Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian Imunisasi BCG Tepat Waktu di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Fajar Kota Pekanbaru Rahmi Isrohati; Rifa Yanti; Rizka Mardiya; Meirita Herawati
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8278

Abstract

Bacillus Calmette–Guérin (BCG) immunization is a mandatory basic immunization that must be administered to infants before two months of age as a preventive measure against tuberculosis. Timely administration of the BCG vaccine is crucial to ensure optimal protection and to maintain continuity of subsequent immunization schedules. Maternal knowledge is one of the factors influencing the timeliness of immunization. The achievement of BCG immunization at Muara Fajar Community Health Center in 2025 was 76.1%, still below the annual target of 90%. This study aimed to determine the relationship between maternal knowledge and the timely administration of BCG immunization among infants aged 0–2 months in the working area of Muara Fajar Public Health Center, Pekanbaru City. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. A total of 59 mothers with infants aged 0–6 months were selected using accidental sampling. Data were collected through questionnaires assessing maternal knowledge of BCG immunization and the timeliness of BCG vaccine administration. Data analysis was conducted using the Chi-square test with a significance level of p<0.05. The results showed that most mothers were aged 26–35 years (59.3%), had a senior high school education (52.2%), and were housewives (71.2%). Nearly half of the respondents had low knowledge levels (47.5%), while 54.2% of infants received BCG immunization on time. The Chi-square test revealed a significant association between maternal knowledge and timely BCG immunization (p=0.001). This study concludes that maternal knowledge plays a crucial role in ensuring timely BCG immunization in infants.
Pijat Oksitosin terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Postpartum Multipara Yaturahmi, Beksi; Desriva, Nia; Wati, Yesi Septina; Herawati, Meirita
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/46cr5271

Abstract

This study aimed to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in multiparous postpartum mothers in the Kota Baru Community Health Center (UPT Puskesmas), Indragiri Hulu Regency. The method used was a quantitative study with a quasi-experimental design, employing a one-group pretest-posttest design. The results showed an increase in breast milk production after oxytocin massage, as indicated by significant differences between pretest and posttest scores for infant urination frequency (p = 0.003) and infant bowel movement frequency (p = 0.002). In conclusion, oxytocin massage affects breast milk production in multiparous postpartum mothers at the Kota Baru Community Health Center in Indragiri Hulu Regency in 2025.   Keywords: Multiparous Postpartum Mothers, Oxytocin Massage, Breast Milk Production
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI BUBBLE N ME PEKANBARU rahmi safitri, nadyatul; Lisviarose, Lisviarose; Herawati, Meirita; Rahmita, Hirza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52220

Abstract

Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan, di mana kualitas tidur menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan fisik maupun mental anak. Tidur yang cukup dapat merangsang sekresi hormon pertumbuhan serta mendukung perkembangan otak. Namun, gangguan tidur masih banyak dijumpai pada bayi. Salah satu intervensi non-farmakologi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi di Bubble n Me Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 1–12 bulan yang menjalani pijat bayi di Bubble n Me Pekanbaru dengan jumlah sekitar 20 bayi. Sampel berjumlah 16 bayi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kualitas tidur bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat bayi mayoritas kualitas tidur bayi berada pada kategori cukup sebanyak 81,3% (13 bayi). Setelah intervensi pijat bayi, mayoritas kualitas tidur meningkat menjadi kategori baik sebesar 75% (12 bayi). Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,001< 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat bayi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur bayi. Dengan demikian, pijat bayi dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi non-farmakologi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui perbaikan pola tidurnya.