Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KAPASITOR PADA SISTEM PENGAPIAN AC (ALTERNATING CURRENT) DAN VARIASI BUSI TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK 100 CC Supriyadi, Supriyadi; Suwignyo, Joko; Abdillah, Fuad; Bahtiar, Fahmy Zuhda
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 2 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i2.4318

Abstract

This research aims to determine the effect of adding capacitors and variations in spark plugs on the Exhaust Gas Emission content of the Honda Supra X 100cc motorbike. This research method uses an experimental method with descriptive statistics. The object used in this research is a 100cc Supra The place of research was carried out at the PVTMO Ivet Semarang Automotive Workshop. The technique used in collecting data is conducting experiments by testing the objects to be studied and recording the necessary data. Data analysis in this research uses descriptive statistics, namely describing or describing the data that has been collected as it is without making general conclusions or generalizations. The resulting data includes the amount of CO, HC, CO2, O2, lambda, and AFR. The research results showed that the highest CO gas content was produced by Spark Plug Racing using additional capacitors with an average value of 6.80%. Meanwhile, the lowest CO gas content is created by original or standard spark plugs without using additional capacitors with an average value of 5.93%. Meanwhile, the highest HC was produced by Racing Spark Plugs using additional capacitors with an average value of 485 ppm, almost the same as that produced by original spark plugs with the addition of capacitors. Meanwhile, the lowest HC gas content is produced by original or standard spark plugs without using additional capacitors with an average value of 378 ppm.
PENGARUH PENGGUNAAN GAS ELPIJI TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK 100 CC Hartono, Sri; Suwignyo, Joko; Fatra, Fahmy; Setiawan, Toni
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 7 No 2 (2025): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v7i2.4319

Abstract

This study aims to measure the impact of LPG on the performance of a 100 cc 4-stroke motorcycle running on pertalite, including torque, engine power, exhaust emissions, and fuel consumption. This quantitative research uses the true experiment method with descriptive analysis to systematically present the test results. The study shows that the torque produced by LPG is 6.49 Nm at 5000 RPM, which is lower than the torque produced by pertalite, which is 7.27 Nm at the same RPM. The engine power generated by LPG is also lower at 5.06 Hp at 7000 RPM, while the engine power on pertalite is higher at 6.13 Hp at the same RPM. In terms of exhaust emissions, LPG is proven to be more environmentally friendly compared to pertalite. LPG exhaust emissions are lower in all components, such as CO, O2, CO2, HC, Lambda, and AFR. Furthermore, LPG is more efficient in fuel consumption, with efficiency reaching 27.99% to 49.98% better than pertalite. Overall, pertalite is superior in terms of torque and engine power, while LPG is better in terms of exhaust emissions and fuel consumption efficiency.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ASAM TARTRAT TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK DI DALAM PIPA PENGEBORAN MINYAK BUMI Fatra, Fahmy; Suwignyo, Joko
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i2.991

Abstract

Kerak yang ditimbulkan pada pipa pengeboran minyak bumi yaitu kerak barium sulfate (BaSO4). Kerak ini merupakan masalah serius yang banyak dihadapi pada proses pengeboran minyak bumi dan gas di laut lepas. Masalah serius tersebut mengakibatkan penyempitan diameter dalam pipa, dan berkurangnya transfer air pada pipa sehingga dapat berakibat pipa menjadi pecah. Pada penelitian ini menjelaskan proses pengerakan barium sulfat (BaSO4) pada aliran laminer disistem perpipaan. Larutan barium sulfat (BaSO4) dibuat dengan cara mencampurkan larutan equimolar barium chloride (BaCl2) dan natrium sulfate (Na2SO4). Parameter yang diteliti adalah variasi konsentrasi barium sulfate yaitu 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, dan 3000 ppm, laju aliran 30 ml/menit (konstan), temperatur 20oC (konstan) dan konsentrasi aditif asam tartrat (0, 5, 10 ppm). Proses pembentukan kerak barium sulfate (BaSO4) dimonitor dengan alat konduktivity meter. Hasil kerak barium sulfate (BaSO4) yang diperoleh baik sebelum penggunaan aditif asam tartrat (C4H6O6) maupun setelah dicampur aditif asam tartrat (C4H6O6) kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan analisa SEM dan XRD. Dari hasil pengujian SEM dapat disimpulkan bahwa larutan tanpa menggunakan aditif kristalnya akan mudah menempel di pipa dikarenakan bentuknya yang tumpul sehingga kristal mudah untuk menempel di pipa. Sedangkan larutan dengan menggunakan aditif bentuk kristalnya runcing itu artinya kristal akan sulit untuk menempel di pipa sehingga dapat menghambat pertumbuhan kerak di dalam pipa. Sedangkan dari hasil uji XRD kerak yang terjadi yaitu kerak barium sulfate (barite). Kata Kunci: Barium sulfate, konsentrasi larutan, asam tartrat
PENGARUH PUTARAN MIXTURE ADJUSTING SCREW DAN SPEED ADJUSTING SCREW DENGAN VARIASI PENYETELAN CELAH KATUP TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR Suwignyo, Joko; Fatra, Fahmy
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i1.1486

