Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Ruang Fasilitas Untuk Pasien Jantung Di Surabaya Berbasis Persepsi Pengguna Tanuwidjaja, Gunawan; Wonoseputro, Christine; Budihardja, Sastra
RUAS Vol. 12 No. 2 (2014)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.02.1

Abstract

Rumah Sakit harus didesain dengan baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan paripurna. Desain Rumah Sakit harus juga lebih ramah terhadap pasien Rumah Sakit sesuai standar mutu pelayanannya. Penyebab terbanyak penyakit jantung (cardiovasculer desease) ialah atherosclerosis dan/atau darah tinggi (hypertension). Berbagai faktor yang mempengaruhi ialah usia perubahan fisiologi dan morfologi fungsi kardiovaskuler. Fasilitas Penanganan Jantung penting untuk diteliti kualitas ruang dan dampaknya pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif mengenai kualitas ruang Rumah Sakit Jantung (ukuran ruang dan warna). Metode dokumentasi yang dipilih ialah menggunakan Metode Visual Research oleh Sanoff (1991) dan analisis terhadap denah yang ada. Kemudian dilakukan wawancara pada keluarga pasien untuk mengetahui persepsi mereka. Hasilnya diharapkan dapat memberi masukan bagi panduan desain fasilitas Penanganan Jantung yang sesuai dengan sosial budaya Indonesia.Kata kunci: jantung, kualitas ruang, ukuran ruang, warna, visual research,
Persepsi Mahasiswa Terhadap Atmosfer Tempat Makan Yang Menggugah Selera Terhadap Makanan Tradisional Tanuwidjaja, Gunawan; Sulendra, IGN; Natalia, Maria; Kusuma, Claudia B
RUAS Vol. 13 No. 2 (2015)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.4

Abstract

Makanan tradisional merupakan sesuatu yang penting untuk karena dikonsumsi beberapa generasi, sesuai dengan selera masyarakat lokal dan dari bahan-bahan makanan lokal. Di sisi lain, makanan tradisional saat ini dipandang kurang menarik dibandingkan dengan makanan – makanan modern seperi fast food, maupun juga makanan asing seperti makanan Eropa, makanan Jepang dll. Karena itu, sangat diperlukan sebuah riset tentang persepsi mahasiswa terhadap atmosfer (suasana) tempat makan tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif mengenai dengan metode dokumentasi Visual Research oleh Sanoff (1991). Kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kepada para mahasiswa sesuai dengan parameter dari Kotler, (1973), Turley & Milliman, (2000) serta Ariffin, dkk. (2011). Evaluasi kualitatif terhadap enam belas (16) restoran dan depot. Dan ditemukan tiga (3) tipologi yaitu: Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur modern, Restoran makanan tradisional yang bergaya arsitektur tradisional, Depot makanan tradisional dengan atmosfer biasa. Dari ketiga perbandingan tipologi tempat makan yang menjual makanan tradisional di atas, didapati bahwa desain tempat makan yang menarik bagi mahasiswa UK Petra ialah restoran yang bergaya arsitektur modern, memiliki tingkat kebersihan yang baik, warna ruangan yang hangat dan pencahayaan yang hangat. Sehingga desain modern pada restoran ini dapat menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan citra positif ini pada makanan bahkan budaya tradisional. Hal ini pada akhirnya akan melestarikan kebhinekaan ruang arsitektur nusantara.Kata kunci: atmosfer, makanan tradisional, arsitektur modern, warna, pencahayaan
Persepsi Mahasiswa terhadap Warna Dinding Depan Kelas pada Tes Mengingat Tanuwidjaja, Gunawan; Elsiana, Feny; Yusani, Juniar; Haryogo, Maria Marsha; Khosuma, Christovel; Wijaya, Nerissa Arviana; Eunice W, Aurellia; Sistha, Larasasti
RUAS Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.1

