Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS pada Siswa di SMP Negeri 4 Tondano Karina Septiani Malagwar; Hermon Maurits Karwur; Manuel Estefanus Korompis; Paulus Robert Tuerah; Shibghotullah Mujadidi
NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN Vol 2 No 4 (2025): (OCTOBER) NALURI EDUKASI JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xf6gth37

Abstract

Pertanyaan penelitian dirumuskan sebagai berikut Bagaimana penggunaan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri VIII Tondano Tujuan penelitian adalah untuk menguji keefektifan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada suatu mata pelajaran Metode penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan PTK, teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan tes Sampelnya berjumlah 25 siswa kelas VIII SMP Negri 4 TondanoHasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat keberhasilan yang dicapai pada pembelajaran siklus I sebesar 76%, sedangkan pada pembelajaran siklus II lebih dari 96% atau meningkat sebesar 20%Tingkat keberhasilan sebesar menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pembelajaran melebihi kriteria keberhasilan yang ditentukan selama pembelajaran, yaitu 70 atau lebih tinggi. 2) Terbukti model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tondano.
The Role of Social Media in Supporting Character Education Programs: An Analysis of Integrated Curriculum Management in the Digital Era Romi Mesra; Paulus Robert Tuerah; Theodorus Pangalila; Veronike E.T Salem; Manuel Vidi Korompis
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 1 No 3 (2024): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/pgzg7j44

Abstract

This study aims to analyze the role of social media in supporting character education programs through integrated curriculum management in the digital era. The method used is a qualitative approach with a focus on a systematic literature review, involving thematic analysis of various academic sources and current policies. The results of the study indicate that the integration of social media in the character education curriculum can increase student engagement, develop critical thinking skills, and facilitate cross-cultural collaborative learning. However, effective implementation requires adaptive curriculum management, development of teacher digital competencies, and policies that balance the use of technology with student security and privacy. This study concludes that an integrated approach to integrating social media into character education has significant potential to prepare students to face ethical challenges in the digital era.
Pengembangan Karakter Kewarganegaraan di Lingkungan Pendidikan Manuel E. V Korompis
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2025): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/gkhzhx43

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan karakter kewarganegaraan di lingkungan pendidikan melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep kewarganegaraan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur komprehensif dengan menganalisis 53 artikel ilmiah terkait pendidikan kewarganegaraan yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir menggunakan pendekatan reduksi data, penyajian data, perbandingan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa model pembelajaran kewarganegaraan yang efektif mencakup pembelajaran berbasis nilai-nilai lokal, sirkuit pembelajaran Pancasila, drama dan simulasi kewarganegaraan, eksplorasi komunitas, debat dan diskusi, jurnal refleksi, serta program kewarganegaraan berbasis keluarga. Program-program ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila, keterampilan berpikir kritis, kemampuan deliberasi demokratis, dan kesadaran sosial. Pengabdian merekomendasikan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan termasuk sekolah, keluarga, dan komunitas dalam mengembangkan karakter kewarganegaraan yang berkelanjutan, serta pentingnya mengintegrasikan literasi digital untuk memperkuat resiliensi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Lingkungan pada Pembelajaran IPS di SMP Kristen Tomohon Korompis, Manuel E.
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2026): (MARCH) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7yarck87

Abstract

Permasalahan khusus yang dihadapi mitra dalam hal ini guru untuk materi sosial di SMP Kristen Tomohon, yakni 1) kurangnya pengetahuan dan ketrampilan guru dalam pengembangan bahan ajar materi sosial berbasis lingkungan,  2) belum tersedianya bahan ajar kajian sosial secara kontekstual,                    3) belum dikembangkan pembelajaran kajian sosial berbasis lingkungan. 4) masih sangat terbatasnya kegiatan pendidikan dan pelatihan guru yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar kajian sosial berbasis lingkungan. Guna mengatasi masalah yang dihadapi mitra, maka solusi yang ditawarkan sebagai alternatif pemecahan masalah sebagai berikut: 1) melaksanakan kegiatan bimbingan terstruktur kepada guru tentang pengembangan pembelajaran materi sosial berbasis lingkungan, 2) Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan secara terpadu tentang pengembangan pembelajaran materi sosial berbasis lingkungan. 3) Pendampingan melalui kegiatan Workshop untuk pengembangan pembelajaran berbasis lingkungan untuk materi sosial.  Metode kegiatan yakni bimbingan terstruktur, dengan cara bimbingan, pelatihan dan pengembangan bahan ajar. Adapun luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk Produk sebagai berikut                   1) Produk dalam bentuk rancangan pembelajaran berbasis lingkungan untuk SMP, khusus materi sosial., 2) Perangkat pembelajaran, dan 3) Artikel ilmiah.
Kajian Motivasi Belajar Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) di SMP Negeri 2 Passi Desa Bintau Kecamatan Passi Kabupaten Bolaang Mangondouw. Alam Fahri Tambaan; Hermon M. Karwur; Manuel E. Korompis
Contemporary Education Review Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : PT. Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/cer.v1i1.195

