Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Heavy Metal Adsorption Using Cellulose Xanthate from Sugarcane Bagasse: A Fixed-Bed Column Study Iryani, Dewi Agustina; Permadi, Sigit; Astuti, Widi; Sumardi, Slamet; Taharuddin, Taharuddin
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v20i1.38058

Abstract

In recent years, various environmentally friendly adsorbents have been developed to address the removal of heavy metals from industrial wastewater. This study focuses on the adsorption of lead (Pb) and copper (Cu) using cellulose xanthate derived from sugarcane bagasse as an adsorbent. The adsorption experiments were conducted in a fixed-bed column with dimensions of 2.4 cm in diameter and 8 cm in height. Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) was used to analyze the concentrations of Pb and Cu before and after adsorption, while the adsorbent composition was characterized using X-Ray Fluorescence (XRF). The breakthrough times for Pb and Cu adsorption was found to be 8 and 6 minutes, respectively, with total adsorption durations of 18.584 and 17.543 minutes. The Thomas Model was employed to evaluate the kinetics and adsorption capacity, yielding kinetic constants (KTH) of 0.00283 and 0.0006 mL/mg.min for Pb and Cu, respectively, and adsorption capacities (qeq) of 712.89 and 181.18 mg/g. These results provide valuable insights into the adsorbents efficiency, kinetics, and potential applications in environmental remediation and wastewater treatment.
Transformasi Pembelajaran di Politeknik Pelayaran Malahayati: Evaluasi Kinerja Institusi dalam Transisi dari Offline ke Online Taharuddin, Taharuddin; Mansur, Achmad Zultan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.1091

Abstract

Politeknik Pelayaran Malahayati di Aceh telah bertransformasi dari sistem konvensional menjadi sistem berbasis teknologi informasi untuk menjawab tantangan era digital dan meningkatkan layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja institusi dalam melayani peserta diklat peningkatan, khususnya dalam transisi dari pembelajaran offline menjadi online, sebagai respons terhadap perkembangan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Tingkat kepuasan peserta diklat dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja institusi terhadap pelayanan peserta diklat dikategorikan memuaskan dengan nilai persentase CSI sebesar 73,11%. Namun, masih terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti optimalisasi teknologi informasi dalam pembelajaran, kecepatan respons terhadap permasalahan peserta diklat, sistem penerbitan sertifikat, dan kenyamanan ruang tunggu. Untuk memaksimalkan potensi dan menjangkau masyarakat lebih luas, Politeknik Pelayaran Malahayati perlu mengembangkan strategi seperti platform e-learning untuk masyarakat umum, kerja sama dengan sekolah, pemanfaatan media sosial, dan penyelenggaraan webinar serta pelatihan daring.
Transformasi Pembelajaran di Politeknik Pelayaran Malahayati: Evaluasi Kinerja Institusi dalam Transisi dari Offline ke Online Taharuddin, Taharuddin; Mansur, Achmad Zultan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.1091

Abstract

Politeknik Pelayaran Malahayati di Aceh telah bertransformasi dari sistem konvensional menjadi sistem berbasis teknologi informasi untuk menjawab tantangan era digital dan meningkatkan layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja institusi dalam melayani peserta diklat peningkatan, khususnya dalam transisi dari pembelajaran offline menjadi online, sebagai respons terhadap perkembangan teknologi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Tingkat kepuasan peserta diklat dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja institusi terhadap pelayanan peserta diklat dikategorikan memuaskan dengan nilai persentase CSI sebesar 73,11%. Namun, masih terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti optimalisasi teknologi informasi dalam pembelajaran, kecepatan respons terhadap permasalahan peserta diklat, sistem penerbitan sertifikat, dan kenyamanan ruang tunggu. Untuk memaksimalkan potensi dan menjangkau masyarakat lebih luas, Politeknik Pelayaran Malahayati perlu mengembangkan strategi seperti platform e-learning untuk masyarakat umum, kerja sama dengan sekolah, pemanfaatan media sosial, dan penyelenggaraan webinar serta pelatihan daring.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK GRANUL (POG) BERBAHAN BAKU SLUDGE LUARAN DIGESTER BIOGAS SEBAGAI UPAYA PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN DIGESTER BIOGAS PEDESAAN Damayanti, Sri Ismiyati; Nawansih, Otik; Iryani, Dewi Agustina; Taharuddin, Taharuddin; Haviz, Muhammad; Ginting, Simparmin Br
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i2.483

