Articles
THE EFFECTIVENESS OF AUTISM CHARACTER STIMULATION ROOM AT AUTISM SERVICE CENTRE BATAM THROUGH BEHAVIORAL ARCHITECTURE
Mikel Owen;
Gladies Imanda Utami Rangkuty
Journal of Architectural Research and Education Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No.1 (2023), Journal of Architectural Research and Education (JARE)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jare.v5i1.51792
Autism or commonly referred to as autism spectrum disorder often occurs in children at an early age. Not only that, the symptoms of autism result in the failure of the brain's nervous system and sensory bodies as well as the intellectual decline in individuals who experience it. Sensory malfunctions in the body eventually form 2 characters with different responses to stimuli in a certain environment, namely, hyposensitivity and hypersensitivity. 1 in 500 children in Indonesia is known to have this disorder, so it becomes an issue that is not only developing in the country but has an effect on the world. With a significant increase in the number of autism cases, the need for space will increase. Architects as a profession involved in design play an important role in creating a conducive space for children with autism. However, the space must be adjusted based on the characteristics of autism, so that it can function well for them. This research was conducted by evaluating spaces that have different levels of stimulation in the Batam City Autism Service Center, then developing them. This study also uses a behavioral architectural approach by reviewing the characteristics of people with autism, so that the room can provide comfort for them. The research method used is a qualitative-descriptive form and analyzes the room based on existing criteria. The results of the research are a multifunctional low-stimulus room and a high-stimulus room that can adapt based on variations in activity.
Paintinggir Architecture: Designing a Coastal Area as a Painting Studio and Recess Area with a Sustainable Architectural Approach
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Aprilia Chandrawati;
Coral Aswanti;
Maharanta Milala;
Yovita Yolanda Budiman
CoMBInES - Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences Vol 1 No 1 (2021): Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (Co
Publisher : Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Painting is the activity of creating art using paint and canvas. According to qualitative method (Creswell, 2008) and correlational method, which is connecting the relations of the analysis results Batam is quite an advanced city and very close to the neighboring country, Singapore. However, there are not many places providing painting facilities in this small town. Planning painting studio by using high-rise buildings view from Singapore at Tanjung Pinggir Beach area will really support the mood of the artist or painter. The concept of 'paint' leads to the concept of 'Palette' and 'Paint drop' which are used as a reference for the main buildings of Paintinggir, Painting Studio and Recess Area. Paintinggir, a sustainable architectural design using pallete concept and paintdrop as a form of a development area, makes development with the purpose to provide tools, facilities and places for painters and connoiseurs of paintings.
Inklusifitas Perpajakan Bagi Siswa – Siswi Di Kota Batam Tahun 2022, Studi Kasus Smk Harapan Utama
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
I Gusti Ngurah Anom Gunawan;
Benny Benny;
Jasline Caroline;
Merzelish Merzelish;
Delvin Fernando;
Muhammad Winarta
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/se.v1i1.7356
Penelitian ini dilakukan oleh Mahasiswa Universitas International Batam di Sekolah Harapan Utama. Sekolah ini merupakan sekolah Swasta yang terdapat di Kepulauan Riau, Batam Kota.Permasalahan yang ingin peniliti ketahui ialah bagaimana pemahaman siswa – siswi terhadap perpajakan dan apa peran dari siswa – siswi terhadap perpajaan. Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti berupa pengetahuan pemahaman siswa – siswi terhadap perpajakan 2022 dan untuk mengetahui pernanan siswa-siswi terhadap perpajakan di tahun 2022. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan oleh peneliti berupa Observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap siswa - siswi dengan hal itu kami mendapatkan temuan bahwa sebenarnya siswa - siswi sadar akan perpajakan itu tetapi memilih untuk menghiraukannya karena menurut siswa – siswi pajak tidak begitu penting bagi mereka serta siswa-siswi sadar akan peran mereka sebagai calon masyarakat yang akan berperan penting untuk kemajuan Negara. Kami merekomendasikan untuk menarik sumber pemerintahan akan perpajakan untuk penelitian selanjutnya untuk menyadarkan calon masyarakat yakni para murid-murid akan kesadaran pembayaran pajak hingga hukuman ataupun sanksi yang dapat dikenakan
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Powtoon dalam Meningkatkan Kompetensi Guru SMKN 2 Batam
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Ade Jaya Saputra
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/madani.v1i1.7219
Kesiapan Pendidikan Indonesia dalam dampak yang di akibatkan oleh Penyebaran Covid-19 mengharuskan dunia pendidikan mengatur strategi dalam mencapai pembelajaran yang efektif secara daring. Dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam memahami setiap materi sehingga diperlukan penerapan dalam meningkatkan sarana pembelajaran untuk proses pembelajaran yang interaktif secara daring. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penerapan media presentasi powtoon kepada guru SMKN 2 Batam yang diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan proses pembelajaran dalam menghadapi kelas online. Metode kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pengenalan terhadap penerapan powtoon untuk pembuatan bahan ajar yang infografis dan efektif dilakukan dengann gocus group discussion, pelatihan, serta pendampingan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan kompetensi guru SMKN2 dalam menyajikan bahan ajar yang lebih infografis dan efektif.
