Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hidup Hijau di Tepi Air: Menguji Punggol Waterway Terraces sebagai Model Desain Apartemen Ramah Lingkungan di Singapura Gunawan Tanuwidjaja; Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo; Priscilla Allodya Mintalangi
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 10 No. 1 (2024): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v10i1.273

Abstract

Title: Green Living by the Water; Testing Punggol Waterway Terraces as a Model for Eco-Friendly Apartment Design in Singapore This research discusses the importance of green architecture and green low-cost apartments in addressing the discord between the environment and society, particularly in developing new cities like the National Capital of Nusantara. This concept began gaining recognition in 2013 in Singapore, which has adopted the principles of Green Building. One successful example is the Punggol Waterway Terraces Apartment, which emphasizes sustainable design while considering resource efficiency and social inclusivity. Although this concept offers significant benefits, several challenges remain, including costs, accessibility, and efficiency. This study proposes research on the Green Low-Cost Apartment concept, focusing on the Punggol Waterway Terraces Apartment as a successful example. The research method used is Case Study Research, and the results highlight the design, facilities, costs, and innovations related to this concept. Punggol Waterway Terraces is part of Punggol Eco-town, a sustainable and innovative solutions laboratory. However, some weaknesses, such as lack of building maintenance and privacy, must be addressed. Nonetheless, this apartment demonstrates HDB's seriousness in realizing the concept of 'Green Living by the Waters' by implementing various green technologies and good social facilities. Thus, this apartment becomes a successful case study supporting sustainable development in Singapore.
DESAIN TROTOAR YANG RAMAH BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI JL. FRONTAGE AHMAD YANI SURABAYA Tanuwidjaja, Gunawan; Nadia, Yoana; Laurencia, Michelle
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.187 KB)

Abstract

Trotoar atau jalur pejalan kaki merupakan aspek yang penting bagi sebuah kota yang berkelanjutan. Jane Jacobs menyatakan bahwa kota yang berkelanjutan perlu dirancang dengan fasilitas – fasilitas yang digunakan oleh pengguna sebanyak mungkin. Trotoar harus membantu semua pengguna termasuk penyandang disabilitas untuk melakukan transportasi lokal. Selain itu dalam desain trotoar harus diperhatikan aspek keamanan pengguna, aspek kenyaman dan aspek lingkungan. Inklusivitas adalah penting bagi sebuah kota atau lingkungan yang berkelanjutan. Sementara itu, semua hak pengguna [asasi manusia] ditemukan sama pentingnya dalam Konvensi PBB tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas [CRPD] (Mei 2008) dan UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sesuai dengan amanat UU RI Nomor 8 Tahun 2016 pada pasal 5, penyandang disabilitas memiliki hak-hak yang sama dengan non-disabilitas yaitu hak untuk hidup, kesejahteraan sosial, aksesibilitas, hidup secara mandiri dan lain-lain. Trotoar merupakan bagian penting dari kebutuhan transportasi dan kehidupan para disabilitas karena itu desain trotoar yang aksesibel menjadi sangat penting. Desain trotoar yang aksesibel bagi penyandang disabilitas harus memenuhi lima prinsip desain inklusi yang diusulkan oleh Tanuwidjaja (2015). Jalan. AhmadYani merupakan jalan arteri utama di Surabaya Selatan yang sangat penting. Frontage Ahmad Yani dibuat paralel di sisi jalan arteri Jl. A. Yani untuk mewadahi pergerakan kendaraan bermotor dengan kecepatan rendah dan pejalan kaki. Tetapi saat ini banyak fasilitas trotoar yang belum aksesibel pada segmen ini karena kurangnya tepat eksekusi kontraktor yang tidak paham standar aksesibilitas. Karena itu sangat diperlukan usulan desain baru yang memenuhi peraturan - peraturan aksesibilitas seperti PerMenPU No 30/PRT/M/2006 tentang Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
LANSEKAP YANG MENYEMBUHKAN DALAM FASILITAS PENDIDIKAN DAN REHABILITASI ANTI-NARKOBA Tanuwidjaja, Gunawan; Callista, Liana Maria; Wiryadi, Jessica; Salu, Cindy Clara; Sugianto, Jessica Kurniawati
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.822 KB)