Abstract

Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan yang ditangkap mereka dan memberikan makna/arti bagi lingkungan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar (Chan, 1996) yaitu aspek visual, akustik, estetika dan lingkungan termal. Studi terhadap warna biru (blue) memberi efek menenangkan (soothing effect) didapati pada orang–orang yang sedang melihat badan air yang besar atau langit terbuka, sementara oranye (orange) memberikan rangsangan (Kopacz, 2004). Pada percobaan ini, dilakukan intervensi warna biru dan oranye yang diterapkan hanya seluas 12 m2 di bagian depan ruangan dengan produk Nippon Paint. Jenis cat yang dipilih ialah Biru (Arctic Blue) dan Oranye (Sun Fresh), dan lampu Philips Cool White. Dari riset, mahasiswa pada saat mengerjakan psikotes tidak terlalu merasa dampak dari dinding di bagian depan ruangan. Kemungkinan hal ini, disebabkan karena mahasiswa hanya sesekali melihat ke depan selama tes. Disarankan warna biru dan oranye ini dapat diterapkan pada bagian langit–langit serta meja agar lebih mempengaruhi (biru terhadap ketenangan dan oranye terhadap semangat). Kata kunci: warna dinding, menenangkan, menyemangati
Butaro Hospital, a Sustainable Hospital with Participatory Design and Construction Process Tanuwidjaja, Gunawan; Yih-Jing Huang, Ellen; Sutanto, Ilena Hadi; Tobias, Antonius Archie; Ce Siong, Chen; Bahtiar, Jesslyn; Wirawan, Yohanes Richo
RUAS Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.5

Abstract

Healthcare facilities are very important for sustainable rural regions in developing countries. The Republic of Rwanda, in central east Africa, suffered massive social conflict in 1994 between the Hutu and Tutsi. Furthermore the health problem happened in Burera District because of lack of a proper district hospital. Therefore, in January 2011, the Rwandan Ministry of Health and Partners in Health (PIH) opened the 140-bed Butaro Hospital in the Burera District of Rwanda. The paper-based research was conducted based on hospital’s architecture of Hatmoko, et.al. (2010). Analysis was made with based on the secondary data of Butaro Hospital. Lastly, primary data gathering would be conducted if the funding allowed. The Butaro Hospital was an affordable solution for healthcare problems in rural regions of the developing countries, especially the infectious diseases (such as: HIV, malaria, tuberculosis, nose-ear-and-throat disease). Sustainable innovative solutions for minimum infection were implemented such as: external corridors, large-radius-low-speed fans (with diameters of 24 feet), high-louvered windows, germicidal UV lights, and non-permeable-continuous flooring. The construction of the hospital also would reduce the impact of political crisis in 1994. The project created 4,000 jobs for local craftsmen and local residents. They were initially trained for manual excavation, construction, and project management, before involving in the hospital construction. Therefore, the Butaro Hospital supported the smart regions of Burera area.Keywords: Sustainable and affordable hospital, participatory design, local material
Analisis Kualitatif Aksesibilitas Pengguna Kursi Roda di Hotel Pan Pacific Orchard Angelia Stephanie; Gunawan Tanuwidjaja; Kenny David Ariyanto; Nathanael Nyoto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 7 No. 2 (2025): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v7i2.14584

Abstract

Accessibility for wheelchair users is a crucial aspect of inclusive hospitality facility design, especially in countries with an aging population such as Singapore. With 13.3% of the population aged over 50 in 2024 and a projected 28.6% by 2030, the need for accessible spaces is becoming increasingly urgent. This study employed a content analysis method with a descriptive approach, in which the architectural floor plan of the Pan Pacific Orchard Hotel was redrawn and overlaid against the accessibility standards set by the Building and Construction Authority. The evaluation focused on five key elements: safety, visual focal points, corridors, cores, and user well-being. The findings indicate that the hotel not only meets technical accessibility requirements but also successfully integrates aesthetic elements with safety functions. Reflectively, this study highlights how the application of universal design can contribute to the creation of inclusive, meaningful, and adaptive spatial experiences for users with limited mobility. As such, the hotel serves as a model of design that promotes sustainability and competitiveness in the global hospitality sector.
Pembelajaran Kreatif pada Bidang Matematika, Akuntansi, dan Arsitektur Berbasis Komunitas di Taman Bacaan Masyarakat Surabaya Priskila Adiasih; Gunawan Tanuwidjaja; Iman Subekti; Peter Haryanto Sinarso; Christopher Kevin Hartanto
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.43-50

