Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Ketersediaan N dan Fe-larut pada Tanah Ultisol yang diaplikasikan Lumpur Kolam Ikan: The Availability of N and Soluble Fe on Ultisol Soil Due to Fish Pond Mud Application Meiliyansari, Syafira Rossa; Priatmadi, Bambang Joko; Sari, Nukhak Nufita
Jurnal Ecosolum Vol. 12 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v12i1.25367

Abstract

The use of fish pond mud in improving soil quality is generally still not widely used. This study used various doses of pond mud to determine the effect of pond mud doses on the availability of N and Fe-soluble in Ultisol soil planted with mustard greens. The research was conducted in the Greenhouse in April - May 2022 with a Completely Randomized Design (CRD), five doses of fish pond sludge namely at doses of 0; 0.5: 7.5: 10; and 12.5% applied to Ultisol soil. The results showed that applying fish pond sludge significantly affected soil pH, N-NO3-, N-NH4+ and Fe-soluble. Soil pH decreases due to a reaction between water and Fe compounds that bind OH- and release H+. Whereas N-NO3-, N-NH4+, and soluble-Fe significantly increased due to chemical reactions that produced soluble salts which reacted with water. As for the soil parameters, the effect of pond mud decreases soil pH at all doses of addition of mud and increases N-NO3-, N-NH4+, and soluble-Fe Ultisol, with the best doses of M3 (equivalent to 1 kg mud + 9 kg of soil). There is a relationship between the chemical properties of the soil and the fresh weight of the plants, as evidenced by the increase in the wet weight of the mustard plants.
Karakter Morfologi dan Fisiologi Daun Ubi Alabio (Diosocorea alata L.) pada Perbedaan Aplikasi Pupuk Hijau di Lahan Rawa Lebak Apriani, Rila Rahma; Ellya, Hikma; Mulyawan, Ronny; Nurkhalishah, Atika; Nurlaila, Nurlaila; Sari, Nukhak Nufita
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1810

Abstract

Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) memiliki potensi sebagai pangan fungsional di Kalimantan Selatan namun belum optimal dari segi budidaya. Aplikasi pupuk hijau dari gulma air menjadi altenatif pemupukan ramah lingkungan. Pendekatan karakter morfologi dan fisiologi kaitannya dengan fotosintesis dapat dilakukan untuk melihat efektivitas pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakter morfologi dan fisiologi daun ubi alabio perbedaan aplikasi pupuk hijau di lahan rawa lebak. Pemberian berbagai jenis pupuk hijau tidak berpengaruh terhadap karakter morfologi daun ubi alabio yang meliputi panjang, lebar dan luas daun. Karakter fisiologi daun yaitu berat kering daun dan kandungan klorofil b serta klorofil total juga tidak menunjukkan perbedaan pada aplikasi berbagai jenis pupuk hijau, akan tetapi  tren data menunjukkan pupuk hijau kayu apu memebrikan karakter cukup baik dibanding pupuk lain. Aplikasi pupuk kayu apu 35 ton ha-1 menghasilkan kandungan klorofil a paling tinggi pada daun ubi alabio yaitu berkisar antara 4,556-6,900
PENGARUH KOMPOS SOLID SAWIT DENGAN DEKOMPOSER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Sari, Nukhak Nufita; Jumar, Jumar; Sasongko, Aris Sigit
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6749

Abstract

Kacang-kacangan merupakan komoditas pangan yang memerankan peranan penting di Indonesia, termasuk di dalamnya kacang edamame (Glycine max (L.) Merr.). Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti kompos limbah padat (sludge) kepala sawit, yang diaplikasikan ke dalam tanah dapat menyuburkan karena meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai dekomposer pada kompos solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis pada semua perlakuan sebanyak 20 ton.ha-1. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control, P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4, P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21, P3 = kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan pengaruhnya terhadap hasil berupa berat basah, berat kering, jumlah polong, dan berat polong edamame.
Peningkatan Kualitas Air Sungai di Desa Padang Batung Hulu Sungai Selatan dengan Memanfaatkan Eceng Gondok sebagai Biofilter Alami: Improving River Water Quality in Padang Batung Village, Hulu Sungai Selatan by Utilizing Water Hyacinth as a Natural Biofilter Nabil, Sepianur Ahmad; Nurhasanah, Astri; Mulyadi, Paska Apriyani; Husein, Rahmatullah; Sari, Nukhak Nufita
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10894