Abstract

Kota Metropolitan Surabaya mengalami peningkatan jumlah pelaku narkoba. Oleh karena itu diperlukan tindakan preventif dan represif dari Pemerintah terutama Badan Narkotika Nasional. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan program individual berdasarkan metode DEFY yang diadopsi dari Amerika yang merupakan gabungan antara langkah preventif dan represif. Di sisi lain, tindakan pengobatan diimplementasikan dengan rehabilitasi medis dan psikologis. Sebuah Fasilitas Pendidikan – Wisata dan Rehabilitasi Anti-Narkoba diusulkan untuk dikelola oleh Narkotika dan Biro Narkotika Kabupaten Malang untuk memfasilitasi program tersebut. Desain bangunan ini didesain dengan merespon perilaku penyalahguna narkoba dengan mengintegrasikan konsep lansekap yang menyembuhkan dengan nuansa alami. Pertama – tama fasilitas ini dibuat dengan zonasi yang didasari proses penanganan pemulihan dan kondisi kesehatan mental individu. Elemen – elemen lansekap sesuai dengan konsep healing landscape diciptakan untuk mendukung penyembuhan mental. Karena itu, fasilitas tersebut akan menjadi bangunan yang aman, menyenangkan dan menyejukkan bagi para individu.
TINJAUAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN PADA ELEMEN INTERIOR ARSITEKTUR PADA PERPUSTAKAAN UK PETRA BERDASARKAN STANDAR GBCI Tanuwidjaja, Gunawan; Santoso, Devina Kartika; Gotama, Monica; Anderlo, Stefen Thaddeus
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.733 KB)

Abstract

Desain bernuansa "green", "eco," dan "sustainable", telah banyak diterapkan. Produk interior – arsitektur hijau jumlahnya meningkat, tetapi namun semua produk hijau tidak dapat diterapkan secara maksimal tanpa proses desain terintegrasi dengan konsep desain berkelanjutan. Universitas Kristen Petra (UK Petra) telah menetapkan dirinya sebagai Green Campus sejak tahun 2010. Hal ini diterapkan secara holistic pada 2 buah gedung baru (Gedung P1 dan P2) yang dibangun pada tahun 2015-2017 dengan konsep "green building" seharga Rp. 200 miliar. Di sisi lain, bangunan yang lama seperti Perpustakaan UK Petra, di Gedung Radius Prawiro, belum menerapkan dengan konsep “Green Campus” dengan optimal. Hal ini ditengarai karena prilaku pengguna yang tidak mau memilah sampah, menggunakan AC secara berlebihan, menggunakan plastik pada saat membeli makanan, mencetak draft laporan/ tugas secara berlebihan. Perpustakaan UK Petra telah mencoba meningkatkan pelayanan dan kondisi fisiknya agar mahasiswa lebih nyaman, mahasiswa lebih betah tinggal di perpustakaan. Perpustakaan telah menjadi pusat komunitas kreatif yang terutama merupakan mahasiswa dan perpustakaan dapat melayani masyarakat Surabaya yang lebih luas. Penilaian siklus hidup (Life Cycle Analysis/ LCA) dengan menggunakan standar Green Building Council Indonesia (GBCI) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hal ini dari sisi material interior dan arsitektur. Karena itu dilakukan evaluasi terhadap desain interior arsitektur sesuai standar GBCI di atas setidaknya agar mengukur pencapaian langkah desain menuju Perpustakaan yang Hijau (Green Library) sesuai dengan konsep UK Petra tentang Green Campus.
DESAIN RUANG MUSIK CERDAS UNTUK FASILITAS PENDIDIKAN MUSIK INKLUSIF DISABILITAS NETRA Tanuwidjaja, Gunawan; Wardana, William Putera; Gates, Bill; Rosary, Maria Dewi; Wibisono, Cindy Ellisse
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.82 KB)

