Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengabdian kepada Masyarakat: Pengenalan Penyakit Tanaman Padi dan Teknik Pengendaliannya di Desa Bentok Darat, Bati-bati, Kalimantan Selatan Noorkomala Sari; Akhmad Gazali; Akhmad Rizali; Hairu Suparto; Jumar Jumar; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Hikma Ellya; Riza Adrianoor Saputra; Muhammad Imam Nugraha; Ronny Mulyawan; Merry Awalia; Sitti Waahidaturrahmah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1130

Abstract

Beberapa permasalahan terjadi di Desa Bentok Darat salah satunya penurunan produksi padi akibat serangan gejala nekrosis dan lesi pada daun dan juga malai yang mengalami patah leher diduga mengalami penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia dengan ditemukannya miselia putih pada benih padi. Pada wawancara dengan ketua kelompok tani permasalahan ini ditenggarai iklim desa yang terus-terusan diguyur hujan berturut-turut setelah  mengalami kemarau yang panjang. Karena itulah perlu dilakukan penyuluhan tentang pengenalan penyakit penting pada padi dan teknik pengendaliannya dengan menerapkan prinsip pengelolaan penyakit terpadu atau mengutamakan keseimbangan ekosistem dalam mengendalikan pertumbuhan dan penyebaran patogen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat petani Desa Bentok Darat dalam mencegah masalah penyakit pada padi dan cara pengelolaan lingkungan yang baik serta pengendalian terpadu. Metode kegiatan meliputi pengisian kuisioner, pembukaan, ceramah, diskusi dan pengisian kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui manfaat kegiatan dalam meningkatkan pemahaman tentang penyakit padi dan cara pengendaliannya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh Jurusan Agroekoteknologi kepada mitra Kelompok Tani Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut menghasilkan peningkatan pemahaman warga tani Desa Bentok darat mengenai jenis-jenis penyakit penting pada padi dan agen patogen penyebabnya sebesar 85,71%. Kegiatan ini berperan sekali dalam meningkatkan pemahaman petani di Desa Bentok Darat mengenai informasi cara pengendalian penyakit di padi dengan nilai pengetahuan warga desa meningkat sebesar 100% tentang cara lain atau teknis pengendaliannya menggunakan POC plus, pestisida nabati dan agensia hayati. Seratus persen responden menjawab kegiatan ini menimbulkan rasa senang karena memperoleh manfaat dalam peningkatan informasi dan pengetahuan dalam mengetahui jenis penyakit padi dan cara pengendaliannya. Community Service: Introduction to Rice Plant Diseases and Their Control Techniques in Bentok Darat Village, Bati-bati, South Kalimantan  One of the problems that occurred in Bentok Darat Village was a decrease in rice production due to attacks of symptoms of necrosis and lesions on leaves and panicles with broken necks suspected of being affected by blast disease caused by Pyricularia fungus with white mycelia found in rice seeds. In an interview with the head of the farmer group, it is suspected that the climate in the village continues to rain after experiencing a long dry season. Therefore it is necessary to carry out counseling about the introduction of important diseases in rice plants and their control techniques by applying the principles of integrated disease control or prioritizing ecosystem balance in controlling the growth and spread of pathogens. This activity aims to provide insight to the farming community of Bentok Darat Village in preventing rice disease problems as well as good environmental management and integrated control. Activity methods include filling out questionnaires, opening, lectures, discussions and filling out questionnaires which aim to find out the benefits of activities in increasing understanding of rice diseases and how to deal with them Community service activities by the Department of Agroecotechnology for Farmer Group partners in Bentok Darat Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency resulted in an increase in information and knowledge of the farmers in Bentok Darat Village regarding important types of diseases in rice and their causative pathogens by 85.71%. This activity played a major role in increasing the knowledge of farmers in Bentok Darat Village regarding the information on how to control diseases in rice with the value of the villagers' knowledge rising by 100% about other methods or control techniques using POC plus, vegetable pesticides, and biological agents. One hundred percent of respondents answered that this activity caused a sense of pleasure because it benefited from increasing information and knowledge about the types of rice diseases and how to control them
Introduksi Bahaya Penggunaan Pestisida Dan Pemanfaatan Daun Sirsak Sebagai Biopestisida Pada Masyarakat Palam Novianti Adi Rohmanna; Rila Rahma Apriani; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Hikma Ellya; Rony Mulyawan; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1197