Abstract

Inisiatif pengabdian masyarakat ini menyoroti penerapan strategi pembelajaran kreatif dan interdisipliner untuk mendorong pendidikan inklusif bagi anak-anak dari komunitas marjinal di Taman Baca Masyarakat (TBM) RW XII Putat Jaya, Surabaya, kawasan yang dahulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat motivasi belajar sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dengan mengintegrasikan bidang matematika, akuntansi, dan arsitektur ke dalam aktivitas yang menarik dan kontekstual. Program dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran layanan partisipatif (service learning) melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, staf TBM, serta Dinas Perpustakaan Surabaya. Rangkaian kegiatan mencakup persiapan bahan ajar kreatif, mendongeng, pemodelan arsitektur berbasis kerajinan, simulasi numerasi dan literasi keuangan, serta evaluasi reflektif. Enam sesi tatap muka melibatkan 60–70 anak dengan dukungan orang tua dan pemangku kepentingan lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kehadiran, dari sekitar 10 menjadi 30 peserta per minggu, disertai bertambahnya minat membaca, keterampilan aritmatika dasar, kebiasaan menabung, serta kesadaran akan konsep rumah sehat. Integrasi storytelling (bercerita) dan craft art (seni kerajinan) terbukti efektif dalam menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi aktif. Program ini juga merevitalisasi fungsi TBM dari ruang baca pasif menjadi pusat produksi kreatif yang dinamis. Kesimpulannya, pedagogi kreatif berbasis komunitas dan kemitraan multipihak dapat memperkuat praktik pendidikan inklusif berkelanjutan di kawasan urban marginal.
INOVASI VENUE DAN BUDAYA: PENDEKATAN HIBRIDA UNTUK PENGEMBANGAN MICE DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI BALI Priskila Adiasih; Gunawan Tanuwidjaja; Michael Brahmantyo Murgito; Paramesti Yasminastiti; Fellicia Natalia Mewandy; Janice Rieger
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengusulkan model arsitektur hibrida untuk mengembangkan pariwisata Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) atau Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran yang berkelanjutan di Bali dengan mengintegrasikan warisan budaya dan desain ramah lingkungan. Berlandaskan kosmologi Bali (Tri - Niskala, yang merupakan interaksi antara dunia nyata dan gaib), penelitian ini mengidentifikasi kelemahan pada fasilitas existing melalui penelitian etnografis, penilaian aksesibilitas, dan analisis acara hibrida. Temuan menunjukkan bahwa infrastruktur MICE saat ini di Denpasar menghadapi tantangan dalam adaptabilitas ruang, kualitas akustik, dan inklusivitas, yang membatasi kemampuannya untuk menyelenggarakan acara modern dan hibrida. Wawasan etnografis dari pemangku kepentingan lokal menyoroti pentingnya simbolisme ruang suci dan akustik alami dalam tradisi pertunjukan Bali. Pada saat yang sama, penilaian aksesibilitas lima venue menyoroti kelemahan sistemik dalam desain universal. Desain yang diusulkan di penelitian ini mengintegrasikan zonasi Tri Mandala—memisahkan zona publik, transisi, dan suci—dengan strategi berkelanjutan