Abstract

Anak dengan disabilitas netra mengalami keterbatasan indera penglihatannya tetapi sebaliknya memiliki kelebihan pada aspek lainnya di antaranya ialah kemampuan bermusik. Kemampuan music terbangun karena karena kuatnya daya ingat, intuisi, dan kepekaannya. Berbagai artis seperti Stevie Wonder, Ray Charles, Andrea Bocelli, dan Yoo Ye Eun merupakan pemusik yang terkenal dengan disabilitas netra. Sebuah ruangan music yang dirancang konsep desain inklusi akan memiliki dampak yang luar biasa bagi pengembangan kemampuan musik para disabilitas netra. Ruangan musik berbentuk persegi dengan tatanan tempat duduk berbentuk setengah lingkaran telah didesain untuk membantu para anak – anak dengan disabilitas netra dan anak – anak umum lainnya. Ruangan ini didesain secara inklusif dengan mengambil kurikulum dari Yamaha Music School dan Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB). Teknologi juga ditambahkan pada desain ruang musik yang inklusif dengan penerapan Wiimote dan laptop di tengah ruangan untuk mendukung latihan anak-anak.Sementara itu warna interior juga didesain dengan warna dasar merah karena warna tersebut paling cepat ditangkap mata dan dikenali oleh anak-anak. Selain itu warna merah mampu memberikan energi, membangkitkan selera, kegairahan, emosi, semangat yang membara. Desain ruang ini juga didesain dengan prinsip kesetaraan dengan tidak ada perbedaan elevasi pada ruangan dan lebar koridor yang cukup lebar. Selain itu juga disediakan signage dengan huruf braile dan huruf biasa, hand rail dan guiding path sederhana dan intuitif untuk membantuk orientasi anak. Desain ruangan ini juga menggunakan material gypsum dan accourette board, material lantai yang tidak licin seperti kayu dan karpet yang mengurangi gangguan akustik dan meningkatkan keamanan.
SOCIO-ECONOMIC SUSTAINABILITY ASSESSMENT OF MULTI-STOREY HOUSING: A SKYVILLE @ DAWSON SINGAPORE CASE STUDY Tanuwidjaja, Gunawan; Bastian, Ermyra Putri; Tedja, Jason Maynard; Prasetyo, Ivan Reagan; Adiasih, Priskila
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v6i1.759

Abstract

Social and economic sustainability significantly affect the well-being of residents in high-rise vertical housing. Previous research has identified various complaints about poor relationships between residents, lack of interaction, and feelings of confinement. On the other hand, COVID-19 has limited interactions among residents in densely populated housing due to the high transmission rates of the disease. This study aims to conduct a content analysis of data on Skyville @ Dawson apartments from reliable sources, covering the period from 2009 to 2024. The research is conducted with the content analysis method, focusing on economic, social, and environmental aspects of Sustainable Architectural Design. From secondary and online data, it was found that WOHA designed Skyville @ Dawson to accommodate the behavioral needs of Singaporean society with several horizontal gardens on various floors, potentially securing interaction against COVID-19 through good building management. Therefore, this high-rise housing is an excellent example of the socio-economic development of upper-floor housing.
TEKNOLOGI DIGITAL INOVATIF DALAM APARTEMEN PINTAR : MEMENUHI KEBUTUHAN ORANG LANJUT USIA DAN PENYANDANG DISABILITAS Tanuwidjaja, Gunawan; Rustanto, Jessica Louise; Adeline; Kelly; Hartanto, Fiona Claudia
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 8 No 1 (2024): Vol 8 No 1 (2024): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2024
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integration of digital technology in smart apartment design is crucial to meet the needs of the elderly and people with disabilities. As life expectancy increases, architects face the challenge of designing homes that adhere to universal design principles, including accessibility, safety, comfort, and independence for residents experiencing physical decline, such as hearing, vision, or mobility impairments. In this context, multidisciplinary collaboration is essential to drive behavioral change and create a sustainable future through inclusive design. Research on the MS Queensland Caboolture Apartments in Queensland, Australia, highlights the importance of inclusive and accessible housing for people with disabilities. These apartments, part of the Orion on Rowe community, are designed with features like ramps, wide doors, and smart hometechnology to enhance the independence and comfort of their residents. The research findings indicate that these apartments have successfully improved the quality of life for their residents, with 77% reporting increased well-being. This underscores the importance of design that considers special needs in modern architecture, creating homes that are not only comfortablebut also support the independence and well-being of the occupants.
APPLICATION OF DIGITAL DESIGN OF TOURISM CENTRE OF SENDURO IN BROMO - TENGGER - SEMERU NATIONAL PARK, INDONESIA Oktafiana, Brina; Tjandra, Cynthia; Tanuwidjaja, Gunawan; Wijaya, Elvina Shanggrama; Adiasih, Priskila
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2022): JUNE 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v4i1.92

