Aminuddin Aminuddin
1.Department Of Nutrition, Faculty Of Medicine, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi, Indonesia.2.Hasanuddin University Hospital, Makassar, South Sulawesi, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effect of Energy Restriction on Malondialdehyde Levels in Rats Andi millaty Halifah Dirgahayu; Aminuddin Aminuddin; Arif Santoso; Nurpudji Astuti; Ika Yustisia; Irfan Idris
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2023.010.01.6

Abstract

Elevated malondialdehyde (MDA) levels indicate the occurrence of cell membrane oxidation. Calorie restriction is known to extend life expectancy. This study aims to investigate the effect of calorie restriction on MDA levels in young and old rats. An experimental approach was employed using Rattus norvegicus Wistar strain as the experimental animals, with a pre-post-test control group design. A total of 28 white rats were included in this study and were divided into four groups. The control groups, Group A and Group B, received standard feed and unrestricted access to distilled water, while the treatment groups, Group C and Group D, were fed with a 40% reduction in calorie intake and distilled water. Data analysis was performed using SPSS 21.0 (SPSS, Inc., Chicago, IL) with a 0.05 significance level. The results showed a difference in MDA level changes between group B (control group) and group D (treatment group) (p<0.05). This study concludes that MDA levels are higher in the elderly compared to young rats, and a 40% calorie restriction can reduce MDA levels.
Efek Pemberian High Fat High Fructose Diet (HFHFD) dan Carbon tetrachloride (CCL4) Terhadap Kadar Cystatin C Serum Inez Marsha Gabriella Singgih; Ika Yustisia; Arif Santoso; Aminuddin Aminuddin; Liong Boy Kurniawan; Hasyim Kasim
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2021.008.02.3

Abstract

Tingkat konsumsi lemak dan fruktosa tinggi dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal. High Fat High Fructose Diet (HFHFD) / Diet tinggi lemak tinggi fruktosa merupakan pemberian diet tinggi lemak dan diberikan fruktosa dalam air minum atau dalam makanan. Pemberian Karbon tetraklorida pada tikus menyebabkan kerusakan pada ginjal. Cystatin C merupakan pemeriksaan untuk mengetahui gangguan dini pada fungsi ginjal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian HFHFD dan injeksi CCl4 terhadap kadar cystatin C serum pada tikus. Penelitian ini terdiri dari 4 kelompok yang terdiri dari: 1) kelompok tikus diberi pakan standar; 2) kelompok tikus HFHFD; 3) kelompok tikus HFHFD yang diinjeksi CCl4 intraperitoneal (IP) dua kali seminggu; dan 4) kelompok tikus yang diberikan pakan standar dan diinjeksi CCl4 IP dua kali seminggu, dengan 24 ekor tikus. Perlakuan diberikan selama 8 minggu. Parameter yang diuji yakni kadar Cystatin C serum pada tikus yang diberikan pakan standar dibandingkan dengan tikus yang diberikan diet tinggi lemak dan tambahan fruktosa pada air minumnya (HFHFD), tikus yang diberi HFHFD dan suntikan CCl4 dua kali seminggu, dan tikus dengan pakan standar dan diinjeksi CCl4 dua kali seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberikan HFHFD dan CCl4 mengalami peningkatan Cystatin C serum paling tinggi dibandingkan dengan tikus yang diberikan HFHFD saja, suntikan CCl4 saja dengan pakan standar, dan yang hanya diberikan pakan standar. Pemberian kombinasi HFHFD + CCl4 menunjukkan perbedaan Cystatin C yang bermakna secara statistik dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0.004). Simpulan diperoleh bahwa pemberian HFHFD dan CCl4 meningkatkan kadar Cystatin C serum pada tikus.
Penurunan hs-CRP Tikus Sprague dawley Jantan Setelah Pemberian Madu Hutan Apis Dorsata Inna Mutmainnah Musa; Agussalim Bukhari; Irfan Idris; Ika Yustisia; Rosdiana Natzir; Aminuddin Aminuddin; Marhaen Hardjo
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.01.7

Abstract

Pola konsumsi makanan berlemak berlebih menimbulkan berbagai gangguan metabolik dan inflamasi sistemik sehingga memicu peningkatan penanda inflamasi, yaitu high sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP). Madu hutan Apis dorsata mengandung antioksidan  tinggi, namun belum banyak penelitian mengenai aktifitas antioksidan madu hutan ini terhadap perubahan kadar hs-CRP di dalam darah.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu hutan Apis dorsata terhadap kadar serum hs-CRP tikus Sprague dawley jantan diinduksi pakan tinggi lemak (PTL). Rancangan penelitian yaitu pre-post test with control group design. 15 ekor tikus jantan Sprague dawley dibagi dalam tikus kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+) diinduksi PTL,  dan perlakuan (P) diinduksi PTL + madu hutan Apis dorsata dosis 0,5 ml/200 g BB. Induksi PTL diberikan selama 30 hari dan madu selama 7 hari. Serum hs-CRP diambil dua kali, yaitu setelah pemberian PTL dan setelah pemberian madu, kemudian diukur menggunakan metode ELISA. Hasilnya menunjukkan kelompok tikus yang diberi PTL+intervensi madu hutan mengalami penurunan kadar hs-CRP yang signifikan (p=0,009). Hal ini menandakan efek antioksidan dan antiinflamasi pada madu hutan Apis dorsata dapat menurunkan kadar hs-CRP. Kesimpulannya, Madu hutan Apis dorsata dosis 0,5 ml/200 g BB mampu menurunkan kadar serum hs-CRP tikus Sprague dawley jantan yang diinduksi pakan tinggi lemak.
Enhancing diabetes management: Nurse-Led coaching at PROLANIS Diabetes Club Andina Setyawati; Nuurhidayat Jafar; Saldy Yusuf; Aminuddin Aminuddin
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i2.12433

Abstract

The global prevalence of Diabetes Mellitus (DM) is escalating, with projections indicating a continued upward trend. Indonesia, particularly in South Sulawesi, has also experienced a rise in DM prevalence over recent years. Comprehensive strategies for ineffective management are crucial to reduce the impact of DM. This community engagement took place at Bajeng Community Health Center in South Sulawesi from October to November 2023, involving 58 diabetic patients and 10 nurses in the Prolanis club. Activities included mini-lectures, active learning, and demonstrations, starting with coaching training for nurses by an international coach. Subsequent activities involved nurses conducting coaching sessions with patients, accompanied by the community engagement team. Statistical tests on knowledge and quality of life before and after coaching showed a significant improvement in both variables (p < 0.0001). Coaching interventions by trained nurses demonstrated a positive impact on the knowledge and quality of life of diabetic patients. The results of this activity provide a strong foundation to consider integrating coaching as an integral part of diabetes management strategies to enhance the health and well-being outcomes for patients.