Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DAMPAK IMPLEMENTASI MBKM PADA KOGNITIF MAHASISWA UNIVERSITAS X: REKOMENDASI PENINGKATAN MBKM DI PTS Jap Tji Beng; Keni Keni; Nafiah Solikhah; Rita Markus Idulfilastri; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Mira Bella; Nina Perlita; Sri Tiatri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.16077.2022

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah suatu program yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) sejak tahun 2020. Universitas Tarumanagara telah berkomitmen dalam menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai bagian dari kurikulum sejak tahun 2020. Sejalan dengan kebijakan MBKM, upaya Kemendikbudristek menjaga mutu Perguruan Tinggi adalah dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu sub indikator yang keberhasilan terdapat pada IKU-7, yaitu mahasiswa terlibat dalam kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan melihat dampak implementasi kelas kolaboratif dan partisipatif pada mahasiswa yang teribat dalam MBKM, khususnya dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Belitung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu qualitative descriptive dengan pendekatan participatory ethnography. Peneliti terdiri atas 7 dosen dan 6 mahasiswa pelaksana 3 PKM di Kabupaten Belitung. Partisipan yang menjadi sasaran  penelitian ini adalah  6 Mahasiswa MBKM yang terlibat dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan acara PKM di Kabupaten Belitung. Penelitian menghasilkan tiga temuan dalam aspek kognitif yaitu: (a) kegiatan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif meningkatkan pengetahuan mahasiswa MKBM mengenai pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; (b) meningkatkan kemampuan analisis pada mahasiswa; dan (c) meningkatkan kemampuan dalam hal problem solving pada mahasiswa. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai gambaran dampak pelaksanaan MBKM, dan selanjutnya dapat menjadi rekomendasi untuk peningkatan MBKM di perguruan tinggi swasta.
Hubungan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Keterlibatan Efikasi Politik di Jakarta Timothi Djukardi; Fira Khumairoh; Rio Manuel Setia; Nichole Aurelia; Adiyatma Doni Pratama; Pamela Hendra Heng; Rita Markus Idulfilastri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5054

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan efikasi politik di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dan metode korelasional. Partisipan adalah penduduk yang bertempat tinggal di daerah DKI Jakarta generasi Gen Z berusia 18 hingga 27 tahun, dipilih melalui teknik convenience sampling. Sebanyak 435 partisipan berpartisipasi dalam penelitian menggunakan Meta AI Literacy Scale (MAILS) untuk mengukur penggunaan AI dan Internal Political Efficacy Scale (IPES) untuk mengukur efikasi politik. Analisis data bertujuan untuk mengukur arah, kekuatan, dan signifikansi hubungan antara penggunaan AI (variabel independen) dan efikasi politik (variabel dependen), serta menguji pengaruh kontrol seperti usia, tingkat pendidikan, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan efikasi politik pada generasi Z di DKI Jakarta dengan nilai korelasi rₛ = 0,153 dan p = 0,001. Meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah, hasil mengindikasikan bahwa penggunaan AI berkontribusi terhadap peningkatan keyakinan diri individu dalam memahami dan berpartisipasi dalam kegiatan politik.