Abstract

Instagram able places is a new trend before the Covid-19 pandemic. The theory of Instagram able places has not yet developed in the Architectural field. Several business-related studies have proposed the use of social media, especially Instagram, to attract tourists to attractions. However, Instagram's design approach is only used by creating new building structures that alienate local ecology and dim cultural values. The Senduro Tourism Centre is used as an example of using Instagram for sustainable design at the tourism gate of Bromo Tengger Semeru National Park. The design of the Senduro Tourism Centre is carried out in such a way as to be able to move the economy of the tourism sector of Lumajang Regency in the pandemic era while maintaining the preservation of its natural and cultural assets to be sustainable. The Hindu-SacredProfane (Tri-Mandala) zoning, and a sustainable design approach, are also used to ensure the sustainable tourism activities of Senduro. As a result, using digital design tools, we are able to process and present elements of the natural and cultural landscape in an attractive perspective through the design of the Senduro Tourism Centre scheme. In the future, Instagram's design approach can be used more sustainably in tourist attractions in Indonesia.
EXPLORATION OF HIGH-RISE RESIDENTIAL TOWER CONCEPT BASED ON ARCHITECTURAL SCIENCE: SKYVILLE AT DAWSON, SINGAPORE Tanuwidjaja, Gunawan; Devin, Michael; Valerian, Mayclein; Nyoto, Nathanael; Angga, Andi Yeshua
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 5 No. 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v5i2.721

Abstract

An environmentally friendly multi-storey residential design approach has been revealed by various studies since 2009. However, many multi-floor residential designs need to strike a balance between economic needs and the sustainability of the building. Skyville @ Dawson was designed by WOHA consultant with the principles of sustainability (sustainable design based on architectural science), community and diversity in mind. Therefore, Skyville @ Dawson has a flexible apartment design with columns positioned on the building perimeters, and has three horizontal sky gardens that facilitate cross ventilation. The Skyville @ Dawson facade was designed with unique windows (monsoon windows), which facilitate cross ventilation but reduce the impact of wind on the workbench. It can be concluded that ventilation can reduce occupants' dependence on air conditioning and ultimately become energy efficient. WOHA offers an architectural science approach in Skyville @ Dawson to a sustainable design concept with a balanced consideration of social aspects.
Sustainable Architectural Design in Indonesia: Responding the Current Environmental Challenges Tanuwidjaja, Gunawan; Leonardo, Lo
RUAS Vol. 9 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2011.009.02.5