Abstract

Desa Palam merupakan salah satu kecamatan Cempaka yang memiliki banyak rumah tangga petani, dan sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah petani. Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh petani desa Palam adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi. Untuk mengatasi hal tersebut, petani menggunakan pestisida kimia. Kegiatan pemberdayaan dilakukan untuk mengedukasi bahaya penggunaan pestisida kimia dan memperkenalkan daun sirsak sebagai bahan baku biopestisida. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 di desa Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan melibatkan sekitar 20 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap input (pendataan), proses (sosialisasi dan pendistribusian benih sirsak), dan tahap output. Hasil program menunjukkan bahwa indikator kegiatan telah tercapai. Setelah diberikan sosialisasi, sebanyak 90% peserta menjadi lebih memahami akan bahaya pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, petani juga mengetahui potensi daun sirsak sebagai biopestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendapatkan pendampingan lebih intensif dari pemerintah. Introduction Of Pesticide Hazard And Utilization Of Soursop Leaves As Biopesticide In The Palam Society Palam Village is one of the Cempaka sub-districts, which has many farmer households, and most of the people's livelihoods are farmers. Agriculture is one of the crucial sectors in supporting the stability of food availability. Pests and plant diseases are a problem for farmers. It resulted in significant losses. To overcome this, farmers use chemical pesticides. Empowerment programs are carried out to educate the hazards of using chemical pesticides and introduce soursop leaves as biopesticides. This activity was held in July 2021 in Palam village, Cempaka district, Banjarbaru, and involved about 20 participants. This activity consists of 3 stages: the input stage (data collection), the process (socialization and distribution of soursop seeds), and the output stage. The results of the program indicate that the activity indicators have been achieved. After being given socialization, 90% audiens become more aware of the hazards of chemical pesticides to the environment and health. In addition, farmers also know the potential of soursop leaves as a biopesticide. This activity is expected to be sustainable and get more intensive assistance from the government.
Variation of the Amount of Seeds per Planting Hole to the Response of Lettuce Plant with DFT Hydroponic System Akhmad Zaki; Akhmad Gazali; Nukhak Nufita Sari
Agrotech Journal Vol 7, No 1 (2022): Agrotech Journal
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v7i1.1740

Abstract

Lettuce is a vegetable plant whose needs always increase every year according to population growth. Therefore, it is necessary to make efforts to increase the production of lettuce by increasing the number of seeds per planting hole using the DFT hydroponic system. This study aims to determine the effect of the number of seeds per planting hole on the growth and yield of lettuce plants and to determine the number of seeds per planting hole that produces the highest growth and yield of lettuce plants. Implementation This research was conducted from August to September 2021. Located in the Community Food Barn, the Department of Food Security and Fisheries, Banjar Regency. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with treatment S1 (control), S2 (2 seeds per planting hole), S3 (3 seeds per planting hole), and S4 (4 seeds per planting hole). The treatment was repeated 4 times to get 16 experimental unit Based on the results of the research, it can be seen that the number of seeds per planting hole has an effect on the growth and yield of lettuce. The best treatment was found in S4 which had the highest value at an average plant height of 36.25 cm, an increase in plant height at 28 DAP of 11.61 cm, an average number of leaves of 22.06 strands, and an average yield harvest of 153.75 grams. DFT hydroponic cultivation of lettuce resulted in optimal production of 4 seeds per planting hole. Useful research for the efficiency of lettuce production using hydroponics. In addition to production efficiency, it is necessary to consider plant competition to utilize existing resources for optimal growth
Pendampingan Budidaya Sayuran Lokal Khas Rawa di Pekarangan dalam Upaya Peningkatan Keberagaman Konsumsi Pangan Masyarakat di Polder Alabio Hilda Susanti; Rila Rahma Apriani; Hikma Ellya; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10222

Abstract

The supply of nutritious food through a variety of food consumption is very important in reducing stunting prevalence. Some areas of Hulu Sungai Utara (HSU) Regency are the alabio polder area with high cases of stunting children and unproductive swamp land conditions when flooded with rainwater. This service activity provides a solution in utilizing home yards as a place to cultivate local swamp vegetables that have high nutrition, namely water spinach and water mimosa. The activities carried out include planning, which is done by direct observation and coordination with related stakeholders, then educating about the importance of consuming nutritious vegetables. Training and mentoring were given to 25 residents, the majority of whom were farming mothers. Evaluation was carried out by giving a questionnaire to participants regarding the sustainability of the activity. This activity was able to increase the knowledge and skills of the community in cultivating plants in the yard. The application of semi-hydroponic cultivation techniques of typical swamp vegetables has helped the community in providing vegetables when swamp rice fields are flooded in the rainy season and cannot be planted. Evaluation results showed that 88% of participants were enthusiastic about implementing the training in their daily lives because it suited their needs.
PENGARUH KOMPOS SOLID SAWIT DENGAN DEKOMPOSER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Nukhak Nufita Sari; Jumar Jumar; Aris Sigit Sasongko
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6749