Abstract

Studi ini akan menjelaskan bagaimana motivasi belajar siswa dalam pembelajaran berbasis masalah di SMP Negeri 2 Passi. Inti dari eksplorasi tersebut adalah untuk mengetahui inspirasi pembelajaran siswa dalam pembelajaran ujian IPS melalui pembelajaran berbasis isu pada siswa di SMP Negeri 2 Passi. Strategi eksplorasi subjektif, metode pengumpulan informasi khususnya persepsi, dokumentasi dan pertemuan. Saksinya adalah guru ujian sosial, dalam hal ini tiga orang guru geologi, dengan pemeriksaan subjektif menurut Miles dan Hubberman. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa kemajuan awal yang dilakukan pendidik ujian ramah dalam memberikan inspirasi belajar kepada siswa di SMP Negeri 2 Passi Kota Bintau, Daerah Passi Barat, Rezim Bolaang Mangondow, melalui model pembelajaran berbasis isu, meliputi beberapa latihan seperti menyusun rencana pembelajaran, menyusun latihan, mempersiapkan kelas dan siswa, danerencanakan model pembelajaran. Kedua upaya untuk meningkatkan inspirasi pembelajaran meliputi; memahami manfaat pick up berdasarkan isu, membuka pintu terhadap anggapan, dan memperkenalkan materi yang menarik. Faktor-faktor yang menghambat upaya guru dalam membangun inspirasi belajar siswa dalam pembelajaran berbasis isu antara lain rendahnya inspirasi dan minat belajar, faktor lingkungan yang tidak mendukung siswa dan terbatasnya konsentrasi waktu di sekolah.
Kontribusi Guru IPS dalam Membina Sikap Santun dan Tanggung Jawab pada Siswa di SMP Negeri 2 Tondano Onake Yenjau; Erric Kondoy; Manuel E. Korompis
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 3 (2026): (MARCH) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/3xwk0w78

Abstract

Merumuskan penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu tentang “ Kontribusi Guru IPS dalam membina Sikap Santun dan Tanggung Jawab pada Siswa di SMP Negeri 2 Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Seperti yang dijelaskan Sugiyono, metodologi penelitian didefinisikan sebagai berikut: Metode ilmiah untuk memperoleh informasi untuk tujuan tertentu. Empat istilah kuncinya adalah: dasar, metode ilmiah, pengetahuan, proses, dan struktur. Dari pemahaman ini, metodologi dapat diturunkan sebagai berikut: Penelitian adalah proses pemecahan masalah atau pengembangan solusi. Untuk memperoleh pengetahuan, metode ilmiah diterapkan. Peran pengajar dalam pengajaran yang efektif meliputi hal-hal berikut: Ini termasuk: 1) pelatihan guru, 2) pemberian teladan, 3) pengembangan pribadi, 4) perencanaan pembelajaran, 5) kepemimpinan kelas, dan 6) evaluasi kinerja. Hasil di atas menunjukkan bahwa guru IPS di SMP Negeri 2 Tondano memberikan kontribusi positif dalam pekerjaannya. Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa. Mengajarkan keterampilan kepada siswa. Rasa tanggung jawab adalah salah satu kualitas yang harus dikembangkan siswa
Upaya yang Dilakukan Guru IPS dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Leoni Cicilia Mamusung; Hermon M. Karwur; Manuel E. Korompis; Paulus Robert Tuerah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 4 (2026): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/9bn3s821

Abstract

. Motivasi beilajar meirupakan salah satu faktor peinting yang meineintukan keibeirhasilan siswa dalam proseis peimbeilajaran. Namun, dalam praktiknya motivasi beilajar siswa pada mata peilajaran IPS di SMP Neigeiri 1 Ranoyapo Kabupatein Minahasa Seilatan masih meingalami fluktuasi, seihingga dipeirlukan upaya yang teipat dari guru untuk meiningkatkannya. Peineilitian ini beirtujuan untuk meingeitahui faktor-faktor peindukung dan peinghambat dalam meiningkatkan motivasi beilajar siswa, meindeiskripsikan upaya guru dalam meingatasi hambatan teirseibut, seirta meinjeilaskan beirbagai strateigi yang dilakukan guru IPS dalam meiningkatkan motivasi beilajar siswa. Peineilitian ini meinggunakan peindeikatan kualitatif deingan meitodei deiskriptif. Data dikumpulkan meilalui obseirvasi, wawancara, dan dokumeintasi, keimudian dianalisis meinggunakan modeil inteiraktif Mileis dan Hubeirman yang meiliputi reiduksi data, peinyajian data, seirta peinarikan keisimpulan. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa faktor peindukung motivasi beilajar meiliputi minat dan sikap positif siswa, peirhatian orang tua, lingkungan seikolah yang kondusif, sarana beilajar yang meimadai, seirta kompeiteinsi guru. Faktor peinghambat antara lain peirbeidaan keimampuan siswa, keijeinuhan beilajar, gangguan konseintrasi, seirta peinggunaan meidia dan modeil peimbeilajaran yang kurang variatif. Upaya yang dilakukan guru meiliputi peinciptaan suasana beilajar yang nyaman, peineirapan modeil peimbeilajaran inovatif, peimbimbingan siswa, peilibatan aktif dalam peimbeilajaran, seirta peimbeirian pujian dan peinghargaan.