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi penyetelan mixture adjusting screw dan putaran speed adjusting screw. 2) Mengetahui pengaruh variasi celah katup terhadap konsumsi bahan bakar Sepeda Motor. 3) Mengetahui pengaruh variasi putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis Deskriptif untuk mengetahui tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi penyetelan idle mixture adjusting screw . Dan idle speed adjusting screw serta mengetahui pengaruh variasi penyetelan celah katup terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Laboratorium PVTMO Unisvet. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2007 dipengaruhi dengan variasi idle Speed Adjusting Screw dan idle mixture adjusting screw dan celah katup. Teknik analisis data dengan deskriptif yang membandingkan pengaruh variasi idle  speed adjusting screw dan idle mixture adjusting srew dan celah katup terhadap konsumsi bahan bakar Sepeda Motor Supra X 125 Tahun 2007. Hasil penelitian : 1). Penelitian pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup (IN 0,02 OUT 0,05) dan idle mixture adjusting screw 1/5, 1, dan 2 putaran dengan hasil idle mixture adjusting screw (IMAS ) (1/5) yaitu 33 ml ( 2000 RPM ), 38 ml ( 3000 RPM ) dan 48 ml ( 4000 RPM ). Selanjutnya pada IMAS (1 ) yaitu 13 ml ( 2000 RPM ), 19 ml ( 3000 ) dan 26 ml ( 4000 RPM ). Kemudian pada IMAS (2) yaitu 12 ml ( 2000 RPM ), 17 ml ( 3000 RPM ) dan 23 ml ( 4000 RPM). 2). Pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup ( IN 0,05 OUT 0,08 ) dan idle  mixture adjusting screw 1/5, 1, dan 2 putaran. Dengan hasil idle mixture adjusting screw  ( IMAS ) (1/5) yaitu 24 ml (2000 RPM), 32 ml (3000 RPM) dan 43 ml (4000 RPM). Hasil dari IMAS (1) yaitu 12 ml (2000 RPM), 17 ml (3000 RPM) dan 23 ml (4000 RPM). Kemudian hasil dari IMAS (2) yaitu 10 ml (2000 RPM), 15 ml (3000 RPM) dan 22 ml (4000 RPM ). 3). Dari hasil penelitian pengaruh konsumsi bahan bakar dengan celah katup (IN 0,15  OUT 0,15) dan  idle  mixture adjusting screw  (1/5, 1 dan 2) putaran selama 3 menit, menunjukkan hasil  mixture adjusting screw  (IMAS) (1/5) yaitu 22 ml (2000 RPM), 29 ml (3000 RPM) dan 38 ml ( 4000 RPM). Hasil dari IMAS (1) yaitu 10 ml (2000 RPM), 15 ml (3000 RPM) dan 21 ml (4000 RPM). Kemudian hasil dari IMAS (2) yaitu 9 ml (2000 RPM), 14 ml (3000 RPM) dan 19 ml (4000 RPM).
IMPLEMENTASI VIDEO PADA KOMPETENSI TUNE UP MESIN EFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Joyo, Dhiran; Abdillah, Fuad; Suwignyo, Joko; Purnomo, Bayu Gilang
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i2.2067

Abstract

Siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran, minat mengikuti pelajaran teori kejuruan yang masih kurang selain itu kurang tepatnya model dan media pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil dari proses pembelajaran. (2) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio video pembelajaran kompetensi dasar tune-up mesin EFI kelas XII TKR. (3) Mengetahui seberapa besar keaktifan siswa setelah menggunakan media audio video pada kompetensi dasar tune-up mesin EFI siswa kelas XII TKR. (4) Mengetahui hasil observasi guru sebelum dan sesudah menggunakan media audio video. Penelitian ini termasuk dalam penelitian PTK, menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengkaji pengaruh keaktifan, hasil belajar siswa dan kinerja guru. Sample yang digunakan adalah siswa kelas XII TKR SMK Islam Pemalang sebanyak 30 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan nilai. Hasil keaktifan siswa siklus I kategori aktif (20%<75%). Pada siklus II keaktifan siswa kategori aktif (83.33% >75%). Hasil belajar siswa siklus I tuntas (33.33%), belum tuntas (66.67%). Pada siklus II siswa tuntas (83.33%), belum tuntas (16.67%). Kemudian hasil observasi guru yaitu siklus I sebesar (67.05%). kinerja guru sebesar (67.83%). Meningkat pada siklus II menjadi (83.53%) dan kinerja guru meningkat menjadi (83.48%) lebih dari klasikal yang ditetapkan yaitu 80%. Kata kunci: implementasi video pembelajaran, peningkatan keaktifan siswa, peningkatan hasil belajar