Abstract

Kacang-kacangan merupakan komoditas pangan yang memerankan peranan penting di Indonesia, termasuk di dalamnya kacang edamame (Glycine max (L.) Merr.). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti kompos limbah padat (sludge) kepala sawit, yang diaplikasikan ke dalam tanah dapat menyuburkan karena meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai dekomposer pada kompos solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis pada semua perlakuan sebanyak 20 ton.ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan pengaruhnya terhadap hasil berupa berat basah, berat kering, jumlah polong, dan berat polong edamame.
Diseminasi Penanaman Tanaman Buah dan Hias Sebagai Penaung Lahan Bukaan Baru di Perumahan Sungai Sipai Nurlaila, Nurlaila; Mulyawan, Ronny; Sari, Nukhak Nufita; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Abduh, Andin Muhammad; Rizqiana, Sista
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v12i1.4781

Abstract

Pembukaan lahan menyebabkan berkurang dan hilangnya populasi vegetasi tanaman mengakibatkan kemampuan tanah dalam proses peresapan air ke dalam tanah akan menjadi terbatas. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses infiltrasi air ke dalam tanah. Penanaman tanaman buah dan hias yang dihasilkan oleh UPTD Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Provinsi Kalimantan Selatan di lahan bukaan baru yang kosong diantara pembangunan perumahan di Sungai Sipai sebagai salah satu usaha diseminasi kepada peserta yang merupakan warga perumahan terhadap arti penting penanaman tanaman buah maupun hias pada lahan kosong tersebut. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan salah satu wujud pelaksanaa Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat disekitar lingkungan kampus. Melalui pelaksanaan PKM ini, diharapkan terjadi perbaikan kondisi lingkungan, peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk peduli dan ikut bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pengatahuan sehingga terjadi peningkatan pemahaman terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui penanaman tanaman buah dan hias disekitar tempat tinggal peserta di perumahan Berlian Permai di Sungai Sipai Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Peserta menyatakan 92% sangat paham, 78% sangat bermanfaat, 80% sangat puas dan 95% mengharapkan sangat bisa dilanjutkan.
Organic and Biofertilizers as Replacements for Synthetic Fertilizers to Increase Rice Yield in Tidal Swamp Abduh, Andin Muhammad; Masganti, Masganti; Sari, Nukhak Nufita; Haris, Abdul; Ifansyah, Hairil; Mulyawan, Ronny
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 8 No. 4 (2024): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v8i4.292

Abstract

Maintaining soil sustainability to increase and sustain land productivity can be achieved by minimizing synthetic fertilizers and maximizing organic fertilizers and biofertilizers, especially in suboptimal lands. Therefore, this study aimed to determine the effects of organic fertilizers and biofertilizers with reduced NPK (Nitrogen, Phosphate, Potassium) dosage on increasing rice yield in tidal swamp areas in Tebas Sungai Village, West Kalimantan. The procedures were carried out using a complete randomized block design, with several treatments consisting of 175 kg ha-1 NPK as a control (P0), 130 kg ha-1 NPK + 1.5 tons ha-1 cow manure (P1), 130 kg ha-1 NPK + 3.0 tons ha-1 cow manure (P2), and 130 kg ha-1 NPK + 25 kg ha-1 biofertilizers (P3). Based on assessment, the study area was then categorized as C overflow type. The results showed that the combination of NPK synthetic fertilizers with cow manure led to a 15.1%, 25%, 5.6%, and 5.4% increase in total tillers, total grains per panicle, weight of 1000 grains, and rice yield, respectively. In addition, the use of NPK fertilizers with biofertilizers increased total tillers, total grains per panicle, weight of 1000 grains, and rice yield by 24.6%, 56%, 7.7%, and 18%, respectively, compared to only NPK fertilizers. Based on these results, improving rice performance in tidal swamp areas could be achieved by integrating organic or biofertilizers with synthetic fertilizers.
PENDAMPINGAN FERMENTASI PAKAN ITIK DENGAN TRICHODERMA DI DESA RANTAU KARAU HILIR DALAM UPAYA REDUKSI CEMARAN AFLATOKSIN Rila Rahma Apriani; Ika Sumantri; Hikma Ellya; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan; Nurlaila
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i3.23717

