Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Penyebab Menurunnya Efektivitas Kondensor PLTGU dengan RCA Wijaya, Krisna Chandra; Gunadi, Gun Gun Ramdlan
Jurnal Mekanik Terapan Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/jmt.v5i1.6544

Abstract

Metode Analisis Penyebab Akar (RCA) digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan efektivitas kondensor tipe cangkang dan tabung pada PLTGU di Pabrik Semen X. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental, penelitian ini dilakukan di Pabrik Semen X. Penelitian ini mengevaluasi fluida panas dan pendingin pada bagian masuk dan keluar kondensor, yang memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem produksi energi di PLTGU. Pengukuran parameter secara langsung dan analisis fisik kondisi kondensor dilakukan dalam proses pengumpulan data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setelah pemeliharaan, fluida panas dan pendingin meningkatkan laju energi panas yang dilepaskan dan diterima. Logarithmic Mean Temperature Difference (LMTD), yang dipengaruhi oleh perubahan laju aliran dan suhu fluida, menunjukkan variasi. Dengan pemeliharaan, kinerja kondensor meningkat, meningkat dari 73,9% menjadi 75,1%. Tiga faktor utama yang mempengaruhi efektivitas kondensor diidentifikasi dalam Analisis Penyebab Akar (RCA): kerusakan kondensor, masuknya material asing, dan kondisi lingkungan seperti curah hujan dan suhu ekstrim. Untuk meningkatkan efisiensi total sistem produksi energi di PLTGU, pemeliharaan kondensor yang tepat dan pengendalian kualitas air sangat penting.
Pelatihan Pengoperasian dan Perawatan Mesin Pencacah bagi Komunitas Ciliwung Depok (KCD) sebagai Solusi Pengolahan Limbah Bambu Sungai Ciliwung Syuriadi, Adi; Gun Gun Ramdlan Gunadi; Dianta Mustofa Kamal; Ahmad Bustomi; Andy Permana Rusdja; Muhamad Hanhan Nugraha
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v8i1.7205

Abstract

The problem of biomass waste, especially bamboo along the Ciliwung River, can pose significant environmental risks. Some ways to convert bamboo waste are making straw mushrooms or converting it into fuel through pyrolysis technology. Before being converted, this bamboo waste must be ground by chopping it in a chopper. This community service aims to improve the skills of participants from the Ciliwung Depok Community (KCD) regarding training in the operation and maintenance of waste shredder machines with a direct demonstration method and a grant of waste shredder equipment. The training was carried out for one day with 20 participants from KCD. Activities include delivering theories including socialization about biomass waste (garbage), waste sorting, management of its processing, then demonstration of tools/direct practice, and evaluation through pre-test and post-test. Data were analyzed using the Paired Two Sample for Means method. The training showed a significant increase in participants' knowledge and skills as evidenced by the difference in average pre-test and post-test scores which were statistically significant (p-value <0.05). The results showed that the training had a very big impact on the participants' abilities before and after the training. Similar programs are expected to be implemented in other communities to increase environmental awareness and the use of environmentally friendly technology. Keywords - Ciliwung, bamboo waste, chopper machine, training Abstrak Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Demikian juga pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara. Pembuangan sampah ke sungai (Ciliwung) akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir. Dari permasalahan di atas, maka diperlukan sistem pengolahan sampah yang baik agar tidak terjadi kerusakan lingkungan dan juga diharapkan ada peningkatan ekonomi dari hasil pengolahan sampah tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pengolahan sampah, terutama sampah dari bambu yang banyak dijumpai di aliran sungai Ciliwung. Pelatihan mencakup sosialisasi tentang biomassa/limbah biomassa (sampah), pemilahan sampah, manajemen pengolahannya dan pelatihan penggunaan alat pencacah sampah dengan metode demonstrasi langsung dan hibah alat pencacah sampah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat Komunitas Ciliwung Depok (KCD) tentang limbah biomassa, dalam mengolah limbah biomassa terutama bambu menjadi bio-pelet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Penjualan bio-pelet ini diharapakan dapat meningkatkan perekonomian juga bagi masyarakat KCD. Kata kunci - Ciliwung, limbah bambu, mesin pencacah, pelatihan
Pembentukan Lapisan Anodik Aluminium Oksida Melalui Metode Anodisasi Untuk Proses Pewarnaan Dyeing Pada Aluminium Rizkia, Vika; Susanto, Iwan; Gunadi, Gun Gun Ramdlan; Heryana, Ghany
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.53782

Abstract

Anodisasi adalah proses elektrokimia ramah lingkungan untuk memproduksi lapisan oksida tipis hingga berukuran nanometer pada permukaan logam sehingga menjadi lebih dekoratif, tahan lama, dan tahan korosi. Proses anodisasi dalam larutan H2SO4 digunakan guna mempersiapkan lapisan anodik aluminium oksida (AAO) untuk selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan metode dyeing. Pengaruh rapat arus dan waktu celup anodisasi terhadap permukaan hasil pewarnaan serta ketahanan korosi logam aluminium di investigasi dalam penelitian ini. Spesimen aluminium murni dilakukan proses anodisasi dalam larutan 16% H2SO4 dengan rapat arus 1, 3, dan 5 A/dm2 selama 40 dan 60 menit untuk selanjutnya dilakukan pencelupan ke dalam larutan dyeing non elektrolitik. Hasil pewarnaan menunjukkan bahwa tingkat penyerapan zat warna paling tinggi dalam parameter rapat arus 3 A/dm2. Selain itu, peningkatan waktu celup hingga 60 menit dapat meningkatkan kepekatan warna yang diserap. Pengujian korosi menggunakan metode salt spray memperlihatkan bahwa proses anodisasi dan pewarnaan dapat meningkatkan ketahanan korosi pada logam aluminium. Hasil pengujian kekerasan Vickers menunjukkan bahwa semakin tinggi rapat arus menghasilkan penurunan kekerasan rata-rata pada permukaan aluminium hasil anodisasi.