Abstract

This community service program was carried out in Padang Batung Village, Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan, which is one of the areas affected by water pollution from mining activities. Field observations and information from the local Agricultural Extension Agency (BPP) indicated that the river water tends to be acidic, especially after rainfall that carries mining sediments into the stream. The purpose of this activity was to introduce the use of water hyacinth (Eichhornia crassipes) as a natural biofilter to improve water quality and to enhance community awareness regarding the potential of local weeds. The biofilter experiment was conducted by placing water hyacinth in the river flow confined by nets on both sides. Water pH was monitored weekly for 3 weeks at 3 observation points. Results showed an increase in pH from 4.37–4.43 in the first week to 4.61–6.44 in the second week, followed by stabilization at 5.32–5.46 in the third week. These findings demonstrate water hyacinth's ability to neutralize acidic water through phytoremediation. In addition, community outreach produced positive responses. Farmers who initially considered water hyacinth as a nuisance began to recognize its potential as a simple, low-cost, and environmentally friendly biofilter. This activity successfully increased public knowledge while proving the role of water hyacinth in reducing water pollution in Padang Batung Village.
PENDAMPINGAN KONSERVASI TANAH PEKARANGAN DI PONDOK PESANTREN IBNU MAS’UD PUTRI DENGAN PENERAPAN BIOPORI Ahmad Kurnain; Hikma Ellya; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan; Eka Susanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.162-168

Abstract

Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Putri merupakan salah satu pondok pesantren modern yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Pembakaran sampah organik masih sering dilakukan mitra saat ini dengan alasan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya. Kebiasaan tersebut akan memberikan dampak negative bagi lingkungan. selain meningkatkan gas rumah kaca, pembakaran dapat merugikan tanaman di sekitar lingkungan mitra karena tidak mendapatkan pengembalian bahan organik pada media tumbuh yang memang memiliki status kesuburan tanah rendah. Permasalahan mitra terdiri dari pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan masih belum optimal, terbatasnya tenaga dan waktu mitra dalam pengelolaan sampah karena kegiatan harian yang sangat padat, serta konservasi tanah di sekitar lingkungan mitra yang belum optimal. Solusi permasalahan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan serta penerapan sistem biopori di sekitar area ponpes mitra. Kegiatan dilakukan selama kurang lebih delapan bulan. Kegiatan pengabdian terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan sistem biopori, pelatihan pengolahan sampah organik dengan menggunakan biodekomposer, pelatihan dalam penerapan sistem biopori, pendampingan pengembangan sistem biopori, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sosialisasi yang dilakukan tentang pengelolaan sampah organik dan system biopori di Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Puteri dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat pondok. Pendampingan penerapan system biopori mendapat respon positif dari mitra sehingga santriwati dan pengelola pondok terlibat aktif dalam pembuatan sistem biopori.
Evaluation of Land Suitability for Cempedak (Artocarpus campeden Spreng) in Batu Mandi and South Paringin Districts, Balangan Regency, South Kalimantan Muhammad Rayhan Ghiffari; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Andin Muhammad Abduh; Ronny Mulyawan; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.871-881

