Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sawerigading

PROSES AFIKSASI BAHASA MASSENREMPULU DIALEK MAIWA: ANALISIS MORFOFONEMIS Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.351

Abstract

This study aims to describe the morphology, in particular affixation and morfofonetics in Maiwa dialect of Massenrempulu language. Method used is descriptive method with noting and recording techniques. For completing data, analytical documentation has also been conducted through a variety of manuscripts reporting the results of the study of language and literature of Maiwa dialect. Principally, this study uses the theory of structural linguistics to view language as a free system. The result indicates that the affixation process in Maiwa dialect has regular and diversity order either in its nature of distribution or function in construction. The distribution is distinguished on (1) free morpheme, and (2) bound morpheme, while the functions cover (1) basic form, (2) origin morpheme, and (3) affixed morpheme. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses morfologi, khususnya afiksasi dan morfofonemik bahasa Massenrempulu dialek Maiwa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pencatatan dan teknik perekaman. Untuk lebih melengkapi data, dilakukan pula analisis dokumentasi melalui berbagai naskah laporan hasil penelitian bahasa dan sastra Massenrempulu dialek Maiwa. Pada dasarnya, penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural yang memandang atau menganggap bahasa sebagai suatu sistem yang bebas. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa proses afiksasi dalam bahasa Massenrempulu dialek Maiwa memperlihatkan keteraturan dan keragaman, baik dari sifat distribusinya maupun fungsi dalam konstruksi. Dari sifat distribusinya dibedakan atas (1) morfem bebas, dan (2) morfem terikat; sedangkan dari fungsi dalam konstruksi dibedakan atas (1) bentuk dasar, (2) morfem asal, dan (3) morfem afiks.
KALIMAT IMPERATIF BAHASA MASSENREMPULU (ImperativeSentence of Massenrempulu Language) Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i3.35

Abstract

The research aims at describing imperative sentence in Massenrempulu language. Method used isdescriptive with noting and recording technique. In addition, documentation analysis of previous study aboutMassenrempulu language and literature is also done. Data analysis applies structural linguistic theory. Result of research shows that imperative sentence of Massenrempulu language has falling intonation at the end of sentence, its pattern is [2]3 2 //[2]1#. Based on its type, imperative sentence of Massenrempulu language isdivided into seven groups, they are intransitive imperative sentence, transitive imperative sentence, requestingimperative sentence, prohibitive imperative sentence, permission imperative sentence, indirect imperativesentence, and offering imperative sentence.
KATATUGAS BAHASA MASSENREMPULU DIALEK MAIWA Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i2.440

Abstract

The research intended to describe function word Maiwa dialect of Massenrempulu language. Method used was descriptive by applying noting and recording technique. In addition, documentation analysis using language and literary report Maiwa dialect of Massenrempulu language was done. Data analysis applied was structural linguistic theory. Result of research showed that function word Maiwa dialect of Massenrempulu language could change its form to other word, but it was limited for the certain words and difficult to trace its systematic. Based on its type, function word Maiwa dialect of Massenrempulu language could be divided into five groups, namely, prepositions, conjunctor, interjection, article, and particle.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata tugas bahasa Massenrempulu dialek Maiwa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik catat dan teknik rekam. Selain itu, dilakukan pula analisis dokumentasi melalui naskah laporan hasil penelitian bahasa dan sastra Massenrempulu dialek Maiwa. Analisis data dilakukan berdasarkan teori linguistik struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata tugas bahasa Massenrempulu dialek Maiwa dapat mengalami perubahan bentuk menjadi kata lain, tetapi terbatas pada kata tertentu dan sulit ditelusuri sistematikanya. Berdasarkan jenisnya, kata tugas bahasa Massenrempulu dialek Maiwa dibagi menjadi lima kelompok, yaitu preposisi, konjungtor, interjeksi, artikel, dan partikel.
SISTEM BUNYI BAHASA MASSENREMPULU DIALEK MAIWA Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i1.330

Abstract

This writing discusses abaout phonetic system of Maiwa dialect of Massen-rempulu language. Those phonems can change the meaning of the words and can form morpheme. The discussion is focused on the description of the phonemes found in Miwa Dialect such as vocal consonant, and its characteristic and its distribution on the basic word. Besides that this writing also discusses about structure of the syllable. Analysis used is linguistics and structural theory. The theory is used to describe several aspects of phonem in Maiwa dialect. Abstrak Tulisan ini mengangkat masalah sistem bunyi bahasa Massenrempulu dialek Maiwa. Bunyi-bunyian atau fonem-fonem itu dapat mengubah arti suatu kata dan bagaimana setiap fonem dapat membentuk satuan yang lebih besar atau morfem. Oleh sebab itu, pembahasan difokuskan pada pemerian bunyi-bunyi yang terdapat dalam dialek Maiwa, seperti vokal dan konsonan serta ciri-cirinya dan distribusinya pada kata dasar. Selain itu, disinggung pula mengenai struktur suku kata. Analisis yang digunakan adalah teori linguistik struktural. Dasar teori ini digunakan untuk memerikan berbagai aspek bunyi dalam dialek Maiwa.