Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Effect of Noise Exposure on Blood Pressure and Pulse Rate Elevation Among Workers Adhenan Samudra, Permana; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Arida Ipmawati, Putri
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 22 No. 1, Januari 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v22i1.947

Abstract

The noise intensity in the workshop area, specifically in the dynotest room at PT. X, records an average of 103 dB(A). This noise originates from assembly, maintenance, and equipment testing activities. The high noise levels and sustained intensity can significantly increase blood pressure and pulse rates in workers who do not use hearing protection devices (HPDs) while working. This study aims to evaluate the impact of noise on the blood pressure and pulse rates of workers in the workshop area, particularly in the dynotest room at PT. X. The research, which employed an observational approach with a cross-sectional study design, was conducted from December to May 2024, involving 40 workers exposed to noise in the dynotest room at PT. X. Data collected included noise measurements, blood pressure, and pulse rates, which were then analyzed using logistic regression tests. The results showed that the average noise level in the dynotest room was 83.5 dBA, while the peak noise level reached 117.8 dBA. Statistical analysis indicated a significant value (p = 0.001) for the relationship between noise exposure and the blood pressure and pulse rates of workers at PT. X, suggesting a significant increase in these parameters due to noise exposure. Recommendations were made for the company to monitor the health of workers to identify potential health issues arising from noise exposure.  
Pendampingan Penjamah Makanan Dalam Meningkatkan Keamanan Pangan Siap Saji di Wisata Kuliner Embong Sawo Surabaya Narwati, Narwati; Rusmiati, Rusmiati; Ipmawati, Putri Arida; Rachmaniyah, Rachmaniyah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.753

Abstract

Sentra Wisata Kuliner Embong Sawo memiliki 11 stan dengan 11 penjamah makanan di dalamnya. Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan kepada 11 penjamah, 100% belum pernah memperoleh penyuluhan keamanan pangan siap saji dan tidak menggunakan celemek serta masker dalam pengolahan pangan. Sebagian besar yakni 8 penjamah makan (73%) masih menggunakan asesoris berupa cincin dan gelang ketika mengolah pangan, 9 penjamah (82%) masih mengambil pangan matang tanpa menggunakan sarung tangan atau alat bantu lainnya seperti sendok dan penjepit makanan. Hasil uji makanan minuman yang dilakukan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya ditemukan kandungan E. coli dan Staphylococcus pada makanan dan minuman yang dijual pedagang. Hasil inspeksi awal yang dilakukan di SWK Embong Sawo terhadap 11 penjamah makanan didapatkan fakta 100% penjamah makan tidak menerapkan cuci tangan dan tidak menggunakan sarung tangan saat penyajian makanan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demontrasi, pembagian leaflet dan perlengkapan cuci tangan. Hasil kegiatan diperoleh rerata nilai pengetahuan personal hygiene dan sanitasi makanan penjamah makanan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi adalah 59,09 dan 89,55 secara berurutan dengan p-value 0,000 . Hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan 51,5% lebih baik setelah dilakukan intervensi penyuluhan dan pemberian leaflet. Disimpulkan bahwa diperlukan pendampingan secara rutin melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan untuk menambah pengetahuan penjamah makanan.
Upaya Pencegahan Penularan TBC melalui Penyuluhan Rumah Sehat dan Pemasangan Cyclone Ventilator Modification (CVM) Rusmiati Rusmiati; Ernita Sari; Putri Arida Ipmawati; Adnindya Krismahardi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6559

Abstract

Housing conditions in Kelurahan Taman Sidoarjo, are generally inadequate for health standards, characterized by natural ventilation of less than 15% of the floor area, limited lighting due to dense housing, poor air circulation, and high occupancy density. These conditions increase the risk of Tuberculosis (TB) transmission. This community service program aimed to improve public knowledge of healthy housing and clean and healthy living behavior,, as well as to enhance indoor air quality in TB patients’ houses through the application of the Cyclone Ventilator Modification (CVM). The activities included health education for 50 participants, family assistance for TB patients, and the installation of CVM in affected households. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, supported by a paired t-test (p < 0.001), indicating a meaningful difference between pre-test and post-test scores. Moreover, CVM installation contributed positively to improving indoor air quality. These findings suggest that combining education with the application of appropriate technology is effective in preventing TB transmission in densely populated areas. Therefore, CVM implementation should be expanded to other households and complemented with continuous health promotion to increase community awareness of healthy living environments.
Eco enzyme mixture of sludge sediment treatment reduces BOD, COD, TSS, and detergent content in greywater Hermiyanti, Pratiwi; Rokhmalia, Fitri; Ipmawati, Putri Arida; Amalia, Rizki
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3810

Abstract

Background: Household activities generate greywater containing pollutants such as BOD, COD, TSS, and detergents, contributing to environmental pollution. Eco enzyme offers a biological alternative to degrade organic waste. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of the eco enzyme combined with sludge sediment in reducing greywater pollutants. Methods: A true experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted using four greywater reactors. Eco enzyme doses of 10 ml, 30 ml, and 50 ml per 1000 ml of wastewater were tested, along with a control. The eco enzyme was mixed with 1.5 liters of sludge sediment. The detention time was three days. Sampling was performed once per treatment using purposive sampling. Parameters analyzed included BOD, COD, TSS, and detergents based on SNI standards. Data were analyzed using one-way ANOVA. Results: The treatment showed no significant effect on BOD reduction (p=0.48), but significantly reduced COD (p=0.01) and TSS (p=0.0001). Detergent reduction was moderate, with the 50 ml dose being the most effective, although not statistically significant (p=0.07). Conclusion: Eco enzyme combined with sludge sediment has potential as a simple biological treatment to reduce COD, TSS, and detergents in greywater. However, additional processes such as aeration are needed to effectively reduce BOD. This research can be the basis for the development of advanced research that can apply eco enzymes to waste, with a longer time and more varied dosage use.
Assessment of Toilet Cleaning Practices and Mold Presence in Public Toilets at Sunan Ampel Tourism Site, Surabaya: A Descriptive Study Rihadatul Aisy; Rusmiati; Putri Arida Ipmawati; Setiawan
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 4 (2024): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i4.382

Abstract

Kebersihan toilet dapat dijadikan sebagai indikator tingkat pengelolaan sanitasi suatu tempat. Kebersihan toilet dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar toilet, perilaku petugas kebersihan dan orang yang menggunakannya, serta proses pembersihan yang memungkinkan tumbuhnya jamur pada bak toilet yang dapat menimbulkan penyakit bagi penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembersihan toilet dan keberadaan jamur pada bak toilet pada toilet umum di Kawasan Wisata Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Sunan Ampel Surabaya pada bulan Maret 2024. Objek dalam penelitian ini adalah 30 toilet. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, pengukuran, dan pemeriksaan keberadaan jamur. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data hasil pengamatan dan pemeriksaan laboratorium keberadaan jamur pada bak toilet umum dengan ketentuan PMK No. 17 Tahun 2020 dan Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia. Hasil penilaian proses pembersihan toilet menunjukkan bahwa 23 (77%) toilet masuk dalam kategori “Cukup” dan 7 (23%) toilet masuk dalam kategori “Baik”. Keberadaan jamur pada bak toilet ditemukan pada 19 (63%) toilet, sedangkan 11 (37%) toilet bebas jamur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa faktor suhu dan kelembaban, kualitas air bersih, frekuensi pengunjung, dan pembersihan bak toilet dapat memengaruhi pertumbuhan jamur pada bak toilet.