Abstract

Land quality is a key determinant of fruit production, supporting nutrient supply, food security, and sustainable agriculture. This study evaluates potential changes to land suitability classes to improve land-use planning and spatial rearrangement, notably to support the development of cempedak cultivation in Batu Mandi and South Paringin Districts, Balangan Regency, South Kalimantan Province. The research was conducted from May to August 2025 using a matching method to link land characteristics   to suitability criteria for cempedak, and the results were presented as ArcGIS maps. Results show both districts have considerable potential for cempedak development, although current conditions fall within unsuitable (N) and marginally suitable (S3) classes. In Batu Mandi District, actual suitability is S3 covering 11,238.48 ha, and N covering 1,541.61 ha. In South Paringin District, cempedak suitability is also S3, covering 6,953.21 ha. The main limiting factors include unsuitable soil texture, low base saturation, acidic soil pH, and low nutrient availability of P₂O₅ and K₂O. Improvement efforts involving adding pelleted compost and liming with high cultivation, and fertilising with moderate cultivation of triple superphosphate and KCl potentially increase suitability from S3 to S2 or even S1. Therefore, the land has the potential to become a cempedak planting area and produce maximum productivity.
A Circular Bioresource Approach: Converting Water Hyacinth into Compost for Improved Soil Fertility and Yam Production in Tropical Wetlands Sari, Nukhak Nufita; Abduh, Andin Muhammad; Mulyawan, Ronny; Ellya, Hikma; Apriani, Rila Rahma; Nurlaila, Nurlaila; Masganti, Masganti; Yusran, Fadly Hairannoor
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67916

Abstract

Tropical wetland ecosystems face challenges due to acidic soils, poor drainage, and fluctuating water levels, limiting soil fertility and agricultural productivity. However, the abundant biomass of water hyacinth (Eichhornia crassipes) offers a potential in-situ organic resource that can be recycled through composting, supporting a circular nutrient approach by returning nutrients from aquatic environments to agricultural soils. The objective of this research was to evaluate the effects of composted water hyacinth on soil chemical properties and crop performance of the Alabio water yam (Dioscorea alata L.) grown in tropical freshwater swamps. Water hyacinth compost with a C/N ratio of 15.55 and enriched with essential nutrients was applied at three rates: 30, 35, and 40 ton/ha, using a randomized block design. Soil chemical properties and tuber yield were analyzed by ANOVA and LSD tests, and regression analysis was performed to identify the key factors influencing yield.  The compost significantly improved soil total-N, total-P, and available-P, while increasing soil organic-C and cation-exchange capacity. The highest tuber yield, 7.4 kg/m², was obtained at the 40 ton/ha compost rate, representing a 21% increase compared with the lowest rate. Regression analysis (R² = 0.904) confirmed that soil available phosphorus was the primary determinant of yield improvement. This research provides empirical evidence that water hyacinth compost amendment can simultaneously enhance soil fertility and yam yield in tropical wetland systems.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN CABE RAWIT (Capcicum frutescens L.) DI KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN Shidqi Chumaidi; Nukhak Nufita Sari; Andin Muhammad Abduh; Hikma Ellya; Rila Rahma Apriani; Ronny Mulyawan
Agrika Vol. 20 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v20i1.7635

Abstract

Ketidakseimbangan antara permintaan dan produktivitas cabai rawit diduga karena adanya kendala pada karakteristik lahan yang menghambat pertumbuhan tanaman. Perlu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan cabai rawit untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembatas pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, serta mengidentifikasi faktor pembatas utama yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan berdasarkan data sifat fisik dan kimia tanah pada enam satuan peta lahan (SPL), yang meliputi parameter data sifat tanah (pH H₂O, N-total, P₂O₅, K₂O, KB, C-organik) dan faktor lingkungan (suhu, curah hujan, drainase, tekstur). Penilaian kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan mengacu pada petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian tanaman cabai. Secara aktual, banyak satuan lahan berada pada kelas N/S3 karena pH rendah, KB rendah, dan hara makro terbatas, beberapa lokasi juga dibatasi drainase dan tekstur. Melalui pengapuran, penambahan bahan organik, pemupukan berimbang, perbaikan drainase dan wind breaker kelas meningkat menjadi S1. Pembatas kimia-fisik lahan bersifat dapat diperbaiki, pengelolaan kesuburan spesifik lokasi dan pengaturan air yang konsisten diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas cabai rawit di Batu Mandi.