seperti ventilasi alami, pengumpulan air hujan, dan tata letak modular. Infrastruktur digital yang siap hibrida diintegrasikan tanpa mengorbankan keaslian budaya, memastikan kesesuaian dengan tren MICE global. Desain ini menekankan kolaborasi pemangku kepentingan, menunjukkan bagaimana arsitek, penampil, dan pembuat kebijakan dapat bersama-sama menciptakan venue yang tangguh yang menyeimbangkan kelayakan ekonomi, tanggung jawab lingkungan, dan pelestarian budaya. Melalui integrasi filsafat Bali dan arsitektur hijau, studi ini menyajikan sebuah kerangka kerja yang dapat diadopsi oleh kawasan pariwisata untuk melakukan inovasi dan menjaga identitas lokal. Temuan-temuan ini mendorong insentif kebijakan yang mendukung infrastruktursiap hibrida dan proses desain partisipatif, dengan menempatkan integritas budaya sebagai landasan utama pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Co-Authors Adeline Adi Sutanto Anderlo, Stefen Thaddeus Angelia Stephanie Angga, Andi Yeshua Antonio, Joshua Arina Hayati Atung Yunarto Audrey Ryuka Puspita Darmosugondo Aurellia Eunice W Bahtiar, Jesslyn Bastian, Ermyra Putri Budi Prasetyadi Callista Lie, Liana Maria Callista, Liana Maria Ce Siong, Chen Chany, Theresia Christopher Kevin Hartanto Christovel Khosuma Claudia B Kusuma Claudia B Kusuma, Claudia B Daniel, Daniel Devi Calista Silvanus Devi Calista Silvanus Devin, Michael Dian Wulandari Dian Wulandari Dwi Rahmawati Eko Purwanto El Sadday A. Oktovianto Elsiana, Feny Elvina Shanggrama Wijaya Erandaru Erandaru Eunice W, Aurellia Felicia Lisandra S. Fellicia Natalia Mewandy Gates, Bill Gotama, Monica Hartanto, Fiona Claudia HARYOGO, Maria Marsha IGN Sulendra IGN Sulendra, IGN Iman Subekti Janice Rieger Jessyca Felany Harifin Jocelin Marchelina John Kenley Sugianto Joshua Antonio Joyie Joyie Joyie Joyie Juniar Yusani Karina Brahmana, Ritzky Kelly Kenny David Ariyanto Khosuma, Christovel Larasasti Sistha Laurencia, Michelle Lavenia Widyanto Liana Maria Callista Lie Linda Octavia Lo Leonardo Lo Leonardo Lo Leonardo Agung Mulyono Lo Leonardo Agung Mulyono Luciana Kristanto Marcellino Sebastian Maria Marsha Haryogo Maria Natalia Maria Natalia, Maria Michael Brahmantyo Murgito Mohamad Ali Muhaidhori Mustakim Nadia, Yoana Nathanael Nyoto Nerissa Arviana Wijaya Nerissa Arviana Wijaya Ni Putu Aryani Nyoto, Nathanael Obed Bima Wicandra OCTAVIA Linda Oktafiana, Brina Paramesti Yasminastiti Peter Haryanto Sinarso Prasetyo, Ivan Reagan Priscilla Allodya Mintalangi Priskila Adiasih Prisky Natalia Wijanto Rosary, Maria Dewi Rustanto, Jessica Louise Salu, Cindy Clara Santoso, Devina Kartika Saraswati Ayu Indhiraswari Sastra Budihardja Sebastian, Marcellino Sistha, Larasasti Stephanie Seaver Wiarta Sugianto, Jessica Kurniawati Sugihermanto Sugihermanto Tedja, Jason Maynard Tedjo, Ishak Theresia Chany Tjandra, Cynthia Tobias, Antonius Archie Tutus Setiawan Tutus Setiawan Tutus Setiawan Valerian, Mayclein Valerie Layni Y Wardana, William Putera Wibisono, Cindy Ellisse Wijaya, Nerissa Arviana Wirawan, Yohanes Richo Wiryadi, Jessica WONOSEPUTRO Christine Yih-Jing Huang, Ellen Yunarto, Atung YUSANI, Juniar