Abstract

The impacts of environmental destructions were felt in Indonesia. The irregular weather patterns, extreme temperatures, as well as floods affected many vulnerable areas in the Country oftentimes. Great numbers of environmental as well as man-related disasters were recorded such as: 12 earthquakes & tsunamis (in 2009), 8 volcanic eruptions (in 2008), 631 floods & landslides (in 2009), and 340 typhoons (in 2009). In total 416 lives were killed and 7,444 houses damaged. And the increasing numbers of environmental disasters was observed. Further, poverty and weal legal enforcement caused deforestation and severe biodiversity loss. All these challenges required real solution with Indonesian Sustainable Architectural Design Framework, not only the “green rating”. And the objective of the research was to find Framework of Sustainable Architectural Design Strategy in Indonesia responding to social economic conditions and addressing these environmental challenges. The framework was urgently needed by Building Construction Sector especially by Indonesian Institute of Architects (IAI). And lastly, it should be sustained with the active participation of all stakeholdersKeywords: Indonesian Sustainable Architectural Design, Environmental Challenges in Indonesia
Co-Authors Adeline Adi Sutanto Anderlo, Stefen Thaddeus Angelia Stephanie Angga, Andi Yeshua Antonio, Joshua Arina Hayati Atung Yunarto Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo Aurellia Eunice W Bahtiar, Jesslyn Bastian, Ermyra Putri Budi Prasetyadi Callista Lie, Liana Maria Callista, Liana Maria Ce Siong, Chen Chany, Theresia Christopher Kevin Hartanto Christovel Khosuma Claudia B Kusuma Claudia B Kusuma, Claudia B Daniel, Daniel Devi Calista Silvanus Devi Calista Silvanus Devin, Michael Dian Wulandari Dian Wulandari Dwi Rahmawati Eko Purwanto El Sadday A. Oktovianto Elsiana, Feny Elvina Shanggrama Wijaya Erandaru Erandaru Eunice W, Aurellia Felicia Lisandra S. Fellicia Natalia Mewandy Gates, Bill Gotama, Monica Hartanto, Fiona Claudia HARYOGO, Maria Marsha IGN Sulendra IGN Sulendra, IGN Iman Subekti Janice Rieger Jessyca Felany Harifin Jocelin Marchelina John Kenley Sugianto Joshua Antonio Joyie Joyie Joyie Joyie Juniar Yusani Karina Brahmana, Ritzky Kelly Kenny David Ariyanto Khosuma, Christovel Larasasti Sistha Laurencia, Michelle Lavenia Widyanto Liana Maria Callista Lie Linda Octavia Lo Leonardo Lo Leonardo Lo Leonardo Agung Mulyono Lo Leonardo Agung Mulyono Luciana Kristanto Marcellino Sebastian Maria Marsha Haryogo Maria Natalia Maria Natalia, Maria Michael Brahmantyo Murgito Mohamad Ali Muhaidhori Mustakim Nadia, Yoana Nathanael Nyoto Nerissa Arviana Wijaya Nerissa Arviana Wijaya Ni Putu Aryani Nyoto, Nathanael Obed Bima Wicandra OCTAVIA Linda Oktafiana, Brina Paramesti Yasminastiti Peter Haryanto Sinarso Prasetyo, Ivan Reagan Priscilla Allodya Mintalangi Priskila Adiasih Prisky Natalia Wijanto Rosary, Maria Dewi Rustanto, Jessica Louise Salu, Cindy Clara Santoso, Devina Kartika Saraswati Ayu Indhiraswari Sastra Budihardja Sebastian, Marcellino Sistha, Larasasti Stephanie Seaver Wiarta Sugianto, Jessica Kurniawati Sugihermanto Sugihermanto Tedja, Jason Maynard Tedjo, Ishak Theresia Chany Tjandra, Cynthia Tobias, Antonius Archie Tutus Setiawan Tutus Setiawan Tutus Setiawan Valerian, Mayclein Valerie Layni Y Wardana, William Putera Wibisono, Cindy Ellisse Wijaya, Nerissa Arviana Wirawan, Yohanes Richo Wiryadi, Jessica WONOSEPUTRO Christine Yih-Jing Huang, Ellen Yunarto, Atung YUSANI, Juniar