Abstract

The quality of duck feed is a main factor that determines the safety of food derived from duck products for humans, considering that the people in South Kalimantan widely consume duck products. Duck farming is the main commodity in the farming system of Bangun Bersama Farmer Group, Rantau Karau Hilir Village. The main problem faced by this farmer group is the lack of knowledge about the impact of aflatoxin contamination in duck feed on the duck performance and product safety. This community service is carried out to increase the knowledge and skills of farmer group members to produce duck ratio formulated from local feedstuffs and to prevent aflatoxin contamination through fermentation using Trichoderma.  The Focus Group Discussion (FGD), training, and mentoring were carried out properly according to the purpose of service and received high enthusiasm from partners. Awareness about the dangers of aflatoxins in duck and human health is well established, so the potential for sustainability of service results is high. In addition, farmer group members gain the ability to produce low-cost duck ration by using local feedstuff.  ---  Kualitas pakan itik merupakan faktor utama yang menentukan keamanan pangan manusia yang berasal dari produk itik, mengingat itik banyak dikonsumsi oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Beternak itik menjadi komoditas utama pertanian bagi Kelompok Tani Bangun Bersama, Desa Rantau Karau Hilir. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang dampak cemaran aflatoksin dalam pakan itik pada performa itik dan keamanan produk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani untuk menghasilkan formulasi rasio pakan itik dari bahan pakan lokal dan untuk mencegah kontaminasi aflatoksin melalui fermentasi menggunakan Trichoderma. Metode pengabdian yang dilakukan  adalah Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan mitra sekitar 91%. Selain itu, mitra dapat terampil membuat pakan itik fermentasi menggunakan Trichoderma dengan memanfaatkan bahan lokal sebanyak satu kali.
Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit yang Ditambahkan Berbagai Jenis Kotoran Hewan Ternak dan Penentuan Kualitas Kimia Bokashi Berbasis Standar Nasional Indonesia Yunda, Alifia Dearta; Saputra, Riza Adrianoor; Sari, Nukhak Nufita
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v11i3.3008

Abstract

Oil palm empty fruit bunch (OPEFB) is a large amount of palm oil industry waste and has the potential to be used as bokashi fertilizer with the addition of livestock manure to enrich its nutrient content. This study aims to determine the chemical quality of OPEFB bokashi by adding each chicken, cow, and goat manure based on the quality standards of organic fertilizer INS-19-7030-2004. The research was conducted from June to August 2022 in Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, and the Soil Laboratory of the Department of Soils, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru, South Kalimantan. This study used a quantitative method (nutrient analysis in the laboratory). The following treatments were used: K0 = OPEFB without adding livestock manure, K1 = OPEFB with adding chicken manure, K2 = OPEFB with adding cow manure, and K3 = OPEFB with the addition of goat manure. The results showed that treatment K1 (bokashi OPEFB with chicken manure) had better chemical quality than treatments K0, K2, and K3, namely parameters organic C (13,72%), total N (0.92%), C/N ratio (14.91%), total P (1.00%), total K (0.60%), total Ca (6.56%), and total Fe (0.02%). However, the total Mg parameter in the K1 treatment was 1.36% above the maximum SNI limit, and the pH parameters in all treatments (K0 4.91, K1 5.89, K2 4.59, and K3 5.05) were not in accordance with SNI-19-7030-2004.
Kepadatan dan Keragaman Acari dan Collembola pada Budidaya Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) di Rawa Lebak Mulyawan, Ronny; Nurlaila, Nurlaila; Sabil, Muhammad Adma; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Sari, Nukhak Nufita; Ismuhajaroh, Bhakti Nur; Abduh, Andin Muhammad
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20954

Abstract

Mesofauna seperti Acari dan Collembola memiliki peranan yang sangat penting di dalam tanah, yaitu sebagai organisme dekomposer bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, mesofauna di dalam tanah dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola pada budidaya ubi Alabio di lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi deskriptif. Faktor yang diteliti adalah kepadatan populasi fauna tanah Acari dan Collembola  dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa genus Acari yang paling banyak ditemukan adalah Diapterobates sedangkan genus Collembola adalah Acrocyrtus. Nilai keragaman jenis Famili Acari paling tinggi yaitu Sarcoptiformes dan Famili Collembola adalah Isotomidae.