam Cair: Studi Simulasi Pengosongan Tangki Bahan Bakar Menggunakan Metode Moving Particle Semi-Implicit Aziz Satrio; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Ismail Saleh; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p14-24

Abstract

Peningkatan protokol keselamatan di dalam reaktor nuklir merupakan akibat langsung dari insiden yang parah. Kemajuan teknologi reaktor yang menghasilkan energi nuklir yang menjanjikan dan canggih adalah penggunaan bahan bakar cair dalam Reaktor Garam Cair, yang membedakannya dengan reaktor lain. Dengan menggunakan kerangka kerja Semi-Implisit Partikel Bergerak, sebuah model dikembangkan dalam penelitian ini untuk menganalisis fitur hidrodinamika tangki drainase dalam sistem keselamatan reaktor nuklir. Level permukaan cairan setelah 25 detik adalah 0,2 m untuk air biasa dan 0,156 m untuk FLiBe. Selama waktu simulasi 25 detik, kecepatan air ringan berkurang dari 3,8 m/s menjadi 1,9 m/s dan kecepatan FLiBe berkurang dari 4,05 m/s menjadi 1,93 m/s. Serupa dengan hasil kecepatan, tekanan hidrostatik air ringan menurun dari 9216,9 Pa menjadi 1074,3 Pa dan tekanan hidrostatik FLiBe menurun dari 14298 Pa menjadi 1577,9 Pa. Hasil yang diperoleh menunjukkan koefisien debit masing-masing cairan antara 0.6 dan 0.8 di mana debitnya antara 0,10 m³/s dan 0,12 m³/s. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola yang diamati pada penurunan level cairan serupa, meskipun cairan berbeda dalam hal densitas dan viskositas kinematik. Ketiga cairan menunjukkan pola yang sebanding selama jangka waktu yang diamati, yang mengindikasikan respons dinamis yang serupa. Kecepatan, tekanan hidrostatik, dan kehilangan tekanan cairan menurun seiring waktu. Penyelidikan ini tidak hanya berfokus pada proses transmisi panas. Di masa depan, mungkin akan menarik untuk memasukkan transportasi panas dalam perhitungan. Hal ini dapat mengarah pada penemuan informasi lebih lanjut tentang dinamika cairan di dalam tangki karena perpindahan panas mempengaruhinya selama proses pembuangan.
Investigasi Mekanisme Peleburan Freeze Plug dalam Reaktor Garam Cair: Wawasan dari Eksperimen Lilin Padat-Minyak Panas Ismail Saleh; Asril Pramutadi Andi Mustari; Muhammad Rizqie Arbie; Jirman; Muhammad Abhil Ardani
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62749/jaf.v21i1.p35-43

Abstract

Peleburan sumbat beku adalah fitur keselamatan pasif utama dalam Reaktor Garam Cair (MSR), yang dirancang untuk diaktifkan ketika suhu melebihi ambang batas. Sumbat peleburan memungkinkan garam cair mengalir dan mencegah panas berlebih. Penelitian ini menyelidiki prinsip-prinsip pencairan sumbat beku melalui eksperimen yang disederhanakan dengan menggunakan lilin padat dan minyak goreng panas. Sampel lilin padat dengan volume 25 ml, 50 ml, dan 75 ml dipaparkan pada minyak panas 140°C dalam volume 50 ml. Pengamatan menunjukkan bahwa volume minyak yang lebih besar menghasilkan suhu puncak yang lebih tinggi dan laju pendinginan yang lebih lambat, konsisten dengan konsep massa termal. Volume yang lebih besar menahan panas lebih lama dan memindahkannya secara lebih efektif, menciptakan puncak suhu yang lebih luas dan bertindak sebagai reservoir termal yang stabil. Sebaliknya, volume minyak yang lebih kecil menunjukkan kehilangan panas yang lebih cepat karena massa termal yang terbatas. Hasil ini menyoroti peran massa termal dalam mempertahankan panas dan mengelola laju pendinginan, yang sangat penting untuk keselamatan reaktor. Volume minyak yang lebih besar kemungkinan meminimalkan efek isolasi, memfasilitasi perpindahan panas yang efektif. Perilaku ini secara langsung berdampak pada laju pemanasan awal dan stabilitas suhu jangka panjang, yang penting untuk kinerja sumbat beku. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengoptimalkan bahan sumbat beku, dengan fokus pada titik leleh, konduktivitas termal, dan stabilitas di bawah berbagai beban termal. Perbaikan di bidang-bidang ini dapat meningkatkan retensi panas dan kinerja perubahan fasa, meningkatkan keselamatan dan efisiensi reaktor. Penelitian di masa depan harus mengeksplorasi bahan dan konfigurasi alternatif untuk menyempurnakan desain MSR, memastikan operasi yang lebih andal dan sistem reaktor yang lebih aman.
ANALISIS SPEKTRUM ABSORBANSI DAN IDENTIFIKASI FITOKIMIA DARI FRAKSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PENYERAP CAHAYA DALAM DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Wa Ode Sukmawati Arsyad; Olivia Stefhany Wijaya; Ida Usman; Ismail Saleh; Muh. Harun Al Rasyid; Yusnita Sari
Jurnal Aplikasi Fisika Vol. 21 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai sumber dye alami pada sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) melalui analisis spektrum absorbansi serta identifikasi senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan tahap evaporasi vakum dan fraksinasi menggunakan pelarut etanol serta metanol. Identifikasi senyawa antosianin dilakukan melalui teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan karakterisasi spektrum absorbansi dye dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan antosianin. Proses evaporasi terbukti meningkatkan kandungan antosianin, sedangkan fraksinasi menyebabkan penurunan konsentrasi pigmen yang diduga akibat terjadinya konversi kimia selama proses pemisahan. Hasil pengukuran spektrum absorbansi memperlihatkan bahwa dye dari bunga telang memiliki daerah serapan pada panjang gelombang 500–600 nm dengan nilai energy gap yang sesuai untuk berfungsi sebagai fotosensitizer pada sistem DSSC. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat potensi bunga telang sebagai bahan alami yang menjanjikan dalam pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis sel surya ramah lingkungan.