Abstract

Pupuk bioslurry padat (sludge) luaran digester biogas mempunyai kualitas yang bagus, namun masih kurang menarik bagi petani karena berbentuk curah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan terkait granulasi sludge tersebut menjadi pupuk organik granul (POG). Tujuan jangka panjang pengabdian ini adalah kemandirian pupuk di tingkat petani, melalui kemampuan petani mengolah limbah di sekitarnya menjadi pupuk organik yang lebih praktis. Target khususnya adalah masyarakat mengetahui iptek terkait granulasi pupuk dan mempunyai keterampilan dalam menggranulkan pupuk. Metode yang digunakan adalah : koordinasi tim dosen dengan warga terkait kegiatan pelatihan, penyiapan bahan baku, yaitu sludge dan kompos berbahan baku sludge-kulit kopi, sosialisasi dan diskusi terkait iptek granulasi pupuk, pelatihan pembuatan POG, dan evaluasi kegiatan bersama masyarakat. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan koordinasi tim dosen dengan warga terkait pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan penyiapan bahan baku dan alat dengan dibantu warga dan mahasiswa, pelaksanaan pelatihan dibantu mahasiswa dengan mengundang aparat pekon dan warga, diakhiri dengan evaluasi bersama warga untuk menentukan keberlanjutan program. Masyarakat sangat tertarik menjadikan pupuk organik ini sebagai salah satu usaha desa, yang ke depannya dapat dikelola BUMDes. Kendala selama pengabdian adalah sulitnya mengumpulkan warga di siang hari karena berbagai kesibukan yang berbeda. Warga di desa biasa berkumpul malam hari jika ada yang akan dibicarakan
Analisa Praktek Klinik Keperawatan Penerapan Foot Spa Therapi Dalam Terapi Relaksasi Pada Pasien Coronary Arteri Disease (CAD) Yang Mengalami Ansietas Taharuddin, Taharuddin; Safrudin, Bachtiar
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2786

Abstract

Kecemasan merupakan emosi negatif yang muncul karena adanya bahaya, ketegangan, dan stress yang menghadang maupun karena bangkitnya sistem saraf simpatetik. Bagi pasien tindakan PCI dapat menjadi sebuah stressor dimana respon yang paling sering terjadi karena stressor adalah kecemasaan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik akan berpengaruh terhadap meningkatkan hormon epineprin dalam tubuh karena dapat meningkatkan oksigen dan glukosa ke otak dan otot dengan meningkatkan detak jantung. Sehingga akan mepeburuk prognosis pasien yang dirawat. Terapi alternative sebagai bentuk intervensi non famakologis diperlukan dalam mengatasi ansitas yang terjadi pada pasien. Melalui Foot Spa Therapi dapat mengendalikan epineprin dan menurunkan kecemasan. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisa implementasi masalah ansietas. Evaluasi Tindakan Keperawatan Foot Spa Terapi menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada skala kecemasan.
Influence of Oil Content on Solution Load Ethanol-Soda Delignification of Oil Palm Mesocarp Fiber Taharuddin, Taharuddin; Iryani, Dewi Agustina; Eka Wahyu, Megananda
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i2.11145

Abstract

Mesocarp fiber palm oil industrial waste can be processed into pulp, but this fiber still contains oil with varying levels. The difference oil content in fiber affects the amount of cooking solution required to make mesocarp waste into pulp. This study consists of two stages, namely the pretreatment stage of oil extraction to obtain variations in oil content in the mesocarp fiber waste and the delignification stage using the NaOH-ethanol solution with the ratio of solids:solvent is varied to 1: 8, 1:10 and 1:12. Oil content of the fiber was analyzed, it is consist of 9,5% oil. To vary the oil content, the fibers are soaked in ethanol at room temperature and the levels drop to 7%. And soaking at 40C can lower the oil content drop to 2%. The obtained pulp had the largest cellulose content 50.77% from delignified product from fiber with 7.6% oil content and solids:solvent ratio: 1:10. While the lowest lignin that was 7.39% obtained at 2.5% oil content. In the delignification process with ratio 1:12, pulp produced is decreased in cellulose content and from FTIR results it is known that it occurs because of the degraded cellulose during the delignification process.