Zoning Analysis of Settlement and Tourism in Kampung Melayu Terengganu
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Vicky Lim;
Nurhalisa Nurhalisa;
Khayril Husnul;
Steven Eli Marsela
Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) Vol 3 No 1 (2023): Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/conescintech.v3i1.8336
A city or region absolutely needs zoning or regional organization. One of them is Terengganu Malay Village Settlement Zone. Development without a clear regional organization and non-compliance with the rules for structuring coastal areas has caused Vanaküla's condition to worsen. The concept of good settlement management can support the ability of an area to maintain activity stability between visitors and the people who live in the area. The purpose of this research is to determine the zoning between the tourism area and Kampung Melayu, Terengganu, and to provide clear guidelines for more appropriate zoning. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, where data collection techniques are used to carry out zone analysis at the location of the research object. The results of the study show that the Terengganu old village area can support the achievement of a sustainable zone in terms of construction and quality of the area that is laid out. Based on findings in old village settlements in Terengganu, it is classified as flexible zoning, so it has the potential to become a non-permanent zoning area, impacting residential areas which can change their use at any time.
COASTAL SETTLEMENT SLUM LEVEL ANALYSIS (CASE STUDY: KAMPUNG TUA TIANGWANGKANG)
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Leonardo Leonardo;
Senna Abdi Cahyo;
Stivani Ayuning Suwarlan
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 4 No. 2 (2023): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v4i2.8580
The population on Batam Island increases significantly every year, including settlements in Kampung Tua Tiangwangkang (Tiangwangkang Old Village). Stereotypes from the community describe settlements in old villages in Batam become slums over time. The causative factor for the slums of a settlement is the unavailable or incomplete infrastructure in the slum settlement, so the purpose of this study is to identify the level of slums in coastal settlements in Kampung Tua Tiangwangkang. The methodology in this study is a quantitative method compiled by the index method, namely, the data arranged in table classifications. The data processing and analysis technique is qualitative data analysis in the form of archives and images that can serve as a basis for assessing the level of slum settlements that are the object of research. The study results concluded that Kampung Tua Tiangwangkang had a slum level of 39% based on the variables determined and analyzed. This value can increase in the future if problems that affect slums do not receive immediate responses in their place.
Analisis Potensi Permukiman Kampung Tua Tiangwangkang melalui Kajian Kearifan Lokal Suku Laut
Vicky Lim;
Stivani Ayuning Suwarlan;
Gladies Imanda Utami Rangkuty
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v5i1.8672
Kampung tua Tiangwangkang merupakan salah satu dari 37 kampung tua yang ada di Batam dan berpotensi untuk menjadi kawasan wisata dengan kearifan lokal dari Suku Laut yang menempati kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori ekistics yang bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi kampung tua Tiangwangkan yang didasarkan dari budaya atau kearifan lokal dari Suku Laut dimana dapat menjadi referensi untuk penduduk Kampung tua Tiangwangkang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Ekistics sebagai dasar analisis potensi permukiman. Hasil yang didapatkan dari analisis pada kampung tua Tiangwangkang menurut teori Ekistics terdapat beberapa potensi yang dapat dikembangkan di kampung tua Tiangwangkang menjadi sebuah Kawasan Pariwisata berkelanjutan yang dapat dikaitkan dengan kebudayaan Suku Laut. Hal ini dapat disimpulkan kampung tua Tiangwangkang ini dihuni oleh keturunan Suku Laut dengan budayanya yang sangat unik dan dapat dibuat menjadi tempat wisata dengan kearifan lokal yang dapat menarik perhatian para wisatawan lokal maupun internasional.
PESISIR YANG BERKELANJUTAN: GREEN ARCHITECTURE DENGAN BUDAYA POPULAR DALAM EXHIBITION DAN CONVENTION CENTER DI KOTA BATAM
Helen;
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Lathifa Nursyamsu
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 1 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v5i1.9077
Kota Batam merupakan bagian dari Kepulauan Riau, Indonesia yang memiliki warisan budaya beragam. Salah satunya terdapat tarian Melayu, atraksi budaya, pameran terkait peninggalan budaya Melayu, dan aktivitas budaya modern lainnya. Aktivitas publik memiliki peran penting dalam membentuk budaya, memberikan hiburan, membangun komunitas, dan mendorong partisipasi warga dalam berbagai aspek kehidupan social. Dalam hal ini, kegiatan atraksi dan pameran di Kota Batam juga telah berbaur dari budaya lokal dan modern. Wadah dalam penyelenggaraan kegiatan acara pameran dan kegiatan pementasan di Kota Batam salah satunya sering dilaksanakan di area Atrium Mall dengan kapasitas serta jenis kegiatan yang dibatasi. Sehingga, wadah khusus untuk pusat pameran sebagai fasilitas budaya lokal dan modern kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pusat pameran pada kawasan pesisir berkelanjutan menggunakan pertimbangkan green architecture dengan budaya popular dalam exhibition dan convention center di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data berupa observasi lapangan. Selain itu, juga menggunakan data skunder dan primer melalui interprestasi visual. Hasil dari penelitian ini merupakan perancangan konsep desain pada exhibition dan convention center di kawasan pesisir Kota Batam yang mendukung green architecture dengan adanya area kapal Jong dan open space yang dijadikan area budaya popular. Hasil rancangan fasad meliputi vertical green dan secondary skin pada bangunan utama dan pendukung lainnya. Seluruh atap dirancang sebagai green rooftop untuk mengurangi panas dan menyerap air hujan. Penggunaan low emissivity glass di seluruh bangunan mengurangi panas masuk, sementara panel surya dipasang di atap utama untuk energi terbarukan.
Analisis Efektifitas Groin terhadap Abrasi Pantai Kampung Tua Nongsa
Suwarlan, Stivani Ayuning;
Fernando, Delvin;
Oktavino, Farel Cassaro;
Tan, Rosalinda;
Hura, Wester Maesi;
Rangkuty, Gladies Imanda Utami
Arsir Vol 7, No 2 (2023): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32502/arsir.v7i2.5483
The groin is a building construction located on the shore with an orientation that points perpendicularly to the sea. The function of the groin is as a barrier from sediments that move along the coastline and a medium for wave dampening. Changes in coastal areas caused by nature or normal marine activities make coastal areas need to be considered more deeply. The groin construction process that does not apply structural and architectural science or analysis causes the building to be unstable and easily destroyed by large waves. The decline of the coastline in Kampung Tua Nongsa from 1995 to 2022 as far as 30 meters resulted in residential settlements experiencing continuous land shifts. The research method uses descriptive qualitative through interview, observation, and documentation approaches. This research aims to obtain the results of the effectiveness of groins on the coast of Kampung Tua Nongsa by looking at the distribution pattern, structure, material, and architecture. The research results show that groins that are effective for the beach conditions of Kampung Tua Nongsa should be natural stone material with groin lengths of 50 cm - 60 cm and groin heights between 0.5 - 1.0 m.
PENGARUH DESAIN RUANG PUBLIK DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA: STUDI KASUS PESISIR TAREMPA
Putri, Tabitha;
Gladies Imanda Utami Rangkuty;
Jeanny Laurens Pinassang
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 5 No. 2 (2024): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37253/jad.v5i2.9163
Identitas budaya adalah ciri khas yang dimiliki oleh kelompok masyarakat. Kawasan pesisir sendiri dikenal dengan budaya dan tradisi yang masih melekat di kehidupan masyarakatnya. Salah satu kawasan pesisir yang masih kental dengan tradisi kebudayaannya adalah Tarempa yang terletak di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja kini ciri khas budaya yang ada di Tarempa kurang diaplikasikan pada karakteristik daerah tersebut. Salah satu cara untuk tetap mempertahankan identitas budaya suatu kawasan yaitu diterapkannya ciri khas dan nilai-nilai kebudayan dalam ruang publik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ruang publik yang ada tidak terkonsentrasi pada satu tempat. Selain itu, ruang publik belum sepenuhnya menerapkan ciri khas kebudayaan melayu. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan ruang publik dalam upaya melestarikan kebudayaan setempat. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat memberikan rekomendasi konsep desain ruang publik yang dapat mewadahi kegiatan masyarakat dengan tetap memasukan unsur budaya kawasan pesisir Tarempa. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu data yang didapat dijelaskan secara deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kajian